Bagikan Artikel Ini:

Diedit:

Bagaimana penelitian kanker darah dilakukan? Adakah efek samping dari pengamatan kanker darah tersebut? Mengapa diagnosis kanker darah penting untuk dilakukan? Kapan seharusnya Anda melakukan pemeriksaan kanker darah? Siapa yang seharusnya membantu Anda dalam melakukan tes kanker darah?

Dalam artikel ini Anda dapat melihat beragam informasi seputar pemeriksaan kanker darah, mulai dari; tes pencitraan, tes darah, hingga biopsi. Ternyata masih banyak pemeriksaan yang harus dilakukan untuk dapat mengetahui kondisi penyakit kanker darah. Ayo cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut!

Pemeriksaan Kanker Darah


Pemeriksaan kanker darah seharusnya dilakukan setiap tahun saat melakukan medical checkup dengan demikian pencegahan kanker darah dapat dilakukan. Ada begitu beragam metode penelitian kanker darah yang dapat Anda pilih, misalnya; pemeriksaan darah, pemeriksaan sumsum tulang belakang, pemeriksaan kromosom dan pemeriksaan pencitraan.

Pengamatan kanker darah ini hendaknya dilakukan oleh tenaga medis yang ahli dan professional dibidangnya. Sehingga hasil tes kanker darah yang akurat dapat Anda dapatkan, sehingga pengobatannya sesuai dengan keadaan Anda.

Pemeriksaan medis demikian dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki peralatan penunjang yang mampu mengidentifikasi keberadaan kanker. Jika Anda memiliki riwayat keluarga pengidap kanker, cobalah untuk segera melakukan pemeriksan medis sebelum mengonsumsi obat kanker darah.

Ketahui—8 Pemeriksaan Umum Kanker Darah

Jika Anda diduga mengalami kanker darah, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan tes kanker darah atau pengamatan kanker darah lainnya, seperti; analisis urin tau biopsi daerah yang mencurigakan, untuk membantu diagnosis dokter. Penelitian kanker darah yang dilakukan dokter akan membantu Anda mengendalikan keberadaan kanker dalam tubuh. Sehingga Anda tak perlu merasa panik dan khawatir. Berdasarkan pemeriksaan kanker darah, dokter dapat memberikan anjuran atau rekomendasi medis agar dapat pulih kembali.

Biopsi Kelenjar Getah Bening

Kanker darah dapat memengaruhi bagian dari sistem kekebalan tubuh yang disebut sistem limfatik. Sistem limfatik berjalan di seluruh tubuh Anda, dan itu termasuk amandel dan limpa Anda, bersama dengan kelenjar getah bening yang ukurannya sebesar kacang. Tubuh Anda memiliki ratusan kelenjar getah bening dan bekerja sama dengan sel darah putih untuk membantu melawan infeksi penyakit.

Tim medis Anda mungkin ingin mengambil sebagian atau seluruh kelenjar getah bening yang mencurigakan untuk mengetahui keberadaan kanker. Tindakan medis tersebut sering disebut dengan biopsi kelenjar getah bening. Tim bedah akan membawa Anda ke ruang operasi di rumah sakit atau pusat rawat jalan. Kemudian, mereka akan membuat Anda tidak merasakan sakit pada area kelenjar getah bening yang dicurigai. Namun sebelumnya mereka Anda membius Anda sehingga tertidur lelap selama tindakan medis dilakukan.

Dokter Anda akan membuat sayatan kecil dan mengeluarkan kelenjar getah bening, lalu menutupnya dengan jahitan yang seharusnya tidak meninggalkan bekas luka. Ketika tim medis Anda mempelajari kelenjar getah bening tersebut, mereka dapat mencari keberadaan tumor, kanker, benjolan non-kanker, atau adanya infeksi. Hal itu bisa memberi tahu mereka apakah Anda menderita limfoma, sejenis kanker yang menyerang sistem limfatik atau tidak.

