• Home
  • Blog
  • Alergi
  • Reaksi Alergi: Penyebab, Gejala-Gejala, dan Cara Mengendalikannya

Reaksi Alergi: Penyebab, Gejala-Gejala, dan Cara Mengendalikannya


By Cindy Wijaya

Sistem kekebalan kita bertanggung jawab untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi melawan zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Beberapa zat ini dikenal sebagai alergen, dan ketika tubuh Anda bereaksi terhadapnya, itu menyebabkan reaksi alergi.

Anda bisa mengalami reaksi alergi setelah menghirup, memakan, atau menyentuh alergen. Beberapa orang akan bersin-bersin, yang lainnya gatal-gatal, atau mata berair. Meski tampaknya masalahnya ada di hidung, mata, atau kulit, tapi sebenarnya akarnya berasal dari reaksi sistem kekebalan tubuh.

Pelajari di sini apa penyebab reaksi alergi, seperti apa gejala-gejalnya, berapa lama reaksi alergi muncul, dan bagaimana cara mengendalikannya.

Apa Penyebab Reaksi Alergi?

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat-zat yang seharusnya tidak berbahaya. Selama reaksi itu, sistem kekebalan Anda melepaskan antibodi. Antibodi adalah protein yang menyampaikan pesan ke sel-sel: “Hentikan zat itu!”

Sel-sel kemudian mengirimkan histamin, yang menyebabkan pembuluh darah melebar, serta bahan-bahan kimia lainnya, dan inilah yang menyebabkan reaksi alergi.

Antibodi ini hanya punya satu fungsi tunggal. Masing-masing hanya menargetkan satu jenis alergen. Itu sebabnya kenapa seseorang mungkin alergi terhadap kacang tanah, tapi tidak terhadap telur.

Alergen yang Umum

Zat-zat yang dapat memicu reaksi alergi disebut sebagai alergen. Berikut adalah sejumlah alergen yang umum:

  • Bulu binatang
  • Sengatan lebah
  • Obat-obatan tertentu
  • Tungau debu
  • Makanan—terutama kacang tanah, kacang pohon, ikan, kerang, telur, susu, gandum, dan kedelai
  • Gigitan serangga
  • Lateks atau bahan lain yang Anda sentuh
  • Jamur kapang
  • Tumbuhan dan serbuk sari

Anda bisa kontak dengan alergen dalam banyak cara: melalui kulit, mata, hidung, mulut, atau perut. Hal ini bisa menyebabkan sinus tersumbat, membuat kulit meradang, membuat sulit bernapas, atau menyebabkan masalah perut.

Seperti Apa Gejala-Gejala Alergi?

Reaksi alergi bisa beragam, mulai dari yang ringan hingga yang parah bahkan mengancam nyawa. Itu semua tergantung pada cara tubuh Anda bereaksi dan seberapa banyak alergen yang masuk ke sistem Anda.

Jika alergi yang terjadi parah, Anda mungkin mengalami reaksi serius yang disebut anafilaksis. Beberapa kasus anafilaksis dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis segera.

Berikut adalah beberapa jenis alergi yang umum.

Alergi Rinitis:

Juga disebut hay fever, dapat menyebabkan gejala-gejala alergi: bersin-bersin; hidung meler atau tersumbat; gatal-gatal di mata, hidung, atau langit-langit mulut; mata merah, bengkak, berair.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Gejala-gejala alergi rinitis biasanya terjadi segera setelah terpapar alergen.

Alergi Makanan:

Anda mungkin merasakan kesemutan di mulut. Lidah, bibir, tenggorokan, atau wajah mungkin membengkak. Atau bisa juga mengalami gatal-gatal. Dalam kasus terburuk, Anda bisa mengalami anafilaksis dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Gejala-gejala alergi makanan biasanya berkembang dalam hitungan menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Eksem:

Juga disebut sebagai dermatitis atopik, dan merupakan penyakit kulit. Kebanyakan jenis eksem bukanlah alergi. Tapi penyakit ini bisa memburuk ketika Anda berada di sekitar hal-hal yang menyebabkan reaksi alergi. Anda mungkin mengalami gatal-gatal, bengkak, bersin, dan hidung meler. Kulit juga bisa menjadi kemerahan, mengelupas, dan berkerak.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Gejala-gejala eksem dapat terjadi dalam hitungan beberapa jam atau beberapa hari setelah terpapar alergen.

