Akibat Kelebihan Vitamin Justru Bisa Merusak Kesehatan


By Cindy Wijaya

Vitamin adalah zat gizi penting yang bermanfaat untuk menjaga tubuh tetap sehat, namun jika terlalu banyak vitamin jusrru bisa tidak lagi bermanfaat. Akibat kelebihan vitamin bukannya menyehatkan, tetapi bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yang umumnya disebut hipervitaminosis atau keracunan vitamin.

Suatu pola makan yang sedang dijalani juga dapat membuat kita mengonsumsi vitamin secara berlebihan. Begitu juga halnya dengan penyalahgunaan suplemen vitamin bisa sangat berbahaya. Ada juga sejumlah jenis obat yang dapat meningkatkan risiko hipervitaminosis, baik dengan meningkatkan penyerapan vitamin oleh tubuh atau dengan mengandung senyawa berbasis vitamin.

Di zaman sekarang dengan semakin bertambahnya kesadaran orang-orang terhadap manfaat vitamin bagi kesehatan, maka perlu diseimbangkan dengan pengetahuan mengenai seberapa banyak vitamin yang dibutuhkan. Dengan begitu, kita akan terhindar dari akibat kelebihan vitamin. Selain itu, kita juga perlu mengetahui apa saja gejala dan penyebab dari keracunan vitamin.

Apa Sebenarnya Vitamin Itu?

Vitamin merupakan sekelompok zat gizi esensial (pokok) bagi kesehatan tubuh. Mendapat vitamin dalam jumlah yang tepat setiap hari sangat baik untuk mempertahankan kesehatan otak, tulang, kulit, dan darah. Beberapa jenis vitamin juga membantu memetabolisme makanan.

Ada banyak jenis vitamin yang tidak diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh melalui makanan atau suplemen vitamin, antara lain:

  • Vitamin A
  • Vitamin B1 (tiamin)
  • Vitamin B2 (riboflavin)
  • Vitamin B3 (niacin)
  • Vitamin B5 (asam pantotenat)
  • Vitamin B6 (pyridoxine)
  • Vitamin B7 (biotin)
  • Vitamin B9 (folat, asam folat)
  • Vitamin B12 (kobalamin)
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin D (kalsiferol)
  • Vitamin E (alfa-tokoferol)
  • Vitamin K

Vitamin yang Larut dalam Lemak & yang Larut dalam Air

Perbedaan utama yang menentukan bahaya akibat kelebihan vitamin adalah apakah vitamin itu larut dalam lemak atau dalam air.

Vitamin yang larut dalam air digunakan oleh tubuh karena dicerna dan biasanya tidak diserap di jaringan tubuh manapun untuk jangka waktu lama. Semua vitamin esensial larut dalam air, kecuali vitamin A, D, E, dan K. Keempat vitamin itu larut dalam lemak, artinya tubuh dapat menyimpannya dalam timbunan lemak untuk penggunaan jangka panjang.

Karena caranya vitamin itu diserap dan digunakan oleh tubuh, beberapa jenis vitamin lebih rendah risikonya untuk mengakibatkan keracunan jika dikonsumsi satu kali saja. Mereka hanya akan menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi terus-menerus selama berhari-hari atau dalam dosis yang sangat ekstrem, biasanya akibat penyalahgunaan suplemen.

Vitamin yang larut dalam lemak diambil oleh tubuh dengan cepat dan dapat menimbulkan risiko kesehatan langsung bila dikonsumsi dalam dosis sedang hingga ekstrem.

Suplemen multivitamin atau vitamin normalnya tidak boleh dikonsumsi melebihi anjuran asupan hariannya. Meski ada beberapa penyakit dan masalah kesehatan yang dapat dibantu pemulihannya melalui konsumsi vitamin yang lebih tinggi, namun penggunaan vitamin dosis tinggi apapun haruslah di bawah pengawasan dokter.

Sekarang, mari kita pertimbangkan masing-masing jenis vitamin dan potensi akibat kelebihan vitamin atau hipervitaminosis untuk setiap jenisnya.

Akibat Kelebihan Vitamin A

Vitamin A adalah jenis vitamin larut dalam lemak yang banyak terkandung dalam hati dan ginjal hewan serta minyak ikan, dan terkandung dalam jumlah sedang dalam susu dan telur. Sayuran seperti ubi jalar dan wortel juga adalah sumber vitamin A dalam jumlah sedang.

