Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Lambung Ilustrasi Kanker Lambung

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Lambung

Kanker payudarasebenarnya jenis penyakit kanker yang terbilang jarang muncul. Berbeda dengan jenis kanker populer semacam kanker paru-paru, kanker serviksatau kanker payudara. Bahkan kanker lambungjuga kalah populer dari jenis kanker pencernaan lain macam kanker kolon.

Meski demikian, beberapa fakta membuktikan bahwa penyakit kanker lambungjuga memiliki kontribusi tinggi dalam kasus kematian karena kanker baik secara internasional maupun di skala lokal. Beberapa pakar memang mengklaim kebanyakan kasus yang tidak teratasi secara medis muncul dari keterlambatan diagnosa.

Menurut Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., K-GEH, MMB, seorang pakar kanker dari RS Cipto Mangunkusumo, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai penyakit kanker lambung ini menjadi penyebab banyak pasien tak menyadari mereka sudah mengalami kanker lambung sampai kondisi sudah berada dalam stadium akhir.

Masih menurut Dr. Ari, kanker lambung sebenarnya sama saja dengan kebanyakan kasus kanker lain. Penyakit ini muncul dari penyimpangan mekanisme regenerasi sel yang terjadi. Secara periodik sel-sel pada lapisan dinding lambung akan aus dan digantikan oleh sel-sel baru. Proses pembentukan sel baru akan sesuai dengan kebutuhan organ bersangkutan.

Namun pada kasus kanker lambung, sel-sel baru muncul tanpa komando, sementara sel lama tidak mengalami keausan sebagaimana mestinya. Akhirnya terbentuk penumpukan sel pada dinding lambung yang menyebabkan terbentuknya tumor.

Dari tumor yang sekedar penumpukan sel-sel yang tumbuh secara abnormal, bisa beranjak menjadi sel kanker. Sel kanker tak hanya sekedar tumbuh, tetapi merusak jaringan di sekitarnya, membentuk inflamasiyang menyakitkan dan menularkan sifat ganas pada sel-sel sehat di sekitarnya. Hingga akhirnya fungsi lambung sebagai salah satu pusat proses cerna makanan akan menurun sampai sepenuhnya dinyatakan disfungsi.

Bicara soal lapisan dinding lambung dimana sel kanker tumbuh, rupanya terdapat penggolongan kanker lambung berdasarkankan jenis sel pada dinding lambung. Tiap-tiap jenis sel dalam dinding lambung memiliki fungsi masing-masing dan keberadaan sel kanker di dalamnya akan merusak fungsi dari tiap sel dinding tersebut. Adapun penggolongan kanker lambung tersebut adalah:

  • Adenokarsinoma

    Kanker yang tumbuh pada sel pembentuk lapisan mukosa pada dinding lambung. Lapisan mukosa ini berfungsi sebagai alat cerna sekaligus penghasil asam lambung. Keberadaan kanker pada lapisan mukosa akan merusak kemampuan lambung sebagai alat cerna.

  • Limfoma

    Kanker yang tumbuh pada sistem limfatik dari lambung. Setiap organ terhubung dalam sebuah sistem limfatik dan tiap organ memiliki jaringan limfatiknya sendiri. Keberadaan limfatik sebagai sistem daya tahan terhadap serangan bakteri dan virus yang menyerang organ. Ketika sistem limfatik dalam lambung terserang kanker, maka lambung akan mengalami masalah serius terhadap kasus infeksi dan bisa menyebabkan kasus inflamasiserius. Selain itu kanker pada sistem limfatik lambung bisa menyebabkan persebaran kanker yang cepat ke organ lain karena sistem limfatik lambung juga terkait dengan sistem limfatik organ lain.

  • Sarcoma

    Kanker satu ini terbentuk pada jaringan ikat atau pada otot pembentuk lambung. Berada pada sisi terluar dari lambung meski pada titik awal belum sepenuhnya mengganggu fungsi cerna, namun bisa dengan cepat menular ke organ lain di sekitar usus. Bila diabaikan, pertumbuhan kanker pada dinding luar ini bisa tembus ke sisi dalam lambung dan merusak fungsi dari lambung.

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab kanker lambung memang masih dalam proses riset. Secara medis belum dapat dipastikan apa saja penyebab kanker lambung. Namun, beberapa pakar kanker dunia meyakini bahwa setidaknya diperlukan lebih dari satu faktor kuat untuk menyebabkan seseorang mengidap kanker lambung. Mereka memastikan bahwa masalah genetik tak bisa sepenuhnya memicu kanker lambung.

Setidaknya terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kanker lambung. Diperlukan perpaduan lebih dari 2 faktor untuk memungkinkan seseorang sangat beresiko terhadap kanker lambung. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kanker lambung? Berikut ini daftar penyebab kanker lambung tersebut.

  • Mereka dengan Kasus Polip Lambung

    Polip lambung merupakan kondisi dimana terbentuk massa kecil pada dinding lambung. Meski sifatnya tidak ganas dan kerap kali tidak mengganggu, tetapi keberadaanya bisa saja mendesak lambung ketika ukurannya membesar atau berjumlah banyak. Dan pada satu tempo beberapa kasus polip lambung yang memburuk bisa beranjak ganas dan berubah menjadi kanker.

  • Masalah Toksin

    Mereka yang merokok, suka minuman keras dan narkoba, terbiasa mengkonsumsi makanan dengan bahan kimiawi berbahaya seperti pengawet non alami macam formadehyde juga mereka yang hidup dalam lingkungan berpolusi tinggi bisa mengalami peningkatan resiko kanker lambung. Resiko terberat adalah ketika seseorang kerap mengkonsumsi bahan aditif sehingga kadar toksin dalam lambung sangat tinggi, termasuk pula kerap mengkonsumsi makanan seperti makanan awetan, daging asap, makanan kaleng, acar, ikan asin dan sejenisnya.

  • Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

    Bakteri jenis ini biasa menjadi menyebabkan kasus tukak lambung berat. Peradanganyang muncul karena bakteri ini bisa menyebabkan kerusakan berat pada dinding lambung yang pada akhirnya akan menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut ini bisa menjadi cikal bakal pertumbuhan kanker. Bakteri ini kerap Anda jumpai pada makanan jalanan dan makanan yang tidak matang sempurna.

  • Usia Manula

    Usia di atas 55 tahun menjadi usia terbanyak dari pasie kanker lambung. Tumpukan toksin dan kerusakan menahun akibat iritasi dan infeksi yang pernah terjadi pada lambung menjadi penyebab kanker lambung yang muncul di usia tua.

  • Genetik Kanker Lambung

    Tidak bisa dipungkiri, kanker merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan masalah genetik. Meski tetap memerlukan faktor pemantik, namun sebagian besar kasus kanker lambung memiliki riwayat kasus serupa dari sejarah kerabatnya.

  • Mengidap Gastritis Menahun

    Beberapa orang memiliki riwayat gastritis dan tukak lambung menahun, bahkan sudah mengidapnya sejak kecil. Bila kondisi ini diabaikan dan serangan gastritis kerap sekali muncul, bukan mustahil akhirnya terjadi mutasi gen pada dinding lambung dan memunculkan kanker. Beberapa kasus serupa seperti tukak pada duodenum, metaplasia usus dan beberapa prosedur bedah lambung bisa pula menjadi penyebab kanker lambung.

  • Efek Metastatis

    Kanker lambung juga bisa terjadi sebagai kanker sekunder yang bukan berawal dari dalam lambung tetapi hasil persebaran sel kanker dari organ lain atau dari sistem limfatik. Sifat persebaran kanker dimana sel kanker dapat lepas dari inangnya dan masuk melalui saluran darah atau sistem limfatik dan memasuki organ baru disebut sebagai kemampuan metastatis.

  • Menderita Anemia Pernisiosa

    Anemia jenis ini menyebabkan tubuh mengalami penurunan imun, termasuk menurunkan fungsi pembentukan antigen, sebuah senyawa kimiawi yang membentuk perlawanan alami terhadap kondisi mutasi gen. Dengan mengidap anemia perisiosa, maka lambung mengalami peningkatan resiko mengidap kanker lambung.

Gejala Kanker Lambung

Gejala kanker lambung memang kerap kali samar dan membuat pasien tak menyadari keberadaan massa kanker pada lambung mereka sampai kondisi kanker sudah mencapai stadium akhir. Sebagaimana disampaikan dr Ari dari RSCM di atas, kanker lambung memang kurang populer dan menyebabkan banyak pasien tak menyadari keberadaan kanker lambung karena kurangnya pengetahuan. Berikut ini beberapa gejala awal dari kanker lambung :

  • Perut yang mudah kembung terutama di area ulu hati kiri kadang juga mudah sekali bersendawa.
  • Perut kiri atas kerap terasa perih seperti tengah mengalami tukak
  • Mudah merasa begah dan sesak seperti kekenyangan
  • Mudah mual
  • Kerap kali mengalami diare atau malah mudah mengalami konstipasi.

Meski demikian beberapa kasus kanker lambung juga menampakan gejala awal yang lebih spesfik. Beberapa gejala awal yang spesifik tersebut bisa menjadi penanda kemungkinan seseorang mengalami kanker lambung. Lalu apa saja gejala kanker lambung yang bersifat spesifik tersebut:

  • Rasa nyeri pada lambung kerap muncul setelah makan, disertai rasa penuh yang membuat rasa mual muncul. Rasa nyeri tak bisa diatasi dengan sekedar mengkonsumsi obat tukak lambung biasa, bahkan terkesan kebal.
  • Perut kiri atas tampak membengkak sehingga perut tampak tidak simetris. Ini bisa menandakan lambung mengalami pembengkakan. Kadang muncul pula rasa nyeri pada tulang dada karena lambung mendesak tulang di dekatnya.
  • Munculnya aroma aneh seperti busuk pada pernafasan dan mulut terutama ketika beberapa waktu belum makan.
  • Perhatian BAB Anda dan temukan feses yang menunjukan bentuk yang belum hancur sempurna. Meski kondisi ini tak sepenuhnya memastikan Anda mengalami kanker lambung, tetapi jelas menunjukan terjadi masalah serius dalam fungsi pencernaan Anda.

Namun ketika Anda mulai mengalami gejala kanker lambung seperti di bawah ini, maka kondisi kanker lambung pasien bersangkutan bisa jadi sudah mencapai stadium yang lebih serius. Dan inilah beberapa gejala kanker lambung stadium lanjut:

  • Mulai muncul muntah darah.
  • Diare dengan disertai warna tinja kehitaman atau malah memperlihatkan warna merah darah.
  • Terjadi masalah dengan kemampuan cerna sehingga kondisi tinja menunjukan makanan yang belum tercerna sempurna.
  • Pasien akan mengalami kasus serius anemia, kuning dan penurunan selera makan drastis.
  • Rasa nyeri pada lambung semakin menjadi seperti ditusuk-tusuk dan tak teratasi.

Pengobatan Kanker Lambung

Pengobatan kanker lambungsecara medis terdiri dari beragam jenis prosedur yang disesuaikan dengan kondisi personal tiap pasien, termasuk dengan mempertimbangkan faktor usia, kondisi stadium kanker dan sumber kanker yang muncul. Pada umumnya kanker sekunder atau kanker yang bersumber dari sel kanker yang tumbuh pada organ lain lebih sulit untuk diobati dan cenderung hanya dikurangi efek sampingnya saja karena sifatnya yang sudah menyebar.

Sebelum menentukan metode pengobatan kanker lambung, biasanya pasien akan menjalani sederet test untuk memastikan keberadaan kanker pada lambung. Kanker lambung termasuk jenis yang kerap terdeteksi terlambat karena gejalanya yang samar.

