Bagikan Artikel Ini:

Kanker rahim adalah jenis kanker yang umum terjadi dan memengaruhi sistem reproduksi seorang wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium. Kanker ini menyerang organ rahim, lapisan rahim, juga sekitarnya.

Sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita, maka para wanita harus waspada terhadap penyakit ini. Artikel ini akan membantu Anda mengerti apa saja penyebab kanker rahim yang perlu diantisipasi, ciri-ciri kanker rahim yang mesti dicurigai, juga pilihan pengobatan yang umumnya tersedia.

Jenis-Jenis Kanker Rahim

Sebagian besar kanker rahim berawal dari sel-sel yang ada di lapisan rahim (bernama endometrium). Karena itulah kanker ini juga sering disebut sebagai kanker endometrium. Dalam kasus-kasus yang langka, kanker ini bisa dimulai di otot-otot yang mengelilingi rahim.

Jenis kanker langka ini bernama sarkoma rahim dan kemungkinan memiliki metode pengobatan yang berbeda dari kanker endometrium. Artikel ini menggunakan istilah ‘kanker rahim’, dan sebagian besar informasinya juga mencakup tentang kanker endometrium.

Kanker rahim juga tidak sama dengan jenis kanker-kanker lain pada sistem reproduksi wanita, misalnya kanker ovarium dan kanker serviks.

Penyebab Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim sampai saat ini masih belum dapat diketahui dengan jelas, tetapi ada beberapa hal yang diyakini mampu meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit di rahim ini. Beberapa hal tersebut disebut sebagai faktor risiko kanker ini.

Salah satu faktor risiko yang paling vital bagi penyakit ini adalah masalah ketidakseimbangan hormon. Risiko Anda terutama meningkat bila memiliki kadar tinggi dari hormon bernama estrogen di dalam tubuh Anda, tetapi tidak memiliki kadar hormon progesteron yang memadai.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon ini, termasuk obesitas, diabetes, serta terapi penggantian hormon. Ada juga sedikit peningkatan risiko kanker ini akibat penggunaan obat kanker payudara tamoxifen dalam jangka panjang.

Waspadai juga faktor-faktor risiko lain dari penyakit kanker ini, yang antara lain meliputi:

  • Menjalani terapi hormon estrogen tanpa mendapatkan progestin.
  • Mengalami sindrom ovarium polikistik. Hal ini dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak estrogen tetapi tidak memproduksi cukup progesteron.
  • Secara alamiah memiliki kadar estrogen yang tinggi. Ini bisa membuat seorang wanita memulai menstruasinya sebelum usia 12 tahun, dan menopause mulai terlambat hingga setelah usia 52 tahun.
  • Usia lebih dari 50 tahun. Kanker rahim paling sering diderita oleh wanita di atas 50.
  • Memiliki gen-gen keturunan tertentu, misalnya gen-gen pada sindrom Lynch.
  • Mengalami endometrial hiperplasia. Ini adalah penebalan lapisan rahim (endometrium) yang menyebabkan pendarahan berat dari vagina.
  • Tidak pernah hamil.
  • Pernah menjalani terapi radiasi (radioterapi) ke arah panggul.

Adakalanya sangat sulit untuk mencegah berbagai faktor yang turut menjadi penyebab kanker rahim, tetapi Anda tetap bisa mengupayakan untuk menurunkan risikonya.

Pencegahan Kanker Rahim

Ada sejumlah faktor risiko kanker yang tidak bisa Anda kendalikan, tetapi Anda bisa membuat langkah-langkah untuk sebisa mungkin mengurangi risiko dari penyakit ini. Berikut adalah beberapa cara mencegah kanker rahim yang bisa diikuti.

