Share:

Ayah Anda terkena diabetes melitus? Atau, bahkan anak Anda yang terkena penyakit ini? Mungkin Anda bingung bagaimana bisa orang tua dan anak-anak terkena diabetes. Apa sebetulnya diabetes ini? Untuk mendapatkan jawabannya, kita perlu telusuri lebih jauh penyebab diabetes.

Setidaknya ada 3 tipe diabetes yang perlu Anda ketahui penyebabnya. Yaitu Diabetes Tipe 1, yang bisa diderita oleh anak Anda; Diabetes Tipe 2, yang sering dialami orang dewasa; dan Diabetes Gestasional, yang dapat terjadi selama masa kehamilan.

Apa Penyebab Diabetes Tipe 1?

Sebenarnya penyebab pasti dari diabetes tipe 1 belum diketahui sampai sekarang. Apa yang saat ini para pakar ketahui sebagai penyebab diabetes tipe 1 adalah sistem kekebalan tubuh—yang seharusnya melawan bakteri atau virus berbahaya—secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pembuat insulin di pankreas.

Hal tersebut menyebabkan tubuh hanya sedikit menciptakan insulin atau bahkan sama sekali tidak menciptakan insulin. Akibat kekurangan insulin tersebut, gula justru menumpuk di aliran darah sebaliknya daripada dimasukkan ke dalam sel-sel tubuh.

Para pakar menduga penyebab diabetes tipe 1 adalah kombinasi dari faktor kelainan genetik (keturunan) dan faktor lingkungan, meskipun apa persisnya yang tercakup dalam faktor-faktor tersebut masih belum jelas. Berikut sejumlah faktor risiko yang dikaitkan dengan penyebab diabetes tipe 1:

  • Riwayat keluarga: Siapa pun yang punya orang tua atau saudara kandung penderia diabetes tipe 1 memiliki sedikit peningkatan risiko untuk mengembangkan penyakit ini.
  • Genetik: Keberadaan dari gen-gen tertentu menimbulkan peningkatan risiko dari penyakit ini.
  • Geografi: Kecenderungan seseorang untuk menderita penyakit ini tampaknya meningkat seraya ia berada semakin jauh dari garis khatulistiwa.
  • Usia: Walaupun bisa terjadi di usia berapa pun, tetapi tampaknya ada 2 kelompok usia yang paling rentan. Pertama adalah anak-anak usia 4 – 7  tahun, dan kedua adalah anak-anak usia 10 – 14 tahun.

Apa Penyebab Diabetes Tipe 2?

Berbeda dengan diabetes tipe 1, para pakar lebih yakin dengan pendapat mereka tentang penyebab diabetes tipe 2. Mereka meyakini bahwa penyebab diabetes tipe 2 adalah sel-sel tubuh Anda yang menjadi kebal (resisten) dan tidak menerima tindakan dari insulin, dan pankreas juga tidak sanggup membuat cukup banyak insulin untuk mengatasi resistensi insulin ini. Akibatnya, gula menumpuk dalam aliran darah sebaliknya daripada dialirkan masuk ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan energi.

Akan tetapi para pakar masih belum yakin apa yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada sel-sel tubuh. Namun mereka berpendapat bahwa faktor genetik dan lingkungan juga memainkan peranan pada perkembangan diabetes tipe 2. Mereka juga sangat erat mengaitkan kegemukan atau obesitas dengan perkembangan diabetes tipe 2—meskipun tidak semua pasien diabetes tipe 2 memiliki bobot badan berlebih.

