Alergi Musiman: Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

636
Alergi Musiman

Diedit:

Alergi Musiman — apa yang terlintas dalam pikiran jika hidung Anda terus-menerus meler, bersin sepanjang hari, dan sulit untuk bernapas? Kemungkinan besar Anda menganggap itu hanyalah gejala pilek biasa. Namun, coba perhatikan waktu terjadinya. Apakah gejala-gejala tadi cenderung menyerang pada periode waktu yang selalu sama setiap tahun? Jika demikian, mungkin Anda terkena alergi musiman.

Dalam artikel ini Anda akan mengetahui perbedaan antara alergi musiman dengan pilek biasa. Temukan informasi menarik mengenai penyebab dan pencegahannya. Mari kita perhatikan informasi berikut berdasarkan atas riset tepercaya mayoclinic.

Alergi Musiman

Meskipun pilek dan alergi musiman memiliki beberapa gejala yang mirip, keduanya merupakan kondisi penyakit yang sangat berbeda. Pilek (selesma) disebabkan oleh virus, sedangkan alergi disebabkan oleh respon sistem imun yang dipicu oleh alergen (pemicu alergi).

Dari segi penyembuhannya juga berbeda, pilek dapat diobati dengan beristirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri dan obat pilek yang sering dijual di pasaran. Sedangkan alergi dapat ditangani dengan mengonsumsi antihistamin.

Antihistamin sendiri dijual bebas di apotik atau bisa juga dengan resep dokter. Selain itu, semprotan steroid hidung, dekongestan, serta menghindari kontak dengan alergen.

Gejala Alergi Musiman

Salah satu caranya adalah dengan mencermati gejala-gejala yang dialami. Coba lihat gejala alergi musiman vs pilek berikut ini, untuk mengetahui jenis penyakit apa yang sedang Anda derita.

  • Batuk-batuk—batuk terkadang dirasa oleh penderita alergi, sedangkan pada orang yang pilek batuk lebih sering terjadi.
  • Sakit dan nyeri—meskipun penderita alergi tidak mengalami gejala ini, orang yang pilek bisa jadi merasa sakit dan nyeri.
  • Mata gatal—jika mata terasa gatal, kemungkinan besar Anda terkena alergi dan ini jarang dialami penderita pilek.
  • Sakit tenggorokan—orang yang memiliki alergi hanya sesekali merasakan ini, lain halnya dengan penderita pilek yang sering kali merasa sakit tenggorokan.
  • Demam—tidak pernah terjadi pada alergi dan jarang terjadi pada penderita pilek.

Sementara untuk gejala-gejala lainnya, seperti; tubuh terasa letih, bersin-bersin, hidung meler, dan hidung tersumbat, baik alergi maupun pilek sama-sama mengalaminya.

Penyebab Alergi Musiman

Anak-anak memiliki kemungkinan lebih besar, begitu juga dengan penderita asma. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengidap alergi atau asma, ini juga dapat meningkatkan resiko terkena alergi.

Pencegahan Alergi Musiman

Penyebab alergi musiman bisa berbeda-beda, begitu juga dengan cara mengurangi dampaknya. Pemicu alergi yang paling umum adalah serbuk sari, debu, bulu hewan peliharaan, dan kapang.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki alergi terhadap debu, bersihkanlah rumah lebih sering untuk mencegah debu menumpuk. Lain lagi jika Anda alergi dengan bulu kucing, ada baiknya untuk jauh-jauh dari kucing.

Alergi bisa dikendalikan dan dikurangi reaksinya dengan diagnosis dan perawatan yang tepat. Disarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui apa yang memicu reaksi alergi (alergen) tersebut.

Demikianlah informasi seputar Alergi yang perlu Anda cermati. Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami –hanya di deherba.