Apa Itu Kanker Ginjal


By Fery Irawan

Semua pasti setuju bahwa perkembangan penyakit dewasa ini, semakin progresif, seolah ingin menyaingi penemuan-penemuan di bidang kedokteran modern. Mungkin sebagian kalangan belum mengenal apa yang disebut dengan kanker ginjal karena yang selama ini masyarakat ketahui, penyakit kanker dan penyakit ginjal, keduanya tidak disatu-padukan.

Kanker ini terletak di bagian renal parenchyma yang dapat melakukan invasi secara bertahap ke bagian organ terdekat lewat limfatik atau yang disebut juga sebagai pembuluh darah vena.

Tingkat insiden kanker ginjal mencapai 3-6% dari semua kategori kanker ganas. Pertambahan penderita kanker ginjal dalam setiap tahunnya sebanyak 2%, dimana pasien yang meninggal akibat kanker ginjal mencapai 100.000 kasus per tahun.

Kanker ginjal merupakan penyakit kanker yang paling sering ditemui di kalangan orang dewasa. Tingkat perbandingannya sendiri antara pria dan wanita yang mengidap kanker ini ialah 2:1, pada berbagai tingkat usia. Namun, insiden tertinggi terjadi pada usia 50 sampai 70 tahun.

Berapa tahun seseorang yang sudah terkena kanker ginjal dapat bertahan? Semua bergantung pada sistem pertahanan di dalam tubuh penderita.

Namun, pada umumnya, tingkat ketahanan hidup setiap pasien pasca menjalani operasi nephrectomy selama 5 tahun sebanyak 35–40%. Sedangkan, yang bertahan sampai 10 tahun, sebanyak 17%-30%.

Sebetulnya, tingkat kejadian kanker ginjal ini sangat tinggi. Namun, sungguh mengkhawatirkan bahwa belum banyak orang yang mengetahui penyebab terjadinya kanker ini. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang terserang kanker ginjal.

  • Merokok
    Orang yang memiliki kebiasaan merokok, apalagi yang sudah dalam tahap kecanduan, tentu lebih besar kemungkinannya untuk terkena kanker ginjal ini. Terlebih jika si pecandu rokok tersebut, sudah berusia di atas 30-40 tahun.
  • Obesitas dan hipertensi
    Kanker ginjal juga sangat potensial disebabkan oleh kedua penyakit tersebut. Makanya, sebaiknya Anda lebih tanggap menjaga kesehatan tubuh Anda jika menderita kegemukan dan juga tekanan darah tinggi.
  • Paparan sinar radiasi
    Insiden kanker ginjal juga bisa disebabkan oleh paparan sinar radioaktif, bahkan dalam kadar rendah sekalipun karena dalam jangka waktu lama, sinar radiasi tersebut akan semakin terkumpul di dalam tubuh.
  • Bidang pekerjaan
    Waspadalah untuk Anda yang bekerja di bidang-bidang berikut: logam, percetakan surat kabar, pekerja petrokimia, pekerja arang batu bara, yang ternyata bisa meningkatkan resiko terkena kanker ginjal.
  • Faktor genetik
    Genetik seseorang juga ternyata bisa diturunkan. Seseorang yang berada di lingkungan keluarga dengan riwayat kanker ginjal memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terkena penyakit ini dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat tersebut dalam garis keturunan keluarganya.
  • Makanan dan obat
    Menurut sebuah survei, konsumsi produk susu, protein hewani, dan juga lemak dalam kadar yang tinggi, namun tidak dibarengi dengan konsumsi buah dan sayuran, maka dapat menjadi faktor penting seseorang pada akhirnya mengidap kanker ginjal.

Apa yang menjadi gejala penyakit ini? Sebenarnya tidak ada gejala khas yang ditimbulkan oleh kanker ginjal. Namun, secara umum, seseorang yang terindikasi mengidap kanker ginjal bisa dilihat dari benjolan di perut, kencing darah, dan mengalami nyeri di bagian pinggang.

Kemudian, jika seseorang sudah positif terkena kanker ginjal, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan ialah dengan operasi, radioterapi, imunoterapi, kemoterapi, dan jenis terapi yang lainnya atau penggabungan dari beberapa terapi. Tentu saja setiap orang memiliki pilihan tersendiri akan pengobatan jenis apa yang akan digunakan guna melumpuhkan kanker ginjal di dalam tubuh.

Bila Anda mencari informasi seputar solusi herbal yang dapat diandalkan untuk membantu mengatasi serta menghambat perkembangan sel-sel kanker ginjal, silakan kunjungi halaman artikel berikut: Obat Kanker Ginjal.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}