Perkembangan Kanker: Dapatkah Dihentikan?

240
Perkembangan Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Perkembangan Kanker — Bagaimana ini terjadi? Berapa banyak penduduk Indonesia yang mengalami serangan kanker setiap tahunnya? Mengapa situasi ini perlu diperhatikan?

Simak selengkapnya dalam artikel berikut! Sehingga Anda dapat lebih memahami bagaimana invasi kanker dalam tubuh Anda. Ayo segera cari tahu dampaknya sekarang!

Mungkinkah untuk Menghentikan Perkembangan Kanker?

Pada hari kanker sedunia tanggal 4 Februari 2019, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turut memperingati hari kanker tersebut.

Tema tahun ini ialah “I am and I will”, tema tersebut mengajak kita semua untuk menjalani peran dalam mengurangi beban akibat serangan kanker yang dialami penderitanya.

Indonesia menduduki urutan ke-8 se-Asia Tenggara dan urutan ke-23 se-Asia dengan angka kejadian kanker sebesar 136.2 / 100.000 penduduk.

Dari angka tersebut ditemukan adanya 19,4 / 100.000 pria Indonesia yang mengalami serangan kanker paru-paru. Angka kematian diperkirakan mencapai 10,9 / 100.000 penduduk yang mengalami kanker paru.

Tak hanya kanker paru saja, ditemukan ada sekitar 12,4 / 100.000 pria Indonesia yang juga mengalami kanker hati. Angka kematian diperkirakan mencapai 7,6 / 100.000 penduduk yang mengalami kanker hati. Bagaimana dengan kasus kanker pada wanita?

Ada sekitar 42,1 / 100.000 wanita yang mengalami serangan kanker payudara dengan angka rata-rata kematian mencapai 17 / 100.000 penduduk. Belum lagi kanker serviks atau leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Lalu bagaimana perkembangan kanker secara keseluruhan?

Berdasarkan data Riskesdas, perkembangan kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan. Semula di tahun 2013 terdapat 1,4 / 1000 penduduk menjadi 1,79 / 1000 penduduk di tahun 2018.

Berdasarkan wawancara Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013 didapati adanya peningkatan perkembangan serangan kanker pada penduduk Indonesia sebesar 1,4%.

Sampai Dimana Perkembangan Kanker di Indonesia?

Pola hidup yang baik tentu dapat menekan perkembangan kanker agar tidak mencapai taraf yang serius. Namun sayangnya di Indonesia budaya konsumsi makanan tidak sehat masih digemari, tak hanya karena alasan finansial semata.

Terlebih masih banyak yang senang melakukan kebiasaan tidak sehat, seperti konsumsi alkohol secara berlebihan hingga merokok tanpa terkendali. Belum lagi aktivitas seksual yang dilakukan secara liar, masih marak terjadi dikalangan remaja usia belasan hingga dewasa. Kondisi memprihatinkan ini turut meningkatkan risiko serangan kanker.

Sekalipun kanker bukanlah penyakit menular, bukan berarti Anda dapat mengabaikan keberadaannya begitu saja. Mengingat sudah banyak penduduk Indonesia yang telah kehilangan nyawa karena hal tersebut. Maka tugas kita semua untuk melindungi satu sama lain dari serangan kanker yang mematikan. Bagaimana dengan Anda?

Baca juga:  Penderita Kanker: Tips Praktis yang Perlu Anda Upayakan

Upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dapat merugikan akibat serangan kanker? Partisipasi sederhana dapat berdampak besar bagi kesehatan penduduk Indonesia. Misalnya dengan menghentikan kebiasaan merokok dan aktivitas seks ilegal. Mengapa merokok menjadi salah satu faktor yang berbahaya?

Kebiasaan Merokok Tingkatkan Risiko Serangan Kanker

Banyak perokok melakukan aktivitas merokok untuk melepaskan penat, lantaran kondisi dan situasi berat yang mungkin mereka hadapi. Adapula yang memang merasakan nikmatnya tembakau olahan tersebut. Tampaknya tak ada yang salah dengan aktivitas ini. Namun, dimana Anda merokok dapat memengaruhi kondisi kesehatan orang lain.

Misalnya, sebut saja Anda merokok di kendaraan bermotor milik Anda sendiri. Tampaknya tak ada yang salah, namun debu yang bertebangan dapat membahayakan orang lain di belakang anda. Terlebih jika terdapat bara api yang belum terbakar habis pada kertas rokok. Namun, dampaknya dalam meningkatkan perkembangan kanker ada pada asapnya.