Spinal Tap

Tes ini dilakukan dengan melihat sampel cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang Anda. Pemeriksaan ini dapat memberi tahu dokter, jika cairan tersebut mengandung sel kanker darah atau tidak. Tes ini juga sering disebut dengan istilah “pungsi lumbal”. Pemeriksaan ini dilakukan saat Anda berbaring miring, lalu tim medis Anda akan membuat bagian punggung Anda kebas. Kemudian dokter Anda akan menggunakan jarum untuk mengeluarkan sedikit cairan dari antara tulang-tulang di tulang belakang Anda, kemudian membalut luka dan memeriksa sampel cairan.

Tes Darah

Tes atau pemeriksaan darah dilakukan dengan bantuan seorang perawat yang akan mengambil darah dari pembuluh vena di lengan—tepatnya, dekat siku Anda. Tim medis Anda dapat menggunakan sampel pengambilan darah untuk melakukan beragam pemeriksaan lanjutan guna mengetahui penyebab kanker darah, misalnya:

  • Hitung darah lengkap: Ini merupakan pemeriksaan darah umum yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan faktor pembentuk darah Anda.
  • Blood smear: Ini dilakukan ketika “hitung darah lengkap” tidak memperlihatkan hasil yang jelas atau dokter berpikir ada yang tidak normal dengan sel darah Anda.
  • Kimia darah: Ini dilakukan untuk mengukur kadar gula darah, kolesterol, protein, hormon, dan substansi kimia lainnya yang ada dalam darah Anda.
  • Diferensial sel darah putih: Ini dilakukan untuk mengukur beragam jenis sel darah putih dalam darah Anda dan kemampuannya saat melawan infeksi.
  • FISH (fluorescence in situ hybridization): Ini merupakan pemeriksaan darah yang berfokus pada perubahan genetik sel kanker darah.
  • Flow cytometry: Ini dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah putih dan mencatat ukuran, bentuk, dan sifat-sifat lainnya—jika terlalu banyak sel putih dalam tubuh Anda.
  • Immunophenotyping: Ini dilakukan untuk membedakan setiap jenis sel kanker.
  • Karyotype: Ini dilakukan untuk mencari perubahan ukuran, bentuk, jumlah, atau pengaturan dalam sel darah atau sumsum tulang.
  • Reaksi berantai polimerase: Ini dilakukan untuk menemukan tanda-tanda kanker dan menangkap hal-hal yang tidak dapat dilakukan tes lainnya.

Karena dokter Anda telah menyarankan Anda untuk melakukan tes darah untuk mencari tanda-tanda kanker. Itu tidak berarti bahwa diagnosis kanker darah telah dibuat dan Anda menderita kanker. Cari tahu apa yang mungkin dicari dokter sewaktu tes darah dilakukan.

Tes Fisik

Pemeriksaan fisik meliputi; inspeksi visual (mencari), palpasi (merasakan), auskultasi (mendengarkan, sering dengan stetoskop), dan perkusi (menghasilkan suara melalui ketukan) untuk memeriksa tubuh pasien terhadap kemungkinan tanda-tanda penyakit. Selama inspeksi visual, dokter akan mencari tanda-tanda penyakit. Seperti; pendarahan yang tidak biasa, memar, atau perubahan pada kulit.

Dokter juga akan merasakan area tubuh yang dicurigai untuk mendeteksi perubahan di area tersebut dan mencatat apakah itu keras, lunak, atau menyakitkan saat disentuh. Sebagai contoh, beberapa kanker darah dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, limpa, atau hati.

Tes Kromosom

Normalnya, manusia memiliki 23 pasang kromosom dalam tubuhnya. Kromosom merupukan sekumpulan DNA atau cetak biru yang berisi kode genetik penentu fungsi tubuh. Pada kasus kanker darah, biasanya akan terjadi perubahan kromosom, misalnya; hilangnya sebagian kromosom, atau perubahan pasangan pada kromosom yang tidak semestinya terjadi. Dengan mengetahui terjadinya perubahan kromosom demikian, maka akan memudahkan dokter untuk mempersiapkan pengobatan kanker darah yang tepat bagi Anda.

