AIDS dan HIV: Info Seputar Gangguan Imunodefisiensi

483
AIDS dan HIV

Diedit:

AIDS dan HIV — Banyak orang salah mengira bahwa AIDS sama dengan HIV.  Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut saling berkaitan dan sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan satu penyakit. Padahal ada perbedaan antara AIDS dan HIV.

Dalam artikel ini Anda akan melihat beragam perbedaan antara AIDS dan HIV, serta kaitan keduanya dalam menyebabkan gangguan imunodefisiensi. Mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini! — Sumber: HIV/AIDS

AIDS dan HIV — Info Seputar Gangguan Imunodefisiensi

Sebelumnya Anda tentu bertanya-tanya apa itu gangguan imunodefisiensi? Imunodefisiensi menggambarkan kondisi sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penderita yang mengalami kondisi ini akan dengan mudah terjangkiti infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, hingga kanker.

Penderitanya akan rentan mengalami infeksi yang datang secara berulang. Imunodefisiensi tergolong menjadi 2 yaitu: Imunodefisiensi yang dikarenakan oleh kelainan genetika disebut imunodefisiensi primer.

Juga, imunodefisiensi yang terjadi karena infeksi disebut juga imunodefisiensi sekunder. Infeksi HIV merupakan salah satu jenis imunodefisiensi sekunder. Bagaimana dengan HIV pada anak? Adakah obat AIDS yang membantu mencegah penularannya?

Obat AIDS dan HIV

Hingga saat ini penelitian masih terus dilanjutkan untuk menghasilkan obat AIDS dan HIV yang benar-benar efektif. Hal ini tidak berarti bahwa penderitanya tidak dapat pulih dari penyakit yang dideritanya. Mengingat ada banyak pilihan alternatif pengobatan yang berfokus pada peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Salah satunya dengan konsumsi herbal yang mengandung anti-virus, anti-jamur, anti-peradangan dan juga memiliki kemampuan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Adakah herbal yang memiliki kemampuan tersebut? Sarang Semut dan Noni Juice memiliki kandungan tersebut guna mengurangi gejala yang dirasakan penderitanya.

Gejala-Gejala AIDS dan HIV

Virus ini biasanya menyebabkan gejala-gejala AIDS dan HIV mirip dengan flu 2-4 minggu setelah infeksi. Jangka waktu tersebut singkat dan disebut sebagai infeksi akut, saat dimana sistem imun dapat menundukkan infeksi dibawah kendalinya sehingga terjadilah periode laten—virusnya terpendam tapi tetap berpotensi mengganas.

Baca juga:  Noni Juice sebagai Herbal AIDS

Sistem kekebalan tubuh tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya, tapi dapat mengendalikannya untuk waktu yang lama. Selama periode laten tersebut, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun apabila sudah terkena AIDS, Anda akan mengalami banyak gejala.

Gejala penyakit seringkali ditemukan saat penderitanya tidak menjalani pemeriksan dan pengobatan sedini mungkin. Kasus ini seringkali diketahui setelah 5 hingga 15 tahun mengidap penyakit tersebut. Jika Anda aktif secara seksual atau bekerja di bidang kesehatan yang rentan menangani hal ini, lakukanlah pemeriksaan.

Penyebab AIDS dan HIV

Sama dengan jenis virus lain, HIV dapat menular dan menginfeksi orang lain. Di sisi lain, AIDS hanya dialami apabila seseorang telah terjangkit infeksi HIV. Virus ini ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan seks dan jarum suntik yang terkontaminasi.

Ada kemungkinan HIV juga menular melalui transfusi darah serta menular dari ibu ke janinnya semasa kehamilan, saat melahirkan atau saat menyusui. Penularan juga dimungkinkan jika cairan tubuh tersebut mengenai luka pada orang berikutnya. Apakah semua cairan tubuh menjadi penyebab AIDS dan HIV yang perlu diwaspadai?

Ketahuilah bahwa tidak semua cairan yang dihasilkan oleh penderita AIDS dapat menularkan penyakit tersebut. Sejauh ini cairan yang benar-benar terbukti dapat menularkan virus ini ialah darah, cairan mani dan cairan vagina. Sedangkan belum ada bukti yang jelas sehubungan dengan keringat ataupun air liur dalam hal penularannya.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh.

Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain. Gejala ini mungkin mencakup tuberkulosis, pneumonia, kanker, dan infeksi penyakit lain.

HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan.

Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus ini secara efektif. Info HIV tersebut masih terus diselidiki.

Seperti yang tersirat dalam penjelasan perbedaan HIV dan AIDS di atas, Anda bisa saja mengalami infeksi HIV tanpa menderita AIDS. Kenyataanya, banyak orang hidup dengan HIV selama bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS. Berkat kemajuan dalam pengobatan, Anda bisa hidup lebih lama dari sebelumnya meski mengalami infeksi HIV. Walau demikian, siapapun yang terdiagnosa AIDS sudah pasti memiliki HIV.

Pengobatan AIDS dan HIV

Menurut keterangan WHO (World Health Organization), HIV belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan herbal HIV AIDS yang dilakukan bersifat mengontrol pertumbuhan virus dalam tubuh sehingga tidak berkembang dengan cepat dan mengganas. Pengobatan ini akan menekan virus HIV hingga perkembangannya hampir berhenti.

Baca juga:  Penyebab AIDS Yang Perlu Diwaspadai

Sedangkan dengan pengobatan AIDS dan HIV secara medis, banyak penderitanya berhasil memperoleh kehidupan yang bermakna. Kunci untuk dapat bertahan hidup dalam menghadapi penyakit ini ialah berpikir positif. Seseorang yang mengidap penyakit ini masih dapat melakukan aktivitas dan hidup dalam waktu yang lama.

Mengingat sistem kekebalan tubuh yang mengalami penurunan, maka penderitanya perlu menjaga kesehatan agar tidak terserang penyakit lain yang dapat memperparah keadaannya. Menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari beragam pemicu yang mampu menyebabkan sakit merupakan faktor penting bagi penderitanya.

Pemeriksaan AIDS dan HIV

Saat tubuh terinfeksi, sistem imun Anda membentuk berbagai antibodi guna melawan virus. Pemeriksaan darah maupun air liur dapat mendeteksi antibodi tersebut dan menentukan apakah Anda memang terinfeksi HIV. Meski begitu, pemeriksaan AIDS dan HIV demikian hanya efektif dilakukan beberapa minggu setelah terjadinya efektif.

Pemeriksaan lainnya dapat dijalani adalah dengan mendeteksi antigen—protein yang dihasilkan virus. Kedua jenis tes tersebut sama-sama akurat dan mudah dijalankan. Hal ini dilakukan agar pencegahan AIDS dan HIV dapat dilakukan sedini mungkin.

Dengan kemajuan pengobatan sekarang ini, Anda dapat tetap menikmati hidup meskipun terinfeksi HIV. Di samping itu, informasi mengenai perbedaan HIV dan AIDS hendaknya memotivasi Anda untuk mencegah infeksi HIV berkembang menjadi AIDS.

Demikianlah info seputar AIDS dan HIV yang perlu Anda ketahui. Bagaimana dengan HIV AIDS di Indonesia? Dapatkan informasi terkini sehubungan dengan penyakit dan alternatif pengobatan lainnya — hanya di deherba.com

Advertisement
Alinesia