Alergi Susu: Penyebab dan Pengobatannya

481
Alergi Susu

Diedit:

Alergi Susu – Banyak orang menyamakan alergi susu dengan intoleransi laktosa. Namun alergi susu dan intoleransi laktosa sebenarnya dua hal yang berbeda. Apa saja perbedaanya? Alergi pada makanan melibatkan sistem imun tubuh. Gejala yang ditimbulkan dapat bermacam-macam dan muncul di berbagai bagian tubuh, bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian.

Dalam artikel ini Anda akan melihat perbedaan alergi susu dengan intoleransi laktosa. Temukan juga informasi menarik seputar gejala dan penanganannya dalam artikel berikut, sesuai dengan keterangan pada mayoclinic.

Alergi Susu

Sebaliknya, intoleransi pada makanan seringkali tidak menyebabkan gejala serius. Gejalanya juga terjadi hanya di bagian pencernaan.

Sama halnya pada kasus alergi, sedikit saja minum susu bisa menimbulkan reaksi alergi seperti; rasa mual, muntah, kram perut, dan diare. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah mulut kesemutan, gatal-gatal, serta bengkak pada bibir, wajah, lidah, dan leher. Saking parahnya Anda dapat mengalami kesulitan bernapas dan kejang yang disertai dengan penurunan tekanan darah.

“Reaksi alergis yang sesungguhnya . . . muncul beberapa menit setelah diserapnya makanan yang mengganggu. Gejala yang muncul satu jam kemudian atau lebih kemungkinan besar mengindikasikan intoleransi.”Buku The Sensitive Gut

Intoleransi laktosa tidak akan menyebabkan gejala yang tidak berhubungan dengan sistem pencernaan. Anda juga masih dapat mengonsumsi susu dalam jumlah sedikit, tindakan pencegahan juga masih dimungkinkan. Misalnya dengan minum susu bebas laktosa atau minum pil enzim laktase (Lactaid) yang membantu pencernaan.

Penyebab Alergi Susu

Kenali perbedaan penyebab alergi susu dan intoleransi laktosa! Semua jenis alergi makanan (termasuk alergi susu) disebabkan oleh kekeliruan pada sistem imun tubuh yang mengira protein dalam susu sebagai zat yang berbahaya. Hal ini memicu produksi histamin dan zat-zat kimia lain yang menjadi penyebab alergi.

Dua jenis protein utama susu sapi yang memicu alergi adalah kasein dan whey. Kasein adalah protein yang lambat diserap tubuh, sedangkan whey cepat diserap. Menurut beberapa pakar, alergi makanan sebenarnya jarang terjadi. Karena hanya 1 sampai 2 persen masyarakat umum yang terkena dampaknya, khususnya pada anak-anak dengan persentase kurang dari 8 persen.

Sedangkan, intoleransi laktosa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase dalam tubuh. Enzim laktase berfungsi menghancurkan molekul laktosa (zat gula alami susu) ke dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga dapat diserap tubuh. Intoleransi laktosa sendiri sangat umum terjadi dan sekitar 70 persen populasi dunia mengalaminya.

Pengobatan Alergi Susu

Dari segi pengobatan, alergi susu dan intoleransi laktosa pun jauh berbeda. Bagi Anda penderita alergi susu, obat antihistamin bisa mengurangi gejala yang timbul, namun dianjurkan untuk meminta petunjuk dokter sebelum mengonsumsinya. Obat ini diminum segera setelah mengonsumsi produk susu. Untuk gejala yang berat, segera periksa ke dokter untuk mengetahui obat yang paling tepat.

Untuk Anda yang memiliki intoleransi laktosa, tidak perlu repot-repot menyiapkan obat. Gejala yang ditimbulkan seringkali ringan dan bersifat sementara. Namun, ada baiknya Anda menghindari konsumsi produk susu yang berkadar laktosa tinggi dan mulai mencoba susu rendah laktosa, keju keras (keju Swiss dan cheddar), ataupun yoghurt.

Mengetahui perbedaan alergi susu dengan intoleransi laktosa sangatlah penting, sehingga Anda tahu cara tepat menanganinya dan bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikianlah informasi seputar Alergi yang perlu Anda cermati. Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami – hanya di deherba.com

Advertisement
Alinesia