Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Tumor Jinak Tumor Jinak Shutterstock

Tumor Jinak—Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Tumor jinak adalah pertumbuhan yang tidak bersifat kanker di dalam tubuh. Tidak seperti tumor yang bersifat kanker, tumor jinak tidak menyebar (bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh.

Tumor jinak bisa bertumbuh di bagian tubuh mana pun. Jika Anda melihat adanya benjolan atau pertumbuhan pada tubuh yang bisa diraba dari luar, kemungkinan awalnya Anda khawatir itu adalah kanker.

Misalnya, seorang wanita yang memiliki benjolan di payudara sewaktu melakukan pemeriksaan payudara sendiri seringkali menjadi cemas. Akan tetapi sebagian besar benjolan di payudara bersifat jinak. Sebenarnya, banyak dari benjolan atau pertumbuhan di tubuh bersifat jinak dan bukanlah kanker.

Pertumbuhan jinak sangatlah umum, dimana ada sekitar 9 dari 10 wanita yang mengalami pertumbuhan seperti itu pada payudara mereka. Begitu juga dengan tumor tulang jinak lebih sering terjadi daripada tumor tulang ganas.

Artikel ini akan membantu Anda untuk lebih mengerti mengenai penyebab tumor jinak, gejala-gejala yang dapat ditimbulkannya, serta bagaimana pengobatan tumor jinak dilakukan.

Penyebab Tumor Jinak

Penyebab tumor jinak belum secara pasti diketahui. Tumor ini berkembang ketika sel-sel di tubuh membelah diri dan bertumbuh pada tingkat laju yang terlalu cepat. Biasanya, tubuh sanggup menyeimbangkan pertumbuhan serta pembelahan sel.

Sewaktu sel-sel menjadi tua atau rusak, mereka secara otomatis digantikan dengan sel-sel baru yang sehat. Tetapi dalam kasus tumor, sel-sel yang seharusnya mati tersebut tetap ada dan membentuk pertumbuhan yang dikenal sebagai tumor.

Sel-sel kanker juga berkembang dengan cara serupa. Namun tidak seperti sel-sel tumor jinak, sel-sel kanker mampu menyerang jaringan terdekat dan menyebar ke bagian-bagian tubuh lain.

Walaupun penyebab tumor jinak masih belum jelas, namun ada kemungkinan itu ada kaitannya dengan faktor-faktor berikut: racun lingkungan, seperti paparan radiasi; genetika; pola makan; stres; trauma atau cedera; dan peradangan atau infeksi.

Jenis-Jenis Tumor Jinak

Terdapat beberapa jenis tumor jinak yang dapat berkembang di bagian-bagian tubuh berbeda. Tumor jinak dikelompokkan berdasarkan lokasi bertumbuhnya. Sebagai contoh, lipoma bertumbuh dari sel-sel lemak, sedangkan miom bertumbuh dari otot. Jenis-jenis tumor jinak antara lain adalah:

  • Ademoa terbentuk di lapisan tipis jaringan yang melapisi kelenjar, organ, dan struktur internal lainnya. Contohnya adalah polip yang terbentuk di usus besar atau pertumbuhan tumor di hati.
  • Lipoma bertumbuh dari sel-sel lemak dan merupakan jenis tumor jinak yang paling umum. Mereka sering tumbuh di bagian punggung, lengan, atau leher. Mereka biasanya berbentuk bundar dan lembut, serta bisa digerakkan.
  • Miom bertumbuh dari otot atau pada dinding pembuluh darah. Mereka juga bisa tumbuh di otot polos, seperti yang bertumbuh di dalam organ-organ seperti rahim atau lambung.
  • Nevi yang juga dikenal sebagai tahi lalat. Mereka merupakan pertumbuhan non-kanker pada kulit dan sangat umum dimiliki orang-orang.
  • Fibroid, atau fibroma, dapat bertumbuh di jaringan fibrosa yang terdapat pada organ mana pun. Mereka paling sering tumbuh di rahim, yang dikenal sebagai fibroid uterus.

Dalam banyak kasus, tumor jinak akan dipantau dokter dengan hati-hati. Sebagai contoh, tahi lalat yang tidak bersifat kanker atau polip di usus besar bisa berubah menjadi kanker pada suatu waktu. Beberapa jenis tumor jinak di organ dalam juga mungkin dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Firboid uterus bisa menyebabkan rasa sakit panggul serta pendarahan yang tidak normal. Dan beberapa tumor di organ dalam mungkin dapat menghambat aliran pembuluh darah atau menyebabkan rasa sakit karena menekan saraf tertentu.