Tes Pencitraan

Diagnosis kanker darah tanpa rasa sakit ini dapat membantu dokter untuk menemukan tumor atau kondisi lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana penyebaran kanker telah terjadi. Tujuan dari pemeriksaan ini bukanlah untuk menemukan kanker darah, melainkan guna membantu menentukan stadium kanker darah. Kanker darah seringkali tidak membentuk benjolan tumor, sehingga pemeriksaan dengan CT-scan, MRI dan PET-scan dilakukan bukan untuk melihat hal tersebut.

  • Sinar-X dada: Ini dilakukan untuk membantu dokter menemukan adanya penyebaran kanker, tumor, infeksi, atau kelenjar getah bening yang membesar.
  • Pemindaian CT (computed tomography): Ini dilakukan untuk melihat kelenjar getah bening yang membesar, dan kelainan organ lainnya, serta kemunculan kanker setelah perawatan.
  • Pemindaian MRI (magnetic resonance imaging): Ini dilakukan untuk menemukan tumor atau mencari perubahan pada tulang yang menandakan jenis kanker darah myeloma.
  • Pemindaian PET (positron emission tomography): Ini dilakukan untuk menemukan keberadaan limfoma atau kanker lainnya.

Pemeriksaan kanker darah dengan tes pencitraan membutuhkan waktu mulai dari 10 menit hingga 45 menit. Tindakan ini dilakukan dengan bantuaan alat medis dan tenaga medis profesional yang membantu Anda tetap tenang dan nyaman saat melakukan pemeriksaan.

Tes Sumsum Tulang

Ketahuilah bahwa karakteristik tulang Anda ialah keras di luar, tetapi seperti spons di bagian dalamnya. Bagian lunak ini sering disebut dengan istilah “sumsum”—disanalah sel darah merah dan sel darah putih Anda dibuat. Dokter Anda mungkin perlu mencari tahu apakah suatu penyakit menyerang sumsum tulang Anda. Beberapa penyakit muncul di sana sebelum masuk kedalam darah Anda.

Dokter Anda mungkin akan mengambil sejumlah kecil sumsum dari pinggul Anda. Pertama, tim medis Anda akan membuat Anda tidak merasakan sakit pada area tersebut. Mereka juga mungkin memberi Anda obat bius sehingga Anda mengantuk. Maka dokter Anda mungkin melakukan dua hal berikut:

  • Aspirasi sumsum tulang: Dokter akan menggunakan jarum berlubang untuk mengeluarkan sedikit cairan di dalam sumsum tulang Anda.
  • Biopsi sumsum tulang: Dokter akan menggunakan jarum yang sedikit lebih besar untuk mengeluarkan sepotong bagian padat dari sumsum tulang Anda.

Pemeriksaan ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit yang dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki perlengkapan tersebut. Sampel akan dibawa ke laboratorium, untuk mencari tahu apakah sumsum tulang Anda menghasilkan sel darah yang cukup sehat. Sekaligus mencari keberadaan sel yang tidak normal.

Tes Urin

Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar protein, sel darah, dan zat lain dalam urin Anda. Senyawa kimia dalam darah seringkali berakhir di urin, setelah disaring oleh ginjal. Pemeriksaan urin akan membantu dokter mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh. Selain itu, urin juga mengandung zat sisa dan limbah dalam tubuh yang dikeluarkan oleh setiap sel, termasuk kanker.

Jika dokter Anda berpikir ada kemungkinan serangan kanker darah, ada beberapa tes yang dapat membantunya mengetahui keberadaan kanker. Anda mungkin perlu melakukan lebih dari satu jenis pemeriksaan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Pemeriksaan mutlak perlu dilakukan untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai dengan kondisi pasien berdasarkan jenis dan stadium kanker darah yang dialaminya.

