Mengenal Operasi Caesar dan Perawatan Pasca Operasi

517

Diedit:

Apakah Anda pernah mendengar tentang operasi caesar? Ya, operasi Caesar adalah salah satu metode melahirkan dengan melakukan prosedur pembedahan di bagian perut ibu hamil. Metode ini harus dilakukan oleh seorang dokter ahli dan tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh bidan atau perawat.

Bagi kalangan ibu hamil cara melahirkan ini memang memicu berbagai pendapat yang berbeda. Di satu sisi metode ini dianggap lebih mudah dan tidak menimbulkan resiko karena lebih aman. Namun di sisi lain metode melahirkan ini dianggap lebih menyakitkan dibanding dengan kelahiran normal.

Apa Saja Alasan Ibu Hamil Melakukan Operasi Caesar?

Untuk mengambil keputusan metode melahirkan secara caesar biasanya dilakukan bersama dokter dan keluarga. Bagi ibu hamil yang tidak memiliki masalah biasanya disarankan untuk tidak melakukan metode ini. Sementara ibu hamil yang mengalami beberapa komplikasi kehamilan dianjurkan untuk menjalani kelahiran secara caesar.

Berikut ini beberapa alasan mengapa tindakan operasi caesar perlu dilakukan.

  • Panggul yang terlalu sempit. Kondisi panggul yang terlalu sempit biasanya terjadi karena kondisi fisik ibu hamil yang terlalu kecil dan janin yang berukuran besar. Selain itu ibu hamil yang berusia lebih dari 30 tahun juga memiliki risiko penyempitan panggul.
  • Pembukaan serviks atau mulut rahim yang tidak mengalami perkembangan. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu hamil merasa sangat lelah sementara harus merasakan sakit karena kontraksi yang terjadi terus menerus.
  • Janin mengalami kekurangan oksigen sehingga mempengaruhi detak jantung dan pernafasan janin. Langkah operasi diperlukan untuk menyelamatkan ibu hamil dan janin.
  • Posisi janin yang sungsang. Kondisi sungsang adalah salah satu alasan utama operasi caesar. Jika janin akan keluar dengan posisi pantat atau kaki terlebih dahulu maka bisa membahayakan janin maupun ibu hamil. Jadi tindakan operasi akan menguntungkan bagi ibu hamil dan janin.
  • Kelahiran bayi kembar. Melahirkan bayi kembar secara normal mungkin akan sulit bagi beberapa ibu hamil, meskipun ada yang bisa melahirkan secara normal. Kondisi inilah yang akan membuat ibu hamil bisa memilih opsi melahirkan dengan operasi caesar. Operasi bisa dilakukan untuk kembar dua, tiga dan seterusnya.
  • Bayi mengalami gangguan plasenta. Jika ibu hamil mengalami gangguan plasenta yang menyebabkan janin harus mengalami kondisi khusus maka tindakan operasi menjadi langkah yang paling aman untuk janin dan ibu hamil.
Baca juga:  Mengenal Jenis IOL: Intraocular Lens!

Adakah Risiko Operasi Caesar?

Meskipun operasi caesar memang sangat aman untuk ibu hamil dan janin, namun juga memiliki beberapa risiko. Risiko bisa terjadi pada janin atau ibu hamil.

  • Bayi yang lahir dengan operasi caesar lebih cenderung menghadapi masalah pernafasan. Kondisi ini terjadi selama beberapa jam/hari setelah proses operasi. Bayi bisa mengalami kondisi ini karena gangguan pernafasan selama proses operasi dan kondisi bawaan.
  • Luka karena tindakan bedah. Kasus ini memang sangat jarang terjadi karena biasanya dokter sudah sangat ahli dalam melakukan operasi. Tapi risiko ini tetap ada dan bisa menyebabkan bayi mendapatkan luka goresan yang meninggalkan bekas.
  • Luka infeksi bisa menyerang pada lapisan rahim. Kondisi ini bisa ditandai dengan demam, luka yang tidak sembuh dan keputihan yang berbau busuk.
  • Pendarahan. Pendarahan bisa terjadi karena ada banyak darah yang keluar selama operasi dan menyebabkan ibu kekurangan darah.
  • Efek samping penggunaan obat bius. Beberapa ibu yang sudah mengalami operasi ini bisa merasa sakit kepala parah, mual, muntah dan perut kembung.
  • Pembekuan darah. Risiko pembekuan darah bisa terjadi pada beberapa organ tubuh seperti pada bagian panggul dan vagina. Yang paling parah adalah pembekuan darah pada paru-paru. Jika hal ini terjadi maka diperlukan tindakan yang lebih serius.

Perawatan Setelah Operasi Caesar

Biasanya ibu dan bayi bisa keluar dari rumah sakit setelah tiga atau empat hari setelah operasi. Hal ini tergantung dari kondisi kesehatan ibu dan bayi. Namun biasanya ibu tetap akan merasakan sakit dan nyeri pada luka bekas jahitan. Hal ini bisa membuat ibu tidak bisa melakukan berbagai aktifitas. Berikut ini adalah beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah.

  • Konsumsi Kaldu Tulang

    Kaldu yang dimasak dari tulang sapi atau tulang ayam kampung ternyata sangat berkhasiat untuk ibu yang baru saja menjalani proses operasi caesar. Kaldu ini mengandung kolagen, gelatin dan beberapa jenis asam amino yang membantu tubuh dalam mempercepat penyembuhan luka. Selain itu kaldu bisa menjadi pengganti penyedap rasa atau perasa tambahan makanan. Kaldu juga sangat baik untuk meningkatkan nafsu makan sehingga ibu yang baru saja melahirkan bisa mendapatkan kondisi fisik yang lebih baik.

  • Konsumsi Ikan Gabus

    Makan ikan gabus adalah salah satu jenis usaha yang sangat umum dan sudah sejak lama khasiat ikan gabus dipercaya untuk menyembuhkan luka. Ikan gabus mengandung asam amino dan protein khas yang bisa membuat luka jahitan cepat pulih. Selain itu ikan gabus juga sangat baik untuk mengembalikan kondisi kulit sehingga ibu hamil cepat bisa bergerak dengan bebas.

  • Pijatan Alami

    Pijatan alami untuk ibu yang baru saja melahirkan secara caesar memang sangat diperlukan. Untuk mendapatkan pijatan ini maka harus dilakukan setelah luka jahitan benar-benar tertutup. Anda bisa mendapatkan rekomendasi dari dokter yang merawat setelah luka dinyatakan sembuh. Tujuan pemijatan ini adalah untuk mengembalikan elastisitas kulit pada bagian luka jahitan dan mengurangi dampak bekas jahitan.

Baca juga:  Operasi Sesar–Kenali lebih Jauh

Tindakan operasi caesar memang dilihat sebagai metode yang aman dan lebih mudah. Bahkan beberapa ibu hamil memutuskan untuk melakukan operasi ini meskipun bisa sanggup menjalankan proses melahirkan normal.

Bagian paling penting setelah mendapatkan tindakan operasi adalah mengupayakan agar ibu bisa bergerak dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Bahkan ibu juga harus segera menyusui bayinya sehingga bisa mencukupi kebutuhan ASI.

Advertisement
Alinesia