Polip Rahim Adalah Salah Satu Penyebab Wanita Sulit Hamil


By Cindy Wijaya

Polip rahim adalah masalah yang cukup umum dialami wanita. Hampir seperempat dari semua wanita memiliki polip rahim, menurut situs web kesehatan Verywell Health. Dan banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memilikinya, karena sering kali polip rahim tidak menunjukkan gejala apapun.

Apakah polip rahim berbahaya? Apakah polip rahim bisa hamil? Apa penyebab polip rahim? Bagaimana gejala-gejala polip rahim? Dan apakah polip rahim bisa sembuh?

Simak penjelasannya di artikel ini. Agar dapat memberikan informasi yang akurat, kami menggunakan sumber referensi dari situs-situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Silakan lihat di bagian akhir artikel.

Apa Itu Polip Rahim?

Polip rahim adalah pertumbuhan kecil dan lunak di bagian dalam rahim wanita. Mereka berasal dari jaringan yang melapisi rahim, yang disebut endometrium.

Polip melekat pada endometrium dengan tangkai tipis atau dasar yang leber dan meluas ke dalam rahim. Polip mungkin berbentuk bulat atau oval, dan ukuran polip rahim bisa berkisar dari sekecil biji wijen hingga sebesar bola golf. Seseorang mungkin hanya memiliki satu polip atau mungkin juga memiliki banyak polip sekaligus.

Apakah polip rahim berbahaya? Kebanyakan polip rahim tidak bersifat kanker. Banyak wanita yang memiliki tidak mengalami gejala apapun, dan sebagian tidak membutuhkan perawatan apa-apa. Namun polip rahim dapat menyebabkan masalah pada menstruasi atau pada kemampuan untuk memiliki anak (kesuburan).

Ilustrasi Gambar Polip Rahim
Ilustrasi Gambar Polip Rahim (Credit Photo: Sakurra – Shutterstock)

Apakah Polip Rahim Bisa Hamil?

Polip bisa mengganggu kesuburan seorang wanita. Polip rahim sering terlihat pada wanita yang subfertil (kesulitan untuk mendapat kehamilan), dan ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kondisi ini menurunkan kesuburan. Tapi masih belum pasti bagaimana polip memengaruhi kesuburan.

Kemungkinan polip di rahim dapat mencegah sel telur yang telah dibuahi untuk tertanam di dinding rahim. Mereka juga dapat menghalangi area dimana tuba falopi terhubung ke rongga rahim, mencegah sperma melakukan perjalanan ke tuba untuk bertemu sel telur.

Polip juga mungkin dapat menghalangi saluran serviks, yang akan mencegah sperma memasuki rahim sama sekali.

Memiliki polip yang berukuran besar atau memiliki beberapa polip rahim sekaligus juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada seorang wanita yang sedang hamil.

Meski dapat menurunkan kesuburan, memiliki polip rahim bukan berarti seseorang tidak bisa memiliki keturunan. Ada banyak wanita dengan polip rahim yang berhasil hamil. Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa kemungkinan untuk hamil dari beberapa wanita meningkat setelah polip rahim mereka dihilangkan.

Apa Penyebab Polip Rahim?

Para ahli masih belum tahu pasti kenapa seorang wanita bisa memiliki polip di rahimnya. Ada kemungkinan penyebab polip rahim terkait dengan perubahan pada kadar hormon.

Setiap bulan, kadar hormon estrogen seorang wanita berfluktuasi (naik-turun), menyebabkan dinding lapisan rahim untuk bertumbuh menebal dan kemudian luruh saat periode menstruasi. Penyebab polip rahim terbentuk adalah ketika dinding tersebut tumbuh terlalu banyak.

Ada juga faktor-faktor lain yang mungkin meningkatkan risiko seorang wanita untuk memiliki polip rahim. Salah satunya adalah faktor usia, yaitu berusia 40 – 50an. Ini mungkin karena perubahan kadar estrogen yang terjadi sebelum dan selama menopause, yang biasanya terjadi di rentang usia tersebut.

Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan penyebab polip rahim adalah jika Anda terlalu kegemukan (obesitas), memiliki tekanan darah tinggi, atau mengonsumsi obat kanker payudara tamoxifen.

Apa Saja Gejala Polip Rahim?

Anda bisa saja tidak mengalami gejala apapun mesk memiliki polip di rahim, terutama bila ukuran polipnya kecil atau hanya ada satu polip. Namun polip rahim juga bisa menimbulkan gejala-gejala tertentu, antara lain:

  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Perdarahan yang sangat banyak selama menstruasi
  • Perdarahan atau keluar bercak darah di luar waktu menstruasi
  • Perdarahan atau keluar bercak darah meski sudah menopause
  • Kesulitan untuk hamil (masalah kesuburan)

Gejala yang paling mudah dikenali dari polip rahim adalah periode menstruasi yang tidak teratur atau sulit diprediksi. Kira-kira setengah dari penderita polip rahim mengalami periode menstruasi yang tidak teratur.

Sebagai informasi, normalnya wanita mengalami menstruasi selama 4 – 7 hari, dan terjadi setiap 21 – 35 hari sekali.

Gejala lain dari polip rahim adalah perdarahan menstruasi yang berkepanjangan atau berlebihan (menoragia), perdarahan di luar waktu menstruasi, dan perdarahan setelah menopause atau setelah berhubungan sek.

Kesulitan untuk mendapat kehamilan atau mengalami keguguran juga dapat menjadi gejala adanya polip rahim.

Salah Satu Gejala Polip Rahim Adalah Haid Tidak Teratur (Credit Photo: Natalia Mels – Shutterstock)

Bagaimana Cara Menghilangkan Polip Rahim?

Apakah polip rahim bisa sembuh? Ya bisa. Bahkan beberapa kasus polip rahim dapat hilang dengan sendirinya, terutama jika ukurannya kecil.

Dokter juga dapat menggunakan obat-obatan hormonal, misalnya progestin dan agonis hormon pelepas gonadotropin, untuk mengurangi gejala-gejala polip. Tetapi minum obat hanya solusi sementara, karena gejala-gejala biasanya kambuh lagi setelah Anda berhenti minum obat.

Adakalanya dokter menganjurkan prosedur medis untuk menghilangkan polip rahim agar mengendalikan gejala perdarahan, meningkatkan kemungkinan untuk hamil, atau untuk memeriksa apakah polip itu bersifat kanker.

Prosedur medis yang sering direkomendasikan dokter untuk menghilangkan polip rahim adalah histeroskopi, yang biasanya dilakukan dengan anestesi lokal atau tanpa anestesi, tapi kadang anestesi total juga digunakan.

Setelah histeroskopi, Anda mungkin mengalami sedikit perdarahan dan kram ringan, tapi biasanya Anda dapat segera pulih untuk beraktivitas normal. Dengan pengecualian hubungan seks, yang mungkin perlu dihindari selama 1 – 2  minggu atau sesuai saran dokter.

Apabila kanker terdeteksi saat prosedur histeroskopi, dokter mungkin merekomendasikan prosedur medis lanjutan, yaitu histerektomi.

Kesimpulan tentang Polip Rahim

Apakah polip rahim berbahaya? Pada umumnya polip rahim adalah pertumbuhan yang tidak berbahaya, atau tidak bersifat kanker. Namun memang polip di rahim bisa menimbulkan masalah pada menstruasi dan kesuburan seorang wanita. Bahkan ada polip rahim yang bisa meningkatkan risiko keguguran.

Apakah polip rahim bisa hamil? Walaupun dapat menghambat kehamilan, ada banyak wanita dengan polip rahim yang berhasil hamil. Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa kemungkinan untuk hamil meningkat setelah polip rahim dihilangkan.

Apa penyebab polip rahim? Kemungkinan penyebabnya berkaitan dengan kadar hormon estrogen yang naik-turun. Estrogen berperan dalam menyebabkan endometrium (dinding rahim) bertumbuh menebal setiap bulan. Polip dapat terbentuk jika endometrium bertumbuh terlalu banyak.

Apakah polip rahim bisa sembuh? Ya bisa. Beberapa polip rahim dapat hilang dengan sendirinya. Dokter juga dapat membantu menghilangkan polip rahim melalui prosedur medis seperti histeroskopi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang polip rahim. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Dapatkan juga informasi-informasi lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

WebMD. Uterine Polyps. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/uterine-polyps

Cleveland Clinic. Uterine Polyps. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14683-uterine-polyps

Al Chami, A., & Saridogan, E. (2017). Endometrial Polyps and Subfertility. Journal of obstetrics and gynaecology of India, 67(1), 9–14. https://doi.org/10.1007/s13224-016-0929-4

Verywell Health. The Symptoms of Uterine Polyps. https://www.verywellhealth.com/symptoms-of-uterine-polyps-3863207

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>