Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Darah Ilustrasi Kanker Darah

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Darah

Kanker darah dalam dunia medis lebih dikenal sebagai penyakit Leukemia. Pada kasus ini pertumbuhan kanker muncul pada sel darah serta pada sel-sel pembentuk darah. Kanker darah selalu terkait erat dengan pertumbuhan sel kanker yang muncul pada jaringan sumsum tulang belakang dan pada sistem limfatik tubuh termasuk kelenjar getah bening.

Kanker darah sendiri akan membentuk sel darah putih dalam jumlah berlebihan. Dalam kondisi normal, sel darah putih berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh dari serangan bakteri, virus, mikroba dan jamur yang menyerang tubuh. Ketika terjadi infeksi, secara alami tubuh akan memerintahkan sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Namun ketika seseorang mengalami kanker darah atau Leukemia, maka sumsum tulang belakang akan memproduksi sel darah putih secara random tanpa adanya perintah khusus sebagaimana sistem tubuh berjalan. Akibatnya sel darah putih ini muncul dalam jumlah banyak tanpa bermanfaat. Sel darah putih akan menumpuk dan mengendap dalam pembuluh darah.

Keberadaan sel kanker di dalamnya membuat sel darah putih berubah agresif dan ganas, sehingga akan merusak sel darah merah dan trombosit yang ada di sekitarnya. Sehingga akhirnya pertumbuhan sel darah putih ini akan semakin berkembang pesat tanpa diimbangi jumlah sel darah merah dan sel trombosit. Jumlah yang berlebihan ini mendorong sel darah putih menjadi lebih ganas sehingga fungsinya sebagai perlawanan terhadap infeksi berubah menjadi perlawanan terhadap sel sehat.

Kanker darah bisa bersifat primer yang pada umumnya berawal dari pertumbuhan sel kanker pada sumsum tulang belakang. Namun kanker darah juga bisa terjadi dari pertumbuhan sel yang muncul pada saluran dan kelenjar limfotik yang tersebar dalam tubuh, tempat dimana sel darah putih menyebar ke seluruh tubuh. Kanker yang berawal dari sistem limfotik bisa merupakan bentuk kanker sekunder yang berasal dari persebaran kanker yang datang dari organ disekitar sistem limfotik.

Kanker darah sendiri terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan kecepatan penyebarannya dan lokasi pertumbuhan sel kanker berada. Dan pembagian kategori tersebut adalah sebagai berikut :

  • Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

    Kanker darah yang tumbuh pada bentuk awal dari sel darah putih atau biasa disebut limfosit dan biasanya terjadi pada sistem pembentukan sel darah putih pada sumsum tulang belakang. Kata akut di sini menandakan sel kanker tumbuh dengan kecepatan tinggi dan muncul dalam tempo singkat. Kebanyakan kasus kanker tipe ALL ini terdiagnosa pada anak-anak.

  • Acute Myeloid Leukemia (AML)

    Jenis kanker darah ini biasa disebut dalam beberapa istilah yang hampir serupa seperti acute myelocytic leukemia atau acute myelogenous leukemia. Kanker darah tipe ini berawal dari bagian myloid dari sel darah putih yang juga berada pada sumsum tulang belakang. Sel Myloid ini berada pada darah putih dewasa. Kata Akut juga menandakan kanker akan berkembang dengan cepat dan sangat agresif.

  • Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)

    Kanker darah jenis ini sebenarnya serupa dengan kanker darah tipe ALL, karena serangan juga muncul pada bagian sel limfosit. Hanya proses perkembangan kankernya berjalan relative lambat dan bertahap sehingga kerap kali tidak disadari pasien sampai kondisi memburuk.

  • Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

    Kanker darah tipe ini juga memiliki perkembangan sel kanker yang berawal pada sel myloid dari sel darah putih. Jenis kanker darah yang paling banyak menyerang kalangan dewasa dan usia manula ini menyerang dengan perlahan bahkan menahun. Penurunan kondisi berlangsung perlahan sehingga kurang disadari pasien.

  • Chronic Myelomonocytic Leukemia (CMML)

    Jenis kanker darah yang terakhir ini terbilang jarang, tetapi efeknya termasuk yang paling mematikan. Kanker darah ini menyerang sel monosit yang menyebabkan tubuh mengkali lipatkan perlawanan terhadap bakteri, termasuk bakteri baik sekaligus merusak fungsi-fungsi tubuh yang membutuhkan peran bakteri di dalamnya. Keberadaannya juga akan merusak sel darah merah, sel trombosit dan sel-sel darah putih lain.

