Pengobatan Kanker Ovarium Tradisional Khas Indonesia

519

Diedit:

Sekarang ini banyak sekali pengobatan medis yang menggunakan obat-obatan medis dan tahukah Anda bahwa obat-obatan tersebut sebenarnya mengandung 75% senyawa yang terkandung dalam obat herbal kanker ovarum?

Bisa dibilang obat herbal memiliki kandungan dasar dari obat medis dengan efek samping yang minim berupa pengaruh sementara karena penyesuaian tubuh dengan herbal yang dikonsumsi. Begitu pula dengan obat kanker ovarium, apabila timbul keraguan karena pengaruh efek samping, Anda bisa mencari alternatif pengobatan dengan beralih menggunakan herbal.

Pengobatan Alternatif Kanker Ovarium

Artikel ini memberikan penjelasan secara garis besar mengenai salah satu herbal, yaitu Sarang Semut, dan alasan mengapa herbal ini merupakan pilihan yang tepat sebgai pengobatan kanker ovarium secara alami.

Herbal ini berasal dari pedalaman papua dan berdasarkan bukti empiris dari para penggunanya herbal ini dapat membantu penderita kanker hanya dalam beberapa bulan saja.

Penelitian-penelitian yang dilakukan berkenaan herbal ini masih tergolong terbatas. Namun bahkan dari hasil penelitian yang ada pun, Sarang Semut terbukti mengandung kandungan-kandungan yang secara efektif menumpas kanker.

Di dalam herbal ini terdapat kandungan tanin, flavonoid, serta polifenol yang bekerja sebagai antioksidan tubuh. Sarang Semut menjadi pilihan herbal anti-kanker, oleh karena kemampuan reaksi obat ini lebih cepat dalam menyembuhkan kanker dibandingkan jenis obat herbal tertentu.

Pengobatan Tradisional Kanker Ovarium

Anda bisa jadi ragu terhadap keberadaan herbal yang memiliki kemampuan demikian, namun keampuhan dari herbal Sarang Semut sebagai obat kanker juga sudah teruji secara ‘in-vitro’ (uji coba yang dilakukan diluar tubuh makhluk hidup, biasanya dilakukan dalam tabung mikro) oleh Qui Kim Tran yang berasal dari University National of Hochiminch City, serta ketiga rekannya yang bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University, yaitu; Arjun Hari Banskota, Yasuhiro Tezuka dan Yuko Harimaya.

Baca juga:  Apa Penyebab Kanker Ovarium?

Obat Kanker Ovarium Tradisional

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil ekstrasi mampu menghadapi penyebaran sel kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Ini tidak menutup kemungkinan bekerjanya sebagai obat kanker ovarium. Hal ini menunjukkan bahwa Sarang Semut telah teruji secara ilmiah dan empiris sebagai obat penumpas kanker.

Pasien yang memadukan obat kimia dengan antioksidan lebih cepat sembuh daripada mengandalkan obat kimia saja.dr. Dewata Dermawan SpPD, Ahli Penyakit Dalam

Uniknya, Sarang Semut dapat dikombinasikan dengan obat medis yang Anda konsumsi dengan jarak waktu 1 jam. Cepatnya khasiat Sarang Semut sebagai obat herbal kanker ovarium juga diperjelas oleh dr. Dewata Dermawan dalam majalah Trubus.

Kandungan Herbal Sarang Semut Papua

Senyawa-senyawa dalam Sarang Semut terbukti ampuh dalam menumpas berbagai jenis tumor maupun kanker.

Dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti-kanker, maka Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker.Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI

Khasiat Sarang Semut sebagai obat kanker ovarium diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa flavonoidnya. Ada sejumlah mekanisme kerja flavonoid dalam menumpas kanker, antara lain:

  • Anti-proliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel abnormal kanker
  • Inaktivasi karsinogen
    Menonaktifkan zat-zat penyebab kanker
  • Penghambatan siklus sel
    Kanker menyebabkan siklus pembelahan sel terjadi terus-menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel tersebut.
  • Inhibisi angiogenesis
    Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker sehingga mencegah sel kanker mendapat makanannya. Apabila nutrisi yang didapatkan sel kanker tidak mencukupi, maka lama-kelamaan sel kanker akan mati.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Merangsang sel kanker melakukan bunuh diri.
  • Pembalikan kekebalan multi-obat
    Flavonoid mencegah tubuh agar tidak mengembangkan kekebalan terhadap obat-obat yang sedang dikonsumsi.

Herbal asli Papua ini pun mengandung Alfa-tokoferol yang berkhasiat sebagai anti-kanker sekaligus menangkal serangan radikal bebas. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut memiliki kandungan Alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

Namun, penelitian berkenaan dengan Sarang Semut masih tergolong sedikit. Oleh karenanya bisa saja ke depannya akan ditemukan lagi beragam zat-zat aktif dalam Sarang Semut yang tentunya semakin menjelaskan mengapa Sarang Semut mampu menumpaskan kanker secara cepat dan tuntas.

Testimonial Herbal Sarang Semut Papua

Beberapa orang juga merasakan hal yang sama berupa pemulihan diri sewaktu mengonsumsinya untuk mengobati penyakitnya. Laporan Hendro Saputro, seorang herbalis dari Papua, yang mula-mula memperkenalkan herbal ini sebagai tanaman obat mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang sembuh benar-benar tuntas.

Ia mengatakan bahwaRata-rata orang yang meminum rebusan sarang semut cenderung merasakan hasilnya setelah 1 minggu, bahkan adapula yang merasakan manfaatnya dalam waktu 3 hari.’  Namun ingatlah cepat-lambatnya kesembuhan bergantung tubuh setiap orang.

Namun, normalnya khasiat Sarang Semut dapat terasa dalam periode waktu 1 hingga 3 bulan sejak dikonsumsi. Karena tanaman Sarang Semut bukanlah tanaman yang tumbuh dimana saja. Bahan baku untuk mengolah Sarang Semut yang dilakukan sendiri juga sulit, maka untuk mempermudah Anda dapat mengonsumsi kapsul ekstrak Sarang Semut.

Dengan banyaknya laporan positif dari para pengguna Sarang Semut, apakah Anda tertarik merasakan sendiri khasiat Sarang Semut dalam mengobati kanker?

Baca juga:  Bagaimana Upaya Pencegahan Kanker Ovarium?

Ya, herbal Sarang Semut dapat menjadi alternatif obat kanker ovarium bagi Anda yang lelah menjalani kemoterapi dan pembedahan yang terjadi berulang kali tanpa harus menderita karena proses pemulihan diri.