Bagikan Artikel Ini:

Terakhir Diedit:

Saat divonis terkena kanker serviks, berupayalah untuk tetap tenang dan pertimbangkan pilihan pengobatan yang tersedia. Artikel ini akan membantu Anda dalam mempertimbangkan beberapa pengobatan kanker serviks dan obat kanker serviks yang terbaik.

Apakah kanker serviks hanya bisa ditangani melalui jalan operasi pengangkatan rahim? Atau adakah pilihan lain yang tidak mengharuskan pasien merelakan rahimnya diangkat? Bacalah apa saja pilihan pengobatan yang umumnya disarankan dokter.

Pengobatan Kanker Serviks


Sampai saat ini, metode utama pengobatan kanker serviks secara medis masih bertumpu pada metode operasi dan terapi radiasi. Pasien kanker serviks biasanya akan diberikan pilihan pengobatan untuk operasi guna membersihkan kanker dalam serviks mereka.

Pada stadium lanjut, pengobatan kanker serviks yang dilakukan memang sebaiknya berupa perpaduan antara pengobatan konvensional dengan alternatif, seperti dalam kasus berikut!

Namun, ada juga yang mengalami perbaikan kondisi hanya dengan terapi herbal saja. Meski begitu, pilihan sebaiknya dibuat berdasarkan pertimbangan yang baik bersama pasien dan seluruh pihak keluarga.

Tentu saja, akan lebih baik jika keberadaan kanker diketahui sejak masih dalam stadium awal, dimana operasi dan radioterapi tidak menjadi pilihan utama dalam pengobatan kanker serviks.

Pengobatan Kanker Serviks Secara Medis

Pada kasus-kasus tertentu, terutama pada kasus stadium lanjut, pengobatan akan dilanjutkan dengan terapi-terapi guna memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tersisa dalam tubuh. Pilihan yang umumnya tersedia adalah operasi, radiasi, kemoterapi, atau kombinasi dari ketiganya.

1. Operasi

Kanker serviks stadium awal biasanya ditangani dengan operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Histerektomi bisa menyembuhkan kanker serviks stadium awal serta mencegahnya kambuh kembali. Tetapi mengangkat rahim juga membuat pasien tidak dapat hamil. Dokter mungkin menyarankan:

  • Histerektomi Simpel: Bagian serviks dan rahim diangkat bersama dengan kanker. Prosedur operasi ini biasanya adalah pilihan pengobatan hanya pada kanker serviks stadium awal.
  • Histerektomi Radikal: Bagian serviks, rahim, dan sebagian dari vagina serta kelenjar getah bening di area tersebut diangkat bersama dengan kanker.

Operasi invasif yang minimal bisa menjadi pilihan untuk kanker serviks stadium awal. Prosedur operasi yang masih memungkinkan Anda untuk hamil juga kemungkinan menjadi pilihan, jika Anda mengalami kanker serviks stadium awal tanpa adanya kelenjar getah bening yang terlibat.

2. Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi mungkin digunakan sendirian atau bersama dengan kemoterapi sebelum pasien menjalani operasi untuk mengecilkan tumor, atau setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker sisa. Terapi radiasi bisa diberikan:

  • Secara eksternal, dengan mengarahkan sinar radiasi di daerah tubuh yang terkena kanker (terapi radiasi sinar eksternal).
  • Secara internal, dengan menempatkan sebuah alat berisi bahan radioaktif di dalam vagina, biasanya hanya selama beberapa menit (brachytherapy).
  • Gabungan secara eksternal maupun internal.

Wanita yang belum mengalami menopause mungkin akan berhenti menstruasi dan langsung memulai menopause sebagai akibat dari terapi radiasi. Bila Anda masih ingin hamil setelah menjalani terapi ini, tanyakanlah kepada dokter apakah ada cara untuk menyelamatkan sel telur Anda sebelum perawatan dimulai.

3. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan, yang biasanya disuntikkan ke pembuluh darah (infus), untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dosis rendah sering kali dikombinasikan dengan terapi radiasi, sebab kemoterapi diharapkan bisa meningkatkan efek dari radiasi. Kemoterapi dosis tinggi digunakan untuk mengendalikan kanker serviks stadium lanjut yang kemungkinan tidak bisa sembuh.

