Tetap Sehat Hidup dengan Asam Urat, Begini Caranya


By Cindy Wijaya

Mendapatkan diagnosis menderita asam urat memang bukan kabar yang baik. Asam urat bisa membuat Anda tidak bisa berjalan dalam beberapa waktu, dan bukan hanya itu, Anda bisa cukup tersiksa oleh rasa nyeri yang kuat selama serangan datang.

Asam urat memang sebuah perjalanan panjang. Ketika kadar asam urat dalam darah berada pada level tinggi maka terbentuk kristal pada area sendi yang bisa menjadi sangat menyakitkan. Kristal ini menyebabkan terjadinya pergesekan antara sendi dengan kristal yang tajam dan menyebabkan iritasi yang bisa berkembang menjadi inflamasi yang sangat menyakitkan.

Pada level ini, bagian sendi Anda akan meradang, bengkak, memerah, dan sulit untuk digerakan, bahkan sulit untuk dibuat berjalan. Rasa nyeri bisa berkembang menjadi sangat menusuk hanya karena sejumlah pemicu kecil seperti efek dingin dan kelelahan.

Sekali Anda mendapatkan vonis menderita asam urat, bisa berarti Anda harus terus berhadapan dengan ancaman kemungkinan serangan muncul kembali. Dikatakan dalam arthritis.org, 60% kasus asam urat akan mengalami pengulangan serangan dalam 1 tahun terakhir dan terus berada dalam bayang-bayang pengulangan serangan setelahnya.

Bukan hanya itu, ketika Anda tidak mengalami serangan nyeri dan pembengkakan, kadang sebenarnya inflamasi masih terus berkembang dalam skala ringan. Inflamasi diam-diam terus berkembang sampai akhirnya ketika satu waktu kadar asam urat dalam darah Anda kembali meningkat dan kristal pada sendi menebal, inflamasi yang sudah berkembang perlahan ini akan membuat Anda mengalami kerusakan sendi permanen.

Mungkinkah Menjalani Hidup Normal dengan Asam Urat?

Pertanyaan mendasar yang kerap mengusik adalah mungkinkah seseorang dengan asam urat untuk dapat hidup normal dan beraktivitas dengan baik seperti kebanyakan orang sehat lain? Tentu saja, kenapa tidak, kunci utamanya hanya terletak pada manajemen dalam mengelola keseimbangan antara pola diet, pengobatan dan aktivitas fisik yang sesuai.

Rahasia yang perlu dipahami untuk Anda yang mengidap asam urat adalah menjaga kadar asam urat dalam darah untuk tetap berada pada level normal. Karena sebenarnya kristal sendi baru akan terbentuk ketika kadar asam urat berada pada level tinggi.

Sekali Anda berada pada level normal setelah Anda sebelumnya sempat mengalami serangan nyeri, sebaiknya pertahankan untuk tetap berada pada level ini dalam waktu yang lebih panjang. Ini penting karena, kristal pada sendi yang sudah terlanjur terbentuk hanya bisa berkurang bila kadar asam urat dalam darah tetap berada pada level rendah dalam jangka cukup panjang. Kadang diperlukan sekitar waktu 4 bulan untuk bisa membersihkan kristal sendi hingga tidak menyebabkan efek iritasi kembali.

Di sinilah kenapa penting bagi Anda yang mengidap asam urat untuk menjalankan pola manajemen untuk memastikan kadar asam urat dalam darah bertahan dalam level aman. Ini  akan membantu Anda menghindar dari serangan berulang yang dapat semakin buruk atau efek kerusakan permanen pada tulang, sendi dan area tulang rawan yang tidak lagi dapat teratasi.

Apa saja yang perlu Anda lakukan untuk tetap dapat menjalankan hidup normal dengan asam urat? Berikut beberapa panduannya menurut thehealthsite.com.

Atur pola makan Anda

Salah satu penyebab tingginya kadar asam urat pada seseorang adalah pola makan, karena pada dasarnya asam urat berasal dari asupan protein  dan sejumlah makanan dengan kandungan purin murni. Semakin tidak seimbang pola makan Anda semakin tinggi risiko Anda untuk mengalami masalah dengan asam urat.

Adalah benar bila protein baik untuk membantu diet Anda, juga protein hewani adalah sumber terbaik untuk protein dengan sejumlah komponen mineral yang penting untuk tubuh. Tetapi imbangi dengan sayuran dan buah untuk mengurangi aspek risiko dari mengasup protein berlebihan.

