Kenapa Serangan Jantung Bisa Terjadi di Usia Muda?

252

Diedit:

Pemberitaan mengenai salah satu tokoh selebriti ternama Indonesia, Mike Mohede, yang meninggal mendadak karena serangan jantung cukup mengejutkan seluruh kalangan masyarakat. Di usianya yang baru menginjak usia 32 tahun, bagaimana serangan jantung bisa terjadi dan menyebabkan kematian yang demikian mendadak?

Selama ini, kita mengenal tokoh Mike Mohede sebagai seorang penyanyi penuh talenta. Yang artinya, secara umum memiliki kualitas napas yang relatif stabil dan panjang. Ini tentu berlawanan arah dengan sejumlah pandangan bahwa penderita penyakit jantung cenderung memiliki napas pendek dan terdengar tersengal.

Tentu tanpa melepas fakta pria ini juga memiliki postur obesitas yang perlu menjadi perhatian, apakah aktivitasnya sebagai penyanyi justru menjadi penyebab samarnya gejala awal keluhan jantung sehingga tidak terdeteksi sejak awal?

Seberapa besar sebenarnya risiko seorang berusia muda mengalami serangan jantung? Apa saja sebenarnya yang menjadi pemicu meningkatnya risiko serangan jantung pada usia muda? Dan bagaimana mengetahui gejalanya dengan lebih jelas?

Diakui dalam laman acsh.org, bahwa seorang dengan usia di bawah 40 tahun sebenarnya cenderung rendah memiliki risiko mengalami serangan jantung mematikan. Hanya saja pandangan ini justru mendorong sebagian besar gejala didiagnosa dengan salah secara medis. Akibatnya kebanyakan kasus memburuk akibat kesalahan prosedur penanganan dan ini memicu sekalinya terjadi serangan jantung, sifatnya menjadi sangat mematikan.

Dalam ulasan Dr. A. Fauzi Yahya, Sp.J.P.(K), FIHA pada bukunya “Menaklukkan Pembunuh No. 1: Mencegah dan Mengatasi Penyakit Jantung Koroner”, diungkap dalam statistik jumlah pengidap jantung di usia dibawah 40 tahun hanya sekitar 3%. Namun faktanya sejumlah kasus kematian karena serangan jantung pada usia muda kini semakin kerap ditemukan, yang menandakan data aktual sebenarnya belum ditemukan.

Secara umum, dikatakan ada sejumlah faktor penyebab kenapa serangan jantung kini mulai merambah kalangan usia produktif muda. Di antaranya seperti:

  • Penyakit Kawasaki

    Penyakit ini terbilang langka, tetapi serangannya bisa cukup mematikan. Penyakit ini menimbulkan efek abses dan inflamasi pada area pembuluh darah. Kadang kerusakan yang terjadi muncul pada sejumlah pembuluh darah vital, termasuk pembuluh darah yang berkaitan langsung dengan aktivitas jantung atau pembuluh koroner. Pembuluh ini yang bekerja membawa bahan sari makanan dan oksigen ke dalam tubuh.

    Akibat terjadinya inflamasi, maka pembuluh darah akan mengalami kesulitan dalam mengalirkan cukup nutrisi dan oksigen menuju seluruh tubuh. Sumbatan ini berakibat fatal hingga doter perlu melakukan sejumlah terapi berkaitan dengan penyembuhan.

  • Hypertrophic Cardiomyopathy

    Sebagian besar kasus serangan jantung yang menimpa usia produktif muda justru disebabkan oleh kasus penyakit Hypertrophic cardiomyopathy. Keluhan ini terjadi akibat perubahan ukuran sel otot pada sistem kardiovaskular. Sifat dari keluhan ini cenderung genetik, sehingga sebaiknya Anda dengan histori keluarga dengan keluhan jantung lebih baik meningkatkan kewaspadaan.

    Kasus ini terjadi karena adanya mutasi pada pada gen dari sel otot kardiovaskular. Perubahan ini menyebabkan otot jantung menjadi lebih tebal, kaku dan mengeras sehingga menghambat fungsi jantung dalam bekerja memompa darah dari dan ke seluruh tubuh.

  • Sindrom Long QT

    Salah satu kondisi penyakit jantung yang berkaitan dengan terbentuknya inflamasi atau peradangan dalam jantung sehingga jantung tidak dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya dan mengalami kekacauan dalam ritme detak jantung. Inflaamasi bisa terbentuk di dalam sel otot jantung atau justru pada jaringan jantung keseluruhan yang kerap pula disebut dengan miokarditis.

