Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kanker Serviks Stadium 1 Kanker Serviks Stadium 1 wikimedia.org

Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Serviks Stadium 1?

Bukan kabar baik memang ketika Anda didiagnosis menderita kanker serviks stadium 1. Tetapi setidaknya Anda cukup beruntung berhasil mendeteksi penyakit ini lebih awal, karena dengan demikian Anda masih memiliki peluang yang sangat besar untuk terbebas dari kanker serviks.

Stadium pada kanker memberitahukan seberapa besar dan bagaimana penyebaran kanker tersebut. Artikel ini akan membahas mengenai pengertian kanker serviks stadium 1, apa saja yang terjadi pada stadium ini, bagaimana dampak atau gejalanya, serta apa saja pilihan perawatan yang tersedia.

Apa Itu Kanker Serviks Stadium 1?

Kanker serviks stadium 1 adalah kondisi ketika sel kanker masih berada di kisaran leher dari liang serviks. Kanker belum menyebar ke area lain dan meluas dari area utama leher serviks. Kasus kanker serviks stadium 1 ini sebenarnya lanjutan dari tahap stadium 0 yang lebih dikenal dengan istilah carcinoma in situ.

Menurut American Cancer Society, carcinoma in situ adalah kondisi perkembangan sel kanker pada lapisan pertama sel. Pada kondisi ini, pasien biasanya akan mendapatkan pengobatan cepat untuk mengangkat lapisan kanker yang baru terbentuk di lapisan terluar jaringan serviks.

Dari status carcinoma in situ pada liang serviks lapisan terluar ini, sel kanker bisa masuk ke lapisan berikutnya kemudian mulai membentuk akar sederhana, namun sama sekali belum meluas dan mengakar terlalu dalam. Inilah yang disebut kanker serviks stadium 1.

Berdasarkan Cancer Research UK dijelaskan bahwa kanker serviks stadium 1 dapat dibagi dalam dua kategori, yakni:

  • Kanker Serviks Stadium 1A

    Pada stadium ini, kanker baru berukuran sekitar 3 – 5 mm dan kadang tidak terlihat jelas secara kasat mata kecuali dengan alat bantu penglihatan seperti colposcope, yakni alat khusus sejenis mikroskop yang dimasukkan ke dalam tubuh.

  • Kanker Serviks Stadium 1B

    Pada stadium ini, kanker sudah meluas hingga lebih dari 7 mm, namun belum lebih dari 4 cm. Kadang masih diperlukan alat colposcope untuk bisa melihat kondisi kanker dengan jelas. Tapi pada kondisi stadium 1B akhir, bentuk kanker sudah sangat jelas karena ukurannya biasanya sudah mendekati atau sekitar 4 cm.

Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Pada umumnya, gejala kanker serviks stadium 1 ini masih belum terlalu serius. Banyak pasien yang tidak menyadari keberadaan kanker di dalam tubuh mereka karena memang belum ada gejala yang signifikan, atau bahkan tidak ada gejala apapun.

Namun biasanya karena sel kanker mengakibatkan peradangan dan kerusakan sel, maka penderitanya mungkin lebih sering mengeluhkan masalah keluarnya bercak darah dari vagina dan menstruasi yang datang lebih cepat serta lebih panjang. Bercak yang muncul kemungkinan lebih banyak dari sekadar noda kecokelatan atau bahkan tampak sedikit lebih cerah yang menandakan darah segar.

Pada tahap gejala kanker serviks stadium 1, belum ada kasus perdarahan serius yang dikeluhan penderitanya, karena peradangan yang terjadi cenderung sangat kecil. Sel kanker juga belum menginvasi banyak area sehingga tidak ada kerusakan yang serius. Bahkan pasien masih bisa mempertahankan fungsi genitalnya bila diharapkan.

Perawatan untuk Kanker Serviks Stadium 1

Menurut sumber Cancer.Net, pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 bergantung pada apakah pasien masih ingin mempertahankan fungsi genitalnya, termasuk kemampuan memiliki keturunan atau tidak.

Pihak dokter juga akan melihat apakah kanker masih tergolong aman dan belum menginvasi area lain serta jaringan limfa terdekat, jaringan otot terdekat, dan pembuluh darah terdekat. Meski pada kasus kanker stadium 1 seharusnya kondisi semacam ini tidak terjadi, tetapi kemungkinan terburuk tetap perlu diwaspadai guna mendapatkan hasil pengobatan optimal.