Alergi Obat:

Jika Anda alergi terhadap obat tertentu, gejala-gejala alergi itu mungkin berupa ruam, wajah bengkak, atau gatal-gatal. Anda juga bisa mengalami mengi (bengek). Dalam kasus yang parah juga bisa terjadi anafilaksis.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Gejala-gejala parah dari alergi obat seringnya muncul dalam waktu 1 jam setelah mengonsumsi obat itu. Gejala-gejala lainnya, terutama ruam, bisa muncul dalam beberapa jam, hari, atau minggu kemudian.

Alergi Gigitan Serangga:

Jika Anda alergi terhadap gigitan lebah atau serangga lain, gejala-gejala alergi yang Anda rasakan mungkin: pembengkakan yang luas (edema) di lokasi gigitan serangga; gatal-gatal yang bisa terasa di seluruh tubuh; sesak napas, mengi, sesak dada, atau batuk. Reaksi yang parah terhadap sengatan serangga bisa menyebabkan anafilaksis.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Gejala-gejala alergi gigitan serangga dapat muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah digigit serangga itu.

Bagaimana Cara Mengendalikan Reaksi Alergi?

Jika Anda mengalami gejala-gejala alergi dan tidak tahu apa penyebabnya, Anda mungkin perlu menemui dokter untuk mencari tahu zat apa yang memicu reaksi tersebut. Jika Anda memiliki alergi yang sudah diketahui dan mengalami gejala-gejala, biasanya tidak membutuhkan perawatan medis jika gejala-gejalanya ringan.

Sering kali, mengonsumsi obat antihistamin yang bisa dibeli tanpa resep (seperti diphenhydramine) bisa dengan efektif mengendalikan gejala-gejala yang ringan.

Namun gejala-gejala alergi yang parah, yang disebut anafilaksis, tidak bisa ditangani sendiri dan membutuhkan pertolongan medis segera. Jika Anda atau orang di dekat Anda mengalami gejala-gejala alergi yang parah, sebisa mungkin segera bawa dia ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Gejala-gejala anafilaksis bisa muncul secara tiba-tiba. Mereka bisa berkembang dengan cepat dari ruam atau hidung meler biasa menjadi masalah serius seperti kesulitan bernapas, sesak di tenggorokan, gatal-gatal atau pembengkakan, mual atau muntah, dan pingsan atau rasa pusing. Beberapa orang mengalami denyut nadi yang cepat atau jantung mereka berhenti berdetak.

Kesimpulan tentang Reaksi Alergi

Apa penyebab reaksi alergi? Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat-zat yang seharusnya tidak berbahaya. Zat-zat itu disebut sebagai alergen, dan umumnya adalah bulu binatang, gigitan serangga, obat-obatan tertentu, tungau debu, makanan, lateks, jamur kapang, dan serbuk sari.

Berapa lama reaksi alergi muncul? Berapa lama reaksi alergi muncul berbeda-beda tergantung pada penyebab dan jenis alerginya. Itu bisa muncul dalam waktu beberapa menit, jam, hingga beberapa hari setelah terpapar alergen.

Bagaimana cara mengendalikan alergi? Gejala-gejala alergi yang ringan biasanya dapat dengan baik dikendalikan dengan mengonsumsi obat antihistamin. Tapi gejala-gejala yang parah (anafilaksis) harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang reaksi alergi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Healthline. What Is an Allergic Reaction?. URL: https://www.healthline.com/health/allergies/allergic-reaction

WebMD. What Is an Allergic Reaction?. URL: https://www.webmd.com/allergies/allergic-reaction-causes

Medline Plus. Allergic reactions. URL: https://medlineplus.gov/ency/article/000005.htm

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}