7 Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah di Sekitar Anda


By Cindy Wijaya

Peredaran darah yang lancar adalah hal penting jika ingin tubuh yang sehat dan terhindar dari banyak penyakit. Sistem peredaran darah Anda mengantarkan oksigen dan nutrisi penting ke semua jaringan dan organ Anda, termasuk jantung, paru-paru, otak, dan semua otot Anda. Untuk membantu mencegah masalah pada aliran darah, ada banyak tanaman obat melancarkan peredaran darah.

Dalam artikel ini akan dikupas 7 tanaman herbal melancarkan peredaran darah. Tetapi ingatlah bahwa konsumsi herbal ini akan benar-benar bermanfaat jika dibarengi dengan gaya hidup sehat. Ini termasuk teratur berolahraga dan tidak merokok.

1. Delima

Tanaman delima memiliki buah yang manis dan berair, yang sangat tinggi kandungan antioksidan polifenol dan nitrat—yang merupakan vasodilator kuat. Vasodilator adalah kemampuan untuk menyebabkan pelebaran (dilatasi) pada pembuluh darah.

Anda bisa mengonsumsi buah delima untuk melancarkan peredaran darah berisi oksigen ke berbagai jaringan tubuh.

Buah ini juga dapat bermanfaat bagi Anda yang gemar berolahraga atau yang banyak bergerak.

Sebuah studi yang melibatkan 19 orang aktif fisik diterbitkan di Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism volume 39(9) tahun 2014. Didapati bahwa mengonsumsi 1000 mg ekstrak buah delima 30 menit sebelum olahraga dapat melancarkan aliran darah, melebarkan diameter pembuluh darah, serta meningkatkan performa olahraga.

Studi lain yang diterbitkan di Plos One volume 11(10) tahun 2016 menunjukkan bahwa konsumsi harian 500 ml jus delima selama atau sebelum latihan beban dapat mengurangi rasa nyeri, kerusakan otot, dan peradangan pada atlet angkat besi.

Cara Konsumsi Delima sebagai Tanaman Herbal Melancarkan Peredaran Darah:

Anda bisa makan langsung buah delima atau dibuat jus. Untuk dimakan langsung, pilih buah delima yang matang lalu potong menjadi dua atau empat, dan gigit biji-bijinya langsung. Atau bisa juga pakai sendok seperti saat Anda makan sereal.

Untuk dibuat jus, Anda bisa masukkan semua biji delima ke dalam blender. Biji delima punya tekstur yang lunak sehingga mudah dihaluskan menjadi jus.

2. Kayu Manis

Kayu manis adalah bumbu dapur yang punya banyak manfaat kesehatan, termasuk sebagai tanaman herbal melancarkan aliran darah.

Pada penelitian dengan subjek hewan (Advanced Pharmaceutical Bulletin volume 4 tahun 2014), kayu manis didapati mampu meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan aliran darah di arteri koroner, yang memasok darah ke jantung.

Subjek hewan yang diberi ekstrak kayu manis 200 mg per kg (91 mg per pon) berat badan setiap hari selama 8 minggu menunjukkan performa jantung dan aliran darah arteri koroner yang lebih baik setelah aktivitas fisik yang melelahkan.

Studi lain (Pharmacognosy Research volume 7 tahun 2015) mendapati bahwa kayu manis efektif menurunkan tekanan darah pada manusia melalui cara melenturkan pembuluh darah. Kemampuannya ini akan melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.

Pada sebuah studi (Nutrition volume 29 (10) tahun 2013) melibatkan 59 penderita diabetes 2, didapati konsumsi 1200 mg kayu manis per hari dapat mengurangi tekanan darah sistolik (angka atas pada tensi) sebanyak rata-rata 3,4 mmHg setelah 12 minggu.

Cara Konsumsi Kayu Manis sebagai Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah:

Anda bisa membuat teh kayu manis. Campurkan kayu manis dengan segelas air hangat, aduk rata, lalu tunggu sampai airnya dingin, kemudian tambahkan madu secukupnya.

Perbandingan antara kayu manis dan madu adalah 2:1, misalnya 2 sendok teh bubuk kayu manis dan 1 sendok teh madu. Anda bisa minum teh kayu manis ini di malam hari sebelum tidur.

3. Buah Noni

Buah Noni (Mengkudu) adalah salah satu pilihan terbaik untuk tanaman herbal melancarkan peredaran darah.

Sebuah studi yang diterbitkan di Amerta Nutrition volume 2 (2) tahun 2018 menunjukkan kemampuan Noni sebagai vasodilator, yaitu untuk melebarkan pembuluh darah sehingga melancarkan aliran darah.

Didapati bahwa kemampuan itu berasal dari senyawa aktif bernama scopoletin di dalam buah Noni. Cara kerjanya adalah dengan mengendurkan otot-otot polos pada dinding pembuluh darah sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.

Kemudian Opinion of the Scientific Committee on Food on Tahitian Noni™ juice menyatakan bahwa di dalam 100 gram produk Tahitian Noni juice terkandung asam amino arginine. Asam amino ini merupakan pendahulu untuk nitrogen monoksida (nitric oxide).

Nitrogen monoksida berfungsi untuk melenturkan pembuluh darah sehingga pembuluh darah melebar dan melancarkan peredaran darah.

Cara Konsumsi Noni sebagai Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah:

Cara paling baik untuk mengonsumsi buah Noni adalah meminum Noni juice (sari buah Noni). Noni juice sudah diolah dalam bentuk minuman herbal siap minum. Untuk mendapat manfaat kesehatannya, Anda bisa meminum Noni juice 50 ml setelah bangun pagi dan 50 ml lagi sebelum tidur malam.

4. Bawang Putih

Bawang putih sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.

