Amankah Arang untuk Dikonsumsi? Pahami Dulu Manfaat Dan Risikonya!


By Cindy Wijaya

Menggunakan arang dalam terapi pengobatan sebenarnya sudah lama dikenal dalam sejumlah terapi pengobatan tradisional, termasuk dalam budaya pengobatan khas Tiongkok dan pengobatan khas dari berbagai kawasan Nusantara. Secara modern terapi dengan arang juga lazim dilakukan pada kasus keracunan.

Bahkan belakangan Anda mungkin pernah mendengar sejumlah minuman kesehatan yang menawarkan tambahan charcoal sebagai salah satu substansi penting. Charcoal adalah nama lain dari arang dalam bahasa Inggris.

Anda yang pernah berkunjung ke kota Yogya juga mungkin pernah mengenal sajian kopi yang ditambahkan bongkahan arang di dalamnya. Konon, dipercaya tambahan arang memberi tambahan rasa gurih yang berbeda pada kopi sekaligus membantu mengurangi efek buruk kopi pada konsumennya.

Untuk catatan, sebenarnya kopi sama sekali bukan sajian minuman yang buruk, bahkan cukup kaya manfaat, selama dikonsumsi dalam kadar moderat. Kadang masalah terbesar justru datang dari bahan-bahan tambahan pada penyajian termasuk susu, krim dan gula.

Tetapi terlepas dari masalah sajian kopi dengan arang tadi, yang kadang menjadi pertanyaan adalah benarkah arang bisa bekerja mengurangi pengaruh buruk kopi? Atau bisakah diperjelas dengan benarkah arang bisa membantu mengurangi efek racun dari suatu makanan? Apakah arang tidak berbahaya untuk dikonsumsi?

Sebagaimana dikatakan di awal, arang sebenarnya bukan bahan asing dalam dunia pengobatan. Selain sudah dikenal lama dalam dunia pengobatan tradisional, juga ternyata telah diakui dalam pengobatan modern. Anda lazim mengenal sejumlah terapi diare, keracunan yang memanfaatkan pil yang mengandung material arang aktif. Biasanya terapi ini dengan mudah Anda kenali karena berupa pil dalam warna hitam.

Apa Sebenarnya Manfaat Arang?

Senyawa aktif dari arang adalah karbon dan elemen inilah yang berperan besar pada kemampuan arang dalam memberikan manfaat bagi tubuh Anda. livestrong.com mengatakan, arang sendiri terbentuk dari kayu yang teroksidasi dalam suhu sangat tinggi.  Dari proses pembakaran dan stimulan dari sejumlah substansi seperti zink klorida, asam fosfor,asam sulfur dan beberapa elemen lain inilah kemudian senyawa karbon yang bermanfaat terbentuk. Menghasilkan sejumlah manfaat arang seperti berikut :

Sebagai antitoksin

Peran arang sebagai antitoksin relatif sangat kuat. Itulah sebabnya secara medis arang dimanfaatkan dalam kasus diare, terutama pada kasus diare yang disebabkan oleh efek keracunan. Arang akan bekerja menyerap toksin yang tersimpan dalam pencernaan, mengikatnya dan membawanya hingga keluar dari dalam tubuh melalui feses. Pada dasarnya tubuh justru tidak mencerna dan menyerap karbon, sehingga mengonsumsi karbon tidak akan membuat tubuh menyerap senyawa karbon.

Menurut livestrong.com Kinerja arang dalam menarik toksin dari dalam tubuh cukup agresif. Arang akan bekerja seketika di dalam tubuh. Pada kasus darurat, pemberian arang akan memberi ruang waktu bagi pasien untuk dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis profesional. Bahkan pil karbon semacam ini dikatakan harus menjadi bagian wajib dari kotak P3K.

Terapi dengan arang juga dikatakan baik untuk membantu mengatasi masalah overdosis akan obat-obatan tertentu. Juga mempercepat proses pemulihan pasca seseorang mengalami efek hangover karena mabuk.

