Alergi Zat Kimia: Penyebab dan Penanganannya


By Cindy Wijaya

Alergi Zat Kimia – Apakah Anda tinggal di kawasan perumahan yang dekat dengan daerah industri? Pernahkah Anda merasakan gejala seperti sakit kepala hebat yang disertai mual-mual?

Lama-kelamaan kesehatan Anda makin merosot. Inilah yang seringkali dirasa oleh beberapa penderita alergi zat kimia (multiple chemical sensitivity—MCS). Gejala ini bisa dipicu oleh zat-zat kimia yang dilepaskan oleh pabrik di dekat rumah Anda.

Alergi Zat Kimia

Menurut webMD gejala alergi kimia pada setiap orang bisa berbeda, umumnya mereka mengalami sakit kepala, kelelahan ekstrim, nyeri otot, nyeri persendian, eksem, dan ruam kulit.

Selain itu mereka juga dapat mengalami flu, asma, masalah pernapasan, kegelisahan, depresi, problem ingatan, kesulitan berkonsentransi, dan insomnia. Dalam beberapa kasus, adapula yang merasa detak jantung mereka menjadi tidak beraturan, mual, muntah, dan masalah pada usus.

Sekali mereka mengidap penyakit ini, para penderitanya akan mengalami reaksi alergi terhadap zat kimia yang dulunya dapat mereka tolerir. Misalnya, beberapa orang yang sensitif terhadap zat kimia merasa bahwa kontak langsung secara berulang dengan pestisida dan hair spray turut memicu reaksi alergi.

Penyebab Alergi Zat Kimia

Alergi zat kimia juga dipengaruhi oleh faktor pembawaan genetika, usia, jenis kelamin, pengobatan yang sedang dijalani, riwayat penyakit, dan gaya hidup (penggunaan alkohol, tembakau, atau narkoba).

Tentu saja, para penderita MCS tidak mungkin sepenuhnya dapat menghindari kontak dengan zat-zat kimia. Lalu, bantuan apa yang tersedia bagi penderita MCS untuk mengurangi alergi zat kimia?

  • Tidur malam yang baik! Kamar yang banyak mendapat udara segar dapat membantu proses penyembuhan penyakit ini. Gizi yang baik juga penting untuk mempertahankan atau memulihkan kesehatan.
  • Tips lainnya adalah dengan rutin berolahraga. Aktivitas ini akan membantu tubuh Anda dalam menyingkirkan zat beracun melalui keringat.
  • Anda juga disarankan untuk mencari bantuan profesional dari dokter yang bereputasi baik. Dengan demikian, Anda bisa menjalani pemeriksaan terlebih dahulu secara menyeluruh, sebelum membuat perubahan gaya hidup.

Mengingat kontak dengan zat kimia dapat membuat jantung Anda berdebar-debar, maka Anda disarankan untuk mempelajari teknik relaksasi dan kontrol pernapasan. Tujuannya adalah membantu pasien menyesuaikan diri terhadap zat kimia secara bertahap.

Penanganan Alergi Zat Kimia

Bagaimana Caranya Teknik Relaksasi dan Kontrol Pernapasan Dilakukan? Salah satunya yaitu dengan menarik napas dalam dan menghitung sampai 10 kemudian ulangi sampai tiga kali.

Meregangkan otot-otot juga membantu dan ini dapat dilakukan mulai dari jari kaki, kemudian secara bertahap regangkan bagian tubuh satu persatu, sampai ke leher serta kepala. Atau boleh juga sebaliknya, dari kepala sampai ke jari kaki.

Regangkan otot Anda paling tidak selama 5 detik, lalu kendurkan atau lemaskan selama 30 detik, ulangi sampai Anda merasa lebih tenang.

Memang teknik di atas tidak akan menghilangkan sama sekali alergi zat kimia yang Anda miliki. Namun, dengan melakukannya Anda bisa mengatur detak jantung sehingga dapat berpikir dengan tenang sewaktu memutuskan langkah selanjutnya untuk menangani alergi zat kimia ini.

Berdasarkan survei di Amerika Serikat

Dari 15 hingga 37 persen penduduk yang merasa sensitif terhadap zat kimia (seperti asap knalpot, asap tembakau, cat baru, dan parfum) hanya 5 persen atau kurang yang terdiagnosa mengidap MCS.

Demikianlah informasi seputar Alergi yang perlu Anda cermati. Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami –hanya di deherba.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}