Studi menunjukkan bahwa bawang putih, khususnya senyawa sulfur miliknya (termasuk allicin), dapat meningkatkan aliran darah pada jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah melalui cara relaksasi pembuluh darah.

Dalam sebuah studi (Anatolian Journal of Cardiology volume 18(2) tahun 2017) pada 42 orang penderita penyakit arteri koroner, mereka yang konsumsi tablet bawang putih mengandung 1200 mg allicin 2 kali sehari selama 3 bulan mengalami 50% perbaikan peredaran darah yang melalui arteri lengan atas.

Cara Konsumsi Bawang Putih sebagai Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah:

Anda bisa mengonsumsi bawang putih mentah. Geprek dulu bawang putih lalu langsung makan. Anda bisa makan 1 siung bawang putih setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatannya.

5. Bit

Bit mengandung nitrat yang tinggi, yang diubah tubuh Anda menjadi nitrogen monoksida (nitric oxide). Nitrogen monoksida melenturkan pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah ke jaringan-jaringan tubuh.

Karena itu jus bit sering dikonsumsi para altet karena dapat meningkatkan aliran darah berisi oksigen ke jaringan-jaringan otot untuk dapat meningkatkan performa mereka. Ini terlihat pada sebuah studi yang diterbitkan di Nutrients volume 7(4) tahun 2015.

Selain bermanfaat bagi para atlet, bit juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah pada orang lansia yang punya masalah pada peredaran darah mereka.

Dalam sebuah studi (Nutrients volume 9(11) tahun 2017) pada 12 lansia, mereka yang setiap hari mengonsumsi 140 ml jus bit yang tinggi kandungan nitrat mengalami penurunan signifikan pada tekanan darah dan peradangan pembuluh darah.

Cara Konsumsi Bit sebagai Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah:

Bit cocok untuk dijadikan jus. Anda bisa blender 1 buah bit bersama es batu atau air dingin. Setelah itu campurkan madu secukupnya dan aduk rata. Minum jus bit selagi masih dingin.

6. Kunyit

Kunyit sudah menjadi langganan dalam pengobatan tradisional India dan Tiongkok sebagai tanaman obat melancarkan peredaran darah.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam kunyit yang bernama kurkumin membantu meningkatkan produksi nitrogen monoksida, menurunkan stres oksidatif, dan mengurangi peradangan.

Dalam sebuah penelitian (Aging volume 9(1) tahun 2017) pada 39 orang, didapati mengonsumsi 2000 mg kurkumin setiap hari selama 12 minggu menyebabkan peningkatan aliran darah lengan bawah sebesar 37% dan peningkatan aliran darah lengan atas sebesar 36%.

Cara Konsumsi Kunyit sebagai Tanaman Obat Melancarkan Peredaran Darah:

Anda bisa membuat teh kunyit. Rebus 4 gelas air dan tambahkan 1 – 2 sendok kunyit parut atau bubuk. Biarkan mendidih selama 10 menit. Lalu saring air ke dalam gelas atau wadah lain dan tunggu 5 menit. Minumlah teh kunyit ini selagi masih hangat.

7. Jahe

Sama seperti kunyit, jahe adalah bahan pokok dalam pengobatan tradisional India dan Tiongkok selama ribuan tahun. Jahe juga merupakan tanaman obat melancarkan peredaran darah.

Dalam penelitian pada subjek manusia maupun hewan, jahe telah dibuktikan menurunkan tekanan darah tinggi, yang berdampak negatif pada peredaran darah.

Dalam sebuah penelitian (Nutrition volume 36 tahun 2017) pada 4628 orang, mereka yang mengonsumsi jahe paling banyak, 2 – 4 gram per hari, memiliki risiko terendah untuk mengalami tekanan darah tinggi.

Studi pada subjek hewan (Journal of Medicinal Food volume 17(3) tahun 2014) menunjukkan bahwa jahe bekerja dengan cara menghambat ACE, sehingga dapat membuat pembuluh darah menjadi rileks dan menurunkan tekanan darah.

Cara Konsumsi Jahe sebagai Tanaman Herbal Melancarkan Peredaran Darah:

Anda bisa membuat teh jahe. Kupas kulit jahe lalu parut. Kemudian rebus 4 gelas air sampai mendidih. Masukkan parutan jahe ke dalam air mendidih dan biarkan selama 5 – 10 menit. Saring airnya dan teh jahe siap untuk diminum.

Kesimpulan tentang Tanaman Obat Melancarkan Peradaran Darah

Anda bisa mencoba salah satu dari 7 tanaman herbal melancarkan peradaran darah di atas. Namun jangan lupa untuk juga mengupayakan gaya hidup sehat.

Salah satu yang terpenting adalah dengan teratur beolahraga. Karena olahraga merangsang aliran darah dan membantu melebarkan pembuluh darah. Manfaat lainnya, teratur olahraga membuat Anda lebih terhindar dari penyakit jantung.

Di samping itu Anda juga harus berhenti merokok. Merokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang tentunya mengurangi aliran darah ke jaringan dan organ tubuh. Berhenti merokok juga membuat Anda lebih terhindar dari banyak penyakit kronis, termasuk kanker.

Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan berserat tinggi.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang 7 tanaman obat melancarkan peredaran darah. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel bermanfaat lain seputar pemanfaatan herbal dan bahan alami di Deherba.com.

Sumber

Healthline. The 14 Best Foods to Increase Blood Flow and Circulation. URL: https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-increase-blood-flow

Safitri, Arum & Ismawati, Rita. (2018). Efektifitas Teh Buah Mengkudu dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi. Amerta Nutrition 2018: 163-171. URL: http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v2i2.2018.163-171

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>