Siapa pun bisa mengembangkan tumor jinak pada tubuhnya, tidak terkecuali anak-anak, meskipun pada umumnya yang memilikinya adalah orang dewasa.

Gejala-Gejala Tumor Jinak

Tidak semua tumor, entah itu bersifat kanker atau jinak, menimbulkan gejala-gejala yang terlihat. Pengaruh gejala-gejala tumor jinak pada fungsi organ-organ atau indera-indera penting bergantung pada lokasi tumbuhnya tumor tersebut. Misalnya kalau Anda memiliki tumor jinak di otak, Anda mungkin akan mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, dan ingatan yang lemah.

Jika tumornya dekat di kulit atau di area jaringan lunak seperti di perut, pertumbuhan tumor tersebut mungkin bisa dirasakan atau disentuh.

Bergantung pada lokasinya, berikut adalah sejumlah gejala-gejala tumor jinak yang mungkin muncul:

  • Menggigil
  • Ketidaknyamanan atau rasa sakit
  • Kelelahan
  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Berkeringat di malam hari
  • Berat badan turun

Tumor jinak mungkin bertumbuh hingga cukup besar sehingga mudah dilihat, terutama jika mereka di dekat kulit. Akan tetapi, sebagian besar tumor jinak, bahkan yang cukup besar sekalipun, sering kali tidak menimbulkan gejala rasa sakit atau nyeri.

Contohnya lipoma mungkin cukup besar untuk dilihat, tapi umumnya mereka lembut, bisa digerakkan, dan tidak terasa sakit. Beberapa perubahan warna kulit mungkin jadi gejala tumor jinak di kulit, misalnya nevi. Sebenarnya, apa pun yang tampak tidak normal pada tubuh sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Pengobatan Tumor Jinak

Tidak semua tumor jinak perlu diobati. Jika tumor yang Anda miliki ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menunggu sambil memantau bagaimana perkembangannya. Pengobatan tumor jinak yang seperti ini bahkan bisa lebih berisiko daripada membiarkannya. Beberapa tumor jinak pada akhirnya tidak pernah membutuhkan pengobatan.

Jika dokter Anda memutuskan bahwa yang terbaik adalah melakukan pengobatan, maka metode pengobatan yang dipilih akan mempertimbangkan lokasi tumor. Misalnya tumor yang tumbuh di wajah atau leher mungkin diputuskan untuk dihilangkan dengan alasan penampilan. Tumor lain yang memengaruhi organ, saraf, atau pembuluh darah biasanya juga dihilangkan dengan operasi untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan.

Metode pengobatan seperti endoskopi atas dan kolonoskopi memerlukan waktu pemulihan yang sangat singkat, walaupun pasien tetap butuh bantuan orang lain untuk mengantar mereka pulang dari rumah sakit dan pasien mungkin harus tidur sepanjang hari.

Biopsi tumor kulit membutuhkan beberapa minggu sampai sembuh sepenuhnya dan memerlukan prosedur pemulihan dasar, seperti rutin mengganti perban dan memastikan luka operasi tetap tertutup. Semakin agresif pengobatan yang dilakukan, maka semakin lama waktu pemulihannya.

Sebagai contoh, pemulihan dari operasi pengangkatan tumor otak jinak biasanya butuh waktu cukup lama. Bahkan sekalipun tumor sudah diangkat, pasien mungkin harus terus menjalani terapi bicara, terapi okupasi, atau fisioterapi untuk mengatasi masalah-masalah yang ditinggalkan oleh tumor.

Bila operasi bukanlah pilihan terbaik untuk pengobatan tumor jinak, maka dokter bisa merekomendasikan terapi radiasi untuk membantu mengurangi ukurannya serta mencegahnya terus bertumbuh.

Banyak dari tumor jinak yang tidak membutuhkan pengobatan apa pun bila mereka tidak mengakibatkan gejala atau keluhan dan tidak menimbulkan komplikasi kesehatan. Anda biasanya diminta dokter untuk terus memantaunya dan melihat apakah ada perubahan.

Jika tumor jinak tidak dihilangkan, dokter mungkin juga meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit atau imaging scan untuk memastikan tumor tidak bertumbuh lebih besar. Selama tumor tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, dan tidak berubah atau bertumbuh, Anda bisa membiarkannya dan terus hidup sehat.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register