    Kekacauan ini memicu jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar, terjadi pengendapan darah di dalam jantung dan inilah yang kemudian memicu terjadinya serangan jantung mematikan.

  • Pembentukan Sumbatan Arteri

    Kebanyakan kasus serangan jantung memang dipicu oleh terbentuknya sumbatan pada pembuluh arteri. Arteri adalah pembuluh utama yang terkoneksi langsung dengan jantung. Ketika terbentuk sumbatan dalam pembuluh arteri, maka jantung akan dipaksa bekerja ekstra demi bisa mendorong darah menuju seluruh tubuh.

    Pada umumnya, kasus sumbatan arteri ini berkaitan erat dengan aspek usia. Karena sumbatan bisa terbentuk karena regenerasi sel yang melambat, penurunan fungsi hati dalam menetralkan lemak dan kolesterol dan sejumlah penurunan fungsi metabolisme lain.

    Namun pada mereka dengan risiko genetik yang tinggi, kebiasaan yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol, kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak, kaya kolesterol dan junk food, malas berolahraga, kurang tidur hingga masalah stress bisa menyebabkan terjadinya masalah pembentukan kerusakan arteri atau penurunan fungsi jantung.

Baca juga:  Waspadalah Makan Malam Meningkatkan Resiko Serangan Jantung!

Sejumlah kasus serangan jantung pada usia muda juga bisa dipicu oleh pola hidup tidak seimbang, seperti berolahraga berlebihan di saat tubuh kurang beristirahat. Inilah yang kerap menyebabkan munculnya serangan jantung justru terjadi di saat pasien menjalankan olahraga.

Cara terbaik untuk mencegah serangan jantung mendadak terjadi adalah dengan menyadari kondisi Anda sejak dini. Semakin awal Anda menyadari kondisi Anda, semakin dini pula Anda bisa melakukan terapi pencegahan dan penanganan untuk mencegah serangan jantung yang mematikan terjadi.

Masalahnya, banyak dokter yang cenderung tidak melakukan diagnosa dengat tepat, mengingat kasus jantung yang relatif jarang pada kalangan muda. Beberapa pasien mengaku sempat didiagnosa dengan beragam penyakit mulai dari sejenis batuk dan flu sampai keluhan alergi. Beberapa pasien juga sempat mengaku didiagnosa mengalami keluhan lambung karena beberapa jenis keluhan jantung juga menunjukan keluhan nyeri pada lambung.

Itu sebabnya, penting untuk Anda menelusuri riwayat kesehatan keluarga Anda. Pastikan bagaimana histori keluarga terkait penyakit jantung, termasuk adakah keluarga dekat dalam 1 garis keturunan yang mengalami masalah jantung atau justru meninggal karena jantung.

Bagi Anda dengan riwayat penyakit jantung secara genetik, maka beberapa gejala perlu segera Anda waspadai. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  • Tarikan napas yang terasa tidak lega dan dada yang kadang seperti terhimpit.
  • Bagian sisi dada kiri hingga lengan kiri yang terasa kebas, semutan hingga linu.
  • Kerap berkeringat dingin di malam hari.
  • Tubuh yang terasa mudah lelah dan tersengal untuk aktivitas fisik,
  • Anda mengalami kesulitan berkonsentrasi serta mudah merasa pening hingga migrain.
  • Muncul keluhan nyeri lambung yang tidak teratasi oleh terapi obat lambung biasa.

Jumlah kematian karena serangan jantung di usia muda memang relatif kecil, tetapi dengan seiring berjalannya waktu tampak adanya peningkatan signifikan. Dan penting untuk Anda meningkatkan kewaspadaan demi mencegah serangan jantung yang mendadak.

Baca juga:  Resiko Penyakit Jantung Anda Meningkat Karena 13 Penyebab Ini

Anda bisa melakukan terapi pencegahan dengan memperbaiki pola hidup Anda. Mulai dari memperbaiki aktivitas Anda dengan menjaga keseimbangan antara waktu istirahat, tingkat stress dan aktivitas fisik. Perbaiki pola makan Anda dengan menjaga keseimbangan asupan dengan memperbanyak sayuran, buah dan protein dibandingkan asupan lemak, karbohidrat, serta gula.

Beberapa jenis asupan bisa membantu Anda meningkatkan daya tahan Anda terhadap risiko serangan jantung, salah satunya dengan mengasup Noni juice yang kaya akan sejumlah anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Advertisement
Alinesia