PMS? Enggak Lagi Tuh, Kan Minum Noni Juice

475

Diedit:

Sindroma pre-menstrual merupakan kondisi normal yang dialami hampir setiap wanita. Pada setiap siklus hormonal bulanan, wanita akan cenderung mengalami perubahan-perubahan psikologi dan fisik yang mengganggu ini. Dampaknya dirasakan bukan hanya oleh si wanita, tetapi kadang oleh orang-orang di sekitarnya.

Bagaimana tidak, setiap kaum hawa ini mulai marah-marah atau mengeluh, sindroma inilah yang dijadikan ‘kambing hitam’-nya. Gejala-gejala PMS biasanya muncul seminggu atau dua minggu sebelum datangnya siklus bulanan, dan akan menghilang dengan sendirinya begitu menstruasi datang.

Gejala PMS sebenarnya lebih luas daripada hanya perubahan mood. Gejala lainnya meliputi: buah dada yang terasa agak membesar dan mengeras, mudah lelah dan sulit tidur, kembung hingga konstipasi, sakit kepala, selera makan yang meningkat, nyeri pada persendian, mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi dan memburuknya daya ingat, dll.

Beberapa Tips Menangani PMS

Terapkan pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, pilih makanan yang sehat, hindari rokok, dan kurangi stres. Selain itu, hindarilah garam, gula, kafein, dan alkohol yang berlebihan. Pastikan agar kebutuhan tubuh Anda akan vitamin dan mineral cukup.

Cara Umum Mengatasi Nyeri Haid

Selama ini, untuk mengatasi keluhan nyeri haid kita terbiasa mengonsumsi beberapa obat-obatan pereda nyeri atau analgesik. Atau kemudian dalam perkembangannya juga dimanfaatkan beberapa jenis obat dalam golongan Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). Jenis obat-obatan dalam kategori NSAIDs ini bekerja sebagai analgesik yang lebih kuat dari jenis analgesik biasa.

Kadang, ketika dirasa NSAIDs tidak cukup efektif menekan rasa nyeri, NSAIDs ini diresepkan bersama dengan pemberian pil kontrasepsi.  Standar terapi untuk nyeri haid ini dijelaskan pula dalam jurnal The Chochrane Database of System Reviews tahun 2001 dengan tajuk Combined oral contraceptive pill (OCP) as treatment for primary dysmenorrhoea.

Tentu saja kebijakan medis dengan memberikan terapi semacam ini pada penderita dysmenorrhoea  bukan tanpa resiko. Ada sejumlah resiko yang perlu Anda perhatikan terkait dengan pemberian terapi anti nyeri semacam ini.

Baca juga:  Jika Anda Sedang PMS, Bacalah Cara Mengatasi Nyeri Haid Ini!

Pemberian NSAIDs dalam jangka panjang atau pemberian rutin akan meningkatkan resiko penyakit gasthritis dan gastrointestinal atau dalam kata lain keluhan lambung dan usus. Sedang pemberian pil kontrasepsi masih cukup meragukan mengingat beberapa pandangan yang melihat resikonya terhadap kesuburan bila diberikan pada wanita yang sebelumnya belum pernah melahirkan.

Pilihan Suplemen yang Tepat untuk PMS

Kandungannya bahan aktifnya yang seimbang, yang terdiri dari vitamin, mineral, dan co-faktor bagi fitokimia lainnya dapat bermanfaat untuk mengatasi gejala-gejala PMS. Misalnya, salah satu penyebab PMS adalah defisiensi akan zat magnesium dan kalsium.

Penelitian menunjukkan bahwa penderita PMS yang meningkatkan asupan magnesium dan kalsium-nya berhasil memperbaiki gejala fisik dan emosi PMS yang ia alami. Buah Noni adalah suplemen makanan yang kaya akan kedua zat itu.

Selain itu, Noni juga kaya akan vitamin A, B (termasuk vitamin B-12 yang jarang ada), C, E, zat besi, natrium, kalium, zinc, dan 17 asam amino lainnya. Selain itu, ada bahan-bahan aktif lain yang bisa meringankan gejala PMS, seperti: terpenoid, fungisida, adaptogen, glikosida, polisakarida, bahkan xeronin.

Xeronin memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengatur berbagai protein tubuh, mengaktifkan enzim-enzim yang tidak aktif, dan meningkatkan fungsi sel.

Belum pernah ada suplemen alami lain yang memiliki kombinasi selengkap itu yang bisa membantu meregulasi fungsi tubuh kita. Untuk membuktikannya, Anda dapat mencobanya selama beberapa waktu untuk merasakan efek terapetiknya.

Advertisement
Alinesia