Panduan Deteksi Dini Kanker: Skrining Kanker Berdasarkan Umur

512

Diedit:

Pilihan yang Anda buat—makanan, olahraga, dan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari lainnya—dapat memengaruhi kesehatan keseluruhan, termasuk seberapa besar risiko Anda terserang kanker. Bukan hanya itu, seseorang yang riskan terhadap kanker juga perlu mengikuti anjuran untuk skrining kanker.

Pemeriksaan skrining digunakan untuk mendeteksi dini kanker-kanker yang belum atau tidak menyebabkan timbulnya gejala-gejala. Melakukan skrining adalah kesempatan terbaik Anda untuk menemukan pertumbuhan kanker sedini mungkin—sementara itu masih kecil dan sebelum menyebar kemana-mana.

Skrining kanker adalah pemeriksaan untuk deteksi dini kanker agar bisa dicegah sebelum bertambah parah atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Berikut adalah panduan skrining untuk deteksi dini kanker yang disusun berdasarkan usia dan jenis kelamin. Informasi, yang kami sadur dari American Cancer Society, berikut dapat sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengurangi risiko terserang kanker.

Usia 20-29 Tahun

Jika Anda berusia 20-29 tahun, pemeriksaan-pemeriksaan untuk deteksi dini kanker-kanker berikut direkomendasikan bagi kelompok usia Anda:

Pria

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu apakah Anda lebih berisiko terkena kanker usus besar karena faktor riwayat kesehatan keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, maka pemeriksaan untuk kanker ini belum dibutuhkan saat ini. Jika Anda memang berisiko, bicarakanlah dengan dokter untuk tahu kapan sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan dan jenis pemeriksaan apa yang tepat bagi Anda.

Wanita

• Pemeriksaan Kanker Payudara

Bicarakan perubahan tak biasa apa pun yang Anda lihat atau rasakan pada payudara kepada dokter. Cari tahu apakah Anda berada pada risiko tinggi untuk mengidap kanker payudara. Jika tidak, maka pemeriksaan belum diperlukan untuk saat ini. Jika iya, maka bicarakanlah dengan dokter untuk tahu kapan harus mulai menjalani mammogram atau skrining kanker payudara lainnya.

• Pemeriksaan Kanker Serviks

Mulai usia 21 sampai 29 tahun, seorang wanita harus sudah melakukan tes Pap setiap 3 tahun sekali. Pemeriksaan HPV tidak peru dilakukan apabila hasil tes Pap tidak menunjukkan hasil abnormal. Jika Anda sudah mendapatkan vaksin HPV, sebaiknya Anda tetap mengikuti anjuran untuk pemeriksaan kanker ini.

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu jika Anda berada pada risiko tinggi mengidap kanker usus besar karena faktor riwayat kesehatan keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, maka tidak perlu melakukan pemeriksaan saat ini. Jika memang Anda berisiko, bicarakanlah dengan dokter mengenai kapan dan jenis pemeriksaan apa yang tepat bagi Anda.

Usia 30-39 Tahun

Bila Anda berusia 30 sampai 39 tahun, maka beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker-kanker berikut direkomendasikan bagi kelompok usia Anda:

Pria

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu apakah Anda berisiko tinggi terkena kanker usus besar berdasarkan faktor riwayat kesehatan keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, maka Anda tidak perlu menjalani pemeriksaan untuk saat ini. Jika Anda berisiko, maka bicarakanlah dengan dokter mengenai kapan dan jenis pemeriksaan apa yang tepat bagi Anda.

Wanita

• Pemeriksaan Kanker Payudara

Bicarakanlah perubahan tak biasa apa pun yang Anda rasakan atau lihat pada payudara dengan dokter. Cari tahu apakah Anda berada pada risiko tinggi terkena kanker payudara. Jika tidak, maka tidak perlu menjalani pemeriksaan untuk saat ini. Jika iya, bicarakan dengan dokter mengenai kapan harus mulai menjalani mammogram atau pemeriksaan skrining kanker payudara lainnya.

• Pemeriksaan Kanker Serviks

Mulai pada usia 30 tahun, wanita yang berisiko harus mendapatkan tes Pap dan tes HPV setiap 5 tahun sekali atau melanjutkan hanya tes Pap setiap 3 tahun sekali. Ikutilah anjuran-anjuran pemeriksaan oleh dokter meskipun Anda sudah mendapat vaksin HPV. Anda tidak perlu lakukan pemeriksaan setelah menjalani histerektomi untuk mengangkat rahim dan serviks yang tidak berhubungan dengan kanker serviks.

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu apakah Anda riskan mengidap kanker usus besar berdasarkan faktor riwayat keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, Anda tidak usah melakukan pemeriksaan untuk saat ini. Jika Anda riskan, bicarakanlah dengan dokter mengenai kapan dan jenis pemeriksaan apa yang harus dijalani.

Baca juga:  Kupas Tuntas 16 Fakta Kanker yang Wajib Anda Pahami

Usia 40-49 Tahun

Jika Anda berusia di antara 40 sampai 49 tahun, maka beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker-kanker berikut dianjurkan bagi kelompok usia Anda:

Pria

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu apakah Anda riskan mengidap kanker usus besar dilihat dari faktor riwayat kesehatan keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan untuk saat ini. Jika Anda berisiko, bicarakanlah dengan dokter untuk tahu kapan dan jenis pemeriksaan apa yang perlu dijalani.

• Pemeriksaan Kanker Prostat

Mulai pada usia 45 tahun, pria yang berisiko tinggi mengidap kanker prostat harus berbicara dengan dokter apakah mereka harus menjalani pemeriksaan kanker ini. Yang berisiko termasuk mereka yang anggota keluarga dekatnya (ayah, saudara kandung, anak) mengidap kanker prostat sebelum usia 65 tahun. Pria yang memiliki lebih dari satu anggota keluarga dekat yang mengidap kanker ini sebelum 65 tahun berada pada risiko lebih tinggi, dan ia harus segera melakukan skrining di usia 40 tahun.

Wanita

• Pemeriksaan Kanker Payudara

Bicarakan dengan dokter jika Anda melihat atau merasakan perubahan tak biasa apa pun pada payudara. Wanita berusia 40-44 tahun diperbolehkan untuk mulai rutin menjalani skrining kanker payudara tahunan dengan mammogram. Mulai pada usia 45 tahun, seorang wanita sudah dianjurkan untuk melakukan mammogram setiap tahun.

Anda harus mengetahui apakah Anda berada pada risiko tinggi mengidap kanker payudara berdasarkan faktor-faktor risikonya. Jika iya, bicarakanlah dengan dokter mengenai kapan harus mulai mammogram dan apakah Anda membutuhkan pemeriksaan lainnya.

• Pemeriksaan Kanker Serviks

Dapatkan tes Pap dan tes HPV setiap 5 tahun sekali atau hanya tes Pap setiap 3 tahun sekali. Ikutilah anjuran dokter mengenai pemeriksaan-pemeriksaan kanker ini meskipun Anda sudah vaksin HPV. Tetapi Anda tidak perlu periksa jika Anda sudah menjalani histerektomi untuk mengangkat rahim dan serviks yang tidak berhubungan dengan kanker serviks. Wanita yang pernah didiagnosa pra-kanker serviks serius harus melanjutkan skrining kanker selama 20 tahun setelahnya.

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Cari tahu apakah Anda riskan mengidap kanker usus besar karena faktor riwayat kesehatan keluarga, penyakit bawaan genetik, atau faktor-faktor lainnya. Jika tidak, maka tidak perlu jalani pemeriksaan untuk saat ini. Jika berisiko, bicarakanlah dengan dokter kapan harus mulai pemeriksaan dan jenis pemeriksaan apa yang tepat bagi Anda.

Usia 50-64 Tahun

Jika Anda berusia antara 50 sampai 64 tahun, maka beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker-kanker berikut direkomendasikan bagi kelompok usia Anda:

Pria

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Semua pria yang berisiko kanker usus besar harus mulai lakukan skrining kanker usus besar di usia 50 tahun. Ada beberapa pilihan pemeriksaan untuk kanker jenis ini. Bicarakanlah dengan dokter mengenai jenis tes apa yang terbaik buat Anda dan seberapa sering itu harus dijalani.

• Pemeriksaan Kanker Prostat

Mulai pada usia 50 tahun, setiap pria yang berisiko kanker prostat harus bicarakan dengan dokter mengenai tanda-tanda dan risiko kanker prostat, serta apakah bermanfaat jika Anda menjlanai pemeriksaan untuk kanker ini.

• Pemeriksaan Kanker Paru-Paru

Bila Anda berusia di atar 55 tahun, bicarakanlah dengan dokter mengenai riwayat kebiasaan merokok Anda dan apakah Anda harus mendapatkan skrining kanker paru-paru dengan CT scan. Skrining akan bermanfaat jika Anda seorang perokok atau mantan perokok (berhenti tidak lebih dari 15 tahun lalu), tidak merasakan gejala-gejala kanker paru, dan pernah merokok hingga 30 pak dalam setahun.

Wanita

• Pemeriksaan Kanker Payudara

Konsultasikan perubahan tak biasa apa pun yang Anda lihat atau rasakan pada payudara. Wanita berusia 50 sampai 54 tahun harus menjalani mammogram setahun sekali. Tetapi pastikan Anda sudah paham mengenai pro dan kontra dari skrining kanker payudara. Mulai pada usia 55 tahun, Anda boleh melakukan mammogram setiap 2 tahun sekali, atau lanjutkan setahun sekali.

Anda harus mengetahui apakah Anda berada pada risiko tinggi untuk mengidap kanker payudara. Jika iya, bicarakanlah dengan dokter mengenai apakah Anda membutuhkan tes-tes skrining kanker selain mammogram.

