Share:

Terakhir Diedit:

Kanker payudara adalah penyakit kanker nomor satu yang paling sering menyerang wanita, dan penyebab nomor dua kematian akibat kanker pada wanita, setelah kanker paru-paru. Yang mengejutkan, kanker ini tidak hanya perlu diwaspadai wanita, tetapi juga pria, karena ada 1 dari 100 kasus kanker ini yang terjadi pada pria.

Kesadaran akan penyebab, ciri-ciri, dan pengobatan kanker payudara adalah harus jika ingin mengurangi angka kejadian kanker ini maupun kematan yang disebabkannya. Artikel ini akan membantu Anda mengerti apa saja penyebab kanker payudara yang harus diwaspadai, ciri-ciri yang perlu dikenali, juga pilihan pengobatan yang tersedia.

Jenis-Jenis Kanker Payudara

Terdapat banyak jenis kanker payudara. Jenis yang paling umum adalah karsinoma duktal in situ, karsinoma duktal invasif, dan karsinoma lobular invasif. Jenis kanker ini ditentukan berdasarkan jenis sel-sel spesifik di payudara yang terkena kanker. Sebagian besar kanker payudara adalah karsinoma.

Karsinoma adalah tumor yang berawal di sel-sel epitelial yang melapisi organ-organ serta jaringan-jaringan ke seluruh tubuh. Kadang, ada istilah yang lebih spesifik lagi yang digunakan. Sebagai contoh, kebanyakan penyakit ini adalah jenis karsinoma yang disebut adenokarsinoma, yang dimulai pada sel-sel yang membentuk kelenjar (jaringan kelenjar). Adenokarsinoma payudara berawal di saluran (saluran susu) atau lobulus (kelenjar penghasil susu).

Terdapat jenis-jenis lain yang lebih jarang, misalnya sarkoma, phyllodes, penyakit Paget, dan angiosarkoma yang dimulai di sel-sel otot, lemak, atau jaringan ikat. Ketika biopsi dilakukan untuk mengetahui jenis kanker ini secara spesifik, ahli patologi juga akan memeriksa apakah kanker telah menyebar (invasif) ke jaringan sekitarnya. Berikut adalah penjelasannya menurut American Cancer Society:

1. Kanker In Situ

Karsinoma duktal in situ adalah kanker yang non-invasif (tidak menyebar) atau pra-invasif (belum menyebar).

Lobular karsinoma in situ juga disebut lobular neoplasia. Perubahan pada payudara ini bukanlah kanker, meskipun namanya mungkin membingungkan. Dalam kondisi ini, sel-sel yang terlihat seperti sel-sel kanker bertumbuh di lobulus penghasil kelenjar penghasil susu payudara, tetapi tidak bertumbuh atau menyebar melewati dinding lobulus tersebut.

2. Kanker Payudara Invasif (Infiltrasi)

Kanker yang telah menyebar ke jaringan payudara sekitarnya disebut sebagai kanker payudara invasif. Ada banyak jenis-jenis kanker payudara invasif, tetapi yang paling umum adalah karsinoma duktal invasif dan karsinoma lobular invasif.

3. Kanker Payudara Inflamasi

Kanker payudara inflamasi adalah jenis kanker invasif yang kurang umum terjadi. Diperkirakan ada sekitar 1 – 5% kanker payudara inflamasi dari seluruh kasus penyakit ini.

4. Penyakit Paget di Puting

Penyakit Paget di puting berawal di saluran-saluran ASI dan menyebar ke kulit puting, kemudian ke areola (lingkaran gelap di sekitar puting). Ini adalah penyakit yang jarang terjadi, diperkirakan hanya ada sekitar 1 – 3% dari seluruh kasus kanker ini.

5. Tumor Phyllodes

Tumor phyllodes adalah jenis tumor payudara yang jarang terjadi. Tumor ini berkembang di jaringan ikat (stroma) dari payudara, berbeda dengan karsinoma, yang berkembang di saluran ASI atau lobulus. Sebagian besar tumor ini sifatnya jinak, tetapi ada yang lain yang sifatnya ganas (kanker).