Anjuran jumlah vitamin A dari sumber hewani dan suplemen berbasis retinoid untuk setiap hari dapat bervariasi bagi kelompok orang berikut:

  • Pria di atas 18 tahun: 900 μg RAE (3.000 IU)
  • Wanita di atas 18 tahun: 700 μg RAE (2.333 IU)
  • Ibu hamil di atas 18 tahun: Kontraindikasi pada kehamilan
  • Ibu menyusui: 1.300 μg RAE

Pada umumnya orang dewasa harus menghindari konsumsi lebih dari 3.000 μg RAE (10.000 IU). Menjaga asupan vitamin A harian dekat dengan jumlah yang disarankan adalah pilihan terbaik dan paling aman. Ibu hamil harus menghindari asupan suplemen vitamin A selama kehamilan atau saat mencoba untuk hamil, karena dapat menyebabkan gangguan perkembangan embrio/janin.

Hipervitaminosis atau keracunan vitamin A biasanya memengaruhi kulit, menimbulkan kemerahan, iritasi, dan kulit mengelupas. Penggunaan suplemen yang berlebihan dan terus-menerus dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Perubahan tekanan pada tengkorak
  • Perubahan penglihatan
  • Mual
  • Pusing
  • Migrain
  • Nyeri tulang
  • Koma
  • Kematian

Gejala-gejala serius ini berhubungan dengan efek jangka panjang pada kesehatan tulang dan kemungkinan kerusakan pada hati.

Ada juga gejala unik dari kelebihan beta-karoten, disebut karotenodermia, yang menyebabkan kulit berwarna kuning atau oranye, tetapi kondisi ini tidaklah berbahaya.

Akibat Kelebihan Vitamin B

Kabar baik bagi vitamin B karena keracunan vitamin yang signifikan tidak terkait dengan pengunaan vitamin B yang berlebihan, kecuali vitamin B3 dan B6.

Vitamnin B1 (Tiamin)

Vitamin B1 dapat diperoleh dari daging sapi, tuna, salmon, dan kacang-kacangan. Rekomendasi asupan harian untuk orang dewasa adalah 1,2 mg untuk pria dan 1,1 mg untuk wanita. Vitamin B1 tidak diketahui beracun dalam dosis tinggi.

Vitamin B2 (Riboflavin)

Vitamin B2 dapat diperoleh dari susu, telur, daging, salmon, serealia utuh, dan sayuran hijau. Rekomendasi asupan harian untuk orang dewasa adalah 1,3 mg untuk pria dan 1,2 mg untuk wanita. Vitamin B2 belum diketahui beracun dalam dosis tinggi.

Vitamin B3 (Niacin)

Vitamin B3 dapat diperoleh dari daging, ikan, serealia utuh, dan sayuran hijau. Rekomendasi harian untuk orang dewasa adalah 16 mg untuk pria dan 14 mg untuk wanita.

Vitamin B3 digunakan untuk membantu pengendalian kolesterol. Namun, orang yang menggunakannya mungkin berisiko keracunan vitamin saat mengambil dosis 50 mg per hari atau lebih untuk jangka panjang.

Ibu hamil harus menghindari terlalu banyak mengonsumsi vitamin B3 karena dapat menyebabkan cacat lahir.

Dosis tinggi satu kali vitamin B3 tidak diketahui beracun. Namun, B2 dikontraindikasikan pada penderita asam urat karena dapat meningkatkan kadar asam urat. Dan bila digunakan dalam kombinasi dengan statin, ada risiko miopati dan rhabdomyolisis yang lebih besar. B3 juga bisa menyebabkan perburukan penyakit tukak lambung.

Gejala akibat kelebihan vitamin B3 antara lain kemerahan, gatal-gatal, dan rasa panas pada kulit. Meski tampak tidak berbahaya, namun itu adalah pertanda dari keracunan vitamin B3. Jika terus digunakan secara berlebihan, maka B3 bisa menyebabakn kerusakan hati, terutama pada orang-orang yang sudah punya penyakit hati.

Vitamin B5 (Asam Pantotenat)

Vitamin B5 bisa diperoleh dari ayam, kuning telur, susu, serealia utuh, kacang-kacangan, jamur, kale, kubis, dan brokoli. Asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 5 mg.

Vitamin B5 belum terbukti beracun dalam dosis tinggi, tetapi dalam dosis ekstrem dapat menyebabkan diare.

Vitamin B6 (Pyridoxine)

Vitamin B6 bisa diperoleh dari daging unggas, ikan, serealia utuh, kacang-kacangan, dan blueberry. Asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa ialah 1,3 hingga 2 mg untuk orang dewasa.

Dosis tambahan lebih dari 100 mg per hari tidak dianjurkan untuk orang dewasa bila tidak di bawah pengawasan dokter. Dosis eksterm 1.000 hingga 6.000 mg yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada otak, menciptakan gejala neurologis seperti mati rasa dan kesemutan pada anggota-anggota badan. Ini dapat menyebabkan hilangnya koordinasi gerakan, lesi kulit, dan gangguan pencernaan. Gejala itu biasanya hilang ketika suplemen vitamin dihentikan.

Vitamin B7 (Biotin)

Vitamin B7 bisa didapatkan dari hati hewan, telur, susu, pisang, ubi jalar, dan kacang-kacangan. Asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 30 μg.