Seseorang yang merokok di tempat umum seperti angkutan umum dapat secara perlahan-lahan menimbulkan kerugian bagi penumpang lainnya. Sebagai perokok, Anda mungkin berpikir “saya cuma sekali-kali merokok”. Namun, bayangkan jika ini juga dilakukan oleh orang lain. Tentu, bagi penumpang lain ini bukan sesekali saja.

Merokok dapat meningkatkan risiko serangan kanker paru-paru bagi perokok ataupun orang yang menghirup asap rokok tersebut. Jika Anda tak mengalami serangan kanker paru, kebiasaan ini juga dapat menimbulkan risiko serangan penyakit lain yang sama berbahayanya. Ketahuilah bahwa Anda dapat memilih untuk berhenti merokok.

Aktivitas Seksual Tingkatkan Risiko Serangan Kanker

Melakukan aktivitas seksual dapat menyenangkan apabila dilakukan dengan pasangan yang sah dalam ikatan pernikahan. Hal ini dapat mempererat hubungan Anda dan pasangan, seraya komunikasi terjadi saat berhubungan intim. Sayangnya hal ini tidak terjadi sewaktu Anda melakukan hubungan seksual ilegal dan dapat merugikan.

Banyak pria yang masih memandang wanita dengan paras cantik sebagai objek seksual belaka. Namun, perlu diingat bahwa kita adalah manusia yang diberkahi dengan akal sehat dan budi pekerti. Tentu Anda dapat memilih untuk menjadi pria yang sanggup merespek wanita, memandang mereka layaknya adik atau kakak perempuan, bahkan ibu sendiri.

Tak hanya berisiko meningkatkan potensi serangan penyakit menular seksual. Hubungan seks yang dilakukan secara tidak sah dapat berpotensi meningkatkan perkembangan kanker serviks, kanker rahim, kanker mulut, kanker anus, hingga kanker penis. Tentu, jika Anda memikirkan potensi berbahaya ini — Anda akan lebih berhati-hati.

Baca juga:  Sarang Semut Papua Tumpas Kanker!

Sekalipun kanker bukanlah penyakit menular, namun aktivitas seksual yang dilakukan bukan pada pasangan dengan ikatan pernikahan yang sah dapat menyebabkan kanker. Hal ini terjadi jika Anda mengalami infeksi bakteri atau virus tertentu. Misalnya; infeksi Human Papilloma Virus. Jika Anda sayang diri sendiri, Anda tak akan melakukan seks bebas.

Pahami Stadium Kanker — Hentikan Serangannya!

Perkembangan kanker juga dapat diperhatikan dengan memahami stadium kanker. Jika Anda memahaminya, diharapkan agar tidak menunda setiap pengobatan yang perlu dijalani. Sekarang mari kita perhatikan beberapa stadium kanker yang ada dan potensi pengobatannya. Sehingga kanker tidak berkembang terlalu parah.

Mengapa penting untuk mengetahui stadium kanker? Karena dengan mengetahui stadium knker, maka dokter dapat memahami tingkat keganasan serangan kanker dalam tubuh Anda. Juga seberapa besar peluang hidup yang Anda jalani. Stadium kanker akan sangat membantu dokter dalam memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jika kanker baru tumbuh untuk pertama kalinya dan belum ditemukan adanya penyebaran menuju jaringan sel lainnya, maka kondisi Anda masuk dalam kategori kanker stadium 0. Klasifikasi ini memungkinkan Anda untuk melakukan operasi pengangkatan kanker dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

Sedangkan kanker masuk dalam stadium 1 jika ukuran terlihat kecil dan seringkali tidak menimbulkan gejala apapu pada penderitanya. Sel kanker juga belum mengalami penyebaran menuju bagian tubuh lainnya. Untuk Anda yang mengalami stadium ini, masih dapat di bantu dengan operasi, radioterapi, kemoterapi, ataupun terapi hormon.

Apabila sel kanker tumbuh lebih besar sekalipun belum ada penyebaran menuju organ lainnya, maka serangan kanker telah mencapai stadium 2. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan masih sama, yaitu; operasi, radioterapi, kemoterapi, ataupun terapi hormon. Namun perlu diperhatikan, jika tidak segera ditangani dapat mencapai stadium lainnya.

Pada saat sel kanker mencapai stadium 3, maka tak hanya ukurannya saja yang telah membesar. Penyebaran sel kanker menuju kelenjar getah bening juga telah terjadi, sekalipun belum terjadi penyebaran menuju organ tubuh lainnya. Lain halnya dengan stadium 4 dimana penyebaran kanker telah mencapai seluruh organ lainnya.


Kementerian Kesehatan RI. Hari Kanker Sedunia 2019. 31 Januari 2019. URL: http://www.depkes.go.id/article/view/19020100003/hari-kanker-sedunia-2019.html.


Advertisement
Alinesia