6. Angiosarkoma

Sarkoma di payudara sangat langka, terdapat kurang dari 1% dari semua kanker payudara. Angiosarkoma dimulai pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Jenis kanker ini dapat memengaruhi jaringan payudara atau kulit payudara. Beberapa mungkin terkait dengan terapi radiasi yang pernah dilakukan sebelumnya pada area itu.

Penyebab Kanker Payudara

Penyakit ini biasanya bermula di lapisan dalam dari saluran ASI atau lobulus yang memasoknya dengan ASI. Dari situ, kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Penyebab kanker payudara lebih kepada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang menjadi lebih rentan mengidapnya. Beberapa penyebab berikut sebenarnya dapat dicegah.

1. Usia

Risiko penyakit ini meningkat seraya usia menua. Di usia 20, kemungkinan mengidap kanker payudara selama 10 tahun ke depan sebesar 0,6 persen. Di usia 70, persentase ini meninggi hingga 3,84 persen.

2. Genetik

Jika ada keluarga dekat yang menderita atau pernah menderita kanker payudara, maka risiko Anda lebih besar. Wanita yang mempunyai gen-gen BRCA1 dan BRCA2 mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker payudara, kanker ovarium, atau keduanya. Gen-gen ini bisa diturunkan. Gen lain yang meningkatkan risiko adalah gen TP53.

3. Riwayat Kanker Payudara atau Benjolan Payudara

Wanita yang pernah menderita kanker ini sebelumnya akan lebih mungkin untuk mengidapnya lagi, dibandingkan dengan orang yang belum pernah terserang kanker ini. Selain itu, memiliki sejumlah benjolan jinak/non-kanker di payudara juga memperbesar kemungkinan Anda untuk menderita kanker di masa depan. Misalnya benjolan jenis hiperplasia duktus atipikal atau karsinoma lobular in situ.

4. Jaringan Payudara yang Padat

Kanker payudara lebih mungkin berkembang pada jaringan payudara yang lebih padat.

5. Terkena Estrogen dan Menyusui

Terkena estrogen dalam waktu lama tampaknya memperbesar risiko seseorang untuk terserang penyakit ini. Hal ini mungkin karena seseorang mulai menstruasi di usia dini atau memasuki menopause di usia yang lebih tua daripada wanita umumnya. Di antara waktu cukup lama ini, kadar estrogen dalam tubuh lebih tinggi.

Menyusui, terutama lebih dari 1 tahun, tampaknya mengurangi kemungkinan seorang wanita untuk mengembangkan kanker payudara, mungkin karena masa kehamilan yang diikuti dengan masa menyusui dapat menurunkan kadar estrogen.

Baca juga  Cara Mencegah Kanker Payudara

6. Berat Badan

Wanita yang kegemukan atau obesitas setelah masa menopause mungkin lebih berisiko terserang kanker ini, kemungkinan akibat kadar tinggi estrogen dalam tubuhnya. Asupan gula yang tinggi juga dapat menjadi faktor penyebab kanker payudara.

7. Konsumsi Alkohol

Sering mengonsumsi alkohol atau dalam jumlah besar kelihatannya juga turut menjadi penyebab kanker payudara. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang minum lebih dari 3 gelas dalam sehari memiliki risiko 1,5 kali lebih tinggi.

8. Terkena Radiasi

Menjalani pengobatan radiasi untuk kanker (selain kanker payudara) juga memperbesar risiko kanker payudara di masa depan.

9. Perawatan Hormon

Menggunakan terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy) dan pil KB telah dikaitkan dengan penyebab kanker payudara, akibat kenaikan kadar estrogen yang disebabkannya.

10. Pekerjaan

Pada 2012, para peneliti menyatakan bahwa terkena karsinogen tertentu dan pengganggu endokrin, misalnya di tempat kerja, bisa berkaitan dengan kanker payudara. Dan tahun 2007, para ilmuwan juga menunjukkan bahwa pekerja shift malam mempunyai risiko kanker payudara lebih besar, tetapi penelitian terbaru membantah hal ini.

Ingatlah bahwa faktor penyebab kanker payudara di atas bukan patokan pasti. Karena meskipun bisa meningkatkan risiko Anda untuk terserang penyakit ini, tetapi tidak berarti Anda pasti akan menderita kanker ini jika memiliki faktor-faktor di atas. Namun Anda bisa mengupayakan untuk mencegah kanker payudara jika mewaspadai atau menghindari faktor-faktor di atas.

