Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Ilustrasi Kanker Indung Telur Ilustrasi Kanker Indung Telur

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Indung Telur

Kanker indung telur dalam bahasa medis disebut pula dengan kanker ovarium, mengingat secara ilmiah indung telur juga dikenal dengan nama ovarium. Kanker indung telur sendiri merupakan jenis kanker yang berada pada urutan ke tujuh sebagai penyakit kanker yang paling banyak menyerang wanita.

Berdasarkan data tahun 2012, setidaknya sekitar 230.000 pasien kanker indung telur baru muncul setiap tahun. Dan penyakit ini tidak pandang umur dalam menyerang, wanita dari kelompok usia manapun bisa terserang kanker indung telur. Namun beberapa catatan juga menunjukan bahwa kasus tertinggi dari kanker ovarium ini berasal dari kalangan manula.

Indung telur sendiri merupakan sebuah organ yang menjadi satu kesatuan dari sistem genital wanita. Berjumlah dua buah di kiri dan kanan dan berada pada sisi atas dari rongga rahim, tepatnya di atas pinggang. Indung telur sendiri berfungsi sebagai pusat produksi telur sekaligus pusat produksi hormon seperti estrogen dan progesteron, dua buah hormon penting kewanitaan.

Posisi indung telur yang relatif dalam membuat keluhan kanker kerap kali tidak terdeteksi. Rasa nyeri yang muncul juga kerap samar sehingga sulit disadari pasien sebagai gejala munculnya sel kanker pada indung telur. Itu sebabnya pula kebanyakan kasus kanker indung telur terdeteksi ketika sel kanker sudah merambat ke kawasan jaringan ikat penyangga dan rahim.

Sementara itu, berdasarkan cancer.org kanker indung telur pada stadium satu bisa memiliki kemungkinan sembuh sampai lebih dari 85%. Ini karena posisi sel kanker yang terpusat hanya pada satu spot dalam indung telur sehingga lebih mudah dalam proses pengobatannya.

Pertumbuhan sel kanker indung telur sendiri terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan jenis sel yang menjadi lokasi kanker tumbuh. Dan kategori tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kanker Epitelial

    Kanker jenis ini tumbuh pada jaringan epitel, yakni jaringan yang menjadi lapisan pembungkus dari indung telur. Pertumbuhan sel kanker pada lokasi ini pada tahap awal tidak banyak mempengaruhi fungsi indung telur sampai sel kanker mulai menyebar ke sisi dalam indung telur. Namun kanker ini bisa lebih mudah menyebar ke organ lain. Setidaknya 90% kasus kanker indung telur di dunia merupakan jenis kanker epitelial ini.

  • Kanker Stromal

    Kanker jenis ini tumbuh pada jaringan stromal yang menjadi lokasi pembentukan hormon hormon kewanitaan. Keberadaan kanker pada fungsi hormonal akan menyebabkan ketidak seimbangan hormonal pada wanita. Itu sebabnya beberapa kasus kanker jenis ini lebih mudah terdeteksi karena kebanyakan kasus awalnya sudah menunjukan gejala yang lebih kentara karena masalah ketidak seimbangan hormonal ini. Kasus kanker stromal diidap oleh setidanya 7% dari seluruh kasus kanker indung telur.

  • Kanker Germial

    Kanker satu ini tumbuh dari sel-sel pembentuk fungsi produksi telur. Kasus kanker ini terbilang jarang dan kebanyakan menyerang wanita muda. Meski jarang terjadi, kanker ini terbilang berbahaya karena akan menyebabkan kemandulan dengan sangat cepat.

Penyebab Kanker Indung Telur

Penyebab kanker indung telur sampai ini masih dalam penelitian. Belum dapat dipastikan sepenuhnya apa saja penyebab munculnya kanker pada ovarium tersebut. Dan beberapa pakar juga meyakini adanya kaitan beberapa faktor yang bisa memicu kemunculan kanker indung telur ini. Artinya meski aspek genetik memang memiliki pengaruh besar namun tetap membutuhkan faktor pemicu.

Keberadaan kanker indung telur diyakini pula berasal dari penyimpangan pertumbuhan dan regenerasi sel pada dinding ovarium. Dan menurut Mayo Clinic, berikut ini beberapa kondisi yang diperkirakan menjadi faktor penyebab kanker indung telur, atau setidaknya meningkatkan seseorang mengalami kanker indung telur.

  • Masalah inflamasi dan infeksi

    beberapa kasus kanker memang diawali dari kasus infeksi dan inflamasi serius yang berakibat munculnya jaringan parut dan kerusakan sel yang berat. Kondisi ini memang bisa menyebabkan sel-sel pada indung telur melakukan regenerasi sel secara abnormal. Meski diakui kasus infeksi memang tidak kerap terjadi pada area ovarium, tidak seperti infeksi vagina yang memang berada di sisi luar.

  • Terapi penggantian hormon estrogen

    Mereka yang menjalankan terapi penggantian hormon estrogen menyebabkan paparan berlebihan hormon estrogen artifisial pada rahim. Kondisi ini bila terus dijalankan bisa menyebabkan kerentanan tinggi area genital terhadap petumbuhan kanker, termasuk kanker indung telur.

  • Masa menstruasi yang lama

    Beberapa orang mendapatkan haid pertama mereka di usia dini dan beberapa kadang juga mengalami menopause lebih terlambat. Mereka yang mengalami kondisi ini terpapar estrogen lebih panjang dan kerap mengalami kasus pergantian hormon dengan sering. Sebagaimana diketahui proses menstruasi akan melibatkan perubahan kondisi hormonal pada tubuh dari hormon estrogen dan hormone testosteron. Kondisi ini membuat kondisi indung telur menjadi lebih rentan mengalami kanker.

  • Tidak pernah hamil

    Untuk mencegah kanker indung telur, dibutuhkan lebih banyak paparan hormon progesteron. Dan hormon ini muncul lebih banyak ketika hamil. Mereka yang tidak pernah hamil akan lebih rentan mengalami kanker pada area genital termasuk kanker indung telur.

  • Mengalami kasus polip dan kista pada area genital

    Area genital baik itu pada rahim, tuba falopi sampai indung telur sendiri sangat mudah mengalami kista dan polip atau biasa dikenal pula dengan miom. Jenis-jenis tumor ringan ini bisa muncul karena beragam sebab seperti Polycystic Ovary Sindrome (PCOS), endometriosis, dan masih banyak lagi. Keberadaan miom atau kista yang berlebihan pada area genital menyebabkan indung telur mudah terserang kanker.

  • Pernah menjalani terapi kesuburan

    Terapi kesuburan kerap kali berkaitan erat dengan terapi hormonal artifisial. Asupan hormon ini akan membentuk kondisi karsinogen bila dijalankan berketerusan. Kondisi karsinogen adalah kondisi dimana tubuh menjadi sebuah habitat nyaman pertumbuhan sel kanker.

  • Asupan toksin

    Mereka yang hidup dengan cara tidak sehat, kerap mengkonsumsi bahan bertoksin, meminum alkohol, perokok dan narkoba bisa menjadi lebih rentan terhadap kanker indung telur. Ini karena kadar toksin tinggi akan menimbulkan kondisi karsinogen pada tubuh.

  • Faktor genetik

    Resiko mendapat serangan kanker indung telur bisa meningkat pada mereka yang memiliki riwayat kanker indung telur dalam keluarganya. Juga mereka yang memiliki gen khusus pemawab faktor kanker seperti BRCA1 dan BRCA 2.

  • Faktor usia

    Meski tidak terlalu besar pengaruhnya, tetapi peningkatan usia bisa meningkatkan resiko kanker indung telur.

  • Pernah menggunakan IUD

    Pada mereka dengan riwayat genetik kanker indung telur, pemakaian IUD atau alat KB spiral bisa meningkatkan resiko kanker indung telur. Meski penyebab keterkaitan kedua hal tersebut masih dalam perdebatan. Seperti adanya dugaan IUD kerap menyebabkan pasien mengalami ketidak seimbangan hormonal atau masalah PCOS.

Gejala Kanker Indung Telur

Gejala kanker indung telur kerap kali sulit untuk dikenali terutama ketika kondisi kanker masih dalam stadium awal. Keberadaan kanker memang menimbulkan banyak efek samping, tetapi relatif ringan dan samar sehingga membuatnya menyerupai gejala penyakit lain seperti gejala iritasi pada usus atau gejala konstipasi berat.

Dan beberapa gejala kanker indung telur tersebut bisa berupa:

  • Muncul pembengkakan pada perut.
  • Perut terus menerus merasa kembung.
  • Kerap merasa mual dan tekanan di perut tengah
  • Muncul nyeri pada area perut hingga area pinggang atas.
  • Berat badan yang turun drastis
  • Mudah kenyang dan meras begah
  • Mudah mengalami masalah konstipasi.
  • Mengalami peningkatan frekuensi air kencing
  • Merasa sakit pada saat berhubungan intim
  • Kadang muncul rasa tidak nyaman pada area genital dalam atau perut tengah.

Namun kadang muncul gejala yang lebih spesifik dari serangan kanker indung telur. Ini terkait dengan penurunan fungsi sel dan jaringan dalam indung telur akibat serangan kanker. Adapun beberapa gejala kanker indung telur yang bersifat spesifik tersebut adalah:

  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Keputihan beraroma, kadang disertai warna seperti susu atau malah mengandung darah.
  • Pembengkakan perut muncul pada sisi samping perut tepat di atas pinggang, biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri namun kerap kali muncul nyeri yang datang dari dalam.
  • Muncul perdarahan pada vagina.

Pengobatan Kanker Indung Telur

Pengobatan kanker indung telur biasanya dijalankan dengan prosedur yang hampir serupa dengan tindakan terhadap kanker rahim. Prosedur ini akan disesuaikan dengan kondisi pasien termasuk kondisi stadium kanker.

Untuk itu perlu adanya diagnose lengkap untuk memastikan kondisi kanker dan mengukur stadium kanker. Langkah diagnosa bisa diawali dengan melakukan test untuk mendeteksi keberadaan protein khusus CA 125. Protein CA 125 ini bisa menjadi salah satu indikasi keberadaan kanker indung telur meski beberapa kasus kanker indung telur tidak menyebabkan seseorang memiliki kadar CA 125 tinggi. Atau tidak semua kasus kelebihan CA 125 juga pasti mengidap kanker indung telur.

Biasanya tetap diperlukan beberapa test tambahan seperti USG, MRI, CT-scan, rontgen sampai biopsi untuk memastikan keberadaan massa dalam indung telur sekaligus mengetahui kondisi kanker dalam indung telur, termasuk tingkat stadium.

Begitu pasien dinyatakan positif mengidap kanker indung telur, maka pasien akan dihadapkan dengan beberapa pilihan prosedur pengobatan kanker indung telur dengan segala resiko dan efek samping yang bisa terjadi. Pada kasus ringan atau stadium awal, pengobatan kanker indung telur secara medis dianggap sangat efektif bahkan mencapai nilai efektifitas di atas 80%.

Namun kebanyakan kasus kanker indung telur baru dapat terdeteksi pada stadium lanjut dan menyebabkan kemungkinan keberhasilan terapi akan menurun sesuai dengan kondisi tiap pasien. Bahkan tercatat hanya sekitar 40 % kasus kanker indung telur yang bisa bertahan mencapai 10 tahun. Inipun masih harus mempertimbangkan faktor resiko dari tiap metode. Adapun beberapa prosedur pengobatan kanker indung telur tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pengangkatan Jaringan Kanker

    Kebanyakan kasus kanker indung telur diatasi dengan metode pengangkatan. Prosedur ini biasanya dengan mengangkat satu bagian ovarium beserta tuba falopi. Namun pada stadium lebih lanjut diperluka pengangkatan dua buah ovarium beserta tuba falopi. Kadang juga diperlukan sistem limfatik termasuk kelenjar getah bening terdekat di pinggang.

    Prosedur ini jelas menyebabkan tertutupnya peluang pasien untuk bisa memiliki anak, selain tindakan ini juga bisa beresiko perdarahan dan infeksi juga kadang disertai penurunan kondisi pasca operasi. Untuk itu diperlukan kondisi yang cukup fit untuk bisa menjalankan tindakan ini.

  • Tindakan Terapi Radiasi

    Terapi dengan menggunakan gelombang radio biasanya juga dijalankan untuk menangani pertumbuhan sel kanker. Biasanya terapi ini dijalankan sebelum operasi untuk menekan pertumbuhan sel kanker sekaligus membuat sel kanker menciut, sehingga memudahkan proses pengangkatan. Terapi juga bisa dilakukan pasca operasi untuk mematikan sisa sel kanker yang tak bisa diangkat dalam proses operasi.

    Kadang pada stadium awal, pasien juga bisa menjalani tindakan radiasi dengan pembedahan dimana pasien akan dibedah menuju lokasi sel kanker tumbuh di indung telur untuk secara langsung memaparkan gelombang radio pada sel kanker. Cara ini membuat sel kanker lebih cepat mati dengan efek samping kerusakan sel yang lebih kecil.

    Tindakan ini tetap menyisakan resiko karena adanya beberapa sel sehat yang turut terpapar gelombang radio dan ikut mengalami kerusakan. Beberapa keluhan seperti mual, kulit terbakar atau rasa nyeri pada otot kerap dikeluhkan pasien pasca menjalani terapi ini secara rutin.

  • Tindakan Penyinaran

    Prosedur ini membutuhkan sebuah langkah pembedahan untuk kemudian dilakukan langkah paparan sinar laser langsung pada spot kanker pada indung telur. Sebelumnya diperlukan suntikan senyawa khusus pada sel kanker supaya sel menjadi lebih peka terhadap cahaya. Sinar laser akan mematikan sel kanker dalam jumlah kecil atau pada stadium awal. Tindakan ini juga tergolong rendah resiko selama dilakukan pada saat pasien dalam kondisi baik.

  • Kemoterapi

    Tindakan ini merupakan salah satu langkah standar dalam mengatasi kanker termasuk dalam pengobatan kanker indung telur. Pasien akan mendapat asupan obat kimiawi khusus seperti carboplatin atau juga dikombinasikan dengan paclitaxel yang akan bekerja membunuh sel kanker secara menyeluruh.

    Kemoterapi biasanya diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan sel kanker supaya lebih mudah untuk diangkat. Atau malah dilakukan pasca operasi untuk membersihkan sisa sel kanker dalam tubuh yang tak bisa diangkat.

    Kemoterapi cenderung menyisakan efek samping karena sifatnya yang agresif untuk merusak sel, kadang beberapa sel sehat turut terpapar dan mengalami kerusakan. Gejala seperti kehilangan nafsu makan, mual, kehilangan indera perasa dan penciuman, nyeri sendi, masalah kerontokan dan kerusakan kulit sampai mudahnya pasien mengalami infeksi dan iritasi kerap muncul selama pasien menjalani terapi ini.

Rendahnya kemungkinan hidup pada pasien kanker indung telur terutama pada mereka yang mengalami kanker stadium lanjut kerap kali membuat pasien putus asa dan merasa pengobatan yang memakan biaya besar tersebut terkesan percuma.

Padahal Anda juga bisa meningkatkan peluang hidup dan meningkatkan pula kemungkinan keberhasilan pengobatan dengan menjalankan pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif seperti dengan obat herbal kanker indung telur ini bisa membantu Anda mencapai kesembuhan dan mengatasi pertumbuhan sel kanker dengan cepat, bahkan bisa meningkatkan kecepatan penyembuhan dari metode konvensional.

Dan kabar baiknya, obat herbal tertentu juga memiliki khasiat ganda. Karena selain meningkatkan kualitas pengobatan kanker indung telur secara medis juga membantu menekan efek samping dari pengobatan medis. Apa saja obat herbal kanker indung telur yang sesuai untuk kebutuhan tersebut:

  • Sarang Semut

    Memang masih perlu lebih banyak lagi penelitian untuk mengidentifikasi kandungan dalam Sarang Semut. Namun bahkan dari hasil penelitian yang ada pun, Sarang Semut terbukti memiliki kandungan-kandungan yang teruji secara empiris mampu mengatasi kanker dan tumor. Salah satunya adalah flavonoid yang dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

    • Inaktivasi karsinogen
      Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
    • Anti-proliferasi
      Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
    • Penghambatan siklus sel
      Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
    • Induksi apoptosis dan diferensiasi
      Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
    • Inhibisi angiogenesis
      Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
    • Pembalikan resistensi multi-obat
      Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

    Sarang Semut juga mengandung Alfa-tokoferol yang berguna dalam menangkal serangan radikal bebas sekaligus sebagai anti-kanker. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut memiliki kandungan Alfa-tokoferol yang bisa meredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

    Untuk keterangan lebih lengkap mengenai bukti keampuhan Sarang Semut dalam membantu pengobatan kanker indung telur, silakan baca dalam halaman artikel "Obat Kanker Indung Telur".

  • Noni Juice

    Buah noni adalah salah satu tanama tropis yang di masa lalu kerap diabaikan. Tak banyak yang menyadari bahwa di belahan bumi lain seperti di Karibia, tanaman ini mendapat julukan tanaman dewa berkat khasiatnya mengatasi beragam penyakit termasuk kanker.

    Dalam buah yang dikenal karena aromanya yang kurang disukai itu, terdapat seyawa flavonoid dengan khasiat yang tak kalah dari sarang semut, meski tidak dalam formula terlengkap sebagaimana pada sarang semut.

    Meski demikian, buah noni terbukti mengandung antibacterial dan anti viral yang efektif melawan beragam inflamasi dan infeksi, termasuk yang dapat memicu kanker. Terbukti pula mengandung scolopetin, terpenoid dan dhamnachantal yang terbukti efektif melawan mutasi gen dan menjaga fungsi regenerasi sel tetap normal.

    Dalam buah noni juga terdapat kandungan protein unik bernama xeronine. Senyawa protein ini penting dalam proses regenerasi sel dan pembentukan sel baru, sehingga baik untuk mencegah sel abnormal tumbuh. Dilengkapi dengan sejumlah fitonutrien yang aktif mendorong pembentukan antigen yang berfungsi melawan mutasi gen secara alami.

Kedua jenis obat herbal kanker indung telur diatas tak hanya terbukti ampuh mengatasi pertumbuhan sel kanker, tetapi terbukti memiliki sifat anti resistensi, kemampuan untuk menekan efek kebal akibat konsumsi obat secara berketerusan. Kemampuan ini penting mengingat banyak pasien kanker harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang.

Selain itu, kedua herbal juga terbukti tidak bersifat reduktif atau menurunkan khasiat dari pengobatan medis sehingga sangat cocok untuk Anda konsumsi secara bersama dengan pengobatan medis. Malah, terbukti dengan mengkonsumsi herbal-herbal di atas, Anda bisa menekan efek samping dari radiasi atau kemoterapi. Juga membantu menjaga kondisi tubuh sehingga membantu mempercepat penyembuhan pasca operasi.

Data memang mencatat tingginya kasus kematian dari pasien kanker indung telur, bahkan kemungkinan hidup mencapai 10 tahun tak mampu mencapai angka 50%. Namun dengan deteksi awal serta terapi dan pengobatan yang tepat, penyakit mematikan ini masih mungkin untuk diatasi.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register