Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Ovarium Ilustrasi Kanker Ovarium

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Ovarium

Tahukah Anda? Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang tumbuh pada organ ovarium dan cukup banyak menyerang wanita usia matang hingga manula dengan jumlah pasien relatif tinggi mencapai kisaran 230 ribu pasien baru setiap tahunnya. Data ini berdasarkan fakta yang disampaikan oleh dinas kesehatan tahun 2012. Dinyatakan pula bahwa penyakit ini berada pada posisi ke-7 sebagai penyakit kanker yang paling banyak menyerang wanita.

Ovarium sendiri merupakan bagian dari sistem genital yang letaknya di atas rongga rahim. Terdiri dari 2 buah organ berbentuk seperti kantung yang berposisi masing-masing disebelah kanan dan kiri tubuh tepat di atas pinggang. Ovarium yang dikenal sebagai indung telur memiliki fungsi sebagai produsen sel telur, sekaligus sebagai pusat produksi hormon estrogen dan progesteron.

Kanker ovarium ini juga terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan jenis sel dimana lokasi sel kanker tumbuh dalam ovarium. Dan jenis-jenis kanker ovarium tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kanker Epitelial

    Pada jenis kanker ini, sel kanker tumbuh pada jaringan epitel atau jaringan yang menjadi lapisan pembungkus ovarium. Kanker jenis ini seringkali tidak disadari pasien sampai kemudian menyebar ke bagian dalam dari indung telur atau ovarium. Dalam cancer.org Dinyatakan setidaknya 90% kasus kanker indung telur di dunia merupakan jenis kanker epitelial ini.

  • Kanker Stromal

    Kanker yang satu ini tumbuh pada jaringan stromal dari ovarium. Jaringan stromal merupakan lokasi pembentukan hormon estrogen dan progesteron. Pertumbuhan kanker pada sistem hormonal bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormonal pada tubuh wanita. Kanker ini diderita oleh 7% pengidap kanker ovarium. Dinyatakan kanker jenis ini lebih sering terdeteksi awal karena selalu diawali oleh keluhan hormonal yang sulit diatasi.

  • Kanker Germial

    Jenis kanker ini tumbuh pada sel-sel ovarium yang berfungsi memproduksi telur. Kasus kanker ini terbilang jarang dan lebih sering menyerang wanita muda. Kanker ini terbilang berbahaya karena akan menyebabkan kemandulan dengan sangat cepat.

Banyak kasus kanker ovarium terlambat terdeteksi karena memang gejala awal dari penyakit ini relatif tidak disadari pasien. Padahal menurut cancer.org, apabila kanker ovarium disadari lebih awal, maka pasien memiliki prognosis yang relatif tinggi dengan kemungkinan keberhasilan mencapai sekitar 85%. Lalu, apa penyebab kanker ovarium yang perlu disadari?

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab kanker ovarium belum sepenuhnya bisa dipastikan. Beberapa pakar melihat adanya banyak faktor yang bisa berpadu bersama menciptakan risiko kanker ovarium. Meski adanya unsur genetik, dimana tubuh secara alami cenderung mudah melakukan mutasi gen dari orang lain, namun menurut mayo clinic, beberapa faktor berikut bisa menjadi penyebab kanker ovarium atau setidaknya meningkatkan risiko kanker ovarium.

  • Lesi atau Inflamasi pada Ovarium

    Beberapa kasus kanker memang diawali dari kasus infeksi berupa munculnya kondisi lesi atau inflamasi. Dari kondisi ini menjadi jaringan parut atau kerusakan sel yang berubah menjadi abses. Jaringan parut atau inflamasi akut bisa memicu adanya penyimpangan dalam proses regenerasi sel. Terkadang infeksi pada vagina dan serviks juga bisa memicu munculnya kanker pada ovarium.

  • Paparan Estrogen Berlebihan

    Tubuh wanita mengandung dua hormon alami, yakni; estrogen dan progesteron. Estrogen berfungsi membentuk fungsi organ wanita, serta membantu proses siklus haid demikian pula dengan progesterone. Meski secara khusus hormon yang kedua ini lebih berfungsi pada kondisi kehamilan, membantu kesuburan dan bersifat menetralkan estrogen.