Baca juga  Noni Juice Sebagai Obat Diabetes Alami

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

Berikut adalah ringkasan dari sejumlah faktor risiko yang diyakini berkaitan dengan penyebab diabetes tipe 2:

  • Berat badan: Kegemukan adalah faktor risiko utama untuk penyakit ini. Semakin banyak jaringan lemak yang Anda punya, semakin kebal juga sel-sel terhadap insulin. Tetapi tidak semua penderita diabetes tipe 2 yang kegemukan.
  • Penyimpanan lemak tubuh: Kalau tubuh menyimpan lemak terutama di perut, maka risiko Anda menjadi lebih besar daripada kalau tubuh menyimpan lemak di tempat lain, misalnya di paha dan pinggul.
  • Tidak aktif: Semakin Anda tidak aktif, semakin besar risiko Anda. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel lebih sensitif terhadap insulin.
  • Riwayat keluarga: Risiko Anda meningkat bila memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2.
  • Usia: Risiko diabetes tipe 2 meninggi seraya Anda bertambah tua, terutama setelah usia 45. Tetapi kasus diabetes tipe 2 juga meningkat pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda.
  • Pradiabetes: Ini adalah kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi daripada normalnya, tetapi belum cukup tinggi untuk dianggap diabetes. Jika dibiarkan, pradiabetes sering kali akan berkembang menjadi diabetes tipe 2.
  • Diabetes gestasional: Kalau Anda menderita diabetes gestasional selama hamil, risiko diabetes tipe 2 akan meningkat. Kalau Anda melahirkan bayi yang bobotnya lebih dari 4 kg, Anda juga berisiko menderita penyakit ini.
  • Sindrom ovarium polikistik: Wanita yang punya sindrom ini biasanya mengalami keluhan berupa menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut tubuh yang berlebihan, dan obesitas. Kondisi ini juga memperbesar risiko diabetes.

Apa Penyebab Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada masa kehamilan. Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi berbagai hormon untuk mempertahankan kehamilan. Hormon-hormon inilah yang membuat sel-sel tubuh Anda jadi lebih resisten terhadap insulin.

Biasanya pankreas merespon kondisi tersebut dengan memproduksi lebih banyak insulin untuk mengatasi resistensi insulin. Tetapi kadang-kadang pankreas tidak dapat terus memproduksi banyak insulin.

Apabila pankreas sudah dalam batas kemampuannya, maka resistensi insulin tidak lagi terbendung. Akibatnya glukosa yang masuk ke dalam sel-sel tubuh terlalu sedikit dan terlalu banyak yang tetap di dalam darah, sehingga terjadilah diabetes gestasional.

Dari penjelasan tersebut, disimpulkan bahwa penyebab diabetes gestasional adalah ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin sehingga resistensi insulin selama masa kehamilan tidak bisa teratasi. Sejumlah faktor risiko yang dikaitkan dengan penyebab diabetes gestasional antara lain:

  • Usia lebih dari 25 tahun: Wanita di atas 25 tahun lebih rentan mengembangkan diabetes gestasional.
  • Riwayat kesehatan pribadi atau keluarga: Risiko Anda meningkat jika memiliki kondisi pradiabetes—kadar gula darah sedikit naik—atau jika ada anggota keluarga, misalnya orang tua atau saudara, yang menderita diabetes tipe 2. Anda juga berisiko bila pernah mengalaminya di kehamilan sebelumnya, bila pernah melahirkan bayi berbobot lebih dari 4 kg, atau bila bayi pernah lahir dalam keadaan mati tanpa sebab.
  • Berat badan berlebih: Anda lebih rentan mengalami diabetes gestasional kalau kegemukan dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30 atau lebih.
Baca juga  Cara Mencegah Diabetes

Masing-masing tipe diabetes memiliki faktor pemicu yang agak berbeda satu sama lain. Namun untuk semakin memahami penyebab diabetes, kami mengajak Anda untuk mengerti bagaimana cara glukosa dan insulin normalnya diproses dalam tubuh.

Bagaimana Cara Kerja Insulin?

Insulin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh kelenjar yang terletak di belakang dan di bawah perut (pankreas). Berikut ini dijabarkan proses kerja insulin.

