• Home
  • Blog
  • Alergi
  • Varian Obat Alergi Di Apotik Yang Efektif Tuntaskan Alergi

Varian Obat Alergi Di Apotik Yang Efektif Tuntaskan Alergi


By Nurul Kuntarti

Banyak orang menganggap alergi sebagai penyakit remeh. Padahal, penyakit ini bisa menjadi sangat mengganggu dan bahkan menyebabkan resiko yang serius. Kita akan melihat bagaimana cara untuk mengatasi alergi ini dengan tuntas, dengan memanfaatkan obat alergi di apotik.

Apa sebenarnya Penyebab Alergi?

Bila kita bicara soal bagaimana cara tepat untuk mengatasi alergi. Juga soal bagaimana menentukan obat alergi di apotik apa yang tepat untuk keluhan alergi Anda. Maka kita juga perlu bicara soal apa sebenarnya penyebab alergi. Bagaimana penyakit ini muncul dan apa sebenarnya pemicunya.

Alergi sendiri sebenarnya merupakan keluhan yang berkaitan dengan sistem imunitas. Ketika sistem imun tubuh bekerja dengan abnormal, sehingga mendeteksi unsur yang sebenarnya tidak berbahaya sebagai ancaman.

Alergi terjadi karena tubuh menghasilkan antibodi alergi atau IgE saat tubuh mendeteksi adanya kontak tubuh dengan unsur pemicu alergi. Fungsi dari antibodi ini adalah untuk mengenyahkan unsur pemicu alergi ini dari tubuh.

Hasilnya, tubuh membentuk senyawa kimia khusus bernama histamin. Senyawa ini merupakan efek dari proses kerja antibodi IgE. Histamin ini yang menyebabkan munculnya reaksi tubuh sebagaimana kita pahami sebagai gejala alergi.

Meski produksi IgE ini merupakan mekanisme normal dari imunitas, tetapi bagaimana tubuh mengidentifikasi unsur biasa sebagai ancaman yang menyebabkan kondisi ini tidak wajar. Itu sebabnya, alergi bisa dikategorikan sebagai jenis autoimun.

Kenali Pemicu Dan Jenis Alergi

Sebagaimana dijelaskan, alergi dipicu oleh respon tubuh yang berlebihan karena paparan aspek asing. Aspek asing yang disalah artikan oleh imun sebagai ancaman ini disebut sebagai pemicu alergi.

Pemicu alergi sendiri bisa sangat beragam, seperti serbuk sari, debu, udara dingin, kutu, gigitan serangga, jamur, bulu, karet, obat tertentu, makanan tertentu dan beberapa aspek lain.  Pemicu alergi sendiri bisa sangat beragam dan setiap penderita alergi bisa sensitif terhadap aspek pemicu yang berbeda beda.

Selain dibedakan oleh aspek pemicunya, alergi juga bisa dilihat dari bagaimana tubuh menunjukan respon terhadap pemicu alergi. Ini juga akan membantu memahami bagaimana cara tepat mengatasi alergi.

Sebagian besar kasus alergi berkaitan dengan efek gatal, ruam, kemerahan dan pembengkakan. Biasanya keluhan muncul secara lokal di area dimana kontak dengan pemicu terjadi. Keluhan ini bisa terjadi dipermukaan kulit, hidung, mata dan dalam tenggorokan.

Hanya saja ketika pembengkakan terjadi di hidung (rhinitis) atau di tenggorokan (asma) maka ini bisa mengganggu pernafasan. Kategori alergi yang berat bisa memicu anaplaksi, dimana pembengkakan terjadi di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Keluhan alergi lain yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, nyeri perut, kram dan keluhan perut lain. Ini biasanya terkait dengan kondisi alergi terhadap jenis makanan tertentu.

obat alergi rhinitis di apotik
alergi rhinitis (houstonent/123rf)

Bagaimana Kinerja Obat Anti Alergi

Menurut penjelasan Dewi Fitriani S.Si., Apt. dalam tulisannya Buku Pengobatan Mandiri (2013), kebanyakan obat alergi di apotik pada dasarnya tidak bekerja menghilangkan alergi. Obat obatan untuk alergi prinsipnya hanya bekerja untuk meredakan keluhan alergi.

Untuk menghentikan gejala alergi muncul secara ideal, kita perlu mengenali apa pemicu alergi dan menghindarinya secara permanen. Pada jangka panjang, kadang sejumlah kasus alergi bisa hilang atau datang pergi, tergantung kondisi imunitas tubuh.

Berikut adalah sejumlah tipe obat anti alergi di apotik dan bisa Anda dapatkan dengan mudah di pasaran.