Pencegahan Kanker Payudara

Pencegahan kanker payudara dimulai dengan kebiasaan sehat—seperti membatasi alkohol dan tetap aktif secara fisik. Berikut adalah sejumlah tips yang dapat diupayakan untuk mengurangi risiko kanker Anda.

1. Batasi Alkohol

Semakin banyak alkohol yang diminum, maka semakin besar risiko Anda untuk mengembangkan kanker ini. Rekomendasi umumnya—berdasarkan riset pada efeknya bagi risiko kanker payudara—adalah batasi konsumsi alkohol tak lebih dari 1 takaran gelas dalam sehari.

2. Jangan Merokok

Berbagai bukti menunjukkan adanya kaitan antara merokok dengan risiko penyakit ini, khususnya pada wanita sebelum menopause. Selain itu, tidak merokok adalah salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan demi kesehatan diri sendiri.

3. Kendalikan Berat Badan

Menjadi gemuk atau obesitas meningkatkan risiko kanker ini. Hal ini terutama benar jika obesitas terjadi di usia lebih tua, khususnya setelah menopause.

4. Menjadi Aktif secara Fisik

Aktivitas fisik bisa membantu Anda menjaga berat badan, yang pada akhirnya, membantu mencegah kanker payudara. Bagi orang dewasa pada umumnya, Department of Health and Human Services menganjurkan agar setidaknya 150 menit per minggu aktivitas aerobik sedang atau 75 menit per minggu aktivitas aerobik berat, ditambah latihan beban setidaknya dua kali seminggu.

5. Menyusui ASI

Menyusui mungkin berperan dalam pencegahan kanker payudara. Semakin lama Anda menyusui, maka semaking besar efek perlindungannya terhadap kanker ini.

6. Batasi Dosis dan Durasi dari Terapi Hormon

Kombinasi terapi hormon selama lebih dari 3 – 5 tahun memperbesar risiko kanker ini. Jika Anda menjalani terapi hormon untuk meringankan gejala-gejala menopause, tanyakanlah ke dokter apakah ada alternatif lain. Kalau Anda memutuskan bahwa manfaat terapi hormon jangka pendek lebih besar daripada risikonya, gunakan dosis terendah yang sesuai keadaan Anda dan mintalah dokter untuk memantau lamanya waktu Anda mengonsumsi hormon.

7. Hindari Radiasi dan Polusi Lingkungan

Metode-metode tes pencitraan medis, seperti tomografi terkomputerisasi, menggunakan radiasi dosis tinggi. Sementara penelitian lebih lanjut dibutuhkan, beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kanker payudara serta paparan radiasi. Sebaiknya Anda menjalani tes-tes semacam itu hanya jika benar-benar diperlukan.

Perubahan-perubahan gaya hidup seperti di atas telah diperlihatkan dalam berbagai penelitian sanggup menurunkan risiko kanker ini, bahkan pada wanita yang berisiko tinggi sekalipun. Jadi upayakanlah cara-cara mencegah kanker payudara agar tetap sehat sampai tua.

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Ciri-ciri kanker payudara yang pertama muncul biasanya adalah adanya penebalan jaringan di bagian payudara, atau sebuah benjolan di payudara atau di ketiak. Ciri-ciri kanker payudara lain yang juga dapat terlihat antara lain:

  • Rasa nyeri di ketiak atau payudara yang terus ada meski menstruasi sudah selesai.
  • Kemerahan atau kerutan atau lekukan di kulit payudara, dan teksturnya seperti kulit jeruk.
  • Ruam (bintik-bintik merah) di sekitar atau di salah satu puting.
  • Keluar cairan dari puting, kemungkinan mengandung darah.
  • Puting melekuk ke dalam atau terbalik.
  • Perubahan pada ukuran atau bentuk payudara.
  • Kulit payudara atau puting menjadi mengelupas atau bersisik.

Ingatlah bahwa sebagian besar benjolan di payudara tidak bersifat kanker, tapi tetap saja Anda dianjurkan untuk perika ke dokter untuk memastikannya. Juga segera temui dokter bila ciri-ciri kanker payudara di atas sudah Anda rasakan selama beberapa waktu namun tidak kunjung membaik.

