Tanda-Tanda Diabetes Tahap Awal

506
diabetes mellitus

Diedit:

Penyakit diabetes mellitus  kerap kali dianggap sebagai kondisi yang diakibatkan oleh pola makan yang tinggi gula. Tidak sepenuhnya salah, tetapi ternyata bukan hanya soal pola makan saja yang menjadi penyebab munculnya tanda-tanda diabetes pada seseorang.

Penyakit diabetes mellitus sendiri menurut ilmu medis adalah kondisi penyakit yang disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh atau akibat dari ketidak mampuan sel dalam merespon sinyal insulin.

Penyakit Diabetes Mellitus

Ini adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah tinggi karena tubuh gagal menyalurkannya ke sel-sel tubuh. Masalahnya setiap sel membutuhkan suplai gula untuk membentuk energi dan keberlangsungan hidupnya.

Tanpa suplai gula yang cukup, sel akan mudah usang dan menurunkan kemampuan kerjanya. Inilah penyebab pasien diabetes cenderung mudah lelah dan mengalami penurunan kondisi.

Gula adalah komponen nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Sebenarnya tubuh sudah diprogram untuk menarik gula sebagai sumber energi. Bahkan beberapa sel dalam tubuh hanya dapat bekerja optimal bila tersuplai gula dengan mencukupi.

Tubuh memperoleh gula dari makanan yang mengandung gula seperti glukosa dan sukrosa. Selain itu gula juga diperoleh dari makanan yang mengandung zat pati. Ini adalah komponen dari karbohidrat.

Di dalam usus, komponen-komponen tersebut diubah menjadi glukosa dan diserap oleh tubuh untuk disalurkan menuju seluruh bagian sel melalui darah. Tubuh memiliki mekanisme khusus untuk mendorong sel menarik suplai gula dari dalam darah. Dan di sinilah peran insulin muncul

Penderita penyakit diabetes mellitus memiliki masalah dalam menjalankan mekanisme ini. akibatnya sel-sel tidak tersuplai dengan cukup glukosa dan terjadi penumpukan glukosa di dalam darah. Inilah yang kemudian disebut sebagai hiperglikemia.

Baca juga:  Selebritis Pengidap Diabetes Melitus

Apa Sebenarnya Insulin?

Insulin adalah hormon khusus yang diproduksi oleh pankreas, sebuah organ yang berada di perut tepat sisi belakang organ pencernaan atas. Pankreas memiliki beberapa kelompok sel dan sel-sel beta dalam kelompok inilah yang bekerja memproduksi insulin.

Peran insulin adalah sebagai salah satu motor dari sistem metabolisme. Sejumlah hormon bekerja pada fungsi metabolisme tubuh,  yakni sistem yang berkaitan dengan penyaluran sumber energi, pembakaran energi dan pembentukan energi.

Dalam sistem metabolisme, peran insulin adalah sebagai pendorong tersalurnya gula dalam darah menuju sel. insulin diproduksi untuk memberi sinyal bagi sel menarik gula dari dalam tubuh.

Kinerja dari sistem ini sebenarnya sederhana, ketika kadar gula dalam darah naik, atau ketika sel tubuh membutuhkan energi, pankreas memproduksi insulin.

Insulin ini membentuk sinyal yang akan diterima oleh reseptor sel. sinyal ini memerintahkan sel menarik gula dari dalam darah. Ketika sel sudah cukup mendapatkan gula, sel akan membentuk gula menjadi energi untuk menjadi bahan bakar kerja sel.

Peran Utama Insulin

Menurut sumber National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease dijelaskan ada tiga peran utama dari insulin bagi tubuh. Peran insulin adalah sebagai berikut:

  • Insulin adalah pendorong bagi setiap sel termasuk sel otak, otot, hingga fungsi organ dalam tubuh mendapatkan suplai gula sebagai sumber utama energi bagi tubuh.
  • Insulin adalah pendorong bagi sistem kerja hati dalam membentuk cadangan glukosa dari sisa kelebihan glukosa yang terdapat dalam darah. Cadangan glukosa ini dikenal dengan istilah medis glikogen.
  • Insulin adalah bagian dari sistem tubuh dalam pengendalian kadar gula dalam darah dan pencegahan kadar gula dalam darah naik di atas ambang batas normal.

Keberadaan Glukagon

Glukagon adalah hormon yang juga diproduksi oleh pankreas. Hormon ini bekerja sebagai lawan dari insulin dan bersinergi dengan insulin untuk mengatur pada gula dalam darah. Hormon ini bekerja ketika tidak ada suplai makanan masuk ke dalam tubuh, biasanya 4 – 5 jam setelah makan.

Fungsinya untuk memecah cadangan gula dalam tubuh atau glikogen untuk menjadi glukosa. Ini akan membantu mencegah terjadinya hipoglikemia atau menurunnya level gula darah dalam tubuh.

