Penyebab Kanker Darah Yang Harus Diwaspadai

100
Kanker Darah: pencetus, pembawa, penentu, pemicu, atau penyebab kanker darah
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Tahukah Anda bahwa kanker darah atau leukemia merupakan penyakit yang jarang ditemukan? Mari kita selidiki faktor penentu, pembawa, pencetus, pemicu, ataupun penyebab kanker darah yang perlu Anda waspadai!

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan kaitan pola hidup, faktor keturunan, dan penyakit lainnya yang turut menjadi penyebab kanker darah. Beberapa mungkin bisa dihindari, namun adapula yang tak bisa Anda hindari!

Penyebab Kanker Darah

Secara spesifik penyebab kanker darah yang utama belum diketahui dengan jelas, namun ada beberapa faktor yang dicurigai berkaitan dengan timbulnya kanker darah. Seperti; keturunan, adanya cacat genetika, kebiasaan merokok yang buruk, memiliki penyakit yang berkaitan dengan fungsi kekebalan tubuh, pengaruh dari efek samping setelah pencangkokan organ tubuh, usia lanjut, terkena paparan (uraian) bahan kimia maupun radiasi, dan penggunaan obat yang kortikosteroid.

Selain itu keberadaan T-lymphotropic virus juga dimungkinan sebagai faktor penentu, pembawa, pencetus, pemicu, ataupun penyebab kanker darah yang perlu Anda waspadai. Selain itu, jenis kanker darah yang menyerang juga turut menentukan pengaruhnya bagi tubuh Anda. Seperti leukemia yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sel darah putih yang tidak terkendali. Hal ini menyebabkan terhambatnya produksi sel darah merah dan trombosit yang berada di sumsum tulang belakang. Hal ini dapat diketahui saat indikasi kanker darah mulai terlihat.

Waspadai—6 Penyebab Umum Kanker Darah

Faktor risiko merupakan karakteristik yang diidentifikasi sebagai potensi dalam meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami suatu kondisi kesehatan. Namun, sekalipun Anda memiliki satu atau lebih banyak faktor penentu, pembawa, pencetus, pemicu, ataupun penyebab kanker darah. Hal ini tidak menjamin seseorang untuk mengembangkan kondisi tersebut. Ada banyak jenis kanker darah yang masing-masing memiliki faktor risiko yang berbeda, namun ada beberapa faktor risiko umum yang menjadi penyebab kanker darah.

Gangguan Genetika

Ada beberapa sindrom turunan yang dikaitkan dengan risiko tinggi terkena kanker darah tertentu. Termasuk anemia Fanconi, sindrom Bloom, ataxia-telangiectasia, anemia Diamond-Blackfan, sindrom Schwachman-Diamond, sindrom Down, neutropenia bawaan berat, trisomi 8, dan neurofibromatosis tipe 1.

Jenis kelamin

Jenis kanker darah tertentu lebih sering dialami oleh pria daripada wanita. Namun, ini tidak mengartikan bahwa wanita tidak dapat mengalami kanker darah. Hanya saja ada persentase lebih tinggi bagi pria untuk mengalami kanker darah jenis tertentu dibandingkan dengan wanita.

Paparan Obat

Jenis obat tertentu, misalnya; obat kemoterapi (termasuk agen alkilasi, agen platinum, dan inhibitor topoisomerase II). Penggunaan obat kanker darah tersebut telah dikaitkan dengan adanya peningkatan risiko serangan kanker darah tertentu. Dalam beberapa kasus, orang yang melakukan tindakan kemoterapi dapat mengembangkan sindrom myelodysplastic, yaitu jenis kanker darah tertentu.

Paparan Radiasi

Sayangnya paparan radiasi terhadap pengobatan kanker turut meningkatkan risiko kanker darah. Pengaruh negatif radiasi diketahui berdasarkan kasus bom atom di Jepang. Secara umum, semakin tinggi dosis radiasi, maka semakin besar risiko terkena kanker darah. Paparan radiasi juga dapat terjadi di tempat kerja, bagi mereka yang membantu perawatan kanker terkait dengan tes pencitraan. Misalnya; pemindaian tomografi (CT) atau x-ray, meskipun risiko dapat sangat bervariasi bergantung pada setiap jenis paparan.

Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia tertentu, termasuk beberapa yang digunakan dalam perawatan kemoterapi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah. Salah satu bahan kimia khusus yang dapat meningkatkan risiko kanker darah tertentu adalah benzena. Benzene dapat ditemukan pada asap rokok, produk pembersih, deterjen, perlengkapan seni, perontok cat, dan lem. Benzene juga digunakan oleh industri karet, kimia, minyak, dan bensin.

Riwayat Kanker Darah

Jika Anda Memiliki anggota keluarga dekat (seperti orang tua atau saudara kandung) yang pernah mengidap kanker darah. Maka, potensi Anda untuk mengalami kanker darah akan semakin tinggi.

Ada begitu banyak ketidakpastian dari penyebab kanker darah, hal ini seringkali menyulitkan banyak orang sewaktu mencari solusi bagi masalah kesehatan mereka. Anda bisa jadi merasakan hal yang sama, bahkan di era modern ini sekalipun pengobatan sudah cukup berkembang.

Baca juga:  Pemeriksaan Kanker Darah Yang Perlu Dijalani

Perhatikan—6 Penyebab Khusus Kanker Darah

Sekalipun pemicu kanker darah sulit diketahui, beberapa metode pengobatan kanker darah berhasil dilakukan. Beberapa penyakit masih menjadi misteri kehidupan yang sulit dipecahkan bahkan oleh para ahli medis. Seraya metode pengobatan berkembang dan semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi penyakit, semakin cerdas pula berbagai mikroorganisme, virus, dan bakteri pemicu kanker darah.

Mereka semua seolah beradaptasi untuk mempertahankan diri sebagai parasit dalam tubuh manusia. Hal yang dapat Anda lakukan adalah mengambil tindakan pencegah kanker darah yang sebenarnya cukup sederhana, yaitu menjaga pola hidup tetap sehat dan konsumsi obat kanker alami. Walau demikian Anda tetap perlu memerhatikan setiap faktor penentu, pembawa, pencetus, pemicu, ataupun penyebab kanker darah secara khusus, misalnya;

  • Menurut penelitian ada “veteran” yang terpapar “zat jingga” pada saat Perang Vietnam dengan risiko tinggi mengalami leukemia limfositik kronis (CLL).
  • Keberadaan virus Epstein-Barr yang menyebabkan mononukleosis (atau “mono”) juga memiliki potensi terhadap peningkatan risiko terkena limfoma Hodgkin (HL).
  • Keberadaan penyakit autoimun, human immunodeficiency virus (HIV) atau sindrom defisiensi imun (AIDS), memiliki peningkatan risiko mengembangkan limfoma non-Hodgkin (NHL)
  • Penerima transplantasi organ juga memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan limfoma non-Hodgkin (NHL).
  • Menurut penelitian ada keterkaitan antara obesitas dengan risiko serangan myeloma.
  • Garis keturunan tertentu di Eropa Timur memperlihatkan adanya insiden yang lebih tinggi terhadap serangan polycythemia vera, ataupun kelainan mieloproliferatif.

Namun, sekalipun Anda mengidap kanker, ini bukanlah akhir dari kehidupan Anda. Anda masih dapat selamat dari penyakit kanker darah. Ketahuilah bahwa pola hidup sehat tidak selalu menyenangkan, namun juga tidak membosankan atau menyiksa. Hal ini lebih baik daripada pengobatan dengan beragam cara setelah terinfeksi. Maka hindarilah pencetus kanker darah yang bisa Anda hindari. Misalnya batasi penggunaan tembakau yang berlebihan.

Penyebab Kanker Darah Leukemia

Anda tidak dapat benar-benar mencegah leukemia, tetapi mungkin saja hal-hal tertentu di lingkungan Anda dapat memicu kanker darah. Sebagai contoh, jika Anda seorang perokok tembakau, Anda lebih rentan terhadap jenis leukemia tertentu daripada mereka yang bukan perokok. Ini juga terkait dengan jumlah paparan radiasi dan bahan kimia tertentu yang masuk dalam tubuh Ana. Meskipun para ahli tidak yakin tentang penyebab leukemia, mereka telah mengidentifikasi beberapa faktor yang mencetuskan kanker darah yakni:

  • Kemoterapi.
  • Paparan radiasi tingkat tinggi.
  • Pemaparan berulang terhadap bahan kimia tertentu (misalnya, benzena).
  • Riwayat keluarga dengan leukemia yang kuat.
  • Sindrom Down.