Jika dokter Anda menemukan adanya tanda-tanda kanker pada tes awal, atau jika keluhan-keluhan yang Anda rasakan dicurigai sebagai gejala kanker, Anda mungkin harus menjalankan lebih banyak tes sebelum dokter memberikan diagnosis kanker payudara.

Stadium Kanker Payudara


Penentuan stadium kanker membantu dokter untuk menggambarkan apakah kanker tersebut sudah menyebar, dan jika sudah, seberapa jauh kah penyebarannya. Stadium kanker juga akan memengaruhi pilihan pengobatan yang tersedia.

Stadium kanker payudara biasanya dikelompokkan menjadi stadium 0 – 4, dengan stadium 0 menunjukkan bahwa kanker bersifat non-invasif dan masih ada di dalam lokasi awal kemunculannya. Dan stadium 4 menunjukkan bahwa kanker bersifat invasif dan telah menyebar ke luar payudara ke bagian tubuh lain.

Baca artikel-artikel berikut yang membahas mengenai apa yang akan dihadapi seseorang ketika divonis menderita penyakit ini pada stadium 1 – 4:

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara banyak bergantung pada jenis dan stadium kanker payudara yang diderita oleh pasien. Pada umumnya, semakin luas kanker telah menyebar, maka semakin banyak juga pengobatan yang harus dilakukan. Berikut beberapa metode pengobatan yang umumnya disarankan dokter.

Baca juga  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Payudara Stadium 1?

1. Operasi

Operasi adalah pengangkatan tumor dan jaringan sehat di sekitarnya dengan prosedur pembedahan. Operasi bedah juga digunakan untuk memeriksa kelenjar getah bening aksila terdekat, yang ada di bawah lengan. Onkologi bedah adalah dokter yang akan menangani pengobatan kanker payudara dengan cara bedah operasi.

Umumnya, semakin kecil tumornya, semakin banyak pilihan operasi yang dimiliki seorang pasien. Jenis-jenis pilihan operasi itu antara lain:

  • Lumpektomi—pengangkatan tumor dan sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya. Sebagian besar payudara Anda tetap ada. Untuk kanker invasif, terapi radiasi ke jaringan payudara yang tersisa biasanya direkomendasikan setelah operasi. Lumpektomi juga sering disebut sebagai operasi penyelamatan payudara, mastektomi parsial, kuadranektomi, atau mastektomi segmental.
  • Mastektomi—pengangkatan seluruh payudara. Ada beberapa jenis mastektomi. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai kemungkinan apakah bagian dari payudara Anda yang masih bisa diselamatkan, misalnya bagian kulit di atas payudara atau puting.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi atau partikel lain untuk menghancurkan sel-sel kanker. Dokter yang khusus memberikan terapi radiasi untuk pengobatan kanker disebut onkologi radiasi. Jenis terapi radiasi yang paling sering dimanfaatkan adalah terapi radiasi sinar eksternal, dimana radiasi diberikan dari mesin di luar tubuh. Jenis terapi yang dilakukan dengan menaruh bahan radioaktif dalam tubuh disebut brachytherapy.

Jadwal terapi radiasi biasanya terdiri dari beberapa perawatan spesifik yang dilakukan dalam suatu jangka waktu. Terapi ini sering membantu menurunkan risiko kekambuhan kanker ini. Bila ada kanker di kelenjar getah bening di ketiak, terapi radiasi mungkin juga diberikan di sisi yang sama dari leher atau ketiak di dekat payudara atau dinding dada.

3. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker, biasanya dengan cara mengakhiri kemampuan sel-sel kanker untuk bertumbuh serta membelah diri. Kemoterapi diresepkan oleh onkologi medis, yaitu dokter yang khusus menangani kanker melalui obat-obatan.

Cara umum untuk memberi kemoterapi antara lain: melalui tabung intravena (IV) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui jarum, suntikan ke bawah kulit (subkutan) atau ke otot (intramuskular), atau dengan pil/kapsul yang ditelan (secara oral).

