Resiko Penyakit Jantung Anda Meningkat Karena 13 Penyebab Ini

525
resiko penyakit jantung - penyebab penyakit jantung
Sumber: Shutterstock

Diedit:

Resiko penyakit jantung mengintai kita semua. Menurut Depkes, penyakit jantung menjadi penyebab kedua kematian di Indonesia setelah stroke dan tingkat kasusnya mencapai 12, 9% untuk segala umur. Menurut WHO, jumlah kasus meninggal akibat penyakit jantung di dunia dalam setahun mencapai 17, 5 juta orang atau sekitar 31% dari seluruh kasus kematian.

Ini angka yang patut menjadi catatan bagi kita semua, bahwa penyakit jantung masih menjadi ancaman berbahaya yang perlu kita waspadai bersama. Mengingat keluhan jantung kerap kali tidak disadari sampai kondisi sudah memburuk.

Apalagi ditambah dengan peringatan Depkes yang menyatakan resiko penyakit jantung kini tak lagi melulu hanya tinggi pada kalangan usia manula, tetapi juga mulai merambah pada usia produktif muda.

Siapa yang Memiliki Resiko Penyakit Jantung?

Penyakit jantung sebenarnya memang tidak lagi asing bagi kebanyakan kita. Penyakit ini bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang cukup familier di kalangan masyarakat.

Dan karenanya sejumlah informasi seputar penyebab penyakit jantung sudah tentu demikian akrab di masyarakat awam. Tentu saja kita tak asing dengan sejumlah aspek penyebab penyakit jantung seperti hipertensi, kolesterol, obesitas, rokok, dan lain sebagainya.

Tetapi di luar dugaan, beberapa aspek mengejutkan rupanya juga bisa memberi berpengaruh pada tubuh Anda dan meningkatkan resiko penyakit jantung pada seseorang.

Dan kali ini kita mencoba mengulik lebih dalam apa saja aspek mengejutkan yang ternyata dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda, termasuk menjadi penyebab penyakit jantung

Tinggal di Tempat Tinggi

Siapa yang sangka lokasi topografi dari rumah yang Anda huni dapat mempengaruhi resiko  penyakit jantung. Dikatakan bahwa mereka yang tinggal di kawasan ketinggian memiliki resiko serangan jantung lebih rendah dari mereka yang tinggal di kawasan dataran rendah.

Hal ini dijelaskan dalam Frontiers in Physiology tahun 2017.  Dijelaskan bahwa pakar melihat adanya koneksi positif antara lingkungan kurang oksigen dengan peningkatan sistem metabolisme tubuh, termasuk baik untuk kinerja jantung.

Jumlah Anak

Kejutan lain datang untuk para wanita dan ibu. Bahwa menurut data The journal Circulation tahun 2017, wanita yang hamil dan melahirkan lebih dari 4 kali memiliki resiko penyakit jantung lebih tinggi dari mereka yang hanya hamil dan melahirkan sebanyak 1 kali atau tidak sama sekali.

resiko penyakit jantung - penyebab penyakit jantung
Sumber: Shutterstock

Karena semakin sering wanita hamil, semakin tinggi resikonya untuk mengalami fibrilasi atrium, yakni salah satu bentuk kondisi aritmia atau detak jantung yang tidak beraturan. Pada dasarnya wanita memiliki sejumlah kondisi yang meningkatkan resiko penyakit jantung.

Pada kasus fibrilasi atrium, masalah bersumber pada kinerja sistem saraf jantung. Dan kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab penyakit jantung yang serius di jangka panjang.

Melahirkan Prematur

Dalam ulasan lain pada The Journal Circulation tahun 2017, dikatakan bahwa wanita yang melakukan persalinan prematur memiliki kecenderungan untuk memiliki resiko penyakit jantung lebih besar.

Mereka yang menjalankan persalinan prematur 37 pekan memiliki resiko masalah kardiovaskular hingga 40% dari mereka yang hanya menjalankan persalinan normal.

Dan pada mereka yang melakukan persalinan prematur 32 pekan, tingkat resiko yang dimiliki akan meningkat lagi 2 kali lipat. Ini meningkatkan resiko seseorang mengalami penyakit jantung.