    Estrogen yang berlebihan dapat memicu banyak kasus kanker, seperti; kanker payudara, kanker rahim termasuk kanker ovarium. Sehingga paparan estrogen berlebihan bisa menjadi pemicu risiko kanker ovarium. Dan beberapa kondisi dianggap meningkatkan paparan estrogen pada tubuh, seperti:

    • Terapi Penggantian Hormon Estrogen

      Beberapa kondisi kadang membuat seseorang harus menjalankan terapi estrogen untuk menambah kadar estrogen dalam tubuh mereka. Namun di sisi lain keberadaan estrogen artifisial ini malah menjadi bumerang yang nantinya bisa memicu kanker pada area genital termasuk kanker ovarium.

    • Masa Menstruasi yang Lama

      Kadang ditemukan pada wanita yang mendapatkan haid pertama di usia dini dan beberapa malah terlambat mengalami menopause. Wanita dengan kondisi tersebut akan mudah terpapar estrogen dalam periode yang lebih panjang. Untuk Anda ketahui dalam proses menstruasi akan melibatkan perubahan jumlah hormonal pada tubuh dari hormon estrogen dan hormon testosteron. Paparan estrogen ini baru berhenti pada saat menopause yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker ovarium.

    • Tidak Pernah Mengalami Hamil

      Untuk meredam efek samping dari estrogen, tubuh wanita membutuhkan lebih banyak paparan hormon progesteron. Dan masa paparan maksimal hormon progesteron adalah ketika hamil. Jadi, ketika seorang wanita tidak pernah hamil, risiko mereka menjadi lebih tinggi untuk mengidap kanker ovarium.

    • Mengalami Kasus Polycystic Ovary Sindrome (PCOS)

      Pada kasus PCOS, tubuh membentuk lebih banyak hormon androgen. Secara alami tubuh kemudian melawannya dengan membentuk hormon estrogen, sehingga di saat yang sama terjadi paparan estrogen berlebihan. Dari kondisi ini kemudian muncul lebih banyak kista dan polip terutama pada rahim dan ovarium yang bisa berkembang menjadi prakanker.

    • Asupan Toksin

      Organ genital wanita cukup rentan terhadap serangan toksin. Toksin akan mengganggu keseimbangan produksi hormon dan memiliki sifat karsinogen sehingga membentuk habitat nyaman bagi pertumbuhan kanker rahim. Kadang toksin bisa masuk dari kebiasaan menggunakan pembalut yang pembuataannya disertai dengan pewangi dan pemutih atau menggunakan pencuci genital yang mengandung banyak bahan kimia.

    • Faktor Genetik

      Seseorang bisa mengalami peningkatan risiko kanker ovarium bila dalam garis keluarga mereka tedapat riwayat kanker ovarium. Biasanya mereka dengan faktor genetik kanker ovarium memiliki gen bawaan khusus pembawa faktor kanker seperti BRCA1 dan BRCA 2.

    • Faktor Usia

      Setidaknya lebih dari 50% pengidap kanker ovarium berasal dari kalangan wanita usia manula. Beberapa meyakini perlu proses tahunan sampai paparan toksin dan estrogen memicu kanker ovarium.

    • Pernah Menggunakan IUD

      Penggunaan IUD pada beberapa kasus seperti pada pengidap PCOS bisa menyebabkan reaksi ketidakseimbangan hormonal dan beberapa reaksi lain yang sering kali bisa memicu pertumbuhan kanker pada ovarium.

Beberapa penyebab kanker ovarium diatas membantu kita agar terhindar dari kanker. Beberapa faktor mungkin tidak bisa kita hindari, sekalipun risiko mengidap kanker ovarium masih ada, ini bukanlah akhir dari kondisi kesehatan Anda. Beberapa orang mungkin merasa khawatir dan merasa bahwa dirinya mengalami kanker ovarium, namun belum tentu Anda mengalaminya jika tenaga medis belum menyatakan hal itu. Maka, cobalah untuk mengenali gejala kanker ovarium berikut!

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium pada stadium awal sering kali tidak mudah dikenali karena memang tedikit samar. Namun beberapa gejala berikut ini bisa memandu Anda mengenali lebih baik keberadaan kanker ovarium pada penderitanya.

