Mewaspadai Komplikasi pada Ibu Hamil

491
Shutterstock

Diedit:

Setiap ibu pasti memiliki harapan yang besar untuk mempunyai keturunan. Berbagai cara dilakukan untuk memiliki anak, dari cara medis sampai tradisional dengan banyak mengonsumsi herbal yang dipercaya dapat membantu untuk memperoleh keturunan. Dan ketika segala upaya tersebut berhasil, tentu tidak lantas semuanya selesai. Ketika janin sedang didalam kandungan itulah segala potensi komplikasi pada ibu hamil berpeluang besar terjadi.

Ternyata, persoalan komplikasi pada ibu hamil ini tidaklah sederhana. Beberapa komplikasi penyakit yang biasanya menyerang para ibu hamil seperti darah tinggi (hipertensi), gestational diabetes (GD), placenta previa, cairan ketuban rendah (oligohydramnios), cairan ketuban tinggi (polyhydramnios), sungsang, kelahiran prematur, dan masih banyak lagi.

Beberapa komplikasi lain juga kerap terjadi seperti sakit punggung, sembelit (konstipasi), anemia atau darah rendah, dan varises. Dan berikut ini merupakan uraiannya satu-persatu supaya Anda bisa memahami seperti apa gambaran penyakit-penyakit tersebut.

Gestational Diabetes (GD)

Jika Anda seorang wanita hamil, maka patut mewaspadai serangan gestational diabetes. Gestational diabetes ini merupakan diabetes yang khusus menyerang perempuan yang sedang hamil.

Kadar gula darah wanita yang sedang hamil biasanya tinggi sehingga rentan sekali terserang gestational diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7% wanita hamil menderita penyakit ini.

Diperlukan produksi insulin untuk mendapatkan energi dan menurunkan level gula darah. Namun, ibu hamil malah memproduksi sejumlah hormon yang pada beberapa kasus malah menurunkan kemampuannya untuk menghasilkan insulin.

Tak heran kalau kadar gula darah menjadi menumpuk dan kalau tidak segera diobati maka wanita tersebut akan menderita GD. Dan pengobatan GD ini sebenarnya cukup sederhana yakni menjaga pola makan yang sehat dan teratur (sementara hindari makanan yang mengandung gula), beraktifitas fisik ringan, menjaga supaya bobot tubuh tidak naik, dan lainnya.

Baca juga:  Ini Dia Cara Mengatasi 10 Keluhan Ibu Hamil!

Tekanan Darah Tinggi

Wanita hamil rentan terkena gangguan darah tinggi itu. Tercatat bahwa sekitar 7% wanita pada kehamilan pertamanya menderita tekanan darah tinggi. Solusinya ialah dengan cara memeriksakan kondisi kehamilan secara rutin kepada dokter terpercaya. Diagnosa dan pengobatan akan aman jika dilakukan oleh ahlinya.

Placenta Previa

Mungkin bagi orang awam, istilah ini sedikit susah dicerna. Intinya, placenta previa ialah posisi plasenta yang abnormal karena sebagian ataupun keseluruhan plasentanya menutupi bagian serviks. Penderitanya 1 berbanding 200. Artinya dari 200 wanita yang hamil, 1 orang menderita placenta previa ini.

Pada USG awal, hampir semua wanita hamil mengalami ini, namun akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Dan jika placenta previa masih dialami sampai masa tua kehamilan maka operasi caesar ialah cara yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan.

Olygohydramnios

Apa itu olygohydramnios? Ini merupakan kondisi dimana ibu hamil memiliki air ketuban yang sangat sedikit, yakni kurang dari 200 ml atau diameternya yang di bawah 5 cm.

Terkadang, kondisi ini sangat erat kaitannya dengan hidrasi ibu hamil. Selain itu, ada juga indikasi bahwa semakin tuanya usia kehamilan maka air ketuban akan mengalami penurunan volume.

Polyhydramnios

Kondisi ibu hamil yang berkebalikan dengan Olygohydramnios. Dalam kondisi ini, air ketuban si ibu hamil bisa mencapai 2.000 ml atau bahkan lebih. Kondisinya sendiri terjadi pada 1% wanita hamil.

Wanita hamil yang menderita Polyhydromnios ini memiliki faktor resiko lebih tinggi jika: menderita diabetes, kehamilan yang multipel, dan malformasi kongenital.

Sungsang

Sungsang ialah kondisi abnormal dan biasanya terjadi pada sekitar 3-4 % wanita hamil. Posisi kepala janin dalam kasus sungsang ini tidak berada di bawah sebagaimana keadaan normalnya. Beberapa penyebab janin sungsang ini ialah kehamilan multipel atau kembar, dan juga janin yang mengalami masalah.

Baca juga:  Ciri-Ciri Hamil yang Jangan Terlambat Diketahui

Itulah beberapa komplikasi pada ibu hamil yang harus diwaspadai oleh setiap ibu hamil. Ibu hamil perlu senantiasa waspada untuk memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan terbaik supaya ketika ada indikasi menderita salah satu ketidaknormalan seperti di atas, bisa segera diatasi dengan baik.

Bagaimanapun, kondisi ibu hamil sangat rentan terhadap berbagai gangguan sehingga sang suami harus siaga menjaga dan melindungi istrinya dari berbagai hal yang membahayakan kehamilannya.

Advertisement
Alinesia