  • Upayakan menjaga berat badan sehat. Sel-sel lemak di tubuh menciptakan estrogen—salah satu faktor risiko kanker rahim bila kadarnya berlebihan di dalam tubuh.
  • Menyusui bayi Anda (jika mampu). Kegiatan menyusui akan menurunkan aktivitas ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) serta aktivitas dari estrogen.
  • Dapatkan pengobatan jika mengalami pendarahan dari vagina yang tidak wajar. Endometrial hiperplasia, yang dapat berkembang menjadi kanker endometrium, adalah salah satu penyebab pendarahan yang tidak normal. Periode menstruasi yang berat, pendarahan di luar waktu menstruasi, dan pendarahan setelah menopause adalah gejala-gejala dari hiperplasia.
  • Teratur olahraga. Ini akan membantu mengontrol berat badan dan dapat mengurani kadar estrogen.
  • Pola makan yang rendah lemak hewani dan mencakup banyak buah-buahan serta sayuran.
Baca juga  Cara Mencegah Kanker Rahim

Bila Anda pernah menjalani operasi histerektomi untuk menghilangkan rahim—entah karena alasan apa pun—itu artinya Anda tidak akan pernah mengembangkan kanker ini.

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Ciri-ciri kanker rahim yang paling sering dialami penderitanya adalah adanya pendarahan tidak wajar dari vagina. Namun kebanyakan wanita yang mengalami pendarahan seperti itu tidak disebabkan oleh kanker rahim.

Pendarahan mungkin awalnya hanya sedikit dan disertai cairan berair, yang bisa menjadi semakin banyak seraya waktu berlalu. Kebanyakan wanita yang didiagnosis kanker rahim telah melewati masa menopause, jadi pendarahan apa pun yang keluar dari vagina dianggap sebagai tidak wajar.

Pada wanita yang belum melewati menopause, pendarahan yang dianggap tidak normal biasanya jika:

  • Pendarahan menstruasi lebih banyak daripada biasanya
  • Penderahan dari vagina di luar waktu menstruasi
Ciri-ciri kanker rahim lain yang lebih jarang dialami antara lain rasa nyeri di bagian bawah perut, juga rasa sakit selama melakukan hubungan seks.

Bila kanker sudah mencapai stadium lebih lanjut, maka kemungkinan akan muncul gejala-gejala lain, yang termasuk:

  • Rasa nyeri di punggung, kaki, atau panggul
  • Hilang selera makan
  • Kelelahan
  • Mual

Jika Anda mengalami pendarahan dari vagina setelah melewati masa menopause, atau melihat perubahan yang tidak biasa dari pola menstruasi Anda, segera periksakanlah ke dokter.

Hanya 1 dari 10 kasus pendarahan tidak wajar setelah menopause yang disebabkan oleh kanker ini, jadi besar kemungkinannya gejala yang Anda alami disebabkan oleh masalah kesehatan selain kanker.

Akan tetapi, jika Anda mengalami gejala ini, tetalah penting untuk memastikan penyebabnya terlebih dulu dengan periksa ke dokter. Pendarahan semacam itu mungkin adalah akibat dari masalah kesehatan lain yang juga serius seperti endometriosis, fibroid, atau polip di rahim. Jenis penyakit kanker pada sistem reproduksi wanita juga dapat menimbulkan gejala pendarahan tak wajar dari vagina, khususnya kanker serviks.

Sewaktu dokter mendeteksi adanya kelainan-kelainan yang dicurigai sebagai kanker, Anda mungkin disarankan untuk menjalani beragam jenis tes sebelum beliau menegakkan diagnosis kanker rahim.

Stadium Kanker Rahim


Stadium kanker rahim akan dicari tahu setelah dokter mendiagnosis penyakit ini. Dokter perlu mengetahui stadium kanker guna meninjau metode pengobatan apa yang dibutuhkan oleh pasien.

Stadium kanker menunjukkan gambaran dari keadaan kanker: seberapa besar ukurannya, apakah sel-sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, dan apakah kanker sudah menyebar ke area tubuh lain (metastasis).

Pada kanker ini, stadiumnya sering digolongkan menjadi 4 kelompok: kanker rahim stadium 1 – 4. Bacalah artikel-artikel berikut yang membahas mengenai keadaan yang dihadapi pasien pada masing-masing stadium:

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan kanker rahim yang terutama disarankan oleh kebanyakan dokter adalah operasi. Namun ada metode-metode berbeda yang dapat digunakan bergantung pada keadaan pribadi Anda. Operasi bertujuan untuk mengangkat rahim (histerektomi), bersama dengan ovarium dan saluran tubanya.