Efek samping yang dapat timbul pasca menjalani metode-metode tersebut, bisa jadi berupa risiko infeksi, gangguan fungsi buang air kecil akibat infeksi kandung kemih, dan efek samping negatif lainnya. Tentu saja, proses pemulihan pada pasien kanker serviks yang menjalani metode pengobatan medis biasanya cukup panjang.

Beruntung bagi mereka yang dapat mencicipi teknologi terbaru pengobatan kanker serviks berupa cyrosurgial therapy dan penanaman radiopartikel, dimana bentuk terapi ini dirancang guna membasmi kanker tanpa mengorbankan kualitas hidup pasien. Sayangnya, biaya yang harus Anda persiapkan guna mendapatkan bentuk terapi ini relatif besar, tempatnya pun berada di luar negeri.

Baca juga  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Serviks Stadium 4?

Pengobatan Kanker Serviks secara Herbal

Pengobatan kanker serviks menimbulkan efek samping yang signifikan dengan masa pengobatan yang relatif panjang. Tentu saja, kualitas hidup pasien dipertaruhkan dalam hal ini.

Namun, ada cara untuk menghindari risiko tidak perlu dari pengobatan kanker serviks secara medis, dimana obat kanker serviks alami dapat digunakan sebelum dan setelah operasi dilakukan.

Tujuannya, mengoptimalkan keseluruhan fungsi tubuh Anda agar siap menjalani operasi dan membersihkan sisa sel kanker yang mungkin masih tersisa dalam tubuh, layaknya peran yang dijalankan oleh radioterapi, pasca operasi dilakukan. Bedanya, cara ini tidak akan menimbulkan efek samping seperti yang ditimbulkan akibat radioterapi.

Bahkan dalam beberapa kasus, pemulihan dari kanker serviks stadium lanjut dapat diperoleh lebih cepat dengan tambahan pengobatan kanker serviks alternatif ini, seperti yang dialami oleh ibu mertua dari Ibu Novyanti di Pamulang, yang testimonialnya dikirimkan kepada Deherba.com.

Sarang Semut Atasi Kanker Serviks Stadium Lanjut

Ibu mertua Novyanti didiagnosa kanker serviks stadium lanjut dan diwajibkan operasi. Meskipun sudah menjalani operasi, ternyata sel-sel kanker sudah sulit diberantas sehingga masih tersisa sel-sel kanker yang bisa kembali berkembang.

Kala itu, Novyanti mengetahui manfaat Sarang Semut (herbal anti-kanker asal Papua) melalui internet dan memberikan produk herbal tersebut kepada ibu mertuanya. Beliau mengonsumsinya selama 2 bulan sebelum operasi dan dilanjutkan 2 bulan setelah operasi.

Setelah 2 bulan rutin konsumsi Sarang Semut yang dilakukan mertuanya, pasca operasi kanker serviks, dokter menyatakan bahwa kankernya telah sembuh total!

Pengalaman dari testimonial ini adalah hal yang luar biasa, karena pemulihan berlangsung dengan cepat dan efektif membunuh sisa-sisa sel kanker sehingga penyakit kanker tidak kembali kambuh.

Sarang Semut Tumpas Kanker Serviks Stadium Awal

Pada stadium awal, Sarang Semut diyakini dapat menumpas kanker sampai ke akar-akarnya. Tentu saja, dengan diimbangi juga oleh pola hidup yang baik.

Kemampuan Sarang Semut sebagai obat kanker serviks diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa flavonoid di dalamnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam menumpas sel-sel kanker, antara lain:

Sarang Semut juga mengandung alfa-tokoferol yang berfungsi sebagai anti-kanker serta penangkal radikal bebas. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa Sarang Semut mengandung alfa-tokoferol yang sanggup meredam radikal bebas hingga hampir mencapai 100%.

Berkat kandungan tinggi tokoferol inilah kemungkinan Sarang Semut mendapatkan kemampuannya yang lebih cepat dibandingkan herbal-herbal untuk pengobatan kanker serviks lain. Umumnya dalam waktu 1-3 bulan pertama setelah mengonsumsi Sarang Semut, penggunanya sudah mulai merasakan tanda-tanda pemulihan.

Baca juga  Cara Mencegah Kanker Serviks

Bila Anda divonis terkena kanker serviks, jangan takut, pertimbangkanlah pilihan pengobatan kanker serviks yang tersedia saat ini, secara medis maupun herbal. Faktanya, dengan pengobatan dan perawatan yang benar harapan kesembuhan kanker serviks akan semakin besar.

Fery Irawan

Penulis konten yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Penulis berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.