Penyebab Kanker Darah

Penyebab kanker darah sampai saat ini belum sepenuhnya bisa dipastikan. Penelitian panjang masih dikembangkan untuk bisa memastikan apa saja hal yang bisa menjadi penyebab seseorang terserang penyakit kanker darah.

Namun dalam beberapa riset ditemukan adanya beberapa faktor pendukung yang memicu munculnya pertumbuhan sel kanker pada sel darah putih dan sumsum tulang belakang. Dan beberapa faktor penyebab kanker darah tersebut antara lain:

  • Kadar Toksin dalam Darah Tinggi

    Mereka yang terbiasa menjalankan pola hidup dan pola makan tidak sehat, seperti terbiasa mengkonsumsi alkohol, perokok, kerap mengkonsumsi makanan dengan kandungan kimiawi berbahaya tertentu atau mereka yang menjalankan profesi yang dekat dengan senyawa kimiawi berbahaya biasanya menjadi lebih rentan mengalami kanker darah.

  • Ada Riwayat Keluarga Pengidap Kanker Darah atau Kanker Lain

    Kanker termasuk jenis penyakit yang melibatkan unsur genetik dan DNA, sehingga mereka yang memiliki sejarah keluarga mengalami kanker atau kanker darah akan lebih rentan mengalami kanker darah.

  • Pernah Terpapar Radiasi

    Terapi radiasi kerap menjadi solusi bagi mereka yang mengalami masalah kanker dan tumor karena terbukti efektif mematikan sel kanker dengan cepat. Namun kadang kala kerusakan karena radiasi juga muncul pada organ lain sehingga akhirnya terjadi mutasi DNA atau kerusakan fungsi sel dan salah satunya adalah terjadinya serangan kanker darah.

    Fakta mengenai bahaya radiasi terhadap resiko kanker darah menunjukan, bahwa mereka yang bekerja atau hidup dalam lingkungan dengan kadar radiasi yang tinggi juga memiliki resiko yang besar mengalami kanker darah.

  • Masalah dengan DNA

    Beberapa orang terlahir dengan kondisi DNA yang tidak normal karena cacat kehamilan dan penyebab lainnya, seperti pada kasus down syndrome. Mereka dengan kondisi ini memiliki kerentanan tinggi mengalami kanker darah.

Pada dasarnya kanker darah terjadi dari mutasi gen yang muncul pada sel darah putih. Dalam sel darha putih terdapat beberapa jenis sel seperti limfosit, monosit dan leukosit. Muncul perilaku untuk melipat gandakan produksi sel-sel darah putih tertentu dalam tubuh hingga jumlahnya berlebihan. Pada dasarnya sel darah putih bersifat merusak namun secara spesifik merusak perkembangan bakteri atau mikroba tidak sehat dalam tubuh.

Perilaku merusak ini berubah menjadi ganas dan menyerang sel dan bakteri sehat karena jumlahnya yang berlebihan. Akhirnya sel darah putih yang agresif ini merusak sistem normal tubuh dan menyebabkan kerusakan organ yang berat dalam tempo cepat.

Mengenali bagaimana sel darah putih tertentu membentuk mutasi gen dan melakukan perilaku tidak normalnya, sampai sekarang belum bisa dipastikan asal usulnya. Meski banyak pakar kanker dunia meyakini adanya efek dari toksin dan radiasi kerap sebagai pemicu munculnya kanker darah dan perilaku aneh dari sel darah, tetapi kinerja kerusakannya belum bisa dipahami.

Gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah pada kebanyakan kasus muncul dengan samar sampai akhirnya pasien mencapai stadium akhir. Itu sebabnya banyak pasien yang terdiagnosa kanker darah kerap kali tak terselamatkan. Pasalnya kebanyakan kasus terdeteksi ketika kondisi kanker sudah relatif berat.

Beberapa gejala kanker darah tahap awal yang kerap kali tidak mudah disadari pasien antara lain adalah sebagai berikut :

  • Kerap merasa pusing dan kadang disertai rasa limbung diawali dari limbung skala ringan.
  • Mudah sekali merasa lelah dan tubuh terasa melemah.
  • Kadang muncul rasa mual
  • Kerap mengalami demam dengan suhu yang naik dan turun tanpa sebab.
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Mudah mengalami infeksi atau kondisi tubuh yang menurun (secara lokal kita kenal mudah merasa masuk angin)
  • Mudah keringat dingin.