Vitamin B7 belum terbukti beracun dalam dosis tinggi.

Vitamin B9 (Folat, Asam Folat)

Vitamin B9 bisa didapatkan dari buah-buahan jeruk (citrus) dan sayuran berdaun hijau. Asupan harian yang dianjurkan untuk orang dewasa ialah 400 μg. Ibu hamil dianjurkan untuk mendapatkan 600 μg dan ibu yang sedang menyusui dianjurkan mendapat 500 μg setiap hari.

Asam folat umumnya tidak beracun dalam dosis tinggi, tetapi dapat mengaburkan gejala dari anemia pernisiosa.

Vitamin B12 (Kobalamin)

Vitamin B12 dapat diperoleh dari susu, telur, ikan, daging unggas, dan daging merah. Anjuran harian untuk orang dewasa ialah 2,4 μg.

Vitamin B12 belum terbukti beracun dalam dosis tinggi.

Akibat Kelebihan Vitamin C

Vitamin C, disebut juga asam askorbat, dapat ditemukan pada buah-buahan jeruk (citrus), kentang, cabai, dan sayuran hijau. Anjuran asupan harian untuk orang dewasa ialah 90 mg untuk pria dan 75 mg untuk wanita.

Vitamin C biasanya tidak dianggap dapat beracun, tetapi dosis tinggi sebanyak 2.000 mg per hari dapat memengaruhi pencernaan, menyebabkan diare, kram, dan mual.

Akibat Kelebihan Vitamin D

Vitamin D, juga disebut kalsiferol, membantu penyerapan kalsium dan pembentukan tulang. Pra-vitamin D diproduksi di kulit, tetapi seraya banyak orang sekarang menghabiskan waktu di dalam ruangan atau tinggal di tempat dengan sinar matahari yang kurang, maka kebutuhan vitamin D mungkin tidak bisa tercapai hanya dari sinar matahari.

Oleh karena itu, vitamin D diperkaya ke dalam banyak jenis makanan seperti susu, jus, sereal, dan secara alami terdapat pada ikan. Vitamin D juga tersedia dalam suplemen.

Anjuran asupan harian untuk orang dewasa 31 – 70 tahun adalah 15 μg (600 IU) dan untuk orang dewasa di atas 71 tahun adalah 20 μg (800 IU).

Mengonsumsi suplemen vitamin D sebanyak 100 μg (10.000 IU) atau lebih setiap hari dapat menimbulkan risiko keracunan vitamin D, yang mengarah pada kadar kalsium yang sangat tinggi dalam darah.

Gejala akibat dari hipervitaminosis D tersebut antara lain batu ginjal, mual, muntah, sembelit, haus berlebihan, buang air kecil berlebihan, kebingungan, dan berat badan turun. Ini juga telah dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan jantung, dan risiko patah tulang.

Akibat Kelebihan Vitamin E

Vitamin E, disebut juga alfa-tokoferol, bisa didapatkan dari ikan, minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, dan sayuran berdaun.

Rekomendasi asupan harian untuk orang dewasa adalah 15 mg.

Penggunaan suplemen vitamin E sebanyak 300 mg atau lebih dapat memperbesar risiko kanker prostat pada pria, stroke, dan pendarahan.

Akibat Kelebihan Vitamin K

Vitamin K dapat diperoleh dari susu, minyak kacang kedelai, dan sayuran berdaun hijau. Suplemen vitamin K pada umumnya tidak dibutuhkan, kecuali pada kondisi tubuh yang penyerapannya berkurang.

Rekomendasi asupan harian untuk orang dewasa adalah 120 μg untuk pria dan 90 μg untuk wanita.

Orang yang sedang mengonsumsi obat antikoagulan seperti warfarin harus menghindari konsumsi suplemen vitamin K.

Kesimpulan tentang Hipervitaminosis

Apabila Anda sedang mengonsumsi suplemen vitamin atau multivitamin dan khawatir sudah mengalami gejala keracunan vitamin, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu memeriksa gejala-gejala itu, melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan lain yang dibutuhkan, kemudian memberi pengobatan yang tepat jika diperlukan.

Sebagai aturan umum, Anda harus menghentikan asupan yang berlebihan dari jenis vitamin apapun. Dengan begitu tubuh Anda mampu memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi dan memulihkan kesehatannya. Ingatlah bahwa apapun yang berlebihan pada akhirnya akan menjadi tidak baik, termasuk konsumsi vitamin yang seharusnya bermanfaat.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang akibat kelebihan vitamin. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. An Overview of Vitamin Toxicity. URL: https://www.verywellhealth.com/vitamin-toxicity-4776094

Healthline. Can You Overdose on Vitamins?. URL: https://www.healthline.com/nutrition/can-you-overdose-on-vitamins

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>