Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Ilustrasi Kanker Hati Ilustrasi Kanker Hati

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Hati

Kanker hati merupakan jenis kanker yang berkembang dalam organ hati. Lokasi perkembangan kanker ini membuat penyakit kanker ini termasuk jenis yang bisa berkembang menjadi kasus yang fatal dan juga sangat mematikan.

Bahkan dalam sebuah laman bertajuk 5 kanker paling membunuh dari Unitypoint.org, dikatakan bahwa kanker hati adalah kanker pembunuh ke lima bagi pria di Amerika. Dikatakan tiap tahun 5% pasien kanker hati berakhir pada kematian.

Sedang di Indonesia sendiri berdasar fakta tahun 2013, kanker hati termasuk dalam tiga besar kanker pembunuh bersama kanker paru-paru dan kanker pankreas. Diperkirakan di Indonesia setidaknya lebih dari 30 ribu kasus baru muncul tiap tahunnya. Harus diakui Indonesia salah satu penyumbang pasien kanker hati dunia. Fakta ini selaras dengan catatan WHO 85% pasien kanker hati di dunia berasal dari negara berkembang.

Tingginya tingkat kematian kanker hati berbeda dengan kasus kematian pada kanker lain. Sementara pada kanker lain, kebanyakan kasus kematian dikarenakan keterlambatan diagnose. Maka pada kasus kanker hati resiko kematian yang tinggi berasal dari fungsi organ hati yang vital. Organ hati memiliki fungsi vital bagi tubuh dan kerusakan pada organ ini akan memberi efek negatif yang fatal bagi pasien. Beberapa fungsi hati tersebut antara lain :

  • Penetralisir racun, toksin dan residu proses metabolisme
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein
  • Membantu mengendalikan penggumpalan darah
  • Memproduksi beberapa senyawa yang membantu proses sekresi sari makanan untuk mudah diolah dan dibakar seperti produksi empedu untuk proses cerna lemak.

Dengan rusaknya hati karena serangan kanker, pasien akan mengalami keracunan darah karena tubuh tak bisa mengeluarkan toksin dari tubuh. Darah akan sarat residu dan toksin ini akan menghantarkan racun ke seluruh tubuh dan merusak seluruh sistem dalam tubuh. Kerusakan hati juga akan menyebabkan masalah fatal dengan metabolisme tubuh karena salah satu sumber energi yang menjadi bahan bakar proses metabolisme yakni lemak tidak terpenuhi dengan baik.

Kanker hati biasanya merupakan jenis kanker sekunder yang merupakan hasil proses metastatis atau pelepasan sel kanker dari organ yang sudah terserang kanker. Sel kanker lepas ini berpindah ke sel sehat pada organ disekitarnya atau larut dalam darah.

Namun kasus kanker hati primer juga relatif tinggi dan biasanya berawal dari kondisi infeksi tertentu. Adapun kanker primer terbagi dalam 4 jenis, yakni:

  • Karsinoma Hepatoseluler

    Sejenis kanker hati yang paling banyak terdeteksi, dimana serangan kanker muncul pada otot hati sehingga terjadi pembengkakan pada dinding hati.

  • Cholangiosarcoma

    Kanker hati jenis ini justru berawal dari kelenjar empedu dan menyebabkan terjadinya penumpukan cairan empedu pada sel-sel hati. Biasanya penyakit ini terjadi pada mereka berusia manula.

  • Hemangisarcoma

    Serangan kanker hati yang terpusat pada pembuluh-pembuluh kapiler dalam hati. Pembengkakan terjadi pada pembuluh darah sehingga menimbulkan lebam kebiruan pada perut kanan.

  • Hepatoblastoma

    Jenis kanker yang terbilang langka ini terkait dengan kelainan darah dan kondisi hati bawaan dan biasanya diidap oleh anak-anak.

  • Angiosarcoma

    Serangan kanker hati dimana sel-sel endotel hati secara menyeluruh mengalami mutasi dan pengerasan. Kondisi kanker jenis ini tergolong jarang namun terkenal sangat cepat menyebar dan bisa sangat mematikan.

Penyebab Kanker Hati

Penyebab kanker hati terbilang sangat beragam dengan kerap kali memunculkan banyak varian penyebab untuk tiap kasus yang muncul. Bahkan sampai saat ini masih banyak riset yag terus dikembangkan untuk menemukan penyebab pasti kanker hati.

Namun salah satu penyebab utama dari penyakit kanker hati adalah penyakit sirosis. Sirosis merupakan kondisi terdapatnya jaringan parut pada hati yang disebabkan dari efek kerusakan sel. Biasanya bermula dari serangan infeksi dan peradangan yang tidak teratasi sampai akhirnya kerusakan sel akibat serangan peradangan menjadi sangat berat dan tak mampu lagi diatasi oleh sistem mekanisme regenerasi sel.

Dari peradangan biasa akhirnya muncul jaringan parut yang membuat sel-sel hati mengeras. Hati yang mengeras dan tampak penuh kerutan membuat hati tak lagi mampu bekerja sebagaimana mestinya. Toksin yang seharusnya bisa diolah dan dikeluarkan dalam mekanisme pembuangan malah mengendap dalam hati. Kerusakan hati dengan jaringan yang mengeras dan kondisi karsinogen yang parah akhirnya memicu kerusakan sel yang lebih fatal, yakni pertumbuhan sel ganas dan agresif dan berkarakter kanker.

Sirosis sendiri bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti infeksi hepatitis B dan hepatitis C, penyakit perlemakan hati non alkoholik, kondisi atutoimun dimana secara genetik tubuh menyerang sendiri sel lunak dalam hati, kondisi hemokrematosis (penyakit genetikal dimana tubuh mengalami endapan zat besi yang sifatnya menjadi racun bagi hati dan kadar alkohol tinggi dalam tubuh karena alkohol biasanya memang menyebabkan sel mengering dan mati hingga membentuk pengerasan.

Hepatitis B sendiri merupakan salah satu penyakit yang secara langsung bisa menyebabkan kanker hati bahkan tanpa perlu terjadi sirosis terlebih dahulu, terutama terjadi pada ras Asia. Sedang pada ras Kaukasoid atau kulit putih, hepatitis B tidak membuat tingkat resiko mereka menderita kanker hati menjadi meningkat drastis. Mereka perlu mengalami sirosis terlebih dulu untuk menjadikan mereka beresiko tinggi mengalami kanker hati.

Selain hepatitis B, penyakit perlemakan hati non alkoholik juga bisa menjadi penyebab kanker hati meski pasien tak mengalami sirosis. Penyakit ini muncul ketika organ hati diselimuti oleh lemak sehingga mendesak hati. Perlahan hati akan mengalami kematian sel karena desakan ini dan akhirnya memicu kondisi toksinitas dan menyebabkan karsinogen.

Pola hidup tak sehat dimana pasien kerap mengkonsumsi minuman dengan kandungan alkohol tinggi, obat-obatan terlarang atau kebiasaan menikmati makanan yang riskan bahan aditif macam soda, makanan pengawet, pewarna buatan sampai beberapa kimiawi berbahaya seperti boraks atau formadehyde akan membuat hati mengalami tekanan karena tingginya toksin dalam darah.

Kondisi ini memicu hati mengalami penurunan fungsi dan endapan toksin justru tertahan dalam hati.Endapan ini membentuk kondisi karsinogen yang menjadikan hati semacam habitat nyaman bagi sel kanker tumbuh subur.

Gejala Kanker Hati

Gejala kanker hati stadium awal kerap kali tak terdeteksi karena memang kebanyakan kanker hati stadium awal tak menunjukan tanda-tanda yang mudah dikenali. Gejalanya cenderung sangat ringan dan samar, menyerupai tanda-tanda kelelahan biasa.

Tetapi bila seseorang mulai merasa tubuhnya mudah lelah, kadang mengalami rasa begah dan kembung di perut kanan dan kerap mengalami rasa mual tanpa alasan termasuk kerap merasa tubuh seperti mengalami masuk angin tak ada salahnya memeriksakan diri, kadang gejala sederhana ini bisa menjadi penanda munculnya masalah pada hati Anda.

Sedang untuk kanker hati sendiri, terdapat beberapa gejala kanker hati spesifik yang bisa Anda kenali di luar tanda-tanda umum di atas. Tentu saja deteksi awal kanker hati bisa membantu menekan resiko kematian dan perkembangan kanker hingga stadium akhir. Dan adapun gejala kanker hati yang lebih spesifik antara lain adalah:

  • Muncul pembengkakan pada perut kanan atas, kadang muncul ruam kemerahan atau bilur kebiruan yang menandakan adanya pembuluh darah yang turut membengkak. Anda bisa melihatnya dengan berkaca tanpa pakaian di depan kaca, bila posisi perut kanan dan kiri tampak tidak simetris Anda perlu waspada.
  • Muncul rasa gatal pada kulit yang semakin berat di malam hari. Tak ada bentol atau ruam tetapi kulit terus saja terasa gatal.
  • Pasien menunjukan tanda kelelahan hebat yang sering terjadi disertai keluhan anemia. Kadang rasa lelah muncul tanpa alasan bahkan ketika Anda belum lama beristirahat.
  • Kerap mengalami cegukan yang disebabkan oleh diafragma yang mengalami tekanan akibat pembengkakan hati.
  • Kulit dan mata kuning karena kadar bilirubin dalam darah tinggi. Bilirubin adalah bentuk dari toksinitas yang seharusnya keluar bersamaan dengan air seni. Karena sistem pembuangan tidak berfungsi akibat disfungi hati maka darah menjadi kotor dan memicu pasien mengalami kuning.
  • Mengalami asites atau pembengkakan perut. Pasien pada dasarnya mengalami penurunan berat badan ketika mengalami kanker hati, namun juga akan menunjukan perut yang membuncit karena sumbatan aliran pembuangan air menuju sistem kemih.
  • Kaki dan tangan membengkak yang juga disebabkan oleh efek penumpukan cairan dan bilirubin dalam tubuh.
  • Urin akan tampak keruh dengan warna kuning tua hingga kecoklatan. Warna cokelat berasal dari perdarahan dalam hati. Sementara itu feses justru menjadi hitam karena efek tercampurnya toksin dan bilirubin dalam feses.
  • Muntah darah bisa terjadi terutama pada stadium akhir ketika terjadi perdarahan berat pada hati dan menyebabkan munculnya aliran darah dari hati menuju area pencernaan dan menggenang pada kantung lambung.

Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan kanker hati secara medis pada dasarnya terbagi dalam dua fokus, yakni pengobatan untuk mengatasi sel kanker dengan tujuan menghilangkan sel-sel kanker seoptimal mungkin. Sedang fokus kedua adalah pengobatan yang diarahkan sekedar untuk membantu mempertahankan hidup. Pada pengobatan kedua ini, biasanya diberikan kepada pasien kanker hati stadium akhir dimana kanker sudah menyebar dan sulit dihilangkan.

Sedang pengobatan kanker hati sendiri terdiri dari beberapa prosedur standar yang disesuaikan dengan kondisi stadium dan kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa prosedur pengobatan kanker hati secara medis:

  • Reseksi

    Prosedur ini dilakukan dengan pembedahan yang bertujuan mengangkat sebagian dari hati yang sudah terserang kanker. Proses ini bisa dilakukan pada kanker dengan ukuran yang belum terlalu besar, mengingat mustahil memotong terlalu besar bagian hati. Diperlukan penyembuhan hingga 4 bulan untuk pasien kembali pulih pasca pengangkatan. Sementara beberapa resiko bisa muncul seperti infeksi, perdarahan dan trombosis vena dalam.

  • Transplantasi

    Tindakan ini dilakukan dengan mengganti organ hati yang sudah rusak dengan hati baru yang sehat. Hati baru ini bisa berasal dari orang yang sudah meninggal baru atau dari pendonor hidup dengan kondisi hati yang sepenuhnya sehat. Hanya saja prosedur transplantasi hati dengan pendonor hidup kerap kali lebih beresiko dari dengan hati dari pendonor meninggal.

    Tindakan ini juga baru bisa diberikan pada pasien kanker hati dengan kondisi kanker yang tak lebih dari ukuran 5 cm, karena bila lebih dari itu dikhawatirkan sel kanker sudah mengakar pada abdomen sehingga mungkin saja kembali menulari sel hati baru. Tindakan ini juga bisa beresiko efek alergi pasien terhadap organ baru yang dapat memicu kematian.

  • Radiofrequency Ablation (RFA)

    Tindakan pembedahan dengan mematikan sel kanker secara langsung menggunakan efek radiasi gelombang radio. Tindakan ini efektif pada kanker hati dengan ukuran massa tak lebih dari 5 cm. karena bila lebih besar, daya rusak gelombang radio tak efektif lagi mengatasi kanker. Ada beberapa resiko yang bisa dihadapi oleh pasien yang menjalankan terapi ini, seperti iritasi, efek luka bakar, kerusakan sel yang dilalui oleh gelombang, sampai efek menyerupai sakit demam dan flu.

  • Kemoterapi

    Terapi ini diberikan dengan memaasukan senyawa kimiawi tertentu melalui infus. Cairan akan masuk ke dalam tubuh dan masuk melalui pembuluh darah untuk menyerang sel kanker. Hanya saja sifat senyawa ini tak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel sehat. Sehingga pasien mengalami masalah dengan kerusakan sel-sel seperti penurunan fungsi indera, kerontokan dan kerusakan kulit, kadang juga muncul rasa mual, migraine dan rasa linu pada sendi.

    Prosedur lain dengan membuat liang kecil untuk menyuntikan cairan kemoterapi langsung pada hati untuk menekan efek samping kemoterapi. Hanya saja cara ini kadang memberi reaksi drastis pada hati fatal.

  • Terapi Alkohol

    Sebagaimana halnya dengan terapi suntikan kemo pada hati, maka di sini hati mendapat suntikan langsung cairan alkohol dalam kuantitas yang disesuaikan. Prosedur ini diberikan pada kasus kanker stadium awal untuk mematikan sel kanker langsung dengan mengeringkan selnya. Cara ini cukup efektif dan memiliki efek samping lebih ringan.

  • Terapi Sorafenib

    Sejenis obat yang dipaparkan pada pasien yang dapat mendorong produksi antigen untuk meningkatkan perlawanan terhadap sel kanker pada hati. Namun terapi ini sama sekali tidak efektif pada kanker stadium menengah dan akhir. Selain itu, terapi ini kadang malah menimbulkan efek peradangan pada hati.

Setelah berbicara panjang soal prosedur pengobatan kanker hati secara medis, kini saatnya kita coba melihat solusi alternatif dalam mengatasi kanker hati dengan memanfaatkan khasiat obat herbal kanker hati. Solusi alternatif macam ini bisa memberi Anda pilihan lain ketika Anda belum siap menjalankan tindakan medis beserta resiko-resikonya. Termasuk juga ketika pilihan prosedur medis dirasa terlalu mahal bagi Anda.

Obat herbal kanker hati sendiri sebenarnya beragam. Ada begitu banyak jenis herbal di dunia yang diklaim manjur mengatasi kanker dan itu sebabnya penting bagi Anda untuk selektif. Terutama ketika herbal tersebut ditujukan untuk mengatasi kanker hati yang tergolong sangat cepat penyebarannya. Dan cara terbaik adalah dengan mencari produk yang sudah mendapat rekomendasi dari beberapa pakar, seperti dua produk berikut.

  • Sarang Semut

    Herbal satu ini berasal dari bonggol dari sejenis tanaman epifit yang banyak dijumpai di pedalaman Papua. Tanaman ini merupakan jenis tanaman epifit atau hidup dengan menempel pada pohon inang dengan bonggol menyerupai umbi besar berongga yang berlabirin pada sisi dalamnya. Labirin ini menjadi rumah bagi semut hutan tinggal dan itu pula sebabnya tanaman ini dikenal dengan nama sarang semut.

    Herbal sarang semut ini memiliki khasiat sangat manjur mengatasi beragam jenis kanker termasuk untuk pengobatan kanker hati. Bahkan berdasarkan pengalaman para pengonsumsi kapsul ekstrak sarang semut, mereka rata-rata merasakan tanda-tanda kesembuhan hanya dalam waktu 1-3 bulan setelah mulai mengonsumsinya.

    Kekuatan dari sarang semut terletak pada perpaduan alami antara kandungan asli sarang semut seperti flavonoid, tannin, polifenol dan tokoferol dengan senyawa khas dari semut yang menjadikan beberapa fitonutrien unik. Fitonutrien ini membentuk antigen alami yang mendorong perlawanan terhadap mutasi gen termasuk sirosis dan kanker hati.

    Sedangkan flavonoid sendiri memiliki beberapa manfaat, mengingat senyawa ini mendominiasi komposisi dari sarang semut. Juga dikatakan flavonoid pada sarang semut termasuk yang terlengkap dan terbesar. Beberapa manfaat flavonoid dalam sarang semut adalah:

    • Anti karsinogen

      Kemampuan sebagai detoksifikasi sehingga membersihkan semaksimal mungkin toksin dan residu dalam darah sehingga menurunkan intensitas racun dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh tak lagi nyaman bagi sel kanker untuk tumbuh. Manfaat ini juga ditunjang oleh khasiat tokoferol dengan kemampuan detoksifikasi mencapai 96%.