Namun selain tanda-tanda yang sifatnya terlalu umum sehingga sulit untuk dikenali pasien, terdapat beberapa gejala kanker darah yang sebenarnya cukup spesifik. Meski gejala-gejala tersebut sifatnya berbeda untuk tiap jenis kanker darah, tetapi setidaknya ini akan membantu Anda mengenali lebih awal kemungkinan seseorang menderita kanker darah. Beberapa gejala kanker darah yang bersifat spesifik tersebut antara lain :

  • Mudah mengalami memar disertai tanda membiru yang cukup lebar dan sulit hilang. Memar kerap tidak disertai rasa sakit. Kadang memar juga hanya disebabkan dari sebuah tekanan yang relative ringan di permukaan kulit.
  • Terjadi pembengkakan pada area kelenjar limfa seperti pada area pagkal paha, pangkal lengan, bawah rahang atau pinggang atas.
  • Mudah mengalami mimisan dan gusi berdarah. Perdarahan ringan ini kerap kali muncul dalam jumlah darah yang berlebihan dan sulit untuk di atasi karena darah sulit membeku.
  • Muncul bintik merah sampai spot merah di permukaan kulit. Semakin sering dan semakin besar spot merah maka semakin besar kemungkinan pasien mengalami kondisi kanker darah yang berat.
  • Muncul rasa nyeri di punggung, tepatnya di sisi atas punggung tengah atau di area tulang belakang atas.
  • Pada anak, biasanya terjadi masalah serius dengan kemampuan dalam menjaga keseimbangan, terlihat terlalu malas dan mudah sekali perdarahan dan sulit pula diatasi.

Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan kanker darah sendiri dijalankan tergantung dengan kondisi dari pasien itu sendiri. Pihak medis akan melihat beberapa faktor dalam menentukan terapi yang sesuai untuk setiap pasien seperti faktor usia, kondisi kesehatan secara general, jenis kanker darah yang menyerang serta sejauh mana persebaran sel kanker tersebut dalam tubuh Anda.

Beberapa terapi sesuai untuk Anda terapkan pada segala kondisi dan beberapa terapi lain sifatnya spesifik untuk kondisi tertentu. Adapun beberapa terapi pengobatan kanker darah secara medis bisa Anda lihat sebagai berikut:

  • Kemoterapi

    Kebanyakan kasus kanker darah akan menjalankan terapi kemoterapi. Pasalnya persebaran penyakit ini cenderung luas dan cepat, sesuai dengan persebaran sel darah di seluruh tubuh. Terapi kemoterapi yang memang secara khusus diarahkan ke pembuluh darah melalui suntikan jelas akan mengarah secara jitu pada sel darah. Namun efek samping kemoterapi yang merusak sel sehat tetap perlu diwaspadai dan diantisipasi.

  • Terapi Biologi

    Terapi ini secara khusus mengarah pada mekanisme imunitas tubuh untuk membentuk antigen yang secara aktif akan melawan pertumbuhan sel kanker pada darah. Metode ini efektif untuk kanker darah pada stadium awal dengan efek samping yang relatif rendah. Perlawanan tubuh terhadap sel kanker akan menyebabkan penurunan kondisi tubuh sementara waktu.

  • Terapi Antigen Artifisial

    Di sini tubuh akan mendapatkan suntikan obat yang bekerja sebagai antigen artifisial. Cara ini diambil ketika tubuh tak lagi mampu memproduksi antigen secara alami. Antigen artifisial akan menyerang secara spesifik sel kanker dalam tubuh. Proses perlawanan terhadap sel kanker juga akan menyebabkan terjadinya penurunan kondisi tubuh sementara dan pada beberapa kasus terjadi perlawanan tubuh terhadap masuknya antigen asing tersebut.

  • Terapi Radiasi

    Terapi ini secara khusus akan memberikan penembakan radiasi yang fokus ke arah sumsum tulang belakang. Meski cara ini hanya bekerja untuk stadium awal namun cukup efektif mengatasi pertumbuhan sel pada sumsum tulang belakang sebagai produsen sel-sel darah putih. Hanya saja metode ini bisa menyebabkan kerusakan sel di sekitar sumsum tulang belakang sehingga ada batasan tertentu dalam penerapanya untuk menekan resiko kerusakan sel disekitar sumsum tulang belakang.