• Pemeriksaan Kanker Serviks

Dapatkan tes Pap dan tes HPV setiap 5 tahun sekali atau hanya tes Pap setiap 3 tahun. Anda tidak perlu menjalani pemeriksaan bila sudah menjalani histerektomi untuk mengangkat rahim dan serviks yang tidak berhubungan dengan kanker serviks. Wanita yang pernah didiagnosa pra-kanker serviks serius perlu melanjutkan pemeriksaan kanker ini selama 20 tahun setelahnya.

Baca juga:  Herbal Anti Kanker: Tumpas Sel Kanker

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Semua wanita yang riskan terkena kanker ini harus mulai menjalani pemeriksaan di usia 50 tahun. Ada sejumlah pilihan pemeriksaan yang tersedia. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai pemeriksaan apa yang terbaik bagi Anda dan seberapa sering itu harus dijalani.

• Pemeriksaan Kanker Paru-Paru

Bila Anda berusia 55 tahun atau lebih, bicarakanlah dengan dokter mengenai riwayat kebiasaan merokok Anda dan tanyakan apakah Anda perlu melakukan skrining kanker paru-paru dengan CT scan. Skrining akan bermanfaat bila Anda seorang perokok aktif atau mantan perokok (berhenti tidak lebih dari 15 tahun lalu), tidak merasakan gejala-gejala kanker, dan pernah merokok hingga 30 pak dalam setahun.

Usia 65 Tahun atau Lebih

Bila Anda berusia 65 tahun atau lebih, maka beberapa pemeriksaan untuk deteksi dini kanker-kanker berikut dianjurkan bagi kelompok usia Anda:

Pria

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Bicarakanlah dengan dokter mengenai jenis tes apa yang tepat bagi Anda dan seberapa sering itu harus Anda jalankan.

• Pemeriksaan Kanker Prostat

Sebelum memutuskan menjalani pemeriksaan kanker prostat, Anda harus mempertimbangakan kesehatan keseluruhan, bukan hanya usia. Pria yang kemungkinan sanggup hidup lebih dari 10 tahun lagi harus konsultasi dengan dokter mengenai apakah dia perlu menjalani pemeriksaan kanker ini.

• Pemeriksaan Kanker Paru-Paru

Bila Anda pernah merokok, konsultasikanlah dengan dokter apakah Anda perlu mendapatkan skrining kanker paru-paru dengan CT scan setiap tahun. Skrining akan bermanfaat jika Anda seorang perokok atau pernah merokok (berhenti tidak lebih dari 15 tahun lalu), tidak merasakan gejala-gejala kanker paru, dan pernah merokok hingga 30 pak dalam setahun.

Wanita

• Pemeriksaan Kanker Payudara

Konsultasikan perubahan tak biasa apa pun yang Anda lihat atau rasakan pada payudara. Anda boleh melakukan mammogram setiap 2 tahun sekali, atau lanjutkan setahun sekali. Anda harus mengetahui apakah Anda berada pada risiko tinggi untuk mengidap kanker payudara. Jika iya, bicarakanlah dengan dokter mengenai apakah Anda membutuhkan tes-tes skrining kanker selain mammogram.

• Pemeriksaan Kanker Serviks

Tidak perlu menjalani pemeriksaan jika Anda telah melakukan skrining kanker servik selama 10 tahun dengan hasil normal. Anda tidak perlu menjalani pemeriksaan bila sudah menjalani histerektomi untuk mengangkat rahim dan serviks yang tidak berhubungan dengan kanker serviks. Wanita yang pernah didiagnosa pra-kanker serviks serius perlu melanjutkan pemeriksaan kanker ini selama 20 tahun setelahnya.

• Pemeriksaan Kanker Usus Besar

Bicarakanlah dengan dokter mengenai jenis tes apa yang tepat bagi Anda dan seberapa sering itu harus Anda jalankan.

• Pemeriksaan Kanker Paru-Paru

Bila Anda pernah merokok, konsultasikanlah dengan dokter apakah Anda perlu mendapatkan skrining kanker paru-paru dengan CT scan setiap tahun. Skrining akan bermanfaat jika Anda seorang perokok atau pernah merokok (berhenti tidak lebih dari 15 tahun lalu), tidak merasakan gejala-gejala kanker paru, dan pernah merokok hingga 30 pak dalam setahun.

Skrining kanker khususnya bermanfaat jika dijalankan sebelum seseorang mulai merasakan gejala-gejala kanker. Jika Anda sanggup mendeteksi dini kanker di tahap awal perkembanganya, maka penanganannya pun jauh lebih mudah.

Tetapi meskipun hasil pemeriksaan yang telah Anda lakukan sejauh ini menunjukkan hasil normal, bukan berarti Anda tidak perlu mencegah kanker. Kesehatan Anda sekarang dan di masa depan bergantung pada apa yang Anda makan dan cara hidup Anda sehari-hari. Jadi, mulai dari sekarang upayakan untuk menjalani hidup yang sehat hari demi hari agar tidak terkena kanker.

Advertisement
Alinesia