Sejumlah pakar belum menemukan kata sepakat tentang apa kaitan erat antara kasus persalinan prematur dengan masalah kardiovaskular. Dugaan sementara masih berkutat antara efek hormonal, stress dan aspek-aspek lain yang belum dipastikan.

Tidak Rutin Sarapan

Tampaknya mulai sekarang Anda perlu memastikan untuk sarapan setiap pagi sebelum memulai aktivitas. Karena rupanya sarapan bukan hanya baik untuk energi Anda tetapi juga baik untuk jantung Anda.

Baca juga:  Senang Mandi Air Hangat? Awas, Serangan Jantung

Menurut pandangan  the American Heart Association, yang rutin sarapan akan menurunkan resiko penyakit jantung. Semakin baik pola makan Anda di pagi hari dengan menu yang berimbang, semakin baik manfaatnya untuk jantung Anda.

Ada kaitan kompleks antara sarapan yang berimbang dengan kesehatan jantung. Karena mereka yang rutin sarapan sehat akan memiliki kadar gula lebih stabil, kadar kolesterol yang lebih terkendali dan kesehatan metabolisme yang baik.

Seluruh kondisi sempurna yang perlu dipertahankan untuk kesehatan jantung. Sarapan, terutama yang berimbang juga akan membantu mengendalikan banyak aspek radikal bebas yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung.

Merokok Elektronik

Hingga hari ini memang masih banyak perdebatan sejauh mana manfaat rokok elektronik untuk tubuh manusia. Benarkah rokok elektronik lebih baik dari rokok konvensional.

Tetapi sejumlah temuan mulai menguak adanya resiko-resiko yang mungkin muncul akibat rokok elektronik ini. Salah satunya diungkap dalam Journal of American Medical Association  tahun 2017,.

Dikatakan bahwa rokok elektronik memiliki kandungan formaldehid dan aseton yang dapat meningkatkan resiko kesehatan kardiovaskular. Termasuk pula menyebabkan masalah sumbatan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Tidak Memiliki Kepercayaan Diri

Sedikit berkaitan dengan unsur psikologi, mereka yang merasa nyaman dengan tubuh mereka dan penampilan mereka ternyata malah cenderung lebih sehat dan memiliki resiko penyakit jantung lebih rendah. Hal ini dijelaskan dalam the journal Obesity tahun 2017.

Mungkin kebanyakan dari Anda sulit menemukan benang merah di antara aspek kepercayaan diri dan resiko  penyakit jantung. Bagaimana ketidak percayaan diri dapat menjadi penyebab penyakit jantung.

Sebenarnya, masalah ini berlaku pada mereka dengan masalah obesitas. Riset menunjukan mereka yang gemuk tetapi percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri, tak mudah tertekan dan stress karena aspek berat badan.

Ini membuat mereka lebih ringan bergerak dan justru membantu mereka lebih mudah membakar lemak dan akhirnya membantu menjaga kardiovaskular mereka lebih baik.

Pelaku Olahraga Angkat Beban

Dibandingkan kegiatan olahraga kardio yang dikenal baik untuk menjaga kualitas pacu jantung Anda, justru olahraga yang fokus pada pembentukan otot terutama angkat beban akan meningkatkan resiko penyakit jantung.

Hal ini disampaikan dalam the American Journal of Physiology tahun 2016. Dijelaskan bahwa 1 sesi latihan beban dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2 dan masalah kardiovaskular.

Itu sebabnya kemudian disarankan pada Anda untuk melakukan aktivitas kardio, angkat berat dan pembakaran dalam porsi seimbang untuk hasil lebih optimal.

Nyeri Otot Penyebab Penyakit Jantung

Sedikit mengejutkan ketika dikatakan bahwa mereka yang mudah mengalami masalah nyeri otot terutama pada kisaran area tangan dan bahu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung.

Ini dijelaskan dalam  Journal of Occupational and Environmental Medicine tahun 2016. Dikatakan bahwa ada kaitan antara kesehatan otot sebagai salah satu pemicu atau penyebab penyakit jantung.