Posisinya yang didalam membuat kadang diperlukan test mendalam sampai prosedur endoskopi yakni memasukan selang kecil berkamera melalui kerongkongan atau dengan laparoskopi yakni memasukan selang kecil berkamera melalui irisan lubang kecil di perut kiri. Metode ini diperlukan karena kerap kali massa kanker tidak terdeteksi jelas melalui CT-scan, USG atau rontgen.Dan pasca pasien terdeteksi mengidap kanker lambung, berikut tahapan tindakan pengobatan yang diterapkan:

  • Radioterapi

    Prosedur ini merupakan standar tindakan awal pengobatan kanker lambung. Di sini pasien akan menjalani terapi dengan penembakan radiasi gelombang radio yang difokuskan pada sel kanker. Prosedur ini akan mematikan sel kanker pada lambung dengan jitu meski terbukti pula sifat radiasi yang mematikan sel juga bisa berpengaruh pada sel sehat yang dilalui gelombang radio. Beberapa kondisi seperti diare dan mual kerap muncul pasca terapi rutin.

    Tindakan ini terbilang efektif meski kurang cocok untuk kondisi kanker stadium lanjut atau dengan kondisi kanker yang sudah menyebar. Biasanya pula prosedur ini diberikan sebagai langkah awal sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran sel kanker atau malah terapi pasca operasi untuk mematikan sisa-sisa sel kanker yang masih ada.

  • Radio Surgery

    Tindakan ini sebenarnya serupa dengan radioterapi yaitu memanfaatkan kemampuan gelombang radio dalam mematikan sel kanker. Namun di sini demi menekan efek samping kerusakan sel lain yang dilalui gelombang, dilakukan pembedahan sehingga gelombang radio ditembakan langsung pada sel kanker.

    Sangat cocok untuk kondisi kanker stadium awal dimana sel kanker masih terspot dalam satu atau dua titik saja. Namun diperlukan kondisi pasien yang sepenuhnya fit untuk bisa menjalankan prosedur pembedahan ini.

  • Penyinaran

    Prosedur dengan memanfaatkan kemampuan sinar laser dalam mematikan sel kanker ini dilakukan dengan membedah perut kiri dan membuka lambung. Kemudian menyuntikan senyawa khusus yang membuat sel kanker menjadi lebih peka terhadap sinar.

    Lantas dilakukan penembakan laser kea rah sel kanker pada lambung hingga sel-sel dinyatakan mati. Namun sebagaimana kebanyakan prosedur pembedahan dan operasi, prosedur ini memerlukan kondisi pasien yang fit atau bisa saja terjadi penurunan kondisi yang drastis pasca pembedahan.

  • Pengangkatan

    Tindakan pengangkatan lambung dalam bahasa medis disebut dengan gastrektomi. Tindakan ini bisa bersifat parsial atau sebagian juga bisa menyeluruh sehingga makanan tidak lagi melalui proses pengolahan enzimmelainkan langsung menuju duodenum atau usus dua belas jari.

    Pengangkatan dilakukan bila bila kondisi kanker sudah mengakar dan porsi lambung yang diambil sesuai dengan perluasan sel kanker yang tumbuh pada lambung. Tindakan ini relative beresiko, karena pasca operasi fungsi pencernaan akan turun, sehingga pasien akan rentan mengalami masalah pencernaan hingga infeksi.

  • Kemoterapi

    Tindakan ini memang salah satu tindakan kanker paling dikenal secara awam, meski tindakan ini juga sekaligus menghasilkan banyak efek samping. Di sini pasien akan menjalankan terapi suntikan dengan senyawa kimiawi tertentu yang bersifat antigen artifisial. Kemoterapi biasa diberikan sebelum operasi atau setelah operasi.

    Sifatnya yang agresif memang tak hanya akan mematikan sel kanker, tetapi beberapa sel sehat. Itu sebabnya sederet keluhan biasa muncul pasca kemoterapi seperti rasa mual yang sangat,diare, kerontokan rambut, kerusakan kulit dan menurunnya fungsi indera perasa dan penciuman.

Selain dengan metode medis , Anda bisa pula mencoba ide untuk menjalankan pengobatan kanker lambung dengan obat herbal kanker lambung. Metode ini bisa Anda pilih jika Anda masih ragu menghadapi resiko pengobatan medis yang memang memiliki banyak efek samping.

