Menghadapi Kanker: Bagaimana untuk Tetap Kuat Secara Fisik?

246
Shutterstock

Diedit:

Sejak diagnosis kanker, fokus kehidupan Anda sebagian besar pasti akan beralih kepada orang yang Anda kasihi: kesehatannya, pengobatannya, gaya hidupnya, dan seluruh perubahan apapun yang terjadi di setiap bidang yang terlibat. Harus diakui bahwa perhatian khusus memang sangat dibutuhkan bagi penderita kanker. Namun, ada saat-saat dimana Anda sendiri juga perlu memerhatikan diri sendiri.

Mendukung penderita kanker selama pengobatan dan seterusnya adalah hal yang sulit. Dan, sadar atau tidak, ini akan memengaruhi diri Anda, baik secara fisik maupun emosi.

Bagaimana tidak? Anda mesti berjaga-jaga atas apa yang dapat terjadi, seraya menyadari bahwa mustahil Anda bisa benar-benar siap 100%.

Meskipun berbagai upaya—mengumpulkan informasi dan mempersiapkan diri untuk menerima segala sesuatu—sudah dilakukan, belum tentu Anda benar-benar dapat mengatasinya saat Anda benar-benar berada dalam realita yang sesungguhnya.

Nah, saran terbaik yang bisa Anda lakukan, yaitu dengan melatih diri dalam bidang yang memungkinkan diri Anda untuk menjadi yang terbaik guna mendukung tujuan-tujuan Anda, misalnya dalam rutinitas harian Anda.

Konsumsi Makanan Bergizi dan Olah Tubuh

Mempertahankan gaya hidup sehat memang terlihat sederhana. Namun, tahukah Anda? Ini adalah salah satu pertahanan terbaik Anda saat ini. Ketika tubuh merasa baik, maka kesehatan fisik dan emosi pun akan menjadi baik.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang berada dalam banyak tekanan, tubuh mereka mulai memperlihatkan kerusakan fisik. Hal ini dapat dimulai dengan hal-hal kecil seperti menjadi pelupa dan gelisah atau cemas kemudian mulai pindah ke gejala yang lebih besar dan serius seperti sakit atau nyeri, diare atau mual, bahkan nyeri dada.

Ketika Anda berada dalam banyak tekanan, kemungkinan Anda juga bisa mengalami gangguan perilaku, seperti tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau mengonsumsi alkohol dan obat-obatan sebagai pelarian.

Baca juga:  Pola Makan yang Baik Bisa Menjadi Pencegah Kanker

Jika Anda melihat banyak perubahan fisik atau masalah-masalah bermunculan, membuat daftar catatan mengenai apa saja yang Anda makan dan apa yang Anda rasakan, mungkin dapat membantu.

Setelah beberapa hari, duduk dan tinjau kembali apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda dan Anda bisa saja mulai melihat beberapa polanya.

Bisa jadi Anda memerhatikan bahwa di hari Anda menemani orang yang Anda sayangi untuk kemoterapi, Anda merasa mual. Atau Anda bisa melihat koneksi antara sesuatu yang Anda makan di kedai pinggir jalan pada hari Rabu dan faktanya, pada Kamis malam, Anda selalu terserang diare.

Berbeda halnya saat Anda berkonsentrasi pada pola makan sehat, dimana Anda sudah berkomitmen untuk menyeleksi semua makanan yang Anda makan sepanjang hari. Jika Anda melakukannya, tentu saja Anda dapat merasa lebih baik.

Sebagai tambahan, Anda dapat melihat daftar catatan makanan Anda dari beberapa minggu sebelumnya. Jika Anda menyadari adanya perubahan mencolok pada berat badan Anda, tanyakan pada diri Anda sendiri. Apakah saya tidak cukup makan? Atau apakah saya tidak cukup makan-makanan yang sehat?

Selain memerhatikan kuantitas dan kualitas makanan Anda, pastikan juga untuk menyisihkan waktu untuk berolahraga. Olahraga dapat membantu tubuh memproduksi endorfin-endorfin yang secara alami membuat Anda merasa lebih baik. Tidak harus olahraga berat, bahkan keluar rumah dan berjalan kaki sekitar 15-20 menit pun bisa membuat perbedaan besar.

Bertanggung jawab untuk memerhatikan diri sendiri adalah pilihan yang sehat. Selanjutnya, ini akan menghasilkan tubuh yang sehat dan menambah kekuatan Anda, baik jiwa dan raga. Semua itu menjadikan Anda “Batu” yang paling dibutuhkan oleh orang yang Anda sayangi.

Meski begitu, ingatlah bahwa Anda bukanlah “Batu” tanpa emosi. Merawat penderita kanker tidak hanya akan memengaruhi fisik Anda, tetapi juga kekuatan emosi Anda.

Baca juga:  Diet Ketogenik: Alternatif Cara untuk Kanker

Sekarang, mari kita perhatikan bagaimana caranya agar kita dapat tetap kuat secara emosi bersama orang yang kita kasihi—penderita kanker.

Advertisement
Alinesia