Sinergi insulin dan glukagon seharusnya akan membantu tubuh tetap mendapatkan suplai energi setiap saat dan membantu menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil.

Biasanya gangguan pada penyakit diabetes mellitus tidak terjadi pada produksi glukagon, melainkan hanya pada insulin. Tetapi peran glukagon akan penting untuk tetap menjaga keseimbangan gula darah.

Masalah Pada Insulin

Masalah pada insulin adalah penyebab utama masalah naiknya kadar gula dalam darah. Pada tahap awal, kondisi ini akan menyebabkan kondisi prediabetes  dan selanjutnya akan memicu penyakit diabetes mellitus.

Baca juga:  Mengetahui Kondisi Fisik Penderita Diabetes Melitus
insulin
sumber : netdoctor

Pada tahap prediabetes, kadar gula darah belum terlalu tinggi. tetapi ini sudah menjadi tanda-tanda diabetes pada tahap awal. Pasien cenderung sudah menunjukan sejumlah gejala awal seperti lemas dan mudah lelah.

Pada dasarnya ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicu terjadinya masalah diabetes dan prediabetes. Dan kondisi tersebut terkait dengan hormon insulin. Beberapa kondisi tersebut ialah sebagai berikut:

Hiperglikemia

Kondisi hiperglikemia menyebabkan sejumlah tanda-tanda diabetes seperti mudah lelah, sulit konsentrasi, kesemutan, mudah lapar, mudah mengantuk hingga kinerja saraf  yang menurun dan sulitnya penyembuhan luka.

Semua akibat sel tubuh termasuk sel otak, sel saraf dan sel kulit tidak tersuplai cukup sumber energi untuk bekerja sebagaimana mestinya dan untuk melakukan regenerasi sel. Tidak jarang akibat penyakit diabetes mellitus yang diabaikan pasien mengalami kematian sel.

Dan semua akibat peran insulin yang tidak optimal. Insulin adalah motor utama dari mekanisme penyaluran gula dalam darah menuju sel.  Dengan munculnya gangguan pada insulin, penyaluran akan terganggu dan kondisi diabetes terjadi.

Produksi Insulin Tidak Cukup

Masalah ini terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam kadar yang sesuai kebutuhan tubuh. Akibatnya sel tidak mendapatkan sinyal yang cukup untuk menark glukosa dari darah.

Penyakit diabetes mellitus bisa terjadi akibat pola makan sehingga kadar gula terus menerus terlalu tinggi. Seharusnya, ketika level gula darah naik, tubuh otomatis memproduksi insulin untuk mendorong gula diserap oleh sel.

Tetapi karena kadar gula yang terlalu tinggi, maka kemampuan pankreas dalam memproduksi insulin tidak cukup untuk memaksimalkan penyaluran glukosa.  Ini merujuk pada penyakit diabetes tipe 2.

Namun, penyakit diabetes mellitus juga bisa terjadi akibat gangguan dari sel beta dari pankreas. Sel-sel ini gagal memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Tubuh kekurangan suplai insulin, bahkan bisa pula sama sekali tidak memproduksi insulin. Situasi ini disebut dengan diabetes tipe 1.

Resistensi Insulin

Yang banyak tidak disadari orang adalah penyakit diabetes mellitus juga bisa disebabkan oleh resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tidak dapat merespon sinyal dari insulin.

Akibatnya sel-sel tidak menarik gula dari dalam darah sebagaimana mestinya. Tubuh akan memerintahkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin. Tetapi bila kondisi ini diteruskan bisa jadi pankreas akan mengalami penurunan dan mengalami gangguan produksi insulin.

Efek dari kondisi resistensi insulin adalah berkurangnya suplai gula bagi sel dan meningkatnya kadar gula dalam darah. Yang kemudian berkembang menjadi tanda-tanda diabetes tipe 2.

Kenapa Terjadi Resistensi Insulin?

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba menguak lebih dalam soal kondisi resistensi insulin. Kita akan mencoba melihat apa sebenarnya yang terjadi pada resistensi insulin dan bagaimana kondisi tersebut dapat terjadi.

Ada sejumlah penyebab utama dari terjadinya resistensi insulin. Dan penyebab resistensi insulin adalah sebagai berikut.

Kelebihan berat badan

Banyak pakar meyakini bahwa kelebihan berat badan atau obesitas terutama pada mereka dengan masalah lingkar pinggang yang berlebihan akan memiliki resiko tinggi mengalami resistensi insulin.

Beberapa temuan membuktikan kelebihan simpanan lemak pada tubuh, terutama lemak pada area perut akan mendorong gangguan hormonal yang ditandai sejumlah gejala seperti kecenderungan inflamasi, gangguan sistem kardiovaskular, penurunan imun hingga masalah resistensi insulin.

