Pengobatan Kanker Tiroid Yang Tersedia

201
Pengobatan Kanker Tiroid

Diedit:

Setiap orang yang mengalami kanker tiroid tentu ingin sembuh, bagaimana dengan Anda? Hampir semua jenis kanker tiroid dapat disembuhkan, hanya dengan satu syarat yaitu; belum terjadi penyebaran. Jika sel kanker sudah bertambah parah maka tindakan pengobatan kanker tiroid yang diambil berkaitan dengan cara mengurangi rasa sakit yang dialami pasien. Serta menghancurkan sebanyak mungkin sel kanker yang ada didalam tubuh penderitanya. Upaya pengobatan yang dilakukan dapat berlangsung 5 tahun hingga seumur hidup agar pasien tetap dapat menikmati kehidupan.

Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi mengenai pengobatan kanker tiroid secara medis. Beberapa pengobatan ini bahkan bisa dikombinasikan antara satu dengan lainnya, termasuk obat kanker tiroid alami. Tindakan pengobatan yang bisa dilakukan ialah; pembedahan, terapi yodium radioaktif, terapi hormon tiroid, terapi external beam radiation, kemoterapi, hingga terapi bertarget. Mari kita perhatikan ulasan lengkap berikut! – Sumber: Thyroid Cancer Treatment.

Pengobatan Kanker Tiroid

Tentu saja pengobatan kanker hendaknya dilakukan setelah Anda mendapatkan pemeriksaan kanker tiroid. Pemeriksaan tersebut akan membantu dokter dalam menentukan tingkat keganasan sel kanker yang menyerang Anda. Tingkat tersebut sering disebut dengan istilah stadium kanker tiroid. Dari sinilah dokter dapat memberikan pandangan sehubungan dengan jenis pengobatan yang tersedia, sehingga Anda dapat pulih kembali.

Hanya saja sebelum Anda mengambil keputusan terhadap pilihan yang disediakan oleh dokter, cobalah untuk menanyakan beberapa hal sehubungan dengan dampak positif dan risiko yang bisa saja terjadi selama proses pengobatan. Hal ini akan membantu Anda sebagai pasien untuk memperoleh pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

Pembedahan

Tindakan medis ini merupakan jenis yang paling umum dilakukan pada kasus kanker, kecuali untuk pengobatan kanker tiroid anaplastik. Tindakan medis ini dilakukan saat sel kanker diketahui berdasarkan ciri-ciri kanker tiroid setelah menjalani biopsi jarum.

Ada beberapa metode pembedahan misalnya; Lobectomy yang digunakan untuk perawatan kanker tiroid papiler dan folikuler. Hal ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di leher membuang sebagian tiroid yang terkena kanker dari dalam tubuh. Jika kedua bagian kelenjar tiroid harus dibuang, maka ini disebut Thyroidectomy atau tiroidektomi.

Pengangkatan kelenjar getah bening bisa terjadi apabila sel kanker telah menghinggapi kelenjar tersebut. Hal ini juga terjadi pada kasus kanker meduler maupun anaplastik, manakala pembedahan hanya sebagai pilihan.  Pada kanker papiler dan folikuler, hal ini juga dilakukan dan kemudian digabungkan dengan terapi radioaktif iodin.

Baca juga:  Penyebab Kanker Tiroid Yang Perlu Diwaspadai

Adakah efek samping yang bisa terjadi? Ya, beberapa diantaranya ialah; kehilangan suara secara permanen atau sementara (bila terjadi kerusakan pada pita suara). Terjadinya kejang otot, “kesemutan” dan kebas (bila terjadi kerusakan pada kelenjar paratiroid). Pendarahan yang berlebihan disebut juga hematoma, serta infeksi luka. Jika kelenjar tiroid dihilangkan maka pasien harus menjalani perawatan berupa konsumsi pil pengganti hormon tiroid.

Terapi Yodium Radioaktif (Radioaktive Iodine)

Terapi ini dilakukan apabila masih ada sisa sel kanker yang tidak dapat diangkat melalui proses pembedahan. Perlu diketahui bahwa terapi ini menggunakan radiasi yang cukup tinggi. Tingkat radiasi tak hanya menghancurkan sel kanker, melainkan jaringan disekitarnya.

Jenis terapi ini bisa jadi berguna untuk jenis kanker papiler dan folikuler. Namun untuk kanker meduler dan anaplastik tindakan ini tidak bisa digunakan, karena sel kanker tak dapat menyerap yodium.

Adakah efek samping yang bisa terjadi? Setelah menjalani terapi ini, Anda bisa mengalami mual dan muntah, leher terasa tebal, mulut kering dan terjadi perubahan dalam merasakan makanan. Ada kemungkinan terjadinya leukemia karena paparan radiasi, namun hal ini masih terus diselidiki.