Beberapa langkah medis yang bisa diberikan pada kasus kanker serviks stadium 1 antara lain:

  • Cone Biopsi

    Terapi ini dilakukan untuk memaksimalkan upaya mempertahankan bagian utama liang serviks semaksimal mungkin. Langkah ini paling lazim ditempuh oleh pasien yang masih ingin mempertahankan kemampuan untuk hamil.

    Berdasarkan healthline, cone biopsi dilakukan dengan tindakan operasi kecil dengan mengangkat lapisan sel kanker yang terbentuk. Secara umum tidak ada pengangkatan serviks sama sekali, selain hanya bagian tipis lapisan sel kanker. Tindakan ini juga lazim dilakukan diterapkan pada kasus kanker serviks stadium 1A.

    Langkah ini dilakukan dengan menggunakan perangkat pisau khusus yang memiliki treatment khusus pada dinding serviks sehingga menekan risiko luka terbuka. Belakangan cone biopsi juga dilakukan dengan teknologi laser.

  • Radioterapi

    Menurut American Cancer Society, jika kanker serviks stadium 1 belum mencapai stadium 1B, sebenarnya pasien masih memiliki banyak pilihan pengobatan yang lebih mudah. Diantaranya adalah dengan External Beam Radiation Therapy (EBRT), yang memanfaatkan terapi radiasi pada area kanker secara langsung.

    Terapi ini bekerja dalam tingkat frekuensi yang relatif rendah. Hanya beberapa tingkat lebih tinggi dari radiasi x-ray. Terapi tidak dilakukan dengan waktu lama dan cenderung tidak menyakitkan. Durasi dilakukan sekitar 5 kali dalam seminggu selama sekitar 6 – 7 minggu.

    Pada pasien mungkin akan mengalami beberapa efek samping seperti diare, nyeri ringan pada area perut bawah, mual dan muntah, juga sedikit kerusakan kulit pada area dimana terapi radiasi dipaparkan.

    Pada tahap dimana kanker lebih meluas, dalam hal ini mencapai stadium 1B, terapi radiasi ini kadang akan dipadukan dengan kemoterapi, yakni jenis terapi concurrent kemoterapi. Terapi kemoterapi ini cenderung ringan dibandingkan dengan kemoterapi lain.

    Pada tahap tertentu, juga disarankan untuk memadukan antara terapi radiasi, kemoterapi, dengan Brachyterapy. Brachyterapy adalah terapi radiasi yang langsung dipaparkan pada area kankerdari jarak dekat. Perangkat radiasi akan masuk melalui liang vagina menuju area serviks dalam jarak aman.

  • Radikal Trachelektomi

    Ini adalah pilihan lain yang terpaksa ditempuh pada kasus kanker stadium 1B. Prosedur akan dilakukan untuk pasien yang perlu melakukan pengangkatan jaringan kanker yang lebih besar tetapi dengan tetap semaksimal mungkin mempertahankan serviks setidaknya untuk dapat mempertahankan kemampuan hamil.

    Prosedur radikal histerektomi ini dilakukan dengan mengangkat lapisan kanker, mengelupas bagian terluar dari liang serviks, tetapi dengan tetap mempertahankan bagian serviks. Serviks mungkin tidak lagi dalam bentuk utuhnya, tetapi tetap mampu mempertahankan janin dalam rahim.

  • Histerektomi

    Prosedur ini kadang menjadi pilihan terakhir untuk kasus kanker serviks stadium 1. Ini karena kanker sudah menyebar pada area yang lebih dalam, atau mungkin mulai menginvasi area uterus bagian luar dan masuk ke area jaringan kelenjar getah bening.

    Prosedur ini termasuk prosedur operasi besar, dimana pasien akan mengalami pengangkatan serviks atau setidaknya sebagian besar area serviks. Dibutuhkan waktu penyembuhan lebih lama dibandingkan prosedur Radikal Trachelektomi. Kemungkinan besar, pasien akan kesulitan untuk hamil setelah tindakan dilakukan.

Dukungan untuk Penyembuhan Kanker Stadium 1

Sebenarnya Anda bisa menjalankan perawatan alternatif untuk membantu proses penyembuhan kanker serviks stadium I. Prosedur alternatif ditujukan untuk membantu meningkatkan kinerja limfosit Anda.

Limfosit mengandung komponen sel T dan sel B yang bisa menjadi garda penyerang terhadap pertumbuhan sel kanker. Pada stadium ini, Anda masih mungkin untuk mengandalkan sel T dan sel B Anda agar bekerja membunuh sel kanker yang masih berukuran kecil dan belum berinvasi.

