Peradangan Kulit: Dermatitis Atopik, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Dermatitis Atopik? Ini adalah penyakit eksim yang terjadi bersamaan dengan serangan asma maupun Hay fever (radang selaput lendir pada hidung) dan sering menimpa anak-anak dibawah 5 tahun dengan persentase 10-20%, walau demikian orang dewasa juga berpotensi mengalami hal yang sama. Penyakit ini memang digolongkan dalam jenis penyakit kronis, artinya dapat berlangsung terus-menerus atau bertahan lama (sering kambuh dan seolah sembuh).

Penyebab Dermatitis Atopik

Ada beberapa faktor yang turut menimbulkan eksim, seperti:

Kondisi kulit kering dan iritasi, hal ini menyebabkan kulit tidak dapat maksimal dalam memainkan peranannya sebagai pelindung tubuh terhadap bakteri ataupun zat yang dapat memicu reaksi alergi (alergen). Selain itu, munculnya variasi gen tertentu yang memengaruhi fungsi perlindungan kulit juga menjadi penyebab Dermatitis Atopik.

Juga, gangguan pada sistem imun (kekebalan tubuh). Belum lagi munculnya serangan bakteri Staphylococcus aureus yang menghasilkan lapisan penghalang bagi kelenjar keringat, tentu akibat dari kondisi lingkungan yang buruk.

Gejala Dermatitis Atopik

Bila Anda merasa gatal—khususnya pada malam hari. Muncul benjolan kecil berisi cairan yang mudah pecah dan menimbulkan kerak atau bercak berwarna merah-keabuan, lalu membengkak saat tergores. Kulit tampak tebal, kering, bersisik, dan kasar. Ini terjadi pada lipatan tubuh seperti: kulit kepala, wajah, kelopak mata, leher, tangan, pergelangan tangan, siku lengan, dada bagian atas, siku lutut, pergelangan kaki, dan kaki.

Segera bawa pasien ke dokter jika timbul rasa sakit tak tertahankan pada kulit yang terinfeksi dan timbul koreng atau nanah. Kondisi lain yang juga mengharuskan pasien mendapatkan perawatan lebih lanjut ialah saat penglihatan mulai terpengaruh dan mengalami demam.

Pengobatan Dermatitis Atopik

Untuk dapat mengatasinya dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga tahunan, mengingat kondisinya sering kambuh-sembuh. Maka pengobatan hanya bersifat meringankan kondisi pasien dan mengontrol perkembangan maupun jangka waktu kekambuhannya.

Baca Juga:  Peradangan Kulit: Dermatitis Perioral, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Hal ini dilakukan dengan salep atau krim kortikosteroid topikal yang harus diperoleh berdasarkan resep dokter, karena dapat menyebabkan iritasi jika digunakan sembarangan. Adapula obat yang disebut dengan inhibitor kalsineurin yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan hanya digunakan saat pengobatan lain tidak berhasil mengatasi penyakit ini, karena dapat menimbulkan efek samping.

Antibiotik yang diminum untuk mengurangi infeksi bakteri pada kulit—khususnya pada luka terbuka juga diberikan dokter. Obat antihistamin untuk diminum juga membantu mengatasi gatal dimalam hari dan membuat Anda mengantuk sehingga dapat tidur nyenyak.

Phototherapy atau terapi cahaya juga dapat menjadi alternatif pengobatan.

Pada kasus yang parah seringkali dokter memberikan suntikan obat kortikosteroid, namun tidak dapat digunakan dalam jangka panjang karena efek samping yang serius. Anda dapat melanjutkannya dengan menggunakan pelembab obat yang dapat mencegah kekambuhan setelah penggunaan obat kortikosteroid.

Perawatan bagi anak-anak dapat berupa pemberian salep, krim, lotion, atau pelumas kulit bayi. Kemudian, hindari suhu yang ekstrim dan iritasi.

Pencegahan Dermatitis Atopik

Menjaga kebersihan adalah cara terbaik untuk mencegahnya, namun jika ini sudah terjadi Anda hanya dapat mencegah terjadinya kekambuhan. Hal ini dilakukan dengan mengamati dan menghindari pemicu Dermatitis Atopik. Mandi dengan air hangat dan sabun yang tidak menyebabkan kulit kering (gunakan hanya pada lipatan tubuh) selama 10-15 menit. Keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk handuk pada kulit, lalu gunakan pelembab tubuh.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}