  • Obat Antihistamin

    Dasar dari terapi obat alergi di apotik adalah pendekatan antihistamin. Terapi ini bekerja dengan menghambat pembentukan senyawa histamin. Bila jumlah senyawa histamin bisa diturunkan, maka keluhan alergi bisa dikurangi.

    Sejumlah terapi yang bekerja sebagai antihistamin antara lain adalah Chlorpheniramine (Nalgestan), Cyproheptadine (Cydifar), Promethazine (Berlifed), Triprolidine (Actifed), Ketotifen (Astifen) dan Mebhydrolin (Interhistin).

    Selain itu terdapat jenis terapi anti histamin generasi dua yang dianggap lebih efektif dan tidak memiliki efek sedatif (menyebabkan kantuk) yang kuat. Yang termasuk kategori ini antara lain Loratadine (Alernitis), Cetirizine (Lerzin), Desloratadine (Delosdin), Fexofenadine (Fexoven OD), Levocetirizine (Avocel) dan Terfenadine (Hisdane).

    obat alergi di apotik 2
    antihistamine (gooddoctor/123rf)
  • Obat Dekongestan

    Terapi lain yang juga lazim diberikan sebagai obat alergi yang tersedia di apotik adalah terapi dekongestan. Biasanya ini diberikan untuk keluhan alergi pada pernafasan. Ini akan efektif membantu melegakan pernafasan yang tersumbat seperti pada kasus rhinitis dan asma. Dengan cara mengurangi pembengkakan yang terjadi pada saluran pernafasan. Cara ini akan membantu melegakan saluran pernafasan.

    Yang termasuk kategori obat dekongestan antara lain pseudoephedrine (Rhinos Neo), oxymetazoline (Afrin), ephedrine (Primatene), phenylephrine ( Fludexin) dan Ipratropium bromide (Atrovent).

    Terapi dekongestan juga bisa diberikan sebagai terapi tetes mata. Terapi ini bisa membantu keluhan pembengkakan pada mata akibat alergi. Dekongestan akan mencegah terjadinya penyumbatan yang dikhawatirkan dapat berkembang menjadi peradangan.

    Terapi ini bisa beresiko meningkatkan tekanan darah dan mungkin menyebabkan gangguan pada  kestabilan detak jantung. Terapi ini juga pada beberapa orang dapat memicu efek kecemasan ringan dan insomnia.

  • Kortikosteroid

    Terapi kortikosteroid juga kadang diberikan sebagai obat anti alergi di apotik. Hanya saja terapi jenis ini hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep. Ini karena kortikosteroid hanya diberikan pada kasus alergi pada level yang lebih serius.

    Terapi kortikosteroid sebenarnya merupakan pengobatan anti inflamasi atau anti radang. Terapi ini acapkali diberikan pada kasus alergi karena alergi dan peradangan memiliki sinergi yang kuat. Efek dari reaksi alergi yang berulang dan terus menerus adalah terjadinya peradangan. Dan peradangan juga bisa menjadi salah satu pemicu gejala alergi terjadi.

    Terapi kortikosteroid bisa diberikan dalam bentuk semprot seperti pada fluticasone furoate (Veramyst), beclomethasone (Beconase), fluticasone (Flonase Allergy Relief), budesonide (Rhinocort Allergy) dan triamcinolone (Nasacort Allergy 24HR).

    Terdapat pula terapi tetes mata seperti dexamethasone (Maxidex) dan terapi oral dengan betamethasone (Celestamine), Methylprednisolone (Hexilon), Triamcinolone (Econazine), Prednisolone (Cendo Cetapred) prednisone (Deltasone) dan dexamethasone (Cortidex).

    Terapi kortikosteroid ini pada umumnya memiliki efek relatif keras bila dikonsumsi cukup sering. Sejumlah efek samping yang mungkin muncul adalah kenaikan berat badan, edema (bengkak air), tekanan darah tinggi, hiperglikemia, osteroporosis dan menurunnya massa otot.

  • Imunoterapi

    Sebagaimana dijelaskan bahwa alergi sejatinya merupakan bentuk dari autoimun. Sehingga ketika gangguan alergi datang dengan cukup masif atau sering dalam jangka lebih dari 3 bulan, maka terapi imun bisa menjadi solusi medis yang akan disarankan.

    Terapi ini biasanya diberikan dengan memberikan obat stimulan imun yang diletakan pada bawah lidah. Ada pula yang diberikan sebagai suntikan.  Sejumlah terapi imun yang masuk kategori ini antara lain adalah Grastek, Odactra, Palforzia, Oralair dan Ragwitek.

    Terapi imun diharapkan dapat memberikan progress positif terhadap ketahanan sistem imun. Sehingga membentuk toleransi lebih baik terhadap aspek aspek pemicu alergi. Alih alih mencegah terbentuknya histamin, terapi ini akan membantu mengendalikan proses produksi IgE. Juga mengendalikan respon tubuh terhadap paparan sinyal sinyal yang disalah artikan sistem imun sebagai tanda bahaya.

