Alergi Seafood: Penyebab dan Pemicunya

1008
Alergi Seafood

Diedit:

Alergi Seafood – Mungkin Anda pernah melihat seseorang yang seluruh tubuhnya memerah disertai gatal-gatal setelah makan udang? Atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Kondisi badan yang memerah merupakan salah satu reaksi pada mereka yang mengalami gejala alergi seafood.

Dalam artikel ini Anda akan melihat beberapa gejala alergi. Ketahuilah alergi seafood bisa menyebabkan gejala alergi ringan, seperti gatal-gatal atau hidung tersumbat. Bukan hanya itu, alergi juga bisa menimbulkan gejala alergi yang lebih berat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa saja gejala lainnya? Berikut keterangan berdasarkan mayoclinic.

Alergi Seafood

Gejala alergi ringan pada umumya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi seafood dan mencakup; gatal-gatal, eksem, bengkak (pada bibir, wajah, lidah, dan leher), bersin, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, pusing, sakit kepala, hilang kesadaran, dan kesemutan di mulut.

Sedangkan untuk gejala alergi berat (anafilaksis) mencakup leher bengkak atau timbulnya benjolan di leher yang menyebabkan kesulitan bernapas, kejang yang disertai penurunan tekanan darah, jantung berdebar, pusing, sakit kepala, dan hilang kesadaran. Reaksi anafilaksis merupakan kondisi medis yang membutuhkan injeksi epinefrin (adrenalin).

Apa itu injeksi epinefrin? Injeksi epinefrin digunakan sebagai penanganan darurat untuk reaksi alergi berat (termasuk anafilaksis) yang disebabkan oleh gigitan serangga, obat-obatan, makanan, atau yang lainnya. Injeksi ini bisa didapatkan hanya dengan menggunakan resep dokter.

Anda mungkin pernah mencoba untuk makan seafood dalam porsi yang sedikit, dan merasa bahwa tubuh Anda baik-baik saja tanpa ada reaksi alergi yang timbul. Namun bagi beberapa orang, mengonsumsi sedikit seafood saja bisa berakibat serius, karena tingkat respon seseorang terhadap seafood (alergen) berbeda-beda.

Penyebab Alergi Seafood

Semua jenis alergi makanan—termasuk alergi seafood, disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh. Ketika Anda pertama kali makan jenis seafood tertentu, katakanlah udang, sistem kekebalan tubuh mendeteksi protein yang terkandung dalam udang sebagai zat yang berbahaya.

Hal ini memicu produksi antibodi. Dan kali berikutnya Anda mengonsumsi udang, antibodi inilah yang memberi sinyal ke sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin yang pada akhirnya menyebabkan gejala-gejala alergi.

Histamin ikut andil dalam terjadinya reaksi-reaksi alergi, seperti; hidung meler, gatal-gatal pada mata, tenggorokan kering, mual-mual, diare, dan kesulitan bernapas.

Pemicu Alergi Seafood

Jika Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga Anda, maka resiko untuk mengalami alergi seafood dapat meningkat. Alergi banyak dialami oleh orang dewasa khususnya wanita, meskipun orang dari semua rentang usia juga bisa terkena. Sedangkan pada anak-anak, lebih sering dialami anak laki-laki.

Seseorang yang menderita asma juga memiliki resiko mengalami reaksi anafilaksis. Hal ini juga dirasa oleh penderita alergi walau mengonsumsi makanan apapun yang mengandung sedikit seafood.

Jika Anda menderita alergi seafood, langkah pencegahan yang paling mudah dan manjur adalah menghindari makanan maupun segala produk yang mengandung jenis seafood tertentu (seperti; udang, kepiting, lobster, dan kerang) yang dapat memicu reaksi alergi.

Demikianlah beberapa informasi penting terkait dengan Alergi. Waspadalah terhadap keberadaannya, jika Anda biarkan atau abaikan gejala alergi dapat membawa kematian yang tak diinginkan. Jangan pandang remeh keberadaan penyakit tersebut.

Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami – hanya di deherba.