Dalam informasi ini disampaikan pasien yang mudah mengalami keluhan nyeri otot termasuk nyeri bahu hingga kasus karpal sindrom pada tangan memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah jantung. Kaitan dari kedua kasus tersebut sendiri masih dalam riset lebih lanjut.

resiko penyakit jantung - penyebab penyakit jantung
Sumber : Sunhealthwellbeing.org

Tingkat Pendidikan Rendah

Yang tak kalah mengejutkan adalah fakta baru yang diungkap dalam the International Journal for Equity in Health tahun 2016. Dalam pengungkapan ini ditemukan fakta bahwa mereka dengan level pendidikan tinggi cenderung memiliki resiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Baca juga:  Waspadalah Makan Malam Meningkatkan Resiko Serangan Jantung!

Ini berkaitan dengan efek dari pendidikan terhadap gaya hidup, pola makan dan sikap dalam menghadapi persoalan dan stress. Sejumlah pandangan psikologis memang melihat pendidikan mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang toleran terhadap stress dan tekanan.

Sejumlah pakar juga sepakat dengan pandangan bahwa mereka yang cenderung lebih kuat beribadah dan dekat dengan Tuhan akan memiliki resiko penyakit jantung lebih kecil.

Terserang Flu

Fakta mengejutkan lain datang untuk Anda yang mudah mengalami flu di saat musim dingin datang. Karena dikatakan menderita flu dapat membuat Anda mengalami resiko masalah kardiovaskular setidaknya 1 tahun setelah serangan flu datang.

Hal ini dijelaskan dalam the New England Journal of Medicine tahun 2018. Bahwa ada kaitan erat antara efek infeksi virus influenza dengan masalah kesehatan jantung.

Catatan penting di sini tidak setiap kasus batuk dan pilek yang Anda alami adalah efek dari virus influenza. Dan jenis virus influenza sendiri cukup beragam. Resiko tertinggi akan dialami oleh mereka yang mengalami flu dari virus yang lebih keras.

Mengidap Kanker Payudara

Dalam America Heart Association Scientific Statement tahun 2018 data diungkap bahwa ketika seorang wanita menjalankan kemoterapi pasca kanker payudara justru memiliki resiko penyakit jantung dalam level yang sangat tinggi.

Efek dari radiasi dan pengobatan kanker terhadap sel-sel kanker pada payudara juga melemahkan sel-sel sehat di area dada, termasuk pula sel-sel sehat jantung.

Inilah yang mendorong mereka lebih mudah terserang penyakit jantung. Diperlukan pemulihan hingga 1 tahun untuk mengembalikan ketahan sel pada posisi semula.

Sedang Liburan

Di satu sisi liburan akan membantu seseorang untuk melepas stress. Sementara diketahui bahwa stress adalah salah satu pemantik dan penyebab penyakit jantung.

Bukan hanya penyakit jantung, dipastikan bahwa stress juga berkaitan kuat denganaspek-aspek kondisi lain yang dapat meningkatkan resiko masalah jantung, seperti diabetes dan hipertensi.

Tetapi di sisi lain terbukti bahwa liburan juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Peningkatan ini meski kecil hanya sekitar 4% tetap perlu dimonitor. Dan ada sejumlah penyebab yang mengaitkan kedua kondisi tersebut.

Dugaan utama hal ini disebabkan oleh kebiasaan pasien untuk lupa dengan jadwal makan dan minum obat saat liburan. Kebiasaan untuk makan dengan pola yang tidak sehat juga ditengarai menjadi pemicu. Juga kebiasaan untuk melakukan aktivitas berlebihan akibat terlalu semangat hingga melupakan batasan kemampuan tubuh.

“Me Time” yang Beresiko

Waktu lowong Anda isi untuk menonton serial favorit. Anda bahkan sudah menyiapkan sejumah film atau drama yang Anda download langsung dari channel favorit Anda. bagi sebagian orang ini adalah konsep me time terbaik.

Ketahuilah me time memang diperlukan untuk melepas stress dan efek lelah kerja. Me time akan membantu Anda lebih relaks dan santai termasuk melepas lelah dan stress.

Tetapi me time yang dilakukan dengan hanya duduk bermalasan dalam beberapa jam bukan ide yang baik. Karena ini akan melemahkan kerja otot jantung Anda. ini diungkap dalam American Heart Association Scientific Statement tahun 2016.

Ada banyak faktor dan aspek-aspek sederhana yang tidak diduga memiliki pengaruh terhadap kesehatan kardiovaskular. Mengabaikan hal-hal kecil ini bisa menjadi meningkatkan resiko penyakit jantung atau malah menjadi penyebab penyakit jantung.

Advertisement
Alinesia