    Imunoterapi hanya boleh dilakukan dibawah pengawasan dokter, karena terapi ini memiliki resiko relatif berat bila dilakukan dengan tidak tepat. Sistem imun bisa mengalami gangguan yang serius bila terapi dilakukan dengan cara dan dosis yang tidak tepat.

Catatan Tentang Alergi


Ada 3 penting yang perlu Anda pahami tentang alergi dan tentang efek dari pengobatan yang sebelumnya mungkin tidak Anda pahami. Dan 4 hal penting ini akan sangat berperan untuk Anda memahami alergi yang Anda hadapi dan bagaimana obat alergi di apotik yang selama ini Anda konsumsi tidak bekerja sebagaimana Anda harapkan.

  • Alergi berkaitan dengan masalah kelelahan dan stress

    Tanpa Anda sadar, beberapa dari Anda kerap mengalami alergi yang datang pergi. Kadang menjadi cukup buruk, kadang justru membaik dan tidak muncul sama sekali. Ini karena sebenarnya gangguan autoimun ini berkaitan dengan kondisi tubuh Anda.

    Ketika Anda merasa lelah, bekerja terlalu keras, kurang tidur, stress dan rangkaian kondisi buruk lain. Saat itulah alergi Anda akan lebih mudah muncul. Ini karena senyawa IgE cenderung lebih mudah diproduksi ketika tubuh memburuk. Karena tubuh membaca bahwa tubuh dalam kondisi rentan sehingga membutuhkan proteksi tambahan untuk melawan “unsur berbahaya”.

  • Alergi memperburuk kondisi tubuh

    Saat alergi muncul, ini menjadi masalah tersendiri. Rasa gatal, sulit bernafas, hidung tersumbat, mata yang bengkak dan keluhan sejenis lain akan mengganggu Anda sepanjang waktu. Anda mungkin akan merasa semakin tertekan dan sulit tidur. Semakin sulit berkonsentrasi.

    Meminum obat kadang tidak menjadi solusi yang nyaman. Karena sejumlah jenis anti histamin bekerja dengan memberi efek kantuk. Anda akan merasa terus menerus lelah sepanjang hari. Bahkan beberapa pasien alergi akan mengalami efek brainfog, kondisi ketika sulitnya kita untuk berkosentrasi dan terus menerus merasakan kantuk yang kuat.

  • Alergi bisa berkaitan dengan diabetes

    Dalam riset yang dijelaskan pada European Journal of Epidemiology tahun 2005, alergi memiliki kaitan yang cukup serius dengan diabetes. Mereka dengan kasus diabetes cenderung memiliki imun yang buruk hingga rentan mengalami alergi.

    Dan penderita diabetes cenderung lebih mudah mengalami peradangan. Jadi penderita diabetes harus lebih waspada pada potensi radang ketika alergi mulai kerap muncul.

    Dan yang perlu menjadi perhatian adalah efek anti histamin pada penderita diabetes. Sejumlah jenis anti histamin mungkin menurunkan metabolisme sehingga meningkatkan kadar gula darah. Dan dalam kasus lain, efek kantuk yang hebat mungkin menyebabkan pasien melewatkan waktu makan. Ini dapat menurunkan kadar gula darah.

Terapi Obat Alergi Di Apotik Bebas Resep

Meski sebagian besar obat alergi dapat Anda tembus di apotik tanpa memerlukan resep, dapat Ada lihat dari gambaran di atas, bahwa tanpa pengawasan yang memadai terapi alergi bisa memberi efek samping. Sudah tentu kondisi ini perlu untuk dikendalikan.

Biasanya, pasien alergi juga tetap perlu melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan apa pemicu dari alergi yang dimiliki pasien. Ini akan membantu pasien untuk dapat menghindari aspek pemicu dengan lebih mudah. Karena terapi obat alergi di apotik tidak dapat menuntaskan masalah alergi untuk hilang sama sekali. Jadi pasien tetap perlu menghindari aspek aspek pemicu alergi dalam jangka panjang.

Selain kemudian dokter dapat meresepkan obat alergi yang paling sesuai untuk pasien. Merujuk pada keluhan yang dialami pasien, intensitas alergi, durasi alergi, kekerapan keluhan tersebut muncul dan potensi efek samping.