    • Anti proliferasi

      Sifat unik dari kanker adalah begitu cepat membelah diri dan beregenasi dengan efektif melebihi kecepatan mekanisme regenerasi sel sehat. Flavonoid justru menekan kondisi ini sehingga sel kanker kesulitan melakukan pembelahan diri.

    • Induksi Apoptosis

      Kanker memiliki nucleus atau inti sel yang agresif dan menyerang sel sehat. Di sini flavonoid akan bekerja seolah menyerang nucleus sehingga inti sel ini berbuat agresif dan menyerang sel kanker itu sendiri.

    • Anti resistensi

      Pengobatan kanker selalu melibatkan obat medis yang memaksa pasien untuk mengkonsumsinya dalam jangka panjang. Cara ini kerap membuat pasien mengalami kekebalan terhadap obat. Flavonoid akan menghambat efek kekebalan ini sehingga obat medis tetap efektif dalam jangka panjang terhadap tubuh Anda.

    Selain itu dalam sarang semut juga ditemukan perpaduan unik antara fitonutrien, polifenol dan tannin dalam menghadapi kerusakan sel, membantu regenerasi sel normal dipercepat dan tent utuja membentuk anti gen yang sangat aktif untuk memerangi serangan kanker.

    Sarang semut sangat sesuai untuk kebutuhan pengobatan kanker hati yang kerap didahului oleh peradangan dan sirosis, memiliki kecepatan penyebaran sangat tinggi juga kerap dihantui kondisi toksinitas tinggi dalam darah.

    Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Sarang Semut dan keampuhannya dalam pengobatan kanker hati, silakan baca halaman artikel "Obat Kanker Hati".

  • Noni Juice

    Noni juice adalah sejenis sari dari buah alami khas tropis dan kawasan pasifik yang di Indonesia juga akrab disebut dengan nama mengkudu atau pace. Buah dengan bentuk unik membulat tidak sempurna dengan permukaan bermata ini sejenis tanaman dari kelompok kopi-kopian.

    Noni sendiri sudah dikenal di pasifik sebagai salah satu tanaman herbal dengan kemampuan pengobatan yang beragam. Dan itu pula sebabnya beberapa riset sempat dikembangkan di University of Hawaii untuk membuktikan bagaimana khasiat noni termasuk sebagai antikanker.

    Dan terbukti, bahwa buah noni mengandung beberapa senyawa unik yang bisa menjadi andalan dalam menghadapi kanker termasuk sebagai pengobatan kanker hati, seperti beberapa khasiat berikut :

    • Kemampuan sebagai detoksifikasi yang dijalankan oleh flavonoid, sehingga dapat menekan kondisi karsinogen.
    • Khasiat flavonoid lain seperti inhibis angiogenesis dan anti proliferasi.
    • Khasiat induksi apoptosis yang tak hanya disebabkan oleh kemampuan flavonoid tetapi diperkuat oleh kandungan terpenoid.
    • Terpenoid sendiri membantu mengatasi kerusakan sel dan meningkatkan regenerasi sel.
    • Terdapat efek pembentukan anti gen yang sangat dominan dari buah noni berkat perpaduan fungsi dari beberapa jenis senyawa seperti scolopetin, terpenoid dan damnachantal.
    • Mencegah metastatis dengan kandungan polisakaridanya yang tinggi
    • Mencegah mutasi gen berkat senyawa protein khasnya xeronine yang penting untuk menjaga regenerasi sel tetap normal.
    • Memiliki khasiat anti bakteri dan anti virus sehingga mengatasi efek infeksi hati dengan efektif sebelum terjadi pra kanker dan kanker.

Dua jenis herbal di atas adalah jenis herbal yang sudah terbukti secara empiris memiliki khasiat mengatasi kanker, termasuk kanker hati. Juga sudah terbukti aman dengan efek samping minimal. Sangat aman termasuk untuk konsumsi jangka panjang dan untuk membantu meningkatkan efektifitas pengobatan medis, seperti mempercepat penyembuhan pasca operasi pengangkatan, membantu efektifitas radio terapi atau kemoterapi dan tentu saja menekan efek samping terapi.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register