  • Transplantasi Sel Induk

    Sel induk adalah sel awal pembentuk sumsum tulang belakang. Anda bisa mendapatkannya dari tulang belakang orang lain atau dari sel induk Anda sendiri dengan kriteria yang sudah disesuaikan dengan kondisi pasien secara spesifik. Sel induk baru ini akan menggantikan sumsum tulang belakang lama yang sudah tercemar sel kanker.

    Di sini sumsum lama akan mendapat terapi tingkat tinggi yang akan mematikan sel aktif di dalamnya, sampai kemudian akan dilanjutkan dengan suntikan darah yang mengandung sel induk untuk membentuk kembali sumsum tulang belakang baru. Metode ini memiliki hasil yang memuaskan dalam mengatasi kanker darah selama tidak terjadi reaksi alergi tubuh terhadap sel induk baru. Reaksi alergi terhadap sel induk bisa menyebabkan kondisi fatal termasuk kematian.

Pengobatan kanker darah secara medis memang masih memerlukan banyak pengembangan dan riset. Ini terkait dengan efektifitas pengobatan dan efek samping yang terbilang belum sejalan. Tingkat kegagalan pengobatan medis masih terbilang tinggi, sementara resiko atau efek samping dari tiap metode juga relatif tinggi.

Untuk itu tak ada salahnya bila pasien kanker darah juga menjalankan terapi tambahan dengan memanfaatkan obat herbal kanker darah. Obat herbal di sini tentu saja tak bisa Anda pilih sembarangan, harus yang sudah terekomendasi dan terbukti empiris mampu mengatasi pertumbuhan sel kanker dalam darah.

Selain itu pengobatan alternatif ini bisa semakin sempurna bila obat herbal kanker darah ini bisa Anda konsumsi sembari menjalankan prosedur pengobatan medis, bahkan bisa mendukung dan memaksimalkan hasil dari pengobatan medis. Dan sejalan dengan kriteria di atas, beberapa obat herbal kanker darah yang bisa menjadi pilihan Anda antara lain :

      • Sarang Semut

        Sejenis tanaman epifit yang tumbuh menumpang pada beberapa tanaman di pedalaman hutan Papua ini ternyata mengandung banyak khasiat anti kanker dalam umbinya yang memiliki bentuk khas, yakni berongga dengan labirin di bagian dalamnya. Labirin ini di alam liar kerap menjadi rumah bagi semut hutan.

        Di dalam umbi inilah ditemukan sejumlah senyawa yang dipastikan memiliki khasiat untuk menangkal pertumbuhan kanker, termasuk di dalam sumsum tulang belakang dan sel darah. Juga memiliki kemampuan detoksifikasi yang kuat sehingga efektif menangani pengendapan toksin dan oksidan yang menjadi salah satu pemicu utama kanker darah.

        Senyawa-senyawa berkhasiat dalam sarang semut tersebut ditemukan dalam rangkaian riset dan uji empiris yang dijalankan seperti oleh University National of Ho Chi Minh City dan oleh seorang ahli peneliti utamal LIPI, Dr. M. Ahkam Subroto. Dan beberapa senyawa berkhasiat tersebut antara lain:

        Flavonoid

        Salah satu kunci utama dari khasiat sarang semut dipercaya berasal dari senyawa ini. Karena formula flavonoid dalam sarang semut dipercaya termasuk yang terbanyak dan terlengkap, sehingga memberikan manfaat maksimal dari flavonoid yakni :

        • Anti karsinogen

          Kemampuan untuk mengatasi toksin dan oksidan dalam tubuh yang menyebabkan tubuh menjadi sebuah habitat nyaman bagi kanker atau kondisi karsinogen.

        • Anti proliferasi

          Kemampuan untuk menekan kecenderungan pembelahan diri cepat dari sel kanker sehingga memperlambat pertumbuhan dan persebaran sel kanker.

        • Induksi Apoptosis

          Menyerang nucleus sel kanker untuk melemah dan bertindak agresif terhadap dirinya sendiri alias bunuh diri.

