Waspadai Mineral Berbahaya Karena Asupannya Berlebihan

572

Diedit:

Setiap orang membutuhkan mineral di dalam tubuhnya. Mineral ialah zat makanan yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh makanya memerlukan asupan dari luar.

Memang, kebutuhan tubuh tehadap mineral jumlahnya relatif kecil namun manfaatnya cukup besar. Contoh mineral antara lain sodium, mangan, zat besi, kalsium, seng, selenium, tembaga, arsen, dan lainnya.

Namun demikian, ada beberapa jenis mineral yang berbahaya bagi tubuh terutama kalau dikonsumsi secara berlebihan. Mineral berbahaya tersebut relatif susah untuk dihindari mengingat kalau sudah mencemari lingkungan, misalnya kondisi di dekat pabrik kimia, akan mudah sekali masuk ke dalam tubuh manusia dalam beragam cara, bisa melalui hewan ternak, air, tanah, dan lainnya. Dan berikut merupakan beberapa mineral yang harus diwaspadai oleh Anda.

Aluminium

Asupan aluminium dalam jumlah wajar memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun kalau jumlahnya kebanyakan justru akan menimbulkan problem kesehatan seperti kerusakan DNA, disfungsi ginjal, menyebabkan Alzheimer maupun memicu terjadinya kanker payudara.

Potensi bahaya akibat kadar aluminium yang berlebihan di dalam tubuh bisa menyebabkan luka usus dan lambung, parkinson, masalah kulit, kurangnya energi, dan perut kembung.

Adapun sumber aluminium yang dikhawatirkan antara lain seperti aspirin, bedak bayi, lisptik, dan obat anti-diarrhea. Selain itu, perlu diwaspadai juga kandungan aluminium dalam alat-alat masak karena dapat bereaksi secara kimia apabila terkena asam cuka, asam jawa, asam jeruk, dan lainnya.

Tembaga

Tembaga memiliki keterlibatan dalam berbagai reaksi biokimia di dalam tubuh manusia. Tembaga ialah komponen beberapa enzim yang terlibat dengan regulasi ekspresi gen metabolisme sel, pembentukan jaringan ikat, dan erat kaitannya dengan penyerapan, penyimpanan serta metabolisme zat besi.

Kandungan tembaga dalam jumlah besar di dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan bahkan kerap dikaitkan dengan penyakit Wilson atau gangguan genetik dimana tubuh tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungan tembaga, mengakibatkan gagal hati dan kerusakan neurologis.

Baca juga:  Amankah Arang untuk Dikonsumsi? Pahami Dulu Manfaat Dan Risikonya!

Adapun potensi bahaya lainnya ialah obstruksi aliran empedu, sirosis, dan lainnya. Kebutuhan tubuh per hari terhadap tembaga hanya 0,05 mg/kg berat badan. Pada keadaan tersebut tak akan terjadi akumulasi tembaga di dalam tubuh manusia normal.

Arsenik

Mungkin Anda pernah mendengar kasus kematian Munir, seorang aktivis HAM beberapa waktu lalu karena konon disebabkan oleh keacunan arsenik dalam makanannya. Arsenik memang racun bagi tubuh kalau dosisnya lebih dari 250 mcg perhari. Namun demikian, justru arsenik dibutuhkan tubuh ketika dosisnya dibawah 200 mcg perhari.

Potensi bahaya akibat kelebihan asupan arsenik antara lain: keracunan dengan gejala mulai dari sakit kepala, kebingungan, dan rasa kantuk. Selanjutnya, akan menyebabkan kejang dan perubahan pigmentasi pada kuku.

Ketika keracunan menjadi akut, gejala dapat mencakup diare, muntah, darah dalam urin, kram otot, rambut rontok, sakit perut, dan kejang-kejang. Organ-organ tubuh yang biasanya dipengaruhi oleh keracunan arsenik adalah paru-paru, kulit, ginjal, dan hati. Hasil akhir dari keracunan arsenik adalah koma bahkan sampai kematian.

Intinya, segala sesuatu yang berlebihan memang selalu berdampak tidak baik. Begitu juga dengan kandungan mineral-mineral di atas yang akan membahayakan tubuh kalau jumlah yang dikonsumsi atau masuk ke dalam tubuh manusia lebih dari yang seharusnya.

Oleh sebab itu, jika Anda tak ingin memiliki masalah kesehatan yang disebabkan oleh overdosis zat-zat di atas, sebaiknya teliti dan berhat-hati ketika mengonsumsi makanan yang banyak mengandung arsenik, aluminium, dan tembaga.

Advertisement
Alinesia