Baca juga  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Rahim Stadium 2?

Kadang-kadang pengobatan dengan operasi akan dilanjutkan dengan radioterapi atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa di tubuh. Namun hal ini ditentukan berdasarkan pada stadium serta tingkat dari kanker.

Pengobatan untuk Wanita yang Belum Menopause

Menjalani histerektomi berarti Anda tidak bisa lagi untuk hamil dan punya anak. Wanita-wanita muda yang belum mencapai menopause mungkin tidak ingin rahim dan ovarium mereka diangkat jika mereka ingin punya anak.

Pada kasus seperti ini, dan dalam keadaan-keadaan yang spesifik lain, mungkin mereka dapat menjalani pengobatan kanker rahim dengan menggunakan terapi hormon.

Pengobatan Kanker Rahim Stadium Lanjut

Kanker rahim stadium lanjut membutuhkan metode perawatan yang berbeda, yang biasanya lebih bergantung pada perawatan kemoterapi. Pada stadium lanjut, kanker mungkin tidak bisa disembuhkan, jadi pengobatannya bertujuan untuk meringankan gejala-gejalanya dan mengecilkan ukuran kanker, sehingga pasien dapat merasa lebih baik dan mampu menikmati hidup.

Meskipun tidak ada kemungkinan untuk sembuh, tetapi operasi mungkin disarankan untuk mengangkat kanker sebisanya. Perawatan radioterapi, kemoterapi, atau terapi hormon bisa mengurangi gejala-gejala, seperti rasa nyeri, dengan mengecilkan kanker atau memperlambat pertumbuhannya.

Keterangan lebih lengkap mengenai pengobatan medis dapat dilihat di situs web MAYO CLINIC. Dalam membuat keputusan akan memilih metode pengobatan yang mana, Anda perlu mempertimbangkannya matang-matang bersama dengan tim dokter yang menangani serta keluarga Anda. Bila ada yang tidak Anda pahami atau yakini dari suatu jenis metode pengobatan kanker rahim, sebaiknya mintalah penjelasan dari dokter.

Pengobatan Kanker Rahim secara Alami

Sebelum memutuskan metode pengobatan yang dijalani, Anda pasti mempertimbangkan semua pilihan yang tersedia, termasuk jenis pengobatan yang lebih alami. Salah satu metode pengobatan kanker rahim secara alami yang paling banyak dimanfaatkan adalah menggunakan herbal Sarang Semut Papua.

Herbal asli Papua ini telah diteliti dan terbukti mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat berperan penting dalam proses pengobatan penyakit kanker.

Senyawa Berkhasiat di Dalam Sarang Semut


Dr M. Ahkam Subroto, ahli peneliti utama LIPI, menyatakan, “Senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut seperti flavonoid, tanin, dan polifenol berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan sangat dibutuhkan tubuh untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker.”

Tokoferol, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai anti-kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut mengandung alfa-tokoferol yang sanggup meredam radikal bebas hingga mendekati 100%. Maka, tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan abnormal lainnya yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Apabila Anda sedang berjuang menghadapi kanker ini, mungkin sekarang Anda bersama keluarga juga mempertimbangkan pilihan alternatif obat kanker rahim yang lebih alami. Namun sebelum mencobanya, ada baiknya konsultasikanlah dulu dengan tim dokter Anda. Beliau mungkin dapat memberikan saran-saran yang berguna sehingga Anda bisa membuat keputusan dengan bijak.

Demikianlah secara garis besar informasi mengenai kanker rahim. Dengan mengetahui apa saja penyebab kanker rahim, ciri-ciri yang mesti diwaspadai, juga pilihan pengobatan yang umumnya tersedia, semoga Anda dapat menjadi lebih sadar dengan kesehatan diri sendiri dan keluarga tercinta Anda.

Cindy Wijaya

Cindy sudah menulis beragam artikel kesehatan sejak tahun 2014. Senang meriset serta berbagi tentang berbagai topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.