Sekalipun tidak ada yang dapat menentukan kanker darah leukemia. Kondisi ketidaknormalan kromosom tertentu sering ditemukan pada penderita leukemia. Hanya saja kondisi ini tidak dapat dipastikan, mengingat ketidaknormalan kromosom tidak bisa disebut sebagai pencetus kanker darah. Karena tidak semua orang yang mengalami ketidaknormalan kromosom pasti mengalami leukemia.

Penyebab Kanker Darah Lymphoma

Para ilmuwan tidak tahu apa yang menyebabkan kanker darah limfoma pada kebanyakan kasus. Namun, Anda mungkin lebih berisiko jika:

  • Berusia 60-an atau lebih tua dapat meningkatkan potensi serangan limfoma non-Hodgkin.
  • Berusia antara 15 dan 40 atau lebih dari 55 dapat meningkatkan potensi serangan limfoma Hodgkin.
  • Diet tinggi daging dan lemak.
  • Jenis kelamin laki-laki, meskipun subtipe kanker tertentu bisa juga terjadi pada wanita.
  • Memiliki penyakit sistem kekebalan tubuh seperti; rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, lupus, atau penyakit celiac.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV/AIDS, transplantasi organ, atau karena Anda dilahirkan dengan penyakit autoimun.
  • Pernah dirawat karena kanker dengan pengobatan radiasi.
  • Pernah dirawat karena mengalami limfoma Hodgkin atau non-Hodgkin.
  • Punya kerabat dekat yang menderita limfoma.
  • Telah terinfeksi virus seperti; Epstein-Barr, hepatitis C, atau leukemia/limfoma sel T manusia (HTLV-1).
  • Terkena benzena atau bahan kimia pembunuh serangga dan gulma.

Limfoma sangat bisa diobati, dan pengobatannya dapat bervariasi tergantung pada jenis limfoma dan stadium kanker darah. Dokter Anda dapat membantu Anda menemukan perawatan yang tepat untuk jenis dan tahap penyakit tersebut.

Penyebab Kanker Darah Myeloma

Myeloma lebih sering terjadi pada kondisi berikut:

  • Bekerja di industri terkait minyak bumi.
  • Berusia di atas usia 50 tahun.
  • Jenis kelamin laki-laki.
  • Memiliki penyakit Gaucher.
  • Mengalami kegemukan atau obesitas.
  • Pernah mengalami paparan radiasi.
  • Punya kerabat dekat yang menderita myeloma.

Anda juga berpotensi membawa kanker darah jenis multiple myeloma jika memiliki salah satu dari penyakit sel plasma berikut;

  • Gammopathy monoklonal dengan signifikansi yang belum ditentukan (MGUS)
  • Plasmacytoma soliter

Ketika multiple myeloma memburuk, sel-sel plasma itu mulai keluar dari sumsum tulang Anda dan menyebar ke seluruh tubuh Anda. Ini menyebabkan lebih banyak kerusakan organ. Multiple myeloma merupakan kondisi myeloma yang bertambah parah dan perlu diperhatikan.

Ya, memang dokter tidak tahu apa penyebab pastinya. Tetapi beberapa faktor risiko dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengalami kondisi tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan, Anda perlu berhati-hati jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi kanker darah, berada di sekitar bahan kimia tertentu (seperti; benzena yang dapat ditemukan dalam bensin dan bahan bakar lainnya), bahkan terkena radiasi tingkat tinggi.

Baca juga:  Kanker Darah: Serangan Kanker Pada Sel Darah

Dalam beberapa kasus, orang yang HIV-positif atau memiliki AIDS, juga mereka yang terinfeksi virus Epstein-Barr berpotensi mengalami jenis kanker darah tertentu. Jagalah kondisi kesehatan Anda dari sekarang. Sebisa mungkin hindari faktor penentu, pembawa, pencetus, pemicu, ataupun penyebab kanker darah yang ada. Cobalah untuk melakukan pemeriksaan kanker darah secara medis, agar kondisi kesehatan Anda dapat terjaga dengan baik.


Emily Downward. Blood Cancer Risk Factors & Causes. Feb 2018. URL: https://blood-cancer.com/basics/causes/.