  • Perut sering merasa kembung.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sering mual, mudah kenyang dan sesak di perut tengah
  • Muncul tekanan dan rasa nyeri pada perut tengah hingga area pinggang atas
  • Berat badan turun drastis
  • Sering konstipasi.
  • Lebih sering buang air kencing
  • Terasa sakit pada saat berhubungan intim
  • Menstruasi sering muncul tidak teratur
  • Keputihan beraroma, dengan warna seperti susu atau mengandung darah.
  • Muncul perdarahan pada vagina.

Pada umumnya dalam menganalisa keberadaan kanker ovarium, pemeriksaan pertama dilakukan dengan menganalisa keberadaan protein CA 125. Protein ini merupakan senyawa khas yang dihasilkan oleh sel kanker, termasuk kanker ovarium. Meski keberadaan CA 125 yang tinggi tak memberi kepastian adanya kanker dan tak semua kasus kanker ovarium ditandai dengan keberadaan CA 125.

Untuk itu penting untuk dilakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti USG, MRI, CT-scan, rontgen hingga biopsi untuk memastikan keberadaan kanker, lokasi benjolan kanker dalam ovarium, juga untuk mengenali stadium dari kanker ovarium tersebut. Jika gejala kanker ovarium sudah terlihat, maka pemeriksaan segera perlu dilakukan, sehingga pengobatan kanker ovarium secara medis dapat dilakukan.

Pengobatan Kanker Ovarium Secara Medis

Pengobatan kanker ovarium dijalankan dengan disesuaikan berdasarkan kondisi pasien termasuk kondisi stadium kanker. Biasanya prosedur pengobatan kanker ovarium hampir serupa dengan metode pengobatan kanker ovarium

Hingga perlu sebuah analisa lengkap untuk mengetahui dengan pasti keberadaan kanker, baik itu posisi maupu stadium dari kanker itu sendiri. Mengingat posisi ovarium yang relatif dalam dan tersembunyi perlu dilakukan rangkaian pemeriksaan yang lebih spesifik.

Adapun beberapa prosedur pengobatan kanker indung telur tersebut adalah sebagai berikut:

  • Operasi Pengangkatan

    Secara umum pihak medis akan memilih prosedur pengangkatan kanker bila sudah berkenaan dengan kanker ovarium. Prosedur pengangkatan bisa diawali dari pengangkatan pada jaringan yang terserang kanker dengan metode pengikisan. Maupun pengangkatan satu bagian dari ovarium ataupun mempertahankan ovarium pada sisi yang lain.

    Prosedur pengangkatan bisa menjadi lebih berat ketika perlu dilakukan pengangkatan satu bagian ovarium berikut dengan tuba falopinya. Atau malah diperlukan pengangkatan kedua bagian ovarium baik beserta tuba falopi. Jika diperlukan pengangkatan sistem limfatik yang mengiringi sistem produksi telur ini juga dapat turut terangkat.

    Prosedur pengangkatan kanker ini pada umumnya menyebabkan terjadinya penurunan kemungkinan untuk memiliki keturunan bahkan sampai 0% pada pengangkatan seluruh bagian dari kedua ovarium.

  • Radioterapi

    Terapi ini memanfaatkan radiasi dari gelombang radio dalam frekuensi tertentu. Biasanya prosedur ini dijalankan untuk mengecilkan ukuran dari sel kanker sebelum operasi atau mengatasi sisa sel kanker paska operasi.

    Pada kasus kanker ovarium stadium awal, tindakan radiasi dengan prosedur pembedahan juga biasa dijalankan. Di sini pasien akan melakukan proses pembedahan tepat pada lokasi sel kanker di dalam ovarium. Kemudian pasien akan mendapat paparan gelombang radio pada sel kanker.

    Penembakan langsung macam ini bisa menekan efek kerusakan sel sehat akibat radiasi dengan hasil lebih optimal. Meski demikian secara umum radioterapi tetap menyisakan beberapa efek samping seperti; rasa nyeri sendi, kerusakan kulit, rasa mual dan beberapa gejala ringan lain.

  • Prosedur Photodynamic Therapy (PDT)

    Prosedur ini memanfaatkan peran sinar laser sebagai alat pemotong tanpa lesi atau luka sekaligus media pembakar sel yang dapat mematikan sel seketika. Di sini akan dilakukan pembedahan langsung pada ovarium. Sel kanker yang berada pada ovarium tersebut kemudian akan mendapat suntikan senyawa khusus yang membuat sel kanker menjadi peka terhadap cahaya. Setelahnya, dilakukan penembakan laser langsung pada sel kanker sehingga sel kanker terpotong, terlepas dan sisa-sisa sel kanker yang ada akan terbakar dengan otomatis tanpa ada nya lesi yang rentan menjadi infeksi dan pertumbuhan kanker. Prosedur ini efektif pada sel kanker dalam jumlah kecil atau pada stadium awal. Tindakan ini juga tergolong rendah risiko selama dilakukan pada saat pasien dalam kondisi baik.

  • Kemoterapi

    Sejak dulu prosedur kemoterapi sudah banyak diterapkan dalam prosedur pengobatan kanker, termasuk pengobatan kanker ovarium. Pasien akan mendapatkan suntikan sejenis senyawa anti kanker aktif yang akan mencari setiap sel yang berkembang dan berperilaku tidak normal dalam tubuh manusia.

    Pengobatan ini sangat efektif untuk mengatasi kanker yang sudah berkembang menjadi stadium lanjut ataupun untuk kanker sekunder, yakni kanker yang berasal pada proses metastasis atau pelepasan sel kanker pada organ lain

    Dalam prosedur ini pasien akan mendapat asupan senyawa kimiawi khusus seperti; carboplatin atau juga dikombinasikan dengan paclitaxel yang akan bekerja membunuh sel kanker secara menyeluruh, termasuk pada kanker ovarium.

    Kemoterapi biasanya menyebabkan beberapa efek samping. Terutama karena sifat senyawanya yang agresif, sehingga kadang kala dapat menyebabkan kematian sel sehat. Beberapa gejala seperti; masalah kerontokan rambut, sariawan, kehilangan nafsu makan, mual, kehilangan indera perasa dan penciuman, infeksi, penurunan imunitas, kerusakan kulit dan nyeri sendi juga otot sering muncul dalam proses menjalani terapi ini.

Belakangan cara akurat demi memastikan kondisi paling spesifik dari sel kanker adalah dengan prosedur endoskopi yakni dengan menggunakan selang berkamera disertai alat kuret sel yang dimasukan langsung melalui vagina untuk melihat secara langsung pada sel kanker. Biasanya bersama dengan proses ini, dilakukanlah biopsi atau pengambilan sampel sel dengan cara kuret. Juga terdapat pemeriksaan dengan laparoskopi, melalui robekan kecil pada sisi perut untuk prosedur menyerupai endoskopi.

Setelah proses deteksi dinyatakan selesai dan pasien positif mengidap kanker ovarium, maka dokter baru bisa memutuskan metode pengobatan apa yang sesuai dengan kasus pasien. Bila deteksi dilakukan di awal, prognosis penyembuhan bisa mencapai 80%. Namun di stadium akhir, peluang pasien bisa bertahan selama 10 tahun hanya sekitar 40% saja. Anda juga dapat mencoba pengobatan kanker ovarium secara herbal.

Pengobatan Kanker Ovarium Secara Herbal

Fakta menunjukan kanker ovarium termasuk salah satu mesin pembunuh wanita dengan risiko pengobatan kanker ovarium yang terbilang tinggi. Kenyataan ini memaksa pasien untuk mencari solusi tambahan, selain untuk memaksimalkan pengobatan juga untuk membantu menekan efek samping. Salah satu solusi ini adalah dengan obat herbal. Beberapa obat herbal yang bisa menjadi solusi tambahan pengobatan kanker ovarium tersebut antara lain:

  • Sarang Semut

    Herbal ini berasal dari pedalaman papua dan berdasarkan bukti empiris dari para penggunanya herbal ini dapat membantu penderita kanker hanya dalam beberapa bulan saja.

    Penelitian-penelitian yang dilakukan berkenaan herbal ini masih tergolong terbatas. Namun bahkan dari hasil penelitian yang ada pun, Sarang Semut terbukti mengandung kandungan-kandungan yang secara efektif menumpas kanker.

