Nutrisi Penting yang Harus Dipenuhi Selama Pengobatan Kanker

111

Diedit:

Mengonsumsi makanan yang bernutrisi khususnya sangat penting jika Anda menderita kanker. Karena baik penyakit maupun pengobatan kanker yang sedang dijalani dapat mengubah cara makan Anda. Kanker dan pengobatan kanker juga bisa berdampak pada toleransi tubuh terhadap jenis makanan tertentu serta caranya menggunakan gizi.

Kebutuhan gizi penderita kanker berbeda pada masing-masing orang. Tim dokter yang menangani Anda bisa membantu mengidentifikasi target-target nutrisi dan rencana-rencana untuk mencapainya. Mengonsumsi makanan dengan benar selagi menjalani pengobatan kanker dapat membantu Anda:

  • Merasa lebih baik.
  • Mempertahankan kekuatan dan energi.
  • Menjaga berat badan dan simpanan nutrisi dalam tubuh.
  • Toleransi lebih baik terhadap efek samping pengobatan.
  • Perlindungan terhadap risiko infeksi.
  • Penyembuhan serta pemulihan lebih cepat.

Mengonsumsi makanan untuk penderita kanker yang terdiri dari aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sangatlah penting dalam upaya melawan kanker. Nutrisi-nutrisi dari makanan yang Anda perlukan mencakup protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin, dan mineral.

Protein

Kita butuh protein untuk bertumbuh, untuk memperbaiki jaringan tubuh, dan menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh. Bila tidak mendapat cukup protein, tubuh akan memecah protein dari otot demi memenuhi kebutuhannya. Ini memperlambat proses pemulihan dari penyakit serta melemahkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Pasien kanker seringkali memerlukan protein lebih daripada orang sehat. Setelah menjalani operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi, protein ekstra biasanya dibutuhkan untuk menyembuhkan jaringan dan membantu melawan infeksi. Sumber protein yang baik adalah ikan, daging unggas, daging merah tanpa lemak, telur, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, dan kacang kedelai.

Lemak

Lemak sebenarnya berperan penting sebagai nutrisi. Lemak dan minyak terbuat dari asam lemak dan berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Tubuh memecah lemak lalu menggunakannya untuk menyimpang energi, menyekat jaringan-jaringan tubuh, serta mengangkut beberapa jenis vitamin ke seluruh tubuh.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa sejumlah jenis lemak lebih sehat daripada yang lain. Lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda seringkali dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada lemak jenuh atau lemak trans.

Lemak tak jenuh tunggal biasanya diperoleh dari minyak-minyak nabati seperti minyak zaitun, canola, dan minyak kacang tanah.

Lemak tak jenuh ganda biasanya didapatkan dari minyak-minyak nabati seperti minyak safflower, bunga matahari, jagung, dan biji rami. Mereka juga lemak utama yang ditemukan dalam seafood.

Lemak jenuh biasanya ada di makanan hewani seperti daging merah dan daging unggas, produk susu, keju, dan mentega. Sejumlah minyak nabati seperti minyak kelapa sawit juga mengandung lemak jenuh. Lemak jenis ini bisa meningkatkan kadar kolesterol serta risiko penyakit jantung. Asupan lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10 persen dari total kalori Anda.

Lemak trans terbentuk ketika minyak nabatidiolah menjadi padat, misalnya menjadi margarin. Sumber lemak trans termasuk dari makanan snack dan kue panggang yang dibuat dengan minyak nabati terhidrogenasi parsial. Lemak trans juga ditemukan secara alami di beberapa makanan hewani, seperti pada produk susu. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat serta mengurangi kadar kolesterol baik. Sebisa mungkin hindarilah asupan lemak jenis ini.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuh. Nutrisi ini memberikan tubuh energi yang diperlukannya untuk melakukan aktivitas fisik dan menjalankan berbagai fungsi organ. Makanan untuk penderita kanker yang adalah sumber terbaik karbohidrat ialah dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—mereka juga memberikan vitamin serta mineral, serat, dan fitonutrien yang penting bagi sel-sel tubuh. (Fitonutrien adalah zat kimia berasal dari makanan nabati yang meningkatkan kesehatan).

Baca juga:  Benarkah Pengobatan Kanker Bisa Dibantu dengan Terapi Baking Soda?

Biji-bijian atau makanan yang terbuat dari biji-bijian mengandung seluruh bagian esensial dan nutrisi alami. Makanan jenis ini termasuk sereal, roti, dan tepung yang terbuat dari gandum utuh. Beberapa jenis biji-bijian seperti quinoa, beras merah, atau barley dapat dimasukkan dalam menu makanan sehari-hari.

Sewaktu memilih produk gandum utuh, carilah yang berlabel “whole grain”, “stone ground”, “whole ground”, “whole-wheat flour”, “whole-oat flour”, atau “whole-rye flour”. Ingatlah bahwa beberapa pabrik roti mungkin mencampurkan tepung terigu biasa dengan tepung gandum utuh tetapi secara keliru melabel produknya sebagai “whole wheat”. Jadi lihatlah daftar komposisinya untuk memastikan. Roti dan produk makanan lain yang berlabel “100% gandum” biasanya tidak mengandung tepung terigu atau tepung halus lainnya.

Serat adalah bagian dari makanan nabati yang tidak dapat dicerna tubuh. Ada dua macam serat. Serat tidak larut membantu menggerakkan sampah makanan cepat keluar dari tubuh, sementara serat larut mengikatkan diri dengan air pada tinja untuk membuatnya memiliki bentuk yang lembut.

Sumber karbohidrat lain yang baik adalah kentang, beras, spageti dari gandum utuh, pasta dari gandum utuh, jagung, kacang polong, dan kacang-kacangan. Makanan manis (permen, kue, dan minuman manis) memang mengandung karbohidrat, tetapi mereka hanya sedikit memiliki vitamin, mineral, atau fitonutrien.

Air

Air dan cairan penting bagi tubuh. Seluruh sel-sel tubuh membutuhkan air untuk berfungsi. Jika Anda tidak mendapatkan cukup cairan atau terlalu banyak membuang cairan dari dalam tubuh (karena muntah-muntah atau diare), Anda bisa menjadi dehidrasi yang sangat membahayakan fungsi-fungsi tubuh.

Anda bisa memperoleh air dari makanan yang dimakan, tapi Anda harus minum air putih sekitar 8 gelas sehari untuk memastikan semua sel-sel mendapatkan cairan yang mereka butuhkan. Kalau sedang muntah-muntah atau diare, mungkin Anda harus lebih banyak minum air. Ingatlah juga bahwa semua cairan (sup, susu, dan makanan berair lainnya) terhitung sebagai cairan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Vitamin dan Mineral

Tubuh membutuhkan sedikit vitamin serta mineral untuk membantunya berfungsi dengan baik. Kebanyakan dari mereka didapatkan dari makanan. Mereka juga dikemas dalam bentuk pil dan cairan suplemen. Mereka membantu tubuh menggunakan energi (kalori) yang didapat dari makanan.

Jika pasien kanker mengonsumsi makanan yang seimbang antara kalori dan proteinnya, biasanya ia juga akan mendapatkan banyak vitamin dan mineral darinya. Tetapi mungkin akan sulit untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang jika sedang menjalani pengobatan kanker, khususnya bila Anda mengalami efek samping pengobatan jangka panjang.

Jika ini kasusnya, dokter atau ahli diet Anda bisa menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin dan suplemen mineral setiap hari. Bila asupan makanan telah dibatasi selama beberapa minggu atau bulan akibat efek samping pengobatan, segera beritahukan dokter Anda. Anda mungkin perlu diperiksa apakah mengalami kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen atau vitamin, sebaiknya tanyakan dulu dengan dokter. Beberapa pasien kanker mencoba mengasup sejumlah besar vitamin, mineral, dan suplemen makanan lainnya dengan tujuan meningkatkan kekebalan tubuhnya, bahkan berharap itu sanggup membunuh sel-sel kanker.

Baca juga:  Sudah Terbukti! Pola Makan Sehat Terbaik untuk Penderita Kanker

Tetapi sayangnya, beberapa zat kimia tersebut bisa membahayakan, terutama bila dikonsumsi dalam dosis besar. Faktanya, dosis besar dari sejumlah vitamin dan mineral malah dapat menyebabkan kemoterapi dan radiasi menjadi kurang efektif.

Jika dokter bilang tidak apa-apa untuk mengasup vitamin selama pengobatan kanker, mungkin yang paling baik pilihlah suplemen yang tidak melebihi 100 persen Daily Value (kebutuhan harian), serta tidak mengandung zat besi (kecuali dokter yang menyarankannya).

Antioksidan

Makanan untuk penderita kanker lain yang bagus dikonsumsi selama pengobatan adalah yang mengandung antioksidan—mencakup vitamin A, C, dan E; selenium dan zink; serta sejumlah enzim yang menyerap dan mengikatkan diri dengan radikal-radikal bebas, mencegahnya untuk menyerang sel-sel normal.

Jika Anda ingin menambah asupan antioksidan, para pakar kesehatan menganjurkan konsumsi aneka ragam sayuran dan buah-buahan, yang merupakan sumber bagus untuk antioksidan. Mengasup sejumlah besar antioksidan dari suplemen atau makanan yang diperkaya vitamin biasanya tidak dianjurkan selama menjalani kemoterapi atau terapi radiasi. Bicarakanlah dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi jenis suplemen antioksidan apa pun.

Fitonutrien

Nutrisi dari makanan untuk penderita kanker ini merupakan zat kimia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya karotenoid, likopen, resveratrol, dan fitosterol yang diyakini memiliki kemampuan melindungi kesehatan.

Mereka dapat diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan, atau makanan/minuman yang terbuat dari tumbuhan, seperti tahu atau teh. Fitonutrien (atau fitokimia) paling baik jika dikonsumsi dari makanan yang secara alami memilikinya, daripada dari pil atau cairan suplemen.

Herbal

Herbal telah digunakan sebagai makanan untuk penderita kanker selama ribuan tahun, dengan hasil yang bervariasi. Kini, herbal sudah dikemas dalam berbagai produk, misalnya berbentuk pil, kapsul, cairan ekstrak, teh, dan salep.

Banyak dari produk-produk herbal tidak berbahaya dan aman dikonsumsi, tetapi ada juga yang memiliki efek samping negatif. Beberapa jenis herbal bahkan bisa memengaruhi efektivitas pengobatan kanker, seperti kemoterapi, terapi radiasi, dan pemulihan setelah operasi. Bila Anda berminat memanfaatkan herbal, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter yang menangani.

Salah satu herbal yang paling banyak direkomendasikan untuk membantu pengobatan kanker adalah Sarang Semut. Kemampuan herbal ini diduga kuat berkaitan dengan limpahnya kandungan flavonoid dalam Sarang Semut. Beberapa mekanisme kerja dari flavonoid secara khusus melawan kanker.

Di antaranya adalah mekanisme induksi apoptosis dan diferensiasi yang bertugas untuk merangsang proses bunuh diri sel-sel kanker. Lalu ada mekanisme anti-proliferasi yang membantu menghambat proses perbanyakan sel-sel abnormal penyebab kanker.

Dan mekanisme inhibisi angiogenesis berfungsi membantu menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang sediakan makanan/nutrisi baginya. Apabila sel kanker tidak cukup mendapat nutrisi, lama-lama ia akan mati. Berkat kemampuan-kemampuan inilah yang menjadikan herbal ini cocok sebagai pendukung makanan untuk penderita kanker.

Bila ingin membaca lebih jauh mengenai kemampuan Sarang Semut dalam menghambat pertumbuhan kanker, silakan buka artikel: Sarang Semut Papua Mulai Hancurkan Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

Dengan dukungan nutrisi-nutrisi dari makanan untuk penderita kanker, pengobatan yang sedang dijalani bisa dioptimalkan. Pasien kanker sangat dianjurkan untuk mengubah total kebiasaan-kebiasaan makan dan gaya hidup yang mereka miliki hingga saat ini. Itu jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan keampuhan operasi atau obat-obatan.