PMS: Penyebab Wanita Jadi Sensitif Sebelum Menstruasi

860

Diedit:

Jika Anda seorang wanita dan merasa gampang marah atau sedih, sakit badan, serta berperilaku tidak biasa selama beberapa hari sebelum menstruasi, ini bisa jadi adalah gejala PMS. Menurut situs kesehatan MayoClinic.org, diperkirakan 3 dari 4 wanita yang sedang menstruasi mengalami PMS. Apa yang menyebabkan PMS dan apa saja gejalanya? Mari kita bahas jawabannya.

PMS (premenstrual syndrome/sindrom pramenstruasi) mempengaruhi sekitar 75 persen wanita, dan wanita yang berusia 20 tahun akhir sampai 30 awal cenderung mengalami gejala PMS yang lebih parah. Adakalanya gejala tersebut terjadi berulang dalam pola yang bisa diprediksi dan mulai terasa dari 5-11 hari sebelum menstruasi.

Apa Saja Gejala yang Dialami Wanita Saat PMS Terjadi?

Siklus menstruasi rata-rata berlangsung selama 28 hari, dan proses ovulasi (pelepasan sel telur oleh ovarium) terjadi pada hari ke-14 dari siklus tersebut. Proses menstruasi/perdarahan terjadi pada hari ke-28 dari siklus tersebut. Gejala PMS biasanya terjadi mulai dari hari ke-14 dari siklus tersebut dan berlangsung sampai 7 hari setelah proses menstruasi/perdarahan dimulai.

Anda mungkin merasakan gejala PMS yang ringan, namun beberapa orang lain merasakan gejala yang cukup berat. Hal ini dikarenakan gejala PMS berbeda setiap orangnya.

Beberapa gejala PMS yang sering dirasakan:

  • Mengidam makanan tertentu
  • Sembelit dan diare
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Gampang marah, sedih, gelisah, hingga depresi
  • Perubahan pola tidur
  • Gampang lupa

Gejala PMS berkaitan dengan kondisi fisik:

  • Nyeri sendi atau otot
  • Perut kembung atau nyeri
  • Munculnya jerawat lebih dari biasanya
  • Kelelahan berlebih
  • Sakit kepala
  • Berat badan bertambah
  • Nyeri pada payudara
  • Sembelit atau diare

Apa Penyebab Terjadinya PMS?

Meski penyebab pasti PMS belum diketahui, namun beberapa faktor diyakini berkontribusi dalam kondisi ini, yaitu:

1Perubahan hormon. Tanda dan gejala PMS dapat terjadi seiring dengan perubahan hormon, serta dapat hilang setelah menopause atau ketika seorang wanita hamil.

2Perubahan neurotransmiter otak. Serotonin—salah satu neurotransmiter otak, diyakini memegang peranan penting dalam kondisi mood Anda. Kadar serotonin yang kurang dapat menyebabkan depresi, kelelahan berlebih, mengidam makanan, dan gangguan tidur.

3Stres. Meski tidak menyebabkan PMS, stres dapat memperburuk beberapa gejala PMS yang Anda alami.

4Pola makan yang buruk. Beberapa gejala PMS dihubungkan dengan asupan vitamin dan mineral yang rendah. Makanan yang mengandung garam tinggi memicu penumpukan cairan, dan minuman berkafein atau beralkohol dapat mempengaruhi mood dan energi seseorang. Kedua hal tersebut berpotensi menyebabkan gejala PMS.

Setelah mengetahui gejala dan penyebab PMS, Anda bisa jadi berpikir bagaimana cara menanggulanginya. Walaupun PMS tidak mudah disembuhkan, tapi Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk mengurangi gejalanya. Dan salah satu cara yang aman adalah dengan mengonsumsi Noni juice.

Noni juice dapat meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, dan hal ini sudah terbukti baik secara empiris maupun klinis. Selain itu, kandungan bahan aktifnya (mencakup vitamin dan mineral) yang seimbang juga bermanfaat untuk mengatasi gejala PMS.