    Di dalam herbal ini terdapat kandungan tanin, flavonoid, serta polifenol yang bekerja sebagai antioksidan tubuh. Sarang Semut menjadi pilihan herbal antikanker, oleh karena kemampuan reaksi obat ini lebih cepat dalam menyembuhkan kanker dibandingkan jenis obat herbal tertentu.

    Senyawa-senyawa dalam Sarang Semut terbukti ampuh dalam menumpas berbagai jenis tumor maupun kanker. Khasiat Sarang Semut sebagai obat kanker ovarium diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa flavonoidnya. Ada sejumlah mekanisme kerja flavonoid dalam menumpas kanker, antara lain:

    • Anti-proliferasi
      Menghambat proses perbanyakan sel tidak normal kanker
    • Inaktivasi karsinogen
      Menonaktifkan zat-zat penyebab kanker
    • Penghambatan siklus sel
      Kanker menyebabkan siklus pembelahan sel terjadi terus-menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel tersebut.
    • Inhibisi angiogenesis
      Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker sehingga mencegah sel kanker mendapat makanannya. Apabila nutrisi yang didapatkan sel kanker tidak mencukupi, maka lama-kelamaan sel kanker akan mati.
    • Induksi apoptosis dan diferensiasi
      Merangsang sel kanker melakukan bunuh diri.
    • Pembalikan kekebalan multi-obat
      Flavonoid mencegah tubuh agar tidak mengembangkan kekebalan terhadap obat-obat yang sedang dikonsumsi.

    Herbal asli Papua ini pun mengandung Alfa-tokoferol yang berkhasiat sebagai antikanker sekaligus menangkal serangan radikal bebas. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut memiliki kandungan Alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

    Namun, penelitian berkenaan dengan Sarang Semut masih tergolong sedikit. Oleh karenanya bisa saja kedepannya akan ditemukan lagi beragam zat-zat aktif dalam Sarang Semut yang tentunya semakin menjelaskan mengapa Sarang Semut mampu menumpaskan kanker secara cepat dan tuntas.

  • Noni Juice

    Jus ini berasal dari sari buah yang berasal dari daerah tropis. Tanaman ini dikenal pula sebagai tanaman dengan khasiat penyembuhan untuk beragam penyakit sampai dijuluki sebagai tanaman dewa di Tahiti. Di Indonesia sendiri buah ini dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya khasiat.

    Buah noni memiliki aroma yang khas dan kurang disukai. Namun dengan pengolahan tepat aroma dan rasanya bisa disamarkan sama sekali tanpa mengurangi khasiatnya. Dalam buah noni terdapat flavonoid, berpadu dengan kandungan senyawa xeronine, sejenis protein khas yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan dan regenerasi sel untuk tetap dalam mekanisme seharusnya.

    Buah noni juga mengandung sederet senyawa unik yang baik untuk membantu mempertahankan regenerasi sel dalam sistem yang normal. Apalagi kalau bukan senyawa scolopetin, terpenoid dan damnachantal. Ketiganya juga bekerja sebagai antioksidan, juga menekan efek kerusakan sel karena serangan kanker.

    Fitonutrien dalam buah noni juga terbukti mengembalikan imunitas dan membantu mendorong produksi antigen yang befungsi memerangi sel kanker secara alami, termasuk mencegah terjadinya mutasi gen.

Padukan pengobatan kanker ovarium dengan pengobatan herbal di atas dan dapatkan kecepatan penyembuhan yang lebih baik, prognosis dengan peluang hidup yang lebih tinggi dan tentu saja efek samping pengobatan medis yang lebih rendah. Kedua herbal ini sudah banyak direkomendasikan karean terbukti ecara empiris dan sudah memiliki begitu banyak testimony yang membuktikan khasiatnya sebagai anti kanker.

Itulah beberapa informasi seputar kanker ovarium, termasuk penyebab dan gejala dari kanker ovarium. Dengan demikian Anda bisa lebih memahami mengenai penyakit ini dan bisa mencegah penyakit ini menyerang Anda lebih baik.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Sarang Semut Papua Tumpas Kanker dan Tumor dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

sarang semut papua 3
Berkat herbal ini banyak penderita kanker, tumor dan benjolan abnormal bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula tanpa harus menghadapi biopsi, pembedahan, dan kemoterapi […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram