Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Rahim Ilustrasi Kanker Rahim

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Rahim

Kanker rahimmerupakan jenis penyakit kanker yang khusus menyerang lapisan sel-sel pembentuk dinding rahim. Pada dasarnya terdapat dua jenis alpisan sel pada rahim, yakni lapisan endometrium atau lapisan dinding permukaan rahim dimana sifat selnya mudah membentuk massa darah untuk kemudian luruh pada periode tertentu sebagaimana mekanisme haid, sedangkan sel lain adalah sel ligamen yakni lapisan dinding luar yang membentuk dinding rahim.

Kanker rahim bisa muncul pada kedua bagian sel, sehingga kemudian dikenal dua jenis kanker rahimyakni kanker endometriumatau kanker karsinoma dan kanker sarkoma yang terbentuk pada ligamen. Untuk jenis kanker kedua ini tergolong sangat rendah kasusnya dibandingkan kasus kanker endometrium.

Sebagai salah satu penyakit kanker yang menyerang area genital, kanker rahim memang masih belum mampu menyamai tingginya kasus kanker serviks, baik itu di dunia maupun di Indonesia sendiri. Namun ada fakta yang mengatakan bahwa setidaknya 30% kasus kanker rahim bersifat sekunder dan datang dari perkembangan kanker serviksstadium akhir.

Penyakit kanker rahim ini menduduki posisi keenam dalam daftar kanker yang paling sering menyerang wanita. Berdasar data di tahun 2012, dikatakan kanker rahim sudah menyerang pada lebih dari 300 ribu wanita. Sedangkan di Indonesia sendiri, penyakit ini memang tidak masuk 10 besar kanker yang paling sering diderita.

Penyakit ini juga lebih banyak menyerang pasien pada usia di atas 50 tahun atau pada masa paska-menopause. Sedangkan setidaknya 25% sisanya berasal dari pasien pada usia pra-menopause dan peri-menopause, atau pada usia kisaran di atas 35 tahun.

Penyebab Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim sampai sejauh ini masih belum bisa dipastikan. Masih banyak perdebatan di kalangan medis perihal bagaimana pasien mengalami kondisi kanker rahim. Pasalnya kasus keberadaan kanker rahim sendiri juga tidak bisa dideteksi awal sebagaimana halnya dengan kanker serviks atau kanker leher rahim yang biasanya ditandai dengan pembentukan pra-kanker dari efek infeksi HPV.

Namun beberapa kondisi dalam tubuh bisa menjadi pemicu munculnya sel kanker pada dinding rahim. Dan kondisi-kondisi penyebab kanker rahim tersebut antara lain:

  • Ketidakseimbangan hormonal

    Beberapa riset menunjukan adanya kaitan erat mereka yang terpapar hormon estrogen secara berlebihan ternyata memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan kanker rahim. Secara alami tubuh wanita menghasilkan dua jenis hormon utama, yakni hormone estrogen dan progesteron, selain adanya sejumlah kecil hormon androgen macam hormon testosterone yang fungsinya hanya sebagai penyeimbang. Ketidak seimbangan hormonal dimana estrogen lebih mendominasi akan memicu kondisi tidak normal dalam rahim dan pada akhirnya menjadi habitat nyaman bagi sel kanker.

  • Belum pernah hamil

    Pada masa kehamilan, kondisi rahim didominasi oleh hormon progesteron. Dengan demikian, setidaknya dalam rahim tersisa jejak-jejak progesteron yang kuat, meski pada masa menopause hormone progesteron mulai berkurang produksinya. Bagi mereka yang tidak pernah hamil, kurangnya paparan progesteron menurunkan ketahanan rahim terhadap munculnya sel tumor dan sel kanker.

  • Menstruasi dini dan menopause akhir

    Beberapa orang mengalami menstruasi pada usia belum genap 12 tahun dan masih mengalami haid meski sudah menginjak usia 60 tahun. Mereka yang mengalami kondisi ini, akan lebih kerap terpapar estrogen dalam jumlah besar sebagai efek dari mekanisme penebalan endometrium pada masa menjelang haid. Jejak paparan estrogen yang berkepanjangan inilah yang memicu munculnya kanker rahim.

  • Pernah memiliki riwayat miom dan kista pada rahim

    Beberapa orang memiliki riwayat mengalami pertumbuhan miom, kanker atau endometriosispada rahim mereka. Kadang kondisi ini memang bisa hilang dengan sendirinya atau melalui proses terapi khusus. Namun ketika rahim kerap mengalami kondisi pertumbuhan abnormal macam ini, bisa jadi pada akhirnya terbentuk sel abnormal pada dinding rahim.

  • Kegemukan

    Masalah hormonal juga erat kaitannya dengan kegemukan. Mereka yang gemuk dan memiliki tumpukan lemak pada area perut dan panggul juga memiliki kerentanan mengalami ketidak seimbangan hormonal yang pada akhirnya bisa menjadi penyebab kanker rahim.

  • Menjalankan terapi hormonal

    Beberapa penyakit memang dapat diatasi dengan menjalankan terapi hormonal. Karena kenyataannya beberapa penyakit muncul karena ketidak seimbangan hormonal. Dan untuk itu kadang dibutuhkan asupan estrogen dalam porsi besar, misalkan pada pengidap penyakit PCOS. Terapi ini kadang malah bisa memicu munculnya kanker rahim, terutama karena pada kondisi PCOS sendiri pasien akan mengalami penumpukan kista kecil pada ovarium. Terapi hormonal untuk kanker payudarajuga bisa meningkatkan risiko kanker rahim.

  • Tingginya kadar toksin dan oksidan yang terpapar pada rahim

    Mereka yang terbiasa mengkonsumsi minuman bersoda, alkohol, rokok, makanan dengan andungan pengawet dan pemanis buatan serta senyawa-senyawa kimiawi berbahaya memiliki risiko tinggi mengalami pertumbuhan sel abnormal dan salah satu organ yang terbilang cukup rentan adalah rahim karena kondisi ini dibumbui oleh masalah asam basa dalam rahim yang bisa mempengaruhi pola pertumbuhan sel dinding.

Gejala Kanker Rahim

Kebanyakan kasus kanker rahim memang mampu dideteksi lebih awal karena gejalanya yang mudah dikenali. Berbeda dengan kanker serviks yang kerap menampakan gejala samar, justru gejala kanker rahim terbilang lebih spesifik.

9 dari 10 kasus kanker rahim ditandai dengan perdarahan. Adanya kerusakan sel pada dinding rahim atau endometrium akibat serangan sel kanker terhadap sel sehat pada endometrium menjadi penyebab terbentuknya peluruhan dinding rahim, kondisi yang menyerupai proses haid.

Dalam mekanisme haid, proses pembentukan massa darah dan peluruhan ini memang terjadi, tetapi ketika sel kanker muncul pada dinding rahim, proses ini terjadi diluar mekanisme haid, bahkan tanpa disertai pelepasan sel telur oleh ovarium.

Hal ini juga diakui oleh lembaga riset kanker Inggris Cancerresearch.UK yang menganggap perdarahan yang keluar dari vagina merupakan gejala kanker rahim yang paling mudah dikenali. Apalagi kebanyakan pasien kanker rahim adalah mereka pada usia menopause yang seharusnya tak lagi mengalami haid dan tak sepatutnya mengeluarkan darah lagi dari vagina.

Mereka yang masih dalam usia subur namun mengalami kondisi kanker rahim biasanya juga mengalami perdarahan vagina. Perdarahan akan terjadi di luar siklus haid mereka. Kadang perdarahan ini sangat khas karena muncul dalam volume yang lebih banyak dari volume haid biasa, hal ini terutama terjadi pada pasien pada usia premenopause.

Harus diakui tidak lantas setiap kasus perdarahan vagina bisa dipastikan sebagai kanker rahim. Karena kasus perdarahan vagina sendiri bisa menjadi penanda kasus lain, termasuk kanker serviks, peradanganpada serviks atau masalah pada ovarium.

Selain itu, munculnya perdarahan pada vagina ini juga tidak lantas menandakan kondisi sel kanker sudah pada stadium akhir. Pada stadium awal sekalipun sel kanker sudah bisa menyerang sel dinding rahim yang sehat dan menyebabkan munculnya perdarahan pada endometrium. Ini karena sifat khas dari sel dinding rahim dimana mudah terbentuk massa darah di dalamnya.

Pada kasus kanker sarkoma dimana serangan tertuju pada ligamen, memang kecenderungan untuk terjadi perdarahan tidak setinggi kasus kanker endometrium. Tetapi kadang efek dari kerusakan sel ligamen rahim juga bisa menyebabkan perdarahan meski tidak sebanyak efek dari kanker endometrium.

Gejala kanker rahim lain yang khas adalah rasa nyeri yang muncul di antara panggul dan area bawah pusar. Rasa nyeri terasa terpusat dan bila Anda raba dan sedikit ditekan pada area bawah pusar kadang muncul benjolan yang bisa bergerak. Ketika Anda tekan muncul rasa nyeri yang menusuk. Biasanya pasien sendiri mengalami penurunan berat badan secara drastis karena efek dari agresivitas sel kanker terhadap sel sekitarnya dan kemampuannya dalam menyerap sari makanan yang berlebihan.

Biasanya rasa nyeri pada area panggul dan perut bawah juga akan muncul ketika pasien bersangkutan melakukan aktivitas seksual. Beberapa kasus kanker rahim juga disertai dengan gejala perdarahan pasca beraktivitas seksual.

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan kanker rahim bisa dijalankan dalam beberapa prosedur yang masig-masingnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Setiap prosedur memiliki pendekatan dan metode masing-masing dalam menangani kanker dan tentu saja dengan konsekuensi yang berbeda.

Teknik pengobatan yang paling banyak disarankan oleh para medis biasanya adalah prosedur pembedahan dan pengangkatan rahim beserta tuba falopi dan ovarium. Langkah ini secara medis disebut sebagai histerektomi. Kemudian bersama dengan prosedur tersebut akan dilakukan pengeringan limfatik, terutama bila kanker sudah menyebar ke dinding luar atau malah memang menyerang sel ligamen.

Ada risiko dari prosedur ini karena artinya pasien tak lagi memiliki rahim dan akan mustahil memiliki anak. Dan bila kondisi kanker sudah memasuki stadium 3 dimana pasien terpaksa harus melakukan pengangkatan hingga ke area serviks dan sebagian vagina, maka otomatis pasien akan mengalami disfungsi genital.

Selain dengan prosedur pengangkatan rahim, ada beberapa prosedur pengobatan kanker rahimlain yang bisa dijalankan secara medis baik dengan atau tanpa operasi pengangkatan. Prosedur tersebut adalah radioterapi dan kemoterapi. Keduanya bisa dijalankan sebagai tindakan awal pada kasus yang terdeteksi dini dengan harapan kanker bisa dihilangkan tanpa pengangkatan rahim. Namun prosedur terapi tanpa operasi memiliki keberhasilan yang relatif kecil.

Biasanya terapi diterapkan pada pasien pasca operasi pengangkatan demi mengatasi sel kanker yang masih tersisa dalam tubuh. Ada efek samping dari kedua terapi ini karena pada dasarnya keduanya bersifat merusak sel.

Hanya saja pada radioterapi, efek samping lebih kecil karena sifatnya ditembakan pada lokasi sel saja, jadi hanya sel sehat disekitar sel kanker saja yang mengalami kerusakan mulai dari permukaan kulit dimana lokasi sel kanker berada sampai ke titik jaringan dalam organ dimana sel kanker tumbuh.

Sedang pada kemoterapi, karena prosesnya dimasukan melalui infus, maka efek sampingnya bisa menyebar ke seluruh tubuh. Setidaknya beberapa masalah seperti kerontokan, kerusakan kulit dan penurunan fungsi indera biasa terjadi pada pasien kanker rahim yang menjalani kemoterapi.

Terapi lain yang biasa diterapkan adalah metode terapi hormonal. Terapi ini dilakukan dengan memberikan asupan hormone progesteron artifisial kepada pasien pengidap kanker rahim. Metode ini tetap berisiko, meski pada pasien kanker rahim stadium awal cenderung lebih efektif. Ada efek menyerupai wanita hamil seperti limbung dan mual-mual karena hiperprogesteron yang terjadi. Beberapa pakar juga menilai terapi ini juga bisa memberi efek adiktif.

Penyakit kanker rahim memang termasuk salah satu kanker yang mematikan, tetapi tetap masih mungkin untuk disembuhkan. Bahkan pada kasus kanker rahim stadium satu kemungkinan hidupnya masih di atas 85 %. Ada begitu banyak cara yang bisa Anda jalankan dalam menghadapi kanker rahim, namun setiap prosedur medis pengobatan kanker rahimselalu memiliki konsekuensi dan efek sampingnya masing-masing.

Salah satu cara untuk menjalankan pengobatan kanker rahim dengan efek samping yang jauh lebih kecil bahkan hampir tidak ada adalah dengan menjalankan terapi herbal. Beberapa herbal alami khas Nusantara sebenarnya sudah cukup manjur untuk mengatasi kanker rahim.