        • Inhibisi Angiogenesis

          Kemampuan untuk menghambat suplai darah menuju sel kanker sehingga sel kanker akan kekurangan suplai makanan dan oksigen dan mendorong sel kanker akhirnya menciut dan mati.

        • Anti resistensi

          Menekan efek kebal atau resisten tubuh terhadap suplai obat yang diterima dalam jangka panjang, ini membantu mengatasi kemungkinan tubuh menjadi resisten pasca pengobatan kanker dalam jangka panjang.

        Polifenol

        Dalam polifenol terdapat sifat asam felonik yang mengangkat sumbatan dalam pembuluh darah sehingga membantu memperbaiki kondisi tubuh pasien selama mendapat terapi kanker. Polifenol juga dipercaya sebagai pendorong pembentukan antigen alami sehingga membantu memaksimalkan perlawananan tubuh terhadap sel kanker.

        Tokoferol

        Jenis anti oksidan yang bekerja sangat aktif bahkan dengan efektifitas mencapai lebih dari 90%. Melakukan detoksifikasi aktif sehingga menekan resiko mutasi gen.

        Tannin

        Sejenis astringent yang berfungsi untuk menekan efek kerusakan sel akibat infeksi dan serangan-serangan oksidan. Juga membantu menjaga regenerasi sel tetap berjalan normal dengan mengikat protein yang berlebihan dalam tubuh. Tannin juga baik untuk mengendalikan kondisi hormonal dalam tubuh.

        Beberapa mineral lainnya

        Dalam sarang semut ditemukan banyak mineral seperti magnesium, kalium, seng dan masih banyak lagi yang terbukti ampuh mengatasi kondisi tubuh yang menurun karena serangan kanker, termasuk kanker darah.

        Keterangan lebih lengkap mengenai bukti keampuhan Sarang Semut dalam menumpas kanker, bisa dilihat dalam halaman artikel "Obat Kanker Darah".

      • Noni Juice

        Satu lagi jenis obat herbal kanker darah yang juga sudah mendapat banyak rekomendasi dan terbukti secara empiris memiliki khasiat pengobatan kanker darah, yakni noni juice. Juice yang berasal dari buah noni, sejenis buah tropis yang dipercaya sejak jaman dulu sebagai obat dewa saking banyaknya khasiat yang tersimpan di dalamnya.

        Buah dengan aroma tajam yang kurang disukai ini juga terbukti berdasar riset yang dikembangkan oleh Dr Neil Solomon mengandung banyak senyawa yang terbukti ampuh mengatasi beragam penyakit, termasuk kanker. Dan senyawa-senyawa tersebut antara lain :

        • Flavonoid

          Meski formula flavonoid dari buah noni tak selengkap dan sebanyak sarang semut, tetapi dengan adanya senyawa flavonoid dalam buah noni, membuat buah ini memiliki khasiat anti karsinogen, anti proliferasi dan inhibisi angiogenesis.

        • Scolopetin

          Kemampuan untuk mengendalikan sistem imun tubuh, termasuk membentuk fitokimia khusus yang bersifat antigen, yang akan secara aktif melawan mutasi gen termasuk pembentukn sel kanker.

        • Xeronine

          Sejenis protein khusus yang sangat penting perannya dalam menjaga proses regenerasi sel sehingga menekan efek mutasi gen.

        • Terpenoid

          Sejenis senyawa khusus yang sangat penting untuk membantu proses regenerasi sel dan menjaganya tetap berjalan dalam siklus dan mekanisme yang normal.

        • Damnachantal

          Sejenis senyawa unik yang berfungsi menekan kerusakan sel akibat serangan kanker.

Itulah dua jenis obat herbal kanker darah yang memiliki khasiat pengobatan yang bisa Anda andalkan baik sebagai pengobatan tunggal maupun sebagai pendamping pengobatan medis kanker darah. Keduanya aman Anda konsumsi secara rutin dalam jangka panjang karena rendah efek samping dan bisa pula bekerja mendukung manfaat terapi medis dan tidak memiliki sifat mereduksi khasiat obat medis.

Kanker darah memang termasuk jenis kanker yang paling mematikan di dunia. Persebarannya tergolong cepat dan kerap kali tak mudah untuk dideteksi di awal. Namun dengan penanganan yang tepat, kanker darah tidak mustahil untuk diatasi. Deteksi lebih dini dan pengobatan yang tepat akan menjadi kunci penyembuhan kanker darah yang efektif.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register