Karena sebenarnya beberapa obat herbal sudah terbukti secara klinis dan empiris memiliki kemampuan untuk mengatasi kanker dan tumor, termasuk kanker lambung dengan efektif. Anda bisa pula menjalankan pengobatan kanker lambung dengan metode alternatif ini selama Anda tepat menentukan pilihan herbal yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Dan berikut ini dua jenis herbal yang sudah banyak direkomendasikan sebagai pengobatan kanker lambung berdasarkankan berbagai penelitian dan banyak testimoni yang membuktikan bagaimana khasiat kedua herbal tersebut terhadap kanker.

  • Sarang Semut

    Memang diperlukan penelitian lebih banyak lagi untuk mengidentifikasi berbagai kandungan Sarang Semutdan khasiatnya untuk pengobatan kanker. Namun bahkan dari penelitian yang sudah dilakukan pun, Sarang Semutsudah dibuktikan dapat secara efektif membantu pengobatan kanker lambung. Berikut adalah penjelasannya.

    Dr Mangestuti Agil Apt MS (Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya) mengatakan, "Antioksidan itu melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker pun dapat dicegah".

    Flavonoid dalam Sarang Semut berguna sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti-inflamasi, dan sebagai antibiotik.

    Tokoferol yang terdapat dalam Sarang Semut mempunyai fungsi sebagai antioksidan yang efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dalam Sarang Semut itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan anti-kanker yang menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif.

    Penelitian menunjukkan bahwa Sarang Semut mengandung Alfa-tokoferol yang berguna sebagai anti-kanker serta menangkal serangan radikal bebas. Dari hasil pengujian, ekstrak kasar Sarang Semut memiliki kandungan Alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga mendekati 100%. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang kuat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

    Untuk keterangan lebih lengkap mengenai Sarang Semut dan keampuhannya dalam membantu pengobatan kanker lambung, silakan dibaca dalam halaman artikel "Obat Kanker Lambung".

  • Noni Juice

    Juice ini berasal dari buah noni yang terkenal sebagai salah satu buah kaya khasiat di Haiti sampai mendapat julukan tanaman Dewa. Berasal dari kawasan beriklim tropis,buah noni diketahui sebagai buah dengan aroma tajam yang kurang enak dan tidak disukai.

    Siapa nyana dibalik aroma tajamnya yang menusuk, terdapat khasiat terbaik mengatasi kanker dan beragam jenis penyakit lain. Terbukti dari sebuah riset yang dijalankan seorang pakar herbal dunia Dr Neil Solomon terhadap lebih dari 2000 kasus kanker dan terbukti efektif menangani kanker termasuk kanker lambung.

    Sebagaimana sarang semut,dalam buah noni juga terdapat kandungan flavonoid dengan sifat anti karsinogen dan anti proliferasi. Selain itu, terdapat kandungan xeronine dan proxeronine, sejenis senyawa protein khusus yang berperan besar dalam proses pertumbuhan dan regenerasi sel dan membantunya untuk tetap bekerja secara normal. Keduanya sangat penting untuk mengatasi kanker, termasuk kanker pada lambung.

    Dalam buah noni juga ditemukan senyawa scolopetin, terpenoid dan dhamnachantal yang berfungsi menjaga pertumbuhan sel tetap normal dan aktif sekaligus menekan pertumbuhan sel kanker. Ketiganya juga membantu menekan inflamasi yang memicu kanker dan masalah efek samping dari kerusakan sel akibat serangan kanker. Terdapat pula antibakteri yang ampuh melawan serangan infeksi, termasuk tukak lambung.

    Selain itu, terdapat pula fitonutrien yang juga memicu tubuh memproduksi senyawa anti kanker alami seperti nitrit oksida, interleukin, interferon, faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan senyawa alami lain. Antigen ini akan menekan faktor resiko karena genetik dan radiasi.

Kanker lambung memang sampai saat ini masih menjadi salah satu ancaman terberat kanker dalam area pencernaan setelah kanker kolon. Namun ketika Anda berhasil mendeteksi kondisi lebih awal dengan penanganan dan pengobatan yang tepat, sebenanrya penyakit ini masih mungkin diatasi.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register