Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Ginjal Ilustrasi Kanker Ginjal

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Ginjal

Kanker ginjal merupakan satu jenis kanker yang tumbuh pada salah satu organ penting pembuanga manusia. Jenis kanker yang dalam bahasa medis juga kerap disebut sebagai kanker renal ini merupakan pembentukan sel agresif dan ganas yang muncul pada sel-sel dalam ginjal.

Ginjal sendiri merupakan organ penting dalam proses pengolahan dan pembentukan air seni atau air urin. Ginjal menjadi pusat untuk pengumpulan toksin dan residu makanan dalam tubuh untuk dibuang bersama urin. Berbentuk menyerupai kacang raksasa seukuran kepalan tangan manusia, berjumlah dua buah yang terletak masing-masing pada sisi kanan dan kiri dari pinggang Anda, atau tepat dibelakang bagian perut Anda.

Selama ini memang kasus kanker ginjal tak begitu sering terjadi. Penyakit ini tidak terdeteksi sekerap penyakit ginjal lain sseperti batu ginjal atau gagal ginjal, juga bukan jenis kanker yang kerap terjadi. Tetapi jenis kanker ini termasuk yang cukup mematikan mengingat vitalnya fungsi ginjal dalam menjaga keseimbangan kondisi tubuh.

Kasus kanker ginjal sendiri di dunia hanya berkisar antara 3 sampai 6 % dari seluruh kasus jenis kanker ganas. Pertambahan pasien tiap tahunnya juga hanya berkisar pada angka 2% dengan tingkat kematian yang relatif tinggi mencapai 100 ribu pertahun.

Menurut data dari Singhealth, kanker ginjal termasuk dalam 10 jenis kanker mematikan, berjajar dengan jenis kanker mematikan lain seperti paru-paru dan hati. Data lain juga menunjukan kemampuan bertahan pasien kanker ginjal hingga masa 10 tahun hanya mencapai prosentase 17 % saja, meski sudah melalui sederet terapi dan pengobatan kanker ginjal.

Padahal banyak kasus kanker ginjal terdeteksi relatif awal. Keluhan yang mudah disadari akan adanya masalah pada ginjal menjadi satu sebab. Setidaknya pasien menyadari ada yang tidak wajar dengan ginjal mereka sehingga memeriksakan diri. Namun tingginya kerusakan akibat kanker ginjal ini membuat pasien harus berlomba-lomba dengan pertumbuhan agresif dari kanker dalam ginjal. Meski demikian, kanker ginjal termasuk jenis yang tidak mudah melakukan metastatis

Menurut beberapa pakar diperkirakan pertumbuhan cepat kanker dalam ginjal disebabkan pada fakta bahwa dalam ginjal memang sudah mengendap banyak jenis toksin dan residu sebagai bagian dari fungsi alaminya. Keberadaan toksin dan residu ini membuat ginjal secara alami menjadi bersifat karsinogen atau nyaman sebagai ruang hidup sel kanker.

Kanker ginjal termasuk jenis yang tidak mudah melakukan metastatis

Sebagian besar kasus kanker ginjal muncul di kalangan dewasa pada kisaran usia di atas 40 tahun. Angka tertinggi dari deteksi kanker ginjal berada pada rentang usia 50 tahun ke atas. Namun beberapa kasus kanker ginjal juga ditemukan pada anak-anak, meski kebanyakan terkait dengan kondisi kerusakan DNA. Pada kalangan dewasa, kanker ginjal lebih banyak menyerang pria dari wanita dengan rasio 2 : 1.

Penyebab Kanker Ginjal

Penyebab kanker ginjal secara umum berawal dari efek mutasi gen dalam sel ginjal yang tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan sel menjadi agresif, ganas dan invasive, sehingga tak hanya membentuk massa yang dapat menghalangi fungsi dari ginjal seperti menyumbat sistem pembuangan tetapi juga menyerang sel sehat dalam ginjal sehingga membentuk kerusakan sel dan inflamasi yang dapat berakibat gagal ginjal kronis.

Namun secara umum, terdapat beberapa faktor pemicu seseorang mengalami kanker ginjal. Beberapa kondisi yang terjadi bersamaan dalam menjadi penyebab kanker ginjal.

  • Mereka yang menjalankan pola konsumsi tidak sehat

    Merokok, meminum alkohol, konsumsi narkoba, atau justru gemar makanan yang tidak dijamin bahannya seperti penggunaan pengawet formalin atau pewarna buatan berlebihan diketahui membuat ginjal mengalami beban berat. Semua asupan tadi meningkatkan kadar toksin dalam darah dan menyebabkan ginjal bekerja ekstra dalam membuang toksin tersebut. Toksin banyak bertumpuk pada ginjal dan memicu kanker.

  • Hidup dalam lingkungan tidak sehat

    Hidup alam lingkungan dengan kadar polusi tinggi memaksa orang tersebut menghirup udara dengan toksin tinggi. Kondisi ini sama dengan poin pertama karena dapat meningkatkan kadar toksin dalam tubuh.

  • Mengonsumsi obat jangka panjang

    Beberapa jenis obat terutama jenis penahan rasa sakit memiliki efek merusak dan membebani ginjal. Dan ketika Anda terlalu sering mengkonsumsinya dalam jangka panjang kerusakan fungsi ginjal dapat memicu kanker.

  • Memiliki masalah hipertensi

    Hipertensi menyebabkan darah mengental dan membuat proses penyerapan racun dari darah menjadi lebih berat. Ginjal bekerja lebih keras dan menyebabkan ginjal menjadi lebih rentan mengalami kanker.

  • Kegemukan

    Pada kasus kegemukan, lemak yang menyelimuti ginjal dan darah yang terlarut cairan lemak kerap menjadi masalah yang menyebabkan ginjal mengalami penurunan fungsi, kerusakan dan akhirnya menyebabkan kanker.

  • Memiliki masalah ginjal

    Mereka dengan kondisi batu ginjal, radang ginjal dan berbagai penyakit lain biasanya menjadi rentan mengalami kanker ginjal.

  • Memiliki kondisi genetik

    Beberapa kasus kanker ginjal pada anak disebabkan oleh kondisi genetik. Kanker sendiri memang bersifat turunan, namun bebeapa jenis kondisi genetik seperti syndrome VHL dapat meningkatkan

  • Mengidap limfoma

    Kasus limfoma ternyata dapat meningkatkan resiko mengalami kanker ginjal pada pasien, keterkaitannya masih dalam riset oleh para pakar kanker dunia.

Gejala Kanker Ginjal

Gejala kanker ginjal tergolong mudah dikenali. Itu sebabnya kebanyakan kasus dijumpai dalam stadium awal dan stadium II, sehingga kebanyakan kasus sebenarnya masih bisa diatasi selama menjalankan pengobatan intensif dengan segera.

Sebenarnya gejala kanker ginjal hampir serupa dengan jenis penyakit ginjal lain. Namun fakta bahwa pasien menjadi mudah menyadari adanya sesuatu yang tidak wajar dengan kondisi ginjal mereka menyebabkan deteksi awal mudah dilakukan. Adapun beberapa gejala kanker ginjal tersebut antara lain:

  • Muncul urin dengan warna jingga yang menandakan adanya darah dalam urin. Kadang urin berwarna lebih merah muda sehingga makin menguatkan adanya darah dalam urin. Pada stadium lanjut darah bisa muncul dalam frenkuensi lebih banyak dan bisa menyebabkan urin berwarna coklat seperti teh cair.
  • Muncul pembengkakan pada pinggang, pembengkakan teraba seperti keras dan padat pada area sisi belakang pinggang.
  • Muncul rasa nyeri pada pinggang kanan atau kiri, atau keduanya. Rasa nyeri terus datang dan bahkan ketika diatasi dengan penghilang rasa sakit rasanya malah semakin mengganjal.
  • Kaki kerap tampak bengkak, kadang pembengkakan juga muncul pada tangan dan pada stadium lanjut muncul pula pada wajah.
  • Muncul demam tanpa adanya infeksi
  • Mudah merasa lelah dan lemas
  • Berat badan yang turun drastis.

Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal dikembangkan berdasar kondisi personal tiap pasien. Beberapa faktor pertimbangan biasa dilakukan seperti kesehatan pasien secara general dan masalah stadium dari kanker itu sendiri.

Langkah utama dalam mengatasi kanker ginjal adalah dengan operasi pengangkatan. Prosedur ini dianggap paling efektif menyingkirkan kanker dengan efek samping yang lebih terkendali. Prosedur operasi yang biasa diterapkan pada kanker ginjal biasanya disebut Nephrectomy.

Prosedur Nephrectomy merupakan proses pengangkatan satu bagian ginjal yang terserang. Dalam tubuh manusia terdapat dua buah ginjal yang bila dalam kondisi terpaksa bisa Anda ambil salah satu dan memaksimalkan fungsi satu sisi ginjal.