Kurang aktivitas fisik

Beberapa orang memang memiliki aktivitas harian yang cenderung tidak terlalu menuntut banyak gerakan fisik. Ini ternyata berakibat pada kondisi resistensi insulin dan dapat memunculkan tanda-tanda diabetes.

Karena sebenarnya gerakan fisik akan mendorong sel membutuhkan lebih banyak energi baru. Sel akan semakin aktif menarik lebih banyak glukosa. Dan karenanya juga sangat responsif terhadap sinyal insulin. Semakin aktif seseorang, semakin baik respon sel terhadap sinyal insulin.

Kurang tidur

Ada kaitan sangat erat antara kualitas dan kuantitas istirahat seseorang dengan resistensi insulin. Kaitan tidur dan insulin adalah kaitan imbal balik yang bekerja cukup krusial.

Ketika seseorang kurang tidur, maka sejumlah hormon yang mendorong istirahat akan diproduksi. Hormon-hormon ini menyebabkan sel menurunkan level aktivitasnya, termasuk menurunkan daya serapnya terhadap gula. Akibatnya tentu saja sel menjadi resisten terhadap sinyal insulin.

Masalah ini kerap muncul pada mereka yang kerap begadang, mereka yang mengidap sleep apnea dan memiliki keluhan insomnia. Ini pada beberapa situasi tersebut tubuh cenderung kurang tidur.

Faktor usia

Semakin menua seseorang, semakin lemah sel-sel dalam tubuh. Kecenderungan sel untuk melakukan regenerasi sel tak lagi sebaik di masa muda. Akibatnya sel-sel tubuh tidak lagi membutuhkan banyak suplai gula.

Itu sebabnya  temuan kasus penyakit diabetes mellitus sendiri terbilang tinggi terjadi pada kalangan manula. Ini karena pada usia di atas 50 tahun, seseorang akan mengalami penurunan fungsi dan kinerja sel.

Gangguan hormonal

Sejumlah kasus gangguan hormonal menyebabkan sel-sel tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Ketidak seimbangan hormonal memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan fungsi dalam tubuh.

Akibat dari ketidak seimbangan hormonal ini juga akan mengganggu fungsi metabolisme sehingga sel tidak menjalankan fungsi pembentukan energi yang normal. Kondisi Merini menurunkan kebutuhan sel akan sumber energi dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya resistensi sel terhadap insulin.

Merokok

Menurut laporan  Annales de Cardiologie et d’Angéiologie tahun 2016 dijelaskan adanya kolerasi kuat antara kadar nikotin dalam tubuh dengan resistensi terhadap insulin.

Hanya dibutuhkan waktu 1 jam nikotin bereaksi dalam tubuh menurunkan daya respon sel terhadap insulin. Nikotin mengubah sistem dalam metabolisme tubuh dan akibatnya menurunkan daya serap sel terhadap glukosa.

Gangguan hati dan ginjal

Dalam Diabetesjournals dijelaskan bahwa mereka dengan masalah kesehatan pada fungsi ginjal dan hati memiliki kecenderungan untuk juga memiliki masalah dengan resistensi insulin.

Ketiga kondisi ini bisa memiliki hubungan sebab akibat yang kuat. Pasien dengan keluhan ginjal dan hati cenderung memiliki masalah metabolisme serius yang memungkinkan pasien mengalami resistensi insulin. Dan resistensi insulin memicu ketidak seimbangan komposisi darah dan lemak yang pada akhirnya memungkinkan terbentuknya gangguan ginjal dan hati.

Kolesterol tinggi

Menurut Journal of Artheroschlerosis dijelaskan bahwa  ada kaitan sangat kuat antara penderita kolesterol tinggi dengan masalah resistensi insulin. Kadar LDL kolesterol pada penderita resistensi insulin pada umumnya juga relatif tinggi.

Tingginya kadar kolesterol memicu menurunnya metabolisme dan mengganggu sirkulasi darah yang pada akhirnya menurunkan intensitas pembentukan energi pada sel. ini memicu sel menurunkan daya serapnya terhadap gula.

Resisten terhadap insulin adalah pemicu utama naiknya kadar gula darah. Ini bisa menjadi tanda-tanda diabetes pada tahap awal atau lazim disebut dengan istilah prediabetes. Pada level ini pasien mengalami kenaikan kadar gula darah tetapi belum terlalu melampau ambang batas normal.

Pasien dengan kondisi semacam ini sangat disarankan melakukan upaya menormalkan daya respon sel terhadap insulin untuk mencegah penyakit diabetes mellitus.

Jadi masalah utama sebenarnya bukan pada pola makan, tetapi pada insulin. Insulin adalah kunci dari penyakit diabetes mellitus. Dan karena masalah insulin muncul tanda-tanda diabetes utama yakni hiperglikemia.

Advertisement
Alinesia