Menghadapi Kanker: Bagaimana jika Orang yang Anda Sayangi Terdiagnosis Kanker?


By Fery Irawan

Kanker dapat menghampiri kehidupan Anda dengan satu atau lain cara, baik melalui diagnosis langsung ataupun dengan mengetahui bahwa seseorang yang Anda kenal sedang menghadapi kanker. Sayangnya, dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ketika berhadapan dengan kanker, kita cenderung menjalani hidup seolah-olah seperti mengatakan “ini tidak terjadi pada saya”.

Namun, apa yang akan Anda lakukan ketika Anda mengetahui bahwa ternyata Anda tidak bisa lagi hidup dalam penyangkalan? Bagaimana perasaan Anda bila mengetahui seseorang yang Anda sayangi akan segera menghadapi pertarungan melawan kanker dan semua hal yang terkait dengannya? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyikapinya?

Faktanya, kanker bisa menyerang siapa saja, bukan hanya pada orang yang terlihat sebagai “kandidat yang baik”. Dalam sepuluh bagian seri artikel ini—Menghadapi Kanker—kami akan mengajak Anda untuk melihat berbagai langkah menghadapi kanker dan beberapa saran mengenai apa yang dapat dilakukan ketika seseorang yang Anda sayangi terdiagnosa kanker.

Kita akan berbicara tentang apa yang biasanya terjadi pada reaksi awal, tahap-tahap normal perilaku­—baik dari Anda maupun dari si penderita, komunikasi dan akuntabilitas, advokasi, dan masih banyak lagi.

Tujuan akhir dari sepuluh bagian artikel ini adalah memberikan bantuan awal yang dibutuhkan ketika sesuatu yang tak terduga, seperti diagnosis kanker terjadi.

Pasca Diagnosis—Emosi dan Reaksi Awal

Cemas, tidak percaya, marah, takut, ataupun merasa tidak berdaya. Berbagai emosi yang Anda alami tersebut adalah wajar ketika Anda dihadapkan pada fakta bahwa orang yang Anda sayangi mengidap kanker.

Kegundahan bisa jadi menyelimuti hati Anda. Boleh jadi Anda bingung, tidak tahu apa yang harus Anda katakan kepada orang yang Anda sayangi, sementara Anda ingin mendampinginya dan memberikan dukungan untuk menguatkannya.

Dan seandainya Anda siap untuk melakukannya, boleh jadi apa yang Anda katakan tidak memberi pengaruh besar padanya. “Percuma saya berbicara dengannya”, pikir Anda.

Lantas, apa yang dapat Anda lakukan? Pertama, ingatlah bahwa dia baru saja ditimpa kabar buruk dan sebagai penderita kanker, emosi apapun yang dirasakannya tentu lebih berat dari yang Anda rasakan sebagai orang terdekatnya.

Penderita kanker memang membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya. Karena itu, bersabarlah. Lalu, secara bertahap, bantulah ia untuk menerima keadaannya karena penyangkalan yang berlarut-larut dapat mencegah penderita kanker untuk mendapatkan pertolongan.

Dukungan dan harapan adalah apa yang paling dibutuhkan penderita kanker, sejak awal diagnosis sampai tahap selanjutnya yang harus ia lalui dalam perjuangan melawan kanker. Jadi, bagaimana caranya Anda dapat memberikan dukungan?

Dukungan yang Dapat Anda Berikan

Hal pertama yang paling baik Anda lakukan adalah membiarkan dia tahu bahwa Anda ada bersamanya, bahwa Anda akan membantunya semaksimal mungkin, misalnya dengan mengantar untuk pemeriksaan ke dokter, mendampinginya saat dia menjalani pengobatan, atau sekadar mendengarkan ketika dia perlu berbicara.

Kedua, bicarakan dan tanyakan padanya apa yang ia inginkan dari Anda, misalnya harapan dan kebutuhannya. Kemudian, usahakan untuk memenuhi permintaan-permintaannya itu. Lalu, ingatlah bahwa keinginan dan emosi penderita kanker dapat berubah dari waktu ke waktu, jadi pastikanlah komunikasi Anda dengannya lancar.

Jangan takut untuk berterus terang dan ajukan pertanyaan, tetapi tetap perhatikan emosinya. Perhatikanlah isyarat-isyarat verbal maupun non-verbal yang ditunjukkannya, dan alihkan percakapan jika percakapan tersebut menjadi terlalu berat.

Selain itu, mempertimbangkan kepribadian orang yang Anda sayangi dan jenis hubungan Anda dengannya juga penting. Apakah Anda bisa berbicara secara leluasa mengenai apapun dengannya atau apakah mengungkapkan perasaan dan masalah-masalah pribadi merupakan hal yang tidak biasa baginya?

Sadarilah bahwa reaksi awal dari sebagian besar para penderita kanker yang baru mendapatkan diagnosis, seringkali adalah menahan emosinya dalam-dalam dan bersikap pasrah sebagai cara menghadapi kanker.

Sedangkan, yang lainnya boleh jadi sangat emosional, dan bisa jadi merasa membutuhkan dukungan dan kehadiran Anda lebih dari biasanya.

Nah, kunci untuk menghadapi apapun reaksi yang ditunjukkan orang terdekat Anda, ikuti dulu kemauannya. Ingatlah, tujuan Anda adalah untuk mendukungnya dalam cara apapun yang paling membuatnya nyaman.

Munculnya kanker dalam kehidupan Anda dan orang yang Anda kasihi, memang dapat menyebabkan perubahan besar dalam setiap aspek kehidupan. Namun, ingatlah untuk menjalani hidup Anda senormal mungkin.

Jaga kestabilan emosi Anda dan ingatlah bahwa Anda juga bisa mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran Anda. Artikel berikut dapat membantu Anda untuk tetap kuat, bersama penderita kanker.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}