Tentu saja dalam menentukan pilihan herbal apa yang cocok Anda jadikan obat herbal kanker rahim, Tidak semua herbal yang diklaimkan memiliki khasiat untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker akan sepenuhnya aman Anda konsumsi sebagai pengobatan kanker rahim. Beberapa obat herbal kadang juga memiliki efek samping dan beberapa bahkan bisa berbahaya bila Anda padukan dengan pengobatan medis terutama dengan kemoterapi.

Lantas, apa saja obat herbal kanker rahim yang memiliki khasiat yang tepat untuk mengatasi pembentukan sel kanker pada rahim tanpa menyisakan efek samping sebagaimana kriteria di atas? Berikut ini diantaranya.

  • Sarang Semut

    Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua secara turun-temurun, untuk mengobati berbagai penyakit ringan dan berat.

    Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengidentifikasi semua kandungan Sarang Semutdan khasiatnya dalam mengobati kanker. Namun hasil penelitian modern yang sudah ada telah menyingkapkan berbagai kandungan senyawa aktifnya yang berperan penting dalam proses pengobatan.

    Dengan berbagai kandungan senyawa aktifnya, Sarang Semut bekerja dalam lingkup sel dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, misalnya, salah satu antioksidan yang terkandung dalam Sarang Semut, flavonoid, terbukti memiliki mekanisme dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:

    • Inaktivasi karsinogen
      Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
    • Anti-proliferasi
      Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
    • Penghambatan siklus sel
      Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
    • Induksi apoptosis dan diferensiasi
      Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
    • Inhibisi angiogenesis
      Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
    • Pembalikan resistensi multi-obat
      Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

    Tokoferol, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai anti-kanker.

    Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut memiliki kandungan Alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga mendekati 100%. Maka, tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan abnormal lainnya yang bisa menjadi tumor atau kanker.

    Keterangan lebih lengkap mengenai Sarang Semut dan khasiatnya dalam membantu pengobatan kanker rahim dapat dibaca dalam halaman "Obat Kanker Rahim".

  • Noni Juice

    Satu lagi jenis obat herbal kanker yang bisa Anda manfaatkan khasiatnya sebagai pengoabatan kanker rahim adalah noni juice. Juice yang berasal dari buah noni ini memiliki khasiat yang cukup mampu mendekati manfaat sarang semut, Terutama karena memang ditemukan sejumlah flavonoid dalam buah berbentuk bulat menggumpal dengan permukaan bermata.

    Dengan adanya flavonoid dalam buah noni, Anda juga bisa mendapatkan khasiat flavonoid dalam buah noni meski dalam jumlah yang tidak sesempurna sarang semut. Namun demikian dalam buah noni terdapat senyawa xeronine, sejenis protein khusus yang sifatnya menjaga pertumbuhan dan regenerasi sel tetap normal dalam mekanisme seharusnya, sehingga dapat membantu menangani pertumbuhan sel abnormal.

    Selain itu dalam penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Neil Solomon terhadap lebih dari 20 ribu pasien ditemukan fakta bahwa dalam buah noni terdapat sejumlah senyawa khas seperti scolopetin, damnachantal dan Terpenoid yang terbukti mampu membantu tubuh mengatasi kerusakan sel sehat, mengatasi masalah endapan dalam pembuluh darah, mengatasi kondisi abnormal dalam tubuh seperti ketidak seimbangan hormonal dan membantu mengatasi efek samping kemoterapi dengan efektif.

    Dalam noni juicejuga terdapat kandungan fitonutrien. Khasiat dari fitonutrien tersebut adalah dengan menurunkan intensitas pertumbuhan sel abnormal termasuk kanker dengan membentuk senyawa alami tubuh anti kanker seperti nitrit oksida, lipopolisakarida, dan beberapa senyawa pembentuk imun anti sel kanker seperti interleukin dan interferon.

Kini Anda bisa melihat khasiat dari kedua herbal di atas sebagai obat herbal kanker rahim. Anda bisa memadukan keduanya sekaligus dalam satu proses terapi untuk mendapatkan khasiat yang lebih optimal. Selain itu, keduanya juga aman untuk Anda padukan sebagai pendamping pengobatan medis kanker rahim, karena keduanya tidak memiliki sifat berlawanan dengan khasiat dari senyawa kimia pengobatan medis, termasuk kemoterapi.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register