Sel T akan menyerang sel kanker secara fisik dengan langsung menyerang inti sel dan merusak sel dari lapisan terluar hingga dalam. Sedangkan sel B akan menyerang sel kanker secara kimiawi dengan merusak komponen kimia sel kanker dan melemahkannya. Sinergi kedua sel limfosit inilah yang akan membantu mengatasi sel kanker pada tahap stadium 1.

Pasien bisa menjalankan terapi imun dengan menanamkan sel T dan sel B yang sudah dibiakkan di luar tubuh. Metode ini belakangan dimanfaatkan dalam metode medis modern untuk mengatasi kanker pada stadium awal.

Pasien juga bisa menjalankan pola hidup yang efektif memaksimalkan kinerja sel T dan sel B seperti:

  • Mengubah pola makan

    Pola makan buruk bisa menurunkan fungsi sel T dan sel B. seperti pola makan yang kaya akan zat adiktif dan toksin. Untuk itu, Anda perlu mengubah pola makan dengan mengasup makanan yang bebas zat adiktif, lebih kaya vitamin dan mineral serta fitokimia yang akan bekerja sekaligus sebagai anti radikal bebas, anti karsinogen dan sebagai stimulus bagi imunitas. Tiga aspek ini juga akan membantu Anda mengurangi efek samping dari terapi radiasi dan kemoterapi.

    Perbanyak makanan sayuran dan buah yang kaya akan 3 elemen utama vitamin, mineral dan fitokimia. Kurangi asupan gula mengingat kebanyakan jenis kanker membutuhkan gula untuk tumbuh dan berkembang, alihkan dengan lebih banyak protein dan serat yang akan membantu tubuh Anda tetap berenergi selama perawatan.

  • Hindari penyebab memburuknya kanker

    Berhenti dengan rokok, hindari makanan dengan pengawet, mengandung nitrat yang tinggi, makanan yang mengandung peptisida, hindari kawasan tinggi polusi, hindari stress dan banyak lagi yang sekiranya bisa memperburuk kondisi tubuh Anda.

    Beberapa hal di atas akan membawa efek toksin pada tubuh Anda atau memicu tubuh menghasilkan sejumlah hormon tertentu yang bekerja negatif pada tubuh. Yang perlu Anda pahami, semua toksin, polutan dan hormon negatif ini akan bekerja sebagai karsinogen, yakni aspek penyebab dan memperburuk kanker.

  • Tetap Aktif

    Dikatakan dalam cancersupportcommunity.org, bahwa pasien kanker diharapkan untuk tetap aktif untuk membantu tubuh mereka tetap sehat. Justru aktivitas akan membantu sirkulasi darah berjalan dengan baik dan bila aktivitas dilakukan di luar ruangan Anda bisa mendapatkan suplai vitamin D. Vitamin D adalah salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja sel T dan sel B.

  • Konsumsi beberapa jenis herbal bermanfaat

    Sejumlah jenis herbal diketahui mengandung senyawa fitokimia yang terbukti memiliki kemampuan anti kanker. Ini akan membantu Anda meningkatkan kemampuan sel T dan sel B untuk menyerang sel kanker dengan lebih optimal.

    Salah satunya yang belakangan cukup banyak direkomendasikan adalah Sarang Semut. Riset membuktikan Herbal asli Papua ini memiliki kadar flavonoid dan antosianin yang sangat tinggi dan memiliki kemampuan anti kanker yang terbukti ampuh. Pada stadium I, Anda bisa memadukan Sarang Semut dengan pengobatan medis atau sebagai terapi tunggal.

Jika Anda didiagnosis kanker serviks stadium 1, itu berarti kanker baru muncul di leher rahim saja. Masih ada cukup besar potensi keberhasilan dari pengobatan jika kanker baru pada tahap ini.

Karena itu pertimbangkanlah baik-baik dan segera putuskan metode pengobatan terbaik yang Anda pilih bersama dengan tim dokter. Semakin cepat kanker serviks ditangani, maka semakin besar juga kemungkinannya untuk disembuhkan dan tidak kembali kambuh.

Baca juga artikel mengenai kanker serviks stadium 2 di artikel berikutnya: Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Serviks Stadium 2?

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Sarang Semut Papua Tumpas Kanker dan Tumor dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

sarang semut papua 3
Berkat herbal ini banyak penderita kanker, tumor dan benjolan abnormal bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula tanpa harus menghadapi biopsi, pembedahan, dan kemoterapi […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram