Obat Pencahar, Kawan atau Lawan?


By Cindy Wijaya

Apa itu obat pencahar? Ini adalah jenis obat yang membantu beberapa orang untuk melancarkan saluran pencernaan. Beberapa orang yang mengalami kesulitan untuk ‘buang air besar’ merasa terbantu dan menjadikan obat ini sebagai kawan.

Bahkan, bagi penderita yang mengalami sembelit dapat membeli obat ini di toko obat biasa atau apotik tanpa menggunakan resep dokter, walau tampaknya obat pencahar dapat meringankan rasa sakit saat ‘buang air besar’, tapi sebenarnya ini tidak baik bagi usus Anda – terutama jika obat pencahar diberikan dalam jangka waktu yang panjang.

Sifatnya yang memaksa kotoran untuk keluar dapat menghilangkan kemampuan alami untuk mengeluarkan kotoran dengan sendirinya. Obat pencahar hanya bersifat meringankan bukan mengobati, maka penggunaan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan hanya melemahkan kinerja usus besar. Dengan kata lain obat pencahar bukanlah solusi yang bisa Anda gunakan setiap kali sembelit datang menimpa Anda. Jangan sampai sembelit bertambah parah dan mengharuskan Anda untuk melakukan tindakan pembedahan. Coba tips kesehatan ini!

Periksalah pola makan Anda dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada diri Anda sendiri, misalnya;

  • Apakah saya memiliki kebiasaan makan yang berlebihan?
  • Apakah makanan yang saya konsumsi tergolong makanan yang aman bagi usus saya?
  • Apakah saya dapat mengendalikan stres yang memicu makan berlebihan?

Jika Anda dapat memeriksa lagi kebiasaan harian tersebut, tentu Anda dapat terhindar dari sembelit atau sulitnya buang air besar. Hal ini merupakan cara terbaik yang bisa Anda lakukan, daripada mengonsumsi obat pencahar ketika gangguan pencernaan itu timbul.

Setelah menjaga pola makan, tips kesehatan lain yang bisa Anda coba ialah mengonsumsi obat herbal berupa ramuan kuncup bunga yang baik untuk membersihkan usus. Tapi, sekali lagi Anda harus mengganti menu berupa makanan yang kaya akan protein hewani dengan protein nabati. Ada sebuah pepatah Cina yang mengatakan bahwa ‘makanan sama dengan obat’ – ini berarti obat yang berasal dari alam seringkali dijadikan makanan sehari-hari bagi masyarakat Cina kala itu. Apakah tidak berbahaya? Berdasarkan catatan sejarah medis pengobatan Cina, ini tidak bermasalah.

Karena bukan suatu masalah, maka seringkali kita melihat bahwa mereka tampaknya memiliki usia yang cukup lama, bukan? Namun, tak asal ramuan saja – cara ramuan dapat diserap tubuh dan komposisi herbal juga perlu diperhatikan. Kuncinya ialah mengaktifkan kembali fungsi regenerasi sel dengan optimal dengan herbal.

Herbal atau herba banyak sekali mengandung antioksidan, entah bagaimana Anda mengaplikasikannya dalam tubuh – baik itu dioles, diminum, atau dihirup. Sewaktu kandungan zat fitokimia masuk ketubuh dan mencapai usus, maka pengaruh positif terjadi. Kuncup bunga yang dikeringkan, lalu dijadikan teh seringkali bermanfaat bagi fungsi penyerapan nutrisi dalam usus.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}