Jadwal kemoterapi baisanya terdiri dari beberapa siklus spesifik yang diberikan selama suatu jangka waktu. Kemoterapi mungkin diberikan seminggu sekali, setiap 2 minggu sekali, setiap 3 minggu sekali, atau bahkan setiap 4 minggu sekali. Ada banyak jenis kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara.

4. Terapi Hormon

Terapi hormon, disebut juga terapi endokrin, adalah perawatan yang efektif untuk sebagian besar jenis tumor yang positif memiliki reseptor estrogen atau progesteron (disebut ER-positif atau PR-positif). Tumor jenis ini menggunakan hormon untuk mendorong pertumbuhannya. Jadi, menghambat hormon bisa membantu mencegah kambuhnya kanker dan kematian akibatnya.

Terapi hormon mungkin diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor dan mempermudah operasi pengangkatannya. Cara ini disebut terapi hormon neoadjuvant. Terapi juga dapat diberikan setelah operasi untuk meminimalkan risiko kekambuhan. Ini disebut terapi hormon adjuvant.

5. Terapi Tertarget

Terapi tertarget adalah perawatan dengan menargetkan gen, protein, atau jaringan sekitar yang spesifik yang turut mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup kanker. Metode perawatan ini berbeda dengan kemoterapi. Terapi tertarget mengmbatkan pertumbuhan serta penyebaran sel-sel kanker, sekaligus membatasi kerusakan pada sel-sel sehat.

Terapi tertarget pertama yang disetujui para ahli untuk pengobatan kanker payudara adalah terapi hormon. Kemudian, terapi tertarget HER2 juga disetujui untuk mengobati kanker payudara yang positif HER2.

Dalam memutuskan pengobatan kanker payudara yang Anda pilih, sangat penting untuk mendiskusikan dengan dokter semua pilihan yang tersedia, termasuk apa tujuan dan efek samping dari pengobatan tersebut. Juga jangan ragu tanyakanlah hal apa saja yang Anda tidak mengerti atau kurang yakin dari pengobatan tersebut.

Pengobatan Kanker Payudara secara Alami

Di tengah semakin populernya pengobatan herbal, di samping karena rasa khawatir pasien terhadap efek samping dari pengobatan medis, kini banyak orang mencari metode alternatif atau tambahan untuk menangani kanker atau untuk meredakan gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Salah satu pilihan obat kanker payudara alami yang patut dipertimbangkan adalah Sarang Semut Papua. Hingga saat ini telah dilangsungkan berbagai penelitian untuk mengidentifikasikan kandungan Sarang Semut dan khasiatnya bagi pengobatan beragam penyakit, termasuk untuk kanker.

Dibuktikan bahwa Sarang Semut mempunyai senyawa-senyawa yang tepat digunakan untuk obat kanker payudara. Salah satunya adalah flavonoid, dimana kemampuan herbal ini dalam pengobatan kanker ini diduga berkaitan erat dengan senyawa ini.

Bukti dari Manfaat Sarang Semut


Respon positif dari para pengguna Sarang Semut juga terlihat dari komentar Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat.

Dalam Majalah Natural, ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi Sarang Semut banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas. “Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya”.

Khasiat positif tersebut juga dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna kapsul ekstrak Sarang Semut, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat setelah menggunakannya selama 1-3 bulan saja!

Bahkan banyak yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan kapsul ekstrak Sarang Semut, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Jika Anda sedang mempertimbangkan alternatif yang lebih alami untuk pengobatan kanker ini, pastikan Anda sudah konsultasikan dengan tim dokter yang menangani Anda.

Mereka bisa membantu Anda mempelajari mengenai apa saja yang diketahui (atau tidak diketahui) tentang metode pengobatan tersebut, sehingga membantu Anda untuk membuat keputusan yang bijaksana.

Bersamaan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan penyakit ini dan berbagai penelitian mengenai kanker ini yang telah dilakukan, maka semakin baik juga tingkat kelangsungan hidup pasien.

Yang sangat memengaruhi seberapa besar kemungkinan seorang pasien untuk selamat—bahkan pulih—dari penyakit ini adalah deteksi dini kanker payudara melalui pengenalan ciri-cirinya, penentuan jenis pengobatan dan obat kanker payudara yang tepat, juga pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit ini secara keseluruhan.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.