Terapi Hormon Tiroid

Terapi ini diberikan saat Anda kehilangan kelenjar tiroid saat proses pembedahan. Karena kelenjar tiroid sudah tidak ada dalam tubuh Anda, maka tubuh tidak bisa menghasilkan hormon tiroid. Oleh sebab itu dibutuhkan terapi hormon tiroid – levothyroxine.

Hormon tiroid berfungsi dalam membantu proses metabolisme tubuh dan juga mengurangi tingginya kadar thyroid-stimulating hormone (THS)thyrotropin. Tingginya kadar THS diduga berkaitan erat dengan keberadaan kanker yang membesar.

Terapi ini juga diyakini sebagai tindakan pencegahan kanker tiroid agar tidak muncul kembali. Menjaga kondisi THS tetap rendah dapat memperlambat laju serangan kanker dan mengurangi kemungkinan untuk kambuh. Adakah efek samping yang bisa terjadi? Dokter masih mewaspadai penggunaan terapi ini dalam jangka panjang, karena dapat berpengaruh pada masalah yang berkaitan dengan detak jantung tidak normal ataupun osteoporosis.

Terapi External Beam Radiation

Terapi ini lebih sering digunakan untuk kanker tiroid meduler dan kanker tiroid anaplasik. Jenis terapi ini menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau memperlambat laju penyebarannya.

Terapi ini biasanya dilakukan 5 hari dalam seminggu, selama beberapa minggu. Pengobatan hanya berlangsung selama beberapa menit dan harus dilakukan dengan dosis dan posisi yang tepat.

Adakah efek samping yang bisa terjadi? Sama seperti radiasi lainnya, pengobatan ini juga dapat merusak jaringan sehat yang terkena radiasi. Tak hanya menyerang sel penyebab kanker tiroid yang merusak. Pasien juga dapat mengalami perubahan warna kulit, seperti terbakar sinar matahari yang akan hilang secara perlahan. Anda juga bisa mengalami kesulitan dalam menelan, mulut terasa kering, kelelahan dan suara menjadi serak.

Baca juga:  Ciri-Ciri Kanker Tiroid Yang Mudah Dikenali

Kemoterapi

Terapi ini merupakan jenis terapi yang umum dilakukan oleh penderita kanker. Terapi ini menggunakan obat-obatan medis yang bersifat anti-kanker baik secara oral atau diminum langsung, maupun dengan melalui suntikan obat. Kemoterapi juga diberikan saat sel kanker tidak lagi merespon tindakan terapi lainnya. Jenis terapi ini sering dikombinasikan dengan metode anti-kanker lainnya.

Adakah efek samping yang bisa terjadi? Cara kerja obat kemo memang menyerang sel yang melakukan pembelahan diri dengan sangat cepat. Namun, sel kanker bukanlah satu-satunya sel yang dengan cepat membelah diri. Beberapa sel normal lainnya seperti; sel yang ada di sumsum tulang belakang, lapisan dinding mulut dan usus, maupun kelenjar di sekitar rambut juga mengalami regenerasi atau proses pembelahan diri yang cepat.

Maka kinerja kemoterapi juga dapat memengaruhi sel sehat tersebut, hal ini bergantung pada jenis obat dan dosis yang diberikan, serta lamanya proses pengobatan berlangsung.

Efek samping yang terlihat dapat berupa kerontokan rambut, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, lebih mudah mengalami infeksi karena rendahnya el darah putih, mudah berdarah, kelelahan, serta sariawan. Efek samping ini bersifat sementara selama pengobatan berlangsung.

Terapi Yang Ditargetkan

Hal ini mengacu pada jenis terapi dengan menggunakan obat, namun tidak sama dengan kemoterapi. Pada kasus kemoterapi, ia akan menyerang semua sel yang membelah diri dengan cepat. Tak soal itu sel kanker atau bukan. Pada terapi ini, sel kanker secara khusus menjadi target utamanya. Adakah efek samping dari pengobatan kanker tiroid ini?

Sayangnya, efek samping tak dapat dihindari, mulai dari kelelahan, hilangnya nafsu makan, diare, tekanan darah tinggi, mengalami mual, ruam dan hand foot syndrome. Sindrom ini ditandai dengan perubahan warna pada telapak tangan atau kaki menjadi berwarna merah disertai nyeri, bengkak dan lecet.

Demikianlah info lengkap seputar pengobatan kanker, mulai dari pembedahan, terapi yodium radioaktif, terapi hormon tiroid, terapi external beam radiation, kemoterapi, hingga terapi yang ditargetkan. Nantikan informasi kesehatan lainnya juga pengobatan alternatif dengan herbal hanya di deherba.