  • Pankreas mengeluarkan (sekresi) insulin ke dalam aliran darah.
  • Insulin dialirkan dalam aliran darah sehingga memungkinkan gula memasuki sel-sel tubuh.
  • Insulin menurunkan kadar gula di dalam aliran darah.
  • Seraya kadar gula darah menurun, begitu juga sekresi insulin dari pankreas akan menurun.

Jadi bisa disimpulkan bahwa insulin berperan penting agar gula darah digunakan dengan baik dan menjaga kadar gula darah normal tetap stabil.

Bagaimana Peran dari Glukosa?

Glukosa adalah sejenis gula yang menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh yang membentuk otot-otot dan jaringan lainnya. Berikut ini dijelaskan proses kerja glukosa.

  • Glukosa didapat dari 2 sumber utama: makanan dan liver Anda.
  • Gula diserap ke dalam aliran darah, tempat dimana gula memasuki sel-sel tubuh dengan bantuan insulin.
  • Liver Anda menyimpan dan menciptakan glukosa.
  • Apabil kadar glukosa rendah, seperti saat Anda tidak makan dalam waktu lama, organ liver kemudian memecah simpanan glikogen-nya menjadi glukosa untuk menjaga kadar glukosa tetap dalam batas normal.
Dari proses-proses diatas didapatkan kesimpulan bahwa dalam keadaan normal tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi, dan kelebihan glukosa akan disimpan di dalam liver.

Kami melihat benang merah bahwa yang tampaknya memegang peran utama dari ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan kinerja insulin serta glukosa ialah organ pankreas yang tidak sanggup berfungsi baik. Karena itu jika fungsi pankreas bisa diperbaiki maka dampak buruk kondisi diabetes bisa ditekan sekecil-kecilnya. Tapi bagaimana caranya?

Bagaimana Cara Mengembalikan Fungsi Pankreas?

Terapi paling ampuh untuk diabetes, baik tipe 1 maupun 2, adalah dengan mengoptimalkan kembali atau merevitalisasi fungsi pankreas. Bagi Anda yang masih suspect diabetes mungkin mudah berdamai dengan pankreas, menggunakan terapi terbaru revitalisasi fungsi pankreas.

Kabar terakhir, terapi ini bisa menghabiskan jutaan rupiah. Anda siap? Jika tidak pun tak perlu khawatir karena ada beberapa suplemen yang bisa membantu. Salah satu yang terbaik dan sudah teruji secara klinis membantu meregenerasi pankreas penderita diabetes adalah Noni juice.

Noni juice telah melewati berbagai penelitian, dan hasilnya buah ini mengandung proxeronin yang didalamnya terdapat seronin aktif. Apa fungsi seronin? Zat ini secara alami mampu memperbaiki pankreas penderita diabetes, jadi apapun penyebab diabetesnya selama pankreas bisa kembali bekerja optimal, masalah selesai.

Sebuah penelitian oleh Dr. Neil Solomon yang melibatkan 25.314 pengguna Noni juice dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan, hasilnya sebanyak 82 persen pasien diabetes bisa tertolong dengan rutin mengonsumsi Noni juice sebagai obat diabetes alami.

Antioksidannya yang tinggi juga berkhasiat menangkal radikal bebas, dan ini artinya buah ini juga bermanfaat sebagai anti-kanker. Namun tentunya, Noni juice tak dapat bekerja maksimal jika Anda tak bergaya hidup sehat dan berolahraga secara teratur. Jaga berat badan itu penting, baik bagi penderita diabetes tipe 1, tipe 2, maupun diabetes gestasional.

Mengetahui penyebab diabetes adalah salah satu kunci utama untuk mencegahnya. Sebagian besar kasus penyakit ini adalah diabetes tipe 2, yang sebenarnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. Karena itu jika Anda sekarang masih sehat, jangan tunda-tunda untuk mengupayakan gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, rajin olahraga, juga rutin cek kesehatan secara berkala.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.