Livestrong.com juga mengatakan bahwa karbon bekerja paling efektif pada jenis toksin alami dan toksin dari jenis metal berat. Tetapi karbon tidak terlalu efektif bekerja pada jenis toksin yang berasal dari bahan minyak petrolium, lithium, alkohol, zat besi yang berlebihan dalam tubuh juga memiliki kadar asam tinggi.

Baca Juga:  Mengonsumsi Kerang Berlebihan Berpotensi Terkena Bahaya Logam Berat

Mengatasi efek gigitan hewan berbisa

Sejumlah hewan memiliki toksin yang akan dimasukan ke dalam tubuh musuhnya sebagai bentuk perlawanan. Beberapa jenis serangga, ular, juga beberapa jenis hewan berbuku seperti kelabang dan kalajengking bekerja dalam sistem semacam ini.

Arang dengan kemampuan karbonnya akan bekerja membantu menetralkan efek toksin yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Bila arang dikonsumsi seketika setelah bisa masuk, kemampuannya cukup cepat mengatasi efek bisa, tetapi ketika bisa sudah mulai menyebar, setidaknyaarang bisa menunda penyebaran dan membantu memberi ruang untuk pasien segera mendapatkan perawatan.

Mengurangi kadar kolesterol

Mengonsumsi bahan dengan kandungan arang akan membantu mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh. Terbukti arang bukan hanya menyerap dan mengikat toksin, tetapi juga lemak dalam darah dan pada sistem pencernaan.

Sejumlah terapi dalam mencegah dan mengatasi arterosklerosis adalah dengan menambahkan asupan mengandung arang dalam menu. Arang bukan hanya menyerap kolesterol dalam darah, tetapi juga membantu menarik plak kolesterol yang terlanjur melekat pada pembuluh darah.

Membantu mengatasi masalah pencernaan

Kemampuan arang juga bisa bekerja dalam mengatasi kelebihan sejumlah komponen enzim dan asam lambung dalam pencernaan yang memicu terjadinya efek kembung, diare, mual dan rasa asam pada mulut sebagaimana yang lazim terjadi pada kasus acid reflux.

Dikatakan pula, bahwa arang akan membantu menurunkan kadar senyawa tertentu dalam makanan yang bisa memicu terjadinya peningkatan produksi enzim dan asam lambung dalam pencernaan. Ini bukan hanya membantu mengatasi masalah pencernaan, tetapi juga mencegah masalah pada pencernaan.

Untuk kesehatan kulit dan gigi

Arang sebagai antitoksin akan bekerja membersihkan wajah dari toksin yang terpapar dari kandungan polutan yang terdapat pada udara, make up, perawatan wajah dan air. Kemampuan antitoksin ini juga lazim dimanfaatkan dalam proses filterisasi air.

Selain itu kemampuan arang sebagai pembersih juga bekerja menarik kotoran dari permukaan wajah, juga menarik lebih banyak minyak. Pada gigi, arang akan membantu mengangkat plak pada permukaan gigi sehingga membantu membersihkan gigi kuning tanpa merusak email.

Adakah Bahaya dari Arang?

Meski dikatakan bahwa arang bermanfaat bagi tubuh, bukan lantas Anda bebas dan aman untuk mengonsumsi arang. Arang bukan jenis asupan yang disarankan untuk Anda konsumsi setiap hari dengan rutin. Karena meski memiliki sejumlah manfaat, berlebihan dengan senyawa karbon juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Selain itu, penting untuk Anda pahami, kita sedang membicarakan soal arang medis dan bukan sembarang arang yang selama ini lazim digunakan untuk pemanggangan. Tentu saja Anda seharusnya tidak bisa sembarangan menggunakan arang begitu saja. Yang Anda perlukan adalah arang higienis yang bebas dari substansi asing yang tidak sehat.

