Mengapa Sulit Berhenti Merokok?


By Fery Irawan

Apakah Anda pernah merasa sulit berhenti merokok? Ya, beberapa orang yang mencoba berhenti merokok merasakan hal yang sama. Jika Anda bukan perokok akan sulit membayangkan betapa susahnya keluar dari kebiasaan yang tidak sehat tersebut, ini bukan berarti Anda harus merokok untuk memahami kesulitan mereka.

Anda hanya perlu mengetahui akar masalahnya, yaitu efek mencandu pada rokok. Seberapa kuat sebenarnya efek ini?

Apakah Anda penggemar cokelat atau kopi? Anda tentu tahu betapa nikmatnya makanan tersebut. Begitu pula yang dirasa oleh perokok.

Kebanyakan orang tidak dapat berhenti mengonsumsinya, terutama saat mereka sedang merasa galau atau susah hati, begitu pula dengan efek mencandu pada rokok–namun tingkatannya lebih kuat lagi.

Kebiasaan ini berawal dari mencoba, sedikit demi sedikit tubuh mulai merespon kenikmatan yang dihasilkan oleh rokok. Seperti bom waktu–perlahan tapi pasti, lama-kelamaan itu menjadi suatu kebiasaan yang tak dapat dipisahkan.

Seorang perokok akan merasa tertekan dan resah sewaktu berupaya berhenti dari kebiasaan ini, bahkan ia jadi lebih emosional daripada saat ia merokok. Hal ini wajar, karena nikotin mempengaruhi sistem saraf sehingga tubuh merasa gelisah tanpanya. Perasaan seperti ini merupakan pengaruh dari kecanduan.

Fakta yang mengejutkan!

Penelitian di Amerika Serikat melaporkan bahwa 1 dari 4 pemuda yang mencoba merokok malah mengalami kecanduan, dan sekitar 70 persen pemuda yang menyesal karena tidak dapat berhenti merokok.

Tingkat mencandu rokok bisa disamakan dengan kokain dan heroin, bedanya pengaruh yang dihasilkan tidak instan.

Sebenarnya nikotin menyebabkan ketegangan yang tidak disadari, merokok hanya mengurangi ketegangan tersebut sekaligus menumpuk nikotin.

Tahukah Anda apalagi yang menjadi halangan kebanyakan orang untuk berhenti merokok?

Anda tentu tahu bagaimana industri rokok mengiklankan produk unggulan mereka. Tak jarang kita melihat slogan yang membuat Anda jatuh hati pada rokok tersebut.

Selain itu kemasan dengan penampilan yang ekslusif membuat Anda yakin bahwa rokok tidak terlalu berbahaya. Belum lagi iklan di televisi yang mengaitkan kebiasaan merokok sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari yang bergengsi.

Memang benar setiap industri rokok mencantumkan peringatan bahaya seperti “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”, adapula yang mengatakan “rokok membunuhmu”.

Menurut Anda, jika melihat fakta diatas—apakah peringatan bahaya merokok tampak menyeramkan? Anda tentu tahu jawabannya!

Lalu, seberapa sering Anda melihat iklan-iklan tersebut? Jika ingin jujur, hampir setiap tempat yang Anda jumpai mengiklankan rokok, sama banyaknya dengan kampanye anti rokok—bahkan lebih banyak lagi!

Saat Anda berada di rumah, ada televisi yang mengiklankan. Saat Anda berjalan kaki, tanpa sadar Anda melihat bungkus kosong rokok yang mengingatkan Anda tentang iklan rokok di televisi.

Saat Anda di angkutan umum, sekali lagi tanpa sadar para penumpang yang merokok sedang mengiklankan rokok. Saat Anda beristirahat untuk makan dirumah makan, tersedia beragam jenis rokok.

Bahkan jika Anda berkendara dengan kendaraan pribadi, tak jarang juga Anda melihat spanduk atau pamflet yang mempromosikan jenis rokok tertentu.

Jadi apakah sulit untuk berhenti merokok? Ya memang sulit, namun Anda bisa berhenti dari kebiasaan ini.

Bagaimana? Kuncinya ada pada Anda sendiri, sadarilah bahwa Anda bisa berhenti merokok sekarang untuk selamanya.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}