Meski dengan hanya hidup dari satu ginjal akan menyebabkan beberapa penurunan kondisi pasien, namun secara umum ini termasuk aman. Kadang pada stadium awal, Nephrectomy dilakukan dengan mengambil bagian kecil dari ginjal dan menyisakan bagian lain yang masih sehat. Prosedur operasi pengangkatan semacam ini dikenal dengan istilah nephrectomy partial.

Beberapa prosedur lain yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan tindakan pembekukan sel kanker menggunakan tindakan bedah cryoablation, yakni tindakan pemberian paparan gas pembeku ke area ginjal untuk membekukan sel kanker. Tindakan lain adalah dengan Radioablation, yakni dengan melakukan pembedahan kemudian sel kanker ditembakan dengan frekuensi radio sehingga sel kanker hangus dan mati.

Pada kondisi lain, ketika kedua ginjal sudah terserang kanker, maka prosedur transplantasi ginjal bisa ditempuh meski pilihan ini relative sulit karena diperlukan kecocokan tinggi mencapai di atas 85% antara ginjal pasien dengan ginjal donor. Tindakan ini memiliki resiko ketidakcocokan yang bisa menyebabkan kerusakan fungsi tubuh dan kematian.

Terapi lain yang bisa diambil untuk pengobatan kanker ginjal adalah dengan beberapa terapi. Biasanya terapi ini dilakukan bukan untuk mengatasi kanker, melainkan memaksimalkan hasil dari tindakan operasi dan pembedahan terhadap kanker. Adapun beberapa terapi tersebut antara lain:

  • Radioterapi

    Terapi dengan memanfaatkan gelombang radio dalam frekuensi tertentu ini dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan kanker sebelum operasi atau menghabisi sisa kanker yang tidak bisa terangkat dalam operasi. Beberapa efek samping seperti kulit yang terbakar, beberapa rasa linu dan nyeri yang muncul pada otot dan sendi kerap kali menjadi keluhan mereka yang menjalankan terapi ini.

  • Terapi biologi

    terapi ini dijalankan dengan memberikan obat antigen artifisial seperti interferon and aldesleukin yang berfungsi memerangi sel kanker dari dalam. Sifatnya tidak ekstrim dan mematikan secara langsung, tetapi melemahkan dan menciutkan kanker. Efektif untuk pengobatan sebelum operasi. Antigen artifisial ini hanya efektif untuk kanker stadium awal dan kadang memberi efek adiktif.

  • Terapi kimia

    Terapi ini sebenarnya sama dengan kemoterapi biasa, namun sifatnya lebih tertarget dan menjadi bentuk terapi yang lebih aman dari kemoterapi biasa yang sifatnya sangat agresif. Terapi dengan memanfaatkan beberapa jenis senyawa kimia seperti axitinib (Inlyta), bevacizumab (Avastin), pazopanib (Votrient), sorafenib (Nexavar) dan sunitinib (Sutent) ini hanya berfungsi sebagai fungsi anti proliferasi atau menekan pembelahan diri dari sel kanker. Terapi ini cenderung efektif dan manjur namun hanya cocok pada jenis kanker yang tidak mudah melakukan metastatis.

Selain dengan metode pengobatan kanker ginjal secara medis, Anda bisa memilih cara alternatif untuk mengatasi kanker ginjal. Kanker ginjal yang dikenal sebagai salah satu jenis kanker mematikan, bisa Anda maksimalkan pengobatannya dengan menambahkan beberapa obat herbal untuk mendampingi pengobatan medis. Tentu saja bukan obat herbal sembarangan, karena di sini penting memastikan herbal tersebut sesuai untuk Anda padankan dengan prosedur medis.

Tak hanya memaksimalkan pengobatan, tetapi menekan efek samping dari pengobatan dan membantu mempercepat pemulihan pasca operasi. Selain tentu saja herbal tersebut juga cukup manjur sebagai pengobatan kanker ginjal. Apa saja obat herbal kanker ginjal tersebut?

  • Sarang Semut

    Hasil penelitian modern membuktikan bahwa Sarang Semut mengandung zat-zat aktif yang sangat efektif dalam menghentikan proses penyebaran kanker dengan menonaktifkan kemampuan sel kanker yang terus membelah diri dengan tidak terkendali. Zat-zat aktif ini antara lain ialah flavonoid, polifenol, tokoferol, dan tanin.

    Dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti-kanker, maka Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker.Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI

    Selain itu, Sarang Semut akan mencegah regenerasi pembuluh darah di sekitar sel kanker. Apa pengaruhnya? Ini akan menghentikan asupan nutrisi yang dibutuhkan kanker untuk bertahan hidup. Herbal berasal dari pedalaman papua dan berdasarkan bukti empiris dari para penggunanya herbal ini dapat membantu penderita kanker hanya dalam beberapa bulan saja.