Sebagaimana kita kerap ketahui kadang arang diperoleh dari pembakaran kayu dengan menggunakan bahan pembakar sintetis dan bahan petrolium. Ini akan menyebabkan arang tak cukup sehat dan aman dikonsumsi.

Baca Juga:  Kandungan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya dalam Kosmetik

Masalah lain yang perlu Anda perhatikan mengenai arang adalah kemampuan antitoksin dari arang yang cukup agresif. Demikian agresif sehingga kadang justru menyebabkan sejumlah senyawa penting dalam pengobatan medis yang Anda jalankan terbuang percuma. Termasuk pula asupan makanan yang Anda konsumsi.

Arang memiliki kemampuan absorbsi yang kuat terhadap senyawa-senyawa tertentu. Sehingga ketika karbon dalam arang bertemu dengan sejumlah senyawa kimia dalam obat medis Anda atau pada jenis obat herbal yang Anda asup, bisa jadi justru khasiat dari terapi pengobatan tersebut hilang. Bahkan karbon juga bisa menyerap kandungan senyawa antioksidan penting yang Anda dapatkan dari sayuran dan buah yang Anda asup.

Selain itu, arang ternyata juga bisa berbahaya pada perut Anda. Sekitar 20% dari mereka yang mengonsumsi arang aktif akan mengalami muntah-muntah setelah sekitar 10 menit mengonsumsi arang. Kemampuan arang dalam menyerap toksin bekerja mendorong tubuh Anda mengeluarkan kembali arang melalui muntah.

Selain itu, menurut livestrong.com Dikatakan sebuah kasus ditemukan adanya seorang pasien membentuk semacam massa pada usus besarnya pasca rutin mengonsumsi pil karbon dengan berlebihan.

Bagaimana Cara Aman Mengonsumsi Arang?

Pada dasarnya mengonsumsi arang atau asupan suplemen dengan kandungan arang aktif bukan sesuatu yang disarankan untuk dilakukan setiap hari. Selain karena tubuh sebenarnya tidak menyerap senyawa karbon dalam arang, arang juga bukan substansi aman yang bisa ditoleransi tubuh dalam jangka panjang.

Selain itu, mengonsumsi arang selalu berkaitan dengan waktu yang tepat. Akan tepat bila Anda asup disaat Anda tengah keracunan atau mengalami sejumlah efek dari kelebihan konsumsi obat juga efek mabuk karena makanan atau minuman tertentu.

Tetapi mengonsumsi arang perlu dipastikan tidak bersamaan atau berdekatan dengan waktu Anda mengonsumsi obat. Juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan atau berdekatan dengan waktu makan. Arang akan mengurangi manfaat dari obat dan asupan makanan yang Anda konsumsi.

Sebaiknya juga hindari mengonsumsi minuman kesehatan yang didalamnya ditambahkan senyawa karbon atau Charcoal. Pasalnya justru kandungan arang akan menyebabkan nutrisi dalam minuman kesehatan tersebut hilang dan terbuang percuma.

Pastikan memilih jenis arang sehat dan bukan sembarang arang.Alih-alih mengonsumsi kopi dengan arang yang dibuat dari arang yang tidak jelas, sebaiknya konsumsi arang yang sudah dikemas higienis dalam bentuk pil atau kapsul. Menurut livestrong.com, arang yang sehat adalah arang yang bebas bau,hitam pekat dan tidak tampak kelabu, terasa basa, kering sampai ke dalam dan berongga dengan baik. Arang seharusnya memang berongga dengan rapat namun kering sehingga sangat mudah dihancurkan dan dihaluskan menjadi bubuk.

Dosis yang tepat dalam pemberian arang sendiri juga bisa berbeda-beda tergantung pada kasusnya. Namun setidaknya menurut livestrong.com tubuh mentoleransi pemberian arang dalam kadar 25 hingga 100 g untuk dewasa dan dosis 25 hingga 50 g untuk anak-anak dibawah 12 tahun dalam kasus insidental artiny bukan asupan rutin.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}