Sebagai alternatif, Anda bisa coba solusi obat alergi di apotik yang berbasis bahan herbal alami. Bahan herbal memang tidak bekerja seinstan terapi medis yang bekerja menghilangkan reaksi alergi dalam tempo 1 jam saja. Tetapi, dengan efek samping lebih terkendali terapi ini memiliki potensi mengatasi masalah alergi dengan lebih tuntas.

noni obat alergi
noni (staticvix/depositphotos)

Noni Keajaiban Anti Alergi

Salah satu herbal yang banyak direkomendasikan sebagai terapi anti alergi adalah terapi dengan noni. Buah noni atau mengkudu yang terkenal dengan aroma tajamnya justru menjadikannya herbal pengobatan yang patut diperhitungkan.

Uji klinis telah banyak dilakukan untuk melihat bagaimana buah noni ini bisa menjadi begitu kaya khasiat, termasuk di antaranya baik untuk mengatasi alergi, dengan tuntas. Salah satunya dijelaskan dalam Pharmacognosy Research tahun 2014.

Dalam jurnal tersebut di jelaskan bahwa dalam noni terdapat kandungan fitokimia yang berperan mengatasi alergi dalam jangka pendek dan menuntaskan penyebab utama alergi pada tubuh.

Sejumlah unsur anti oksidan dalam noni seperti xeronine flavonoid, lemonine dan sterol bekerja efektif membantu memperbaiki fungsi imunitas. Termasuk di antaranya membantu meredakan gejala autoimun. Ini secara bertahap akan membantu memperbaiki tingkat toleransi sistem imunitas terhadap stimulasi pemicu alergi.

Selain itu, kandungan asam amino di dalamnya seperti histidine dan alanine terbukti memiliki efek mengendalikan produksi IgE dan histamin. Ini secara langsung membantu meringankan gejala alergi pada penderitanya.

Dalam riset lain diungkap bahwa dalam noni mengandung epicatechin yang terbukti mencegah produksi IgE. Hal tersebut di ungkap dalam International Journal of Food Properties tahun 2007.

Tidak hanya itu, noni juga terbukti bekerja sebagai anti inflamasi. Sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Molecule tahun 2020. Bahwa noni juice yang telah melalui proses ekstraksi akan memiliki kemampuan mencegah dan mengatasi inflamasi. Kandungan fitokimia anti inflamasi seperti flavonoid,terpenoid dan scolopetin akan ada pada kadar optimal untuk jenis ekstraksi noni juice.

Sebagaimana sudah diungkapkan sebelumnya, ada kaitan cukup kuat antara alergi dan peradangan atau inflamasi. Karena alergi yang berketerusan dapat memicu peradangan dan peradangan yang muncul tanpa terkait dengan alergi dapat lebih cepat memburuk bila disertai dengan masalah alergi.

Noni Meningkatkan Kondisi Tubuh Pasien

Sebagaimana sebelumnya di bahas, ada kaitan kuat antara alergi, imunitas, stress dan vitalitas tubuh. Secara medis, alergi memang sulit untuk diatasi untuk hilang sama sekali. Sebaik apapun terapi yang dijalankan, pasien tetap berpotensi untuk kambuh ketika sedang menghadapi stress atau kelelahan.

Dan di sinilah peran dari noni, yang terbukti tidak hanya bekerja mengatasi alergi, tetapi juga efektif membantu meredakan penurunan kondisi tubuh lain. Termasuk di antaranya membantu mengatasi stress.

Dalam artikel sebelumnya di sini, disebutkan bagaimana noni pada dasarnya berkhasiat mengatasi stress dan depresi. Noni juga terbukti baik untuk metabolisme, memperbaiki siklus tidur, memperbaiki kinerja otot, melancarkan sirkulasi darah dan efektivitas produksi energi dengan memperbaiki fungsi pankreas.

Meski dengan terapi noni Anda tidak mutlak mengonsumsi anti histamin, tetapi noni sendiri dapat bekerja sebagai anti diabetes. Ini akan membantu mengendalikan terjadinya efek samping anti histamin pada kadar gula darah.

Jadi dengan menggunakan khasiat noni sebagai herbal obat alergi di apotik, keluhan alergi pada pasien dapat diatasi sekaligus akan membantu mencegah penyakit alergi ini untuk kambuh kembali. Dengan membantu menjaga kondisi tubuh secara general.

Sumber

obat alergi di apotik:

Cleveland Clinic. 2020. Allergy Overview. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8610-allergy-overview

Carol DerSarkissian, MD. WebMD. 2019. Allergy Medications. https://www.webmd.com/allergies/allergy-medications

Hadden Allergy. 2020. https://www.allergyfortworth.com/4-things-you-should-know-about-allergy-related-fatigue#:~:text=Allergens%20Cause%20Biochemically%20Based%20Fatigue&text=In%20addition%20to%20immunoglobulin%20E,other%2C%20more%20obvious%20allergic%20symptoms.

Webster Kehr. cancertutor. 2019. Noni Juice Treatment. https://www.cancertutor.com/noni/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>