Selain itu, pastikan untuk menghindari makanan yang bersifat memicu terjadinya serangan asam urat. Akan lebih bijak untuk menurunkan pola konsumsi Anda terhadap asupan protein daging merah juga kendalikan dalam level moderat untuk asupan protein hewani dari unggas dan ikan-ikanan. Hindari sama sekali asupan jeroan yang sangat buruk mempengaruhi masalah asam urat.

Selain jeroan, beberapa makanan juga bisa memicu serangan asam urat seperti tomat, seafood dan alkohol. Ini karena dalam makanan-makanan di atas ditemukan kandungan purin atau pemicu pembentukan purin yang akan berbahaya pada pengidap asam urat, sebagaimana dijelaskan dalam sciencedaily.com.

Sebagaimana dipahami bersama bahwa asam urat terbentuk dari purin, sedang purin sendiri adalah komponen residu dari metabolisme protein dalam tubuh atau masuk ke dalam tubuh dari makanan yang sudah mengandung purin alami. Purin dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat dan masuk ke area sendi tubuh dan mendorong terbentuknya pengkristalan pada sendi.

Minum air putih lebih banyak

Masalah lain yang biasanya berkaitan dengan keluhan asam urat adalah kondisi ginjal. Banyak kasus asam urat yang sebenarnya berkaitan dengan keluhan penurunan fungsi ginjal. Karenanya penting untuk membantu fungsi aliran kencing berjalan dengan lebih lancar demi bisa memaksimalkan pembuangan kelebihan purin melalui urin.

Meningkatkan asupan air juga akan membantu memaksimalkan proses peluruhan kristal pada sendi. Karena likuid akan bekerja membantu kristal pada sendi untuk dapat lepas dari sendi dengan bertahap.

Dijelaskan pula dalam livestrong.com, bahwa air memang akan bekerja membantu melarutkan kelebihan purin dalam darah menuju ginjal. Dan ginjal akan mengeluarkannya melalui urin. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi air dengan bertahap dan bukan meminumnya sekaligus dalam jumlah besar pada satu waktu. Cara ini selain lebih aman juga lebih efektif untuk mengeluarkan kelebihan purin dari dalam tubuh.

Kendalikan hipertensi dan diabetes

Rupanya, memiliki masalah diabetes dan hipertensi juga bisa memperburuk masalah asam urat. Bahkan beberapa kasus asam urat berawal dari keberadaan kasus diabetes dan hipertensi terlebih dulu. Ini karena diabetes dan hipertensi akan berkaitan dengan aliran cairan tubuh menuju ginjal dan masalah sirkulasi darah dalam tubuh.

Tubuh perlu membuang air yang berlebih dan sudah terkontaminasi oleh sejumlah komponen toksin dan residu tubuh keluar dari dalam tubuh. Masalahnya kadang penyakit diabetes dan hipertensi justru membuat aliran cairan menuju ginjal tidak berjalan lancar,yang berakibat tubuh menyimpan toksin dan residu termasuk purin lebih lama di dalam tubuh. Inilah yang mengakibatkan diabetes dan hipertensi bisa berakibat langsung memperburuk kondisi asam urat.

Dalam catatan lain dijelaskan berlebihannya kadar insulin dalam darah akibat tingginya kadar glukosa darah akan menurunkan intensitas tubuh dalam menetralkan asam urat. Ini menyebabkan asam urat tidak mudah Anda enyahkan dari dalam tubuh pada kasus hiperglikemia.

Akan penting bagi pasien asam urat untuk juga memperhatikan pola diet mereka untuk tetap rendah gula dan rendah kolesterol. Karena keduanya memicu kenaikan kadar gula darah dan kenaikan tekanan darah.

Memperbanyak asupan buah dan sayuran juga bukan hanya baik untuk asam urat, tetapi juga membantu menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan metabolisme dan membantu menyingkirkan timbunan kolesterol dalam tubuh.

Jaga berat badan

Lemak juga berperan memperburuk asam urat. Mereka yang kegemukan, akan memiliki kadar lemak perut yang lebih tinggi. Lemak berlebihan pada area perut ini akan menurunkan kemampuan ginjal dalam menarik cairan dan membuangnya melalui urin.

Semakin berat badan Anda, semakin lambat kemampuan tubuh dalam menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Sebagaimana disampaikan oleh Hyon Choi, MD, PhD, profesor dari Medicine and director of the Gout and Crystal Arthropathy Center pada Harvard Medical School, Boston, yang diulas pada arthritis.org.