Pahami—8 Pemeriksaan Khusus Kanker Darah

Diagnosis kanker darah secara khusus tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan kanker darah secara umum. Pengamatan kanker darah secara khusus hanya dilakukan untuk memastikan jenis kanker darah tertentu. Sehingga pengobatan dapat dilakukan dengan tepat. Penelitian kanker darah tersebut mencakup;

  • Biopsi Kelenjar Getah Bening
  • Flow cytometry (Immunophenotyping)
  • Konsultasi Riwayat Penyakit
  • Pemeriksaan Fisik
  • Pemeriksaan Darah
  • Pemeriksaan Genetik
  • Pemeriksaan Pencitraan
  • Pemeriksaan Urin

Jika seseorang diduga memiliki jenis kanker darah tertentu, ada beberapa tes yang biasanya dijalankan. Beberapa tes ini dapat mengesampingkan kondisi lain yang bukan indikasi kanker darah. Tes kanker darah lain digunakan untuk menentukan jenis kanker darah tertentu yang dimiliki seseorang. Mengetahui jenis kanker darah sangat penting untuk membantu rekomendasi perawatan yang tepat.

Pemeriksaan Kanker Darah Leukemia

Dokter Anda akan melakukan penghitungan darah lengkap (Complete Blood Count) untuk menentukan apakah Anda menderita leukemia. Tes ini dapat mengungkapkan keberadaan sel leukemia. Hal ini ditunjukkan dengan kadar sel darah putih maupun sel darah merah atau trombosit yang rendah dan abnormal. Jika Anda dinyatakan positif mengidap leukemia, dokter akan melakukan biopsi sumsum tulang untuk menentukan jenis kanker darah yang Anda miliki.

Pemeriksaan Kanker Darah Lymphoma

Dokter Anda akan melakukan biopsi kelenjar getah bening untuk mendiagnosis keberadaan kanker darah limfoma. Tes tambahan kemudian dilakukan untuk menentukan stadium limfoma, termasuk; tes darah, biopsi sumsum tulang, dan tes pencitraan—seperti; CT scan atau PET scan. Tes pencitraan menunjukkan apakah limfoma telah menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda. Misalnya limpa dan paru-paru.

Pemeriksaan Kanker Darah Myeloma

Myeloma dapat didiagnosis dengan berbagai cara. Beberapa orang pertama-tama akan menemui dokter sehubungan dengan gejala-gejala seperti; rasa sakit, kelelahan atau infeksi. Ahli hematologi akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan, termasuk:

  • Tes darah: Ini merupakan cara penting untuk mendiagnosis kanker darah dan memantau myeloma.
  • Tes urin: Anda mungkin diminta untuk memberikan sampel urin untuk menguji adanya protein Bence Jones. Tes-tes ini juga dapat menunjukkan seberapa baik ginjal Anda bekerja.
  • Biopsi sumsum tulang: Jika ada paraprotein dalam darah atau urin Anda, dokter atau perawat akan mengambil sampel (biopsi) sumsum tulang. Sampel dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel-sel abnormal.
  • Sinar-X: Ini dilakukan untuk memeriksa kerusakan pada tulang dari sel myeloma (lesi litik).

Namun kadang kala, diagnosis kanker darah myeloma baru dilakukan setelah dirawat di rumah sakit dengan gejala yang lebih parah. Misalnya; setelah mengalami kompresi sumsum tulang belakang atau masalah ginjal.

Ada banyak dukungan yang Anda mungkin perlu jika Anda telah didiagnosis menderita kanker darah. Selain informasi medis tentang kondisi Anda, informasi lain juga penting – seperti cara memberi tahu orang, cara menjaga diri sendiri secara emosional dan fisik. Jika Anda dirawat sebagai pasien rawat jalan (tidak menginap), Anda mungkin harus sering ke rumah sakit. Jika Anda mengalami kesulitan karena transportasi atau alasan lain, Anda dapat bertanya sehubungan dengan perawatan kesehatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal Anda.

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan diagnosis, penelitian, pengamatan, ataupun pemeriksaan kanker darah. Ingatlah bahwa menjalani pemeriksaan tidak selalu mengartikan bahwa Anda telah mendapat vonis serangan kanker darah.

Daftar Pustaka:

Neha Pathak MD. How Blood Cancers Are Diagnosed. May 07, 2018. URL: https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/diagnosis-methods#1.