Batuk Anda Tak Kunjung Sembuh? Mungkin Karena 7 Alasan Ini

1094
study.com

Batuk adalah penyakit yang sangat sering terjadi. Rata-rata, setidaknya 1 kali dalam 1 tahun seseorang akan mengalami serangan batuk, meski hanya dalam skala ringan. Bahkan dikatakan pula bahwa batuk adalah jenis penyakit yang paling banyak dilaporkan oleh pasien ke dokter mereka.

Sebenarnya batuk bukan sebuah penyakit, melainkan gejala. Batuk adalah reaksi alami tubuh ketika terjadi kondisi tidak normal dalam sistem pernafasan dan saluran tenggorokan. Dan pada sebagian besar temuan, keluhan yang berkaitan dengan batuk bukan masalah serius, hanya sekedar serangan infeksi flu ringan yang akan hilang setelah masa 3 pekan.

Infeksi flu sendiri adalah penyakit infeksi yang menyerang area pernafasan dan disebabkan oleh virus. Justru karena virus penyebabnya, Anda sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik. Virus dari flu sendiri secara umum bukan jenis virus yang berbahaya, yang akan melemah dan mati hanya dengan memaksimalkan fungsi imunitas.

Anda cukup memperbaiki pola makan Anda dan memaksimalkan asupan makanan yang memberi efek stimulan terhadap sistem imunitas tubuh. Imunitas yang optimal sudah cukup efektif mengatasi serangan flu. Justru terapi dengan antibiotik pada kondisi flu biasa bisa menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik.

Kondisi resisten macam ini tentu saja berbahaya, karena ketika tubuh Anda benar-benar terserangan infeksi bakteri yang serius, tubuh Anda tak lagi mempan dengan pengobatan antibiotik dan akhirnya juga kesulitan mengatasi serangan bakteri.

Bagaimana bila flu dan batuk yang Anda alami terjadi berkepanjangan dan tak kunjung sembuh? Sementara dikatakan normalnya Anda hanya membutuhkan waktu 3 pekan untuk sembuh dari batuk, Anda justru mengalami serangan batuk hingga lebih dari 5 pekan bahkan hingga 2 bulan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tentu saja batuk yang tak kunjung sembuh bisa menjadi penanda bahwa kondisi kesehatan pada sistem pernafasan Anda lebih serius dari sekedar flu biasa. Ada sejumlah kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan Anda batuk terus menerus. Dan beberapa penyebab tersebut antara lain:

Radang Saluran Pernafasan

Ketika seseorang terserang flu, virus akan memicu stimulasi tertentu pada batang tenggorokan dan mendorong Anda untuk batuk. Namun, ketika dorongan batuk ini datang terus menerus, maka dinding tenggorokan akan iritasi. Iritasi yang kemudian terpapar oleh virus akan berubah menjadi inflamasi. Kondisi yang bahkan lebih sulit hilang dari keluhan flu itu sendiri. Kadang keluhan flu yang Anda alami sudah teratasi, namun batuk Anda belum kunjung sembuh.

Inilah yang disebut dengan peradangan pada saluran pernafasan. Kadang masalah juga menjadi lebih rumit, karena inflamasi dalam batang tenggorokan juga disertai dengan masuknya bakteri dalam inflamasi. Itu sebabnya pada fase ini Anda akan membutuhkan antibiotik.

Namun bila diabaikan, inflamasi yang terjadi bisa berkembang lebih dalam, memasuki area bronkeolus Yang kemudian lazim disebut dengan radang bronkeolus atau bronchitis. Kondisi ini akan membutuhkan terapi yang lebih lama dan intensif untuk bisa teratasi sepenuhnya.

Post Nasal Drip

Kondisi ini berkaitan dengan terakumulasinya lendir pada area sinus dan turun menuju area tenggorokan. Efeknya muncul rasa menggelitik dan gatal pada batang tenggorokan yang membuat seseorang menjadi sangat terdorong untuk batuk. Keluhan ini bisa ditandai dengan batuk lendir atau batuk kering.

Menurut health.com, penyakit ini kadang berkaitan dengan penyakit sinusitis, serangan flu yang berat, alergi dan banyak keluhan sejenis. Kadang akan menyebabkan efek nyeri pada batang tenggorokan. Pada kondisi ini, lendir yang terbentuk biasanya akan berwarna kekuningan atau hijau yang menunjuk pada keberadaan bakteri dalam lendir.

Pada kasus ini, Anda biasanya akan membutuhkan terapi dengan anti histamin untuk meredakan efek menggelitik pada tenggorokan dan steroid untuk meredakan inflamasi. Anda juga mungkin akan memerlukan terapi antibiotik mengingat adanya kemungkinan peran infeksi bakteri pada kasus-kasus semacam ini.

Asma

Batuk yang berkepanjangan, datang kadang tidak tentu atau justru di saat-saat tertentu saja dalam setiap harinya, besar kemungkinan berkaitan dengan asma atau keluhan alergi sejenis. Biasanya keluhan ini akan muncul dalam bentuk batuk kering disertai dengan suara tarikan nafas yang dalam, efek sesak dan berat untuk bernafas.

Mereka dengan asma menurut health.com, akan mengalami masalah lebih berat di malam hari, terutama ketika udara sedang dingin. Juga akan mengalami masalah pada saat setelah beraktivitas fisik berat, stress dan karena terpapar faktor penyebab alergi. Beberapa kasus asma memang bisa berkaitan dengan sejumlah pemicu selain dingin, seperti karena debu dan serbuk bunga.

Mereka dengan asma sebaiknya memang selalu memastikan untuk memiliki perangkat P3K untuk kasus asma seperti inhaler dan sejumlah terapi antihistamin. Antihistamin diperlukan karena batuk pada asma terjadi karena batang tenggorokan mengalami pembengkakan. Antihistamin akan efektif membantu meredakan pembengkakan yang terbentuk.

Refluks Asam Lambung

Refluks asam lambung adalah keluhan yang berkaitan naiknya asam lambung ke area eksofagus dan menyebabkan efek asam pada batang tenggorokan. Kondisi ini memicu area tenggorokan terpapar gas mengandung asam, hingga memicu dinding tenggorokan lebh mudah mengalami iritasi dan infeksi. Sebagaimana dijelaskan dalam health.com.

Siapa yang sangka justru refluks asam atau juga dikenal dengan Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyebab 25% kasus batuk berkepanjangan.  Masalahnya kadang keberadaan penyakit ini tak selalu terdeteksi dengan mudah, karena faktanya tak selamanya mereka dengan Acid Reflux mengeluhkan nyeri lambung dan efek kembung sebagaimana biasa.

Tetapi bila dorongan batuk yang muncul terjadi ketika Anda habis makan, disertai efek sedikit mual dan tidak nyaman di diafragma atau batas antara dada dan perut, kemudian keluhan serupa juga kadang muncul pasca Anda mengonsumsi makanan asam atau di pagi hari. Bisa jadi Anda memang sedang mengalami refluks asam.

Tentu saja dalam kasus ini, terapi batuk akan lebih efektif diintensifkan untuk perawatan pada lambung dan eksofagus Anda. Anda bisa mencoba terapi antasida, atau melakukan terapi khusus untuk kasus batuk refluks asam selama 6 – 8 pekan untuk kasus yang lebih serius.

Pneumonia

Kasus pneumonia adalah keluhan infeksi yang terjadi pada rongga-rongga udara pada paru-paru. Rongga-rongga udara ini mengalami inflamasi serius hingga terbentuk endapan nanah di dalam rongga dan menyebabkan paru-paru sulit untuk menarik udara dengan baik. Pasien akan mengeluhkan rasa nyeri dan sesak sekaligus disertai efek gatal hebat di paru-paru dan tenggorokan.

Menurut webmd.com, penyebab pneumonia  adalah beberapa jenis bakteri ganas, termasuk streptococcus, tuberculosis dan beberapa jenis bakteri mematikan lain. Karenanya terapi pneumonia membutuhkan antibiotik.

Anda juga butuh lebih banyak minum dan makan buah-buahan yang akan mempercepat proses penyembuhan. Terapi dengan parasetamol atau ibuprofen juga bisa Anda lakukan untuk meredakan efek nyeri dada dan sesak yang menusuk.

Pertusis

Pertusis kalau dalam bahasa awam lebih dikenal dengan penyakit batuk rejan. Batuk ini terdengar seperti suara orang yang menggonggong karena suara batuk yang lebih dalam. Batuk semacam ini adalah jenis batuk yang berat karena pasien biasanya akan terus menerus batuk dengan mendorong kuat-kuat. Seolah dahak datang dari lokasi yang dalam di tenggorokan Anda.

Jenis batuk rejan termasuk jenis yang berbahaya sebagaimana sempat kami ulas di sini. Bakteri penyebab Bordetella pertussis bisa menghasilkan toksin yang mendorong produksi lendir yang sangat kental di batang tenggorokan. Endapan lendir kental ini bisa menyebabkan pasien kesulitan bernafas dan sesak hebat.

Untuk mengatasi batuk rejan, pasien biasanya akan mendapatkan terapi khusus untuk mengatasi lendir.Tetapi terapi intensif dilakukan dengan memberikan antibiotik dan steroids untuk membantu mengatasi peradangan berat yang terjadi.

Efek Pengobatan

20% dari mereka yang rutin mengonsumsi obat-obatan jenis ACE Inhibitors yang bekerja sebagai terapi tekanan darah tinggi ternyata mengeluhkan pula kondisi batuk yang berketerusan. Ini dijelaskan pula dalam Drug Safety Journal bertajuk ACE inhibitor-induced cough and bronchospasm. Incidence, mechanisms and management tahun 1996.

Dalam medscape.com, dijelaskan bahwa pemberian suplemen zat besi, asetosal atau aspirin dan beberapa terapi antihistamin akan memberi manfaat untuk meredakan gejala batuk akibat ACE inhibitors.

Itulah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang bisa mengalami batuk berkepanjangan dan tak kunjung sembuh. Karenanya ketika Anda mulai mengeluhkan batuk yang tak segera teratasi setelah 2 – 3 pekan, ada baiknya Anda memeriksakan diri dengan lebih seksama. Bantu mempercepat penyembuhan dengan terapi Noni juice yang baik untuk meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh.

Noni juice mengandung senyawa yang kaya akan polisakarida untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh melalui peningkatan aktivitas sel-sel darah putih. Kekebalan tubuh ini adalah benteng pertahanan tubuh Anda dari serangan infeksi penyakit, termasuk dari serangan berbagai penyebab batuk berkepanjangan.