Hindari rokok dan alkohol

Meski alkohol mengandung cukup banyak purin yang memicu naiknya kadar asam urat dalam tubuh, tetapi bukan itu saja yang menjadi alasan kenapa Anda dengan asam urat tidak disarankan mengonsumsi minuman alkohol.

Alkohol dan rokok merupakan asupan yang memiliki kandungan toksin cukup tinggi. Semakin tinggi kadar toksin dalam tubuh, semakin besar tugas liver dan ginjal dalam proses penetralan dan pembuangan toksin ini dari dalam tubuh.

Karena tingginya kadar toksin dalam tubuh, biasanya tubuh dalam hal ini liver dan ginjal tak mampu efektif membuang semua racun sekaligus dan menyisakan beberapa komponen toksin dan residu termasuk pula asam urat. Karenanya, kebiasaan merokok dan minum alkohol akan meningkatkan risiko kenaikan asam urat pada tubuh.

Cek kadar asam urat

Perhatikan dengan baik kadar asam urat dalam tubuh Anda. Lakukan pengujian darah secara reguler untuk memantau kadar asam urat Anda. Untuk Anda dengan kasus asam urat, akan disarankan untuk menjalankan tes asam urat setidaknya 1 bulan sekali.

Pemantauan akan membantu Anda memahami sebaik apa diet Anda berjalan serta sebaik apa pengobatan asam urat yang selama ini Anda konsumsi. Apakah ada yang perlu Anda ubah dengan pola konsumsi dan terapi pengobatan yang selama ini Anda jalankan.

Rutin berobat

Mereka dengan asam urat sebenarnya masih mungkin untuk tidak mengonsumsi obat asam urat dengan rutin. Hanya saja, bila kadar asam urat yang dialaminya tidak berada dalam level berbahaya. Karenanya penting untuk tetap memantau kondisi asam urat yang mereka miliki dengan reguler.

Namun, kebanyakan pengidap asam urat, terutama pada mereka yang berada pada usia di atas 50 tahunan akan membutuhkan terapi asam urat dengan reguler. Ini karena kebanyakan kasus asam urat memang memiliki masalah dalam tubuh mereka sehingga ginjal mereka tidak cukup mampu menyerap kelebihan asam urat dalam tubuh mereka. Mereka membutuhkan obat untuk membantu fungsi pembuangan asam urat ini bekerja optimal.

Kadang akibat dari asam urat akan menimbulkan efek nyeri yang kuat. Efek nyeri ini baru akan mereda setelah pasien mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri sehingga pasien bisa beraktivitas dengan normal.

Tentu saja penting untuk memperhatikan bagaimana Anda mengasup obat pereda nyeri, karena kebanyakan obat pereda nyeri terutama untuk keluhan sendi semacam ini akan memicu kenaikan asam lambung dan menyebabkan iritasi lambung.

Tetap olahraga

Menjadi pengidap asam urat dengan keluhan sendi yang kadang menyakitkan, bukan lantas Anda tidak bisa berolahraga. Sebenarnya, persendian Anda akan membutuhkan gerakan fisik untuk tetap menjaga kadar pelumas pada area sendi juga menjaga elastisitas jaringan tulang rawan dan jaringan ikat pada are sendi.

Selama pelumas pada persendian masih dalam kadar normal atau bisa Anda kembalikan pada level mendekati normal, maka risiko serangan asam urat yang serius bisa ditekan. Mereka yang jarang atau tidak melakukan aktivitas fisik biasanya akan memiliki kondisi persendian yang lebih rentan.

Olahraga juga baik untuk membantu mengurangi risiko kenaikan kadar glukosa darah, menurunkan kadar kolesterol dan membantu menjaga level tekanan darah pada angka normal. Sebagaiman dijelaskan bahwa kasus hiperglikemia, kolesterol tinggi dan hipertensi akan memicu dan memperburuk kasus asam urat.

Inilah beberapa panduan yang bisa membantu Anda menjalankan aktivitas sehari-hari dengan relatif normal meskipun Anda sudah divonis mengidap asam urat.

Penting untuk melakukan manajemen pola makan dan gaya hidup yang sehat untuk mempertahankan level asam urat Anda pada titik normal demi menghindari risiko kerusakan permanen pada tulang dan sendi akibat serangan asam urat yang serius.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}