    Tahukah Anda bahwa radikal bebas adalah salah satu zat pemicu kanker? Ya, radikal bebas akan melekat dan bersatu dengan komponen sel yang kekurangan pasangan, lalu sel itu akan berubah menjadi sel kanker. Sarang Semut mampu menangkal radikal bebas tersebut karena mengandung beragam zat aktif yang berfungsi sebagai antioksidan penting.

    Kemudian Sarang Semut juga mengandung flavonoid yang teruji secara empiris sebagai obat kanker maupun tumor. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan kanker, antara lain:

    • Inaktivasi karsinogen
      Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
    • Anti-proliferasi
      Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
    • Penghambatan siklus sel
      Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
    • Induksi apoptosis dan diferensiasi
      Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
    • Inhibisi angiogenesis
      Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
    • Pembalikan resistensi multi-obat
      Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

    Meskipun demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian ilmiah terhadap Sarang Semut untuk mengidentifikasi semua kandunga di dalamnya. Karenanya, bukan tak mungkin ke depannya akan ditemukan lebih banyak senyawa-senyawa Sarang Semut yang lebih menjelaskan mengapa herbal ini mampu menumpas kanker secara cepat dan tuntas.

Polifenol


Dalam polifenol terdapat sifat asam felonik yang mengangkat sumbatan dalam pembuluh darah sehingga membantu memperbaiki kondisi tubuh pasien selama mendapat terapi kanker dan mempercepat penyembuhan pasca operasi.

Tokoferol


Sejenis senyawa yang bekerja sebagai detoksifikasi dengan efektifitas mencapai 90%. Menurunkan kadar toksin secara signifikan sehingga membantu mengembalikan fungsi-fungsi tubuh yang kacau karena endapan toksin, termasuk mengembalikan produksi antigen oleh sistem imunitas

Tannin


Sejenis astringent untuk mengatasi kerusakan sel karena inflamasi.

Fitonutrien


Dalam sarang semut tedapat beberapa fitonutrien yang efektif membentuk beragam antigen alami sekaligus sebagai antigen tambahan untuk melawan kanker.

  • Noni Juice

    Obat herbal kanker darah yang satu ini juga sudah terbukti mampu mengatasi serangan beragam kanker, termasuk kanker ginjal. Terbukti melalui berbagai riset seperti riset oleh DR Niel Solomon dan riset yang dikembangkan di Universitas of Hawaii.

    Buah noni, sejenis buah tropis dan juga banyak ditemukan dikawasan pasifik. Dalam buah yang terkenal dengan aroma tak sedapnya ini terdapat sekumpulan senyawa yang terformula dengan baik hingga tepat sebagai obat herbal beragam penyakit termasuk kanker ginjal.Dan kekuatan utama dari buah noni ini terdapat pada senyawa-senyawa berikut:

    • Flavonoid

      Formula flavonoid dalam buah noni memang tidak sebaik dalam sarang semut, Tetapi khasiat flavonoid yang dikenal sebagai anti kanker, antiinflamasi dan penyeimbang hormonal tetap bisa Anda dapatkan.

    • Xeronine

      Sejenis protein yag memiliki peran penting dalam regenerasi sel, membantu menjaga proses regenerasi sel dalam siklus dan sistem normalnya sehingga menekan efek mutasi gen.

    • Scolopetin

      Kemampuan untuk mengendalikan sistem imun tubuh, termasuk mendorong sistem imun dalam membentuk fitonutrien yang bersifat antigen, sebuah senyawa alami yang berfungsi melawan mutasi gen.

    • Terpenoid

      Senyawa khusus dalam buah noni yang juga berperan mengaktifkan sistem normal regenersei sel sehingga membantu mempercepat penyembuhan pasca operasi dan menekan efek kerusakan karena terapi

    • Damnachantal

      Sejenis senyawa unik yang memiliki peran besar dalam menekan kerusakan sel akibat serangan kanker.

    • Polisakarida

      Senyawa penting yang mencegah pelepasan sel kanker dari organ inang dan menahan perlekatan sel kanker yang terlanjur lepas ke organ lain.

Itulah sejumlah informasi penting terkait kanker ginjal yang perlu Anda pahami. Meski diakui kasus kanker ginjal memang tidak besar, namun kewaspadaan perlu tetap Anda tingkatkan mengingat dewasa ini pola hidup masyarakat semakin dekat dengan masalah toksin dan oksidan yang memicu kanker ginjal.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register