Pemicu Alzheimer Yang Perlu Dicurigai

477
Pemicu Alzheimer
Pemicu Alzheimer

Diedit:

Alzheimer – Selama ini kita sebenarnya cukup terbiasa mendengar mengenai penyakit Alzheimer. Namun kebanyakan dari Anda tak benar-benar memahami penyakit ini. Bahkan kerap kali masyarakat tak menyadari pemicu Alzheimer karena gejalanya yang kerap disamakan dengan masalah kepikunan biasa. Apalagi kalau harus memahami apa saja pemicu Alzheimer dan bagaimana seseorang bisa terserang penyakit ini.

Dalam artikel ini  Anda akan memperoleh informasi terkini mengenai pemicu alzheimer yang perlu dicurigai. Dengan memahami pemicunya, maka pengobatan dan pencegahan dapat dilakukan. Mari kita perhatikan dalam artikel berikut ini.

Pemicu Alzheimer

Fakta bahwa penyakit ini memang lebih kerap muncul pada kalangan manula memang menjadikan penyakit Alzheimer ini kemudian kerap samar dianggap sebagai keluhan kepikunan. Dan harus diakui memang ada pengaruh efek penuaan dari sel otak sebagai pemicu Alzheimer.

Namun masalah Alzheimer tak sepenuhnya hanya dipengaruhi oleh masalah keusangan dari sel otak karena faktor usia. Alzheimer terjadi karena masalah yang lebih kompleks dan tentu saja menyebabkan kondisi yang bisa lebih buruk. Lalu apa saja pemicu Alzheimer sebenarnya?

Pemicu Alzheimer Berbeda dari Demensia Biasa

Alzheimer memang merupakan satu dari 4 jenis demensia. Lebih dari 60 % pasien dari Alzheimer memang berasal dari kalangan manula. Dan ini menyebabkan banyak pakar meliha faktor keusangan sel otak memiliki peran sebagai pemicu Alzheimer.

Namun dalam berbagai penelitian terbukti bahwa pemicu Alzheimer bukanlah masalah keusangan sel otak. Tetapi masalah impuls syaraf otak yang mengalami masalah sehingga penyampaian pesan dan perintah tidak bisa berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Dalam ulasan Mayoclinic disampaikan mengenai dua pemicu munculnya masalah dalam sistem impuls syaraf otak. Dan kedua pemicu tersebut adalah:

  • Munculnya Plak pada Otak

    Pada saat seseorang menginjak usia 50 tahun, sel otak secara alami membentuk sejenis protein khusus bernama beta amyloid. Protein ini dihasilkan justru untuk membantu melindungi sel otak yang melemah. Namun pada pengidap Alzheimer, keberadaan protein ini berada dalam jumlah yang berlebihan sampai akhirnys membentuk lapisan plak yang menghalangi koneksi antar impuls syaraf otak. Plak-plak ini kemudian membuat sistem penyampaian pesan dan perintah dalam otak tak berjalan lancar. Kadang diawali dari proses menarik memori dalam otak, sampai akhirnya perintah sensorik dan motorik. Pada beberapa kasus, protein ini muncul di usia yang lebih dini dan menyebabkan Alzheimer pada usia muda.

  • Kerusakan Ikatan Impuls

    Beberapa kondisi seperti kecelakaan, faktor efek dari stroke atau tekanan darah, pengaruh dari gaya hidup hingga efek dari kurangnya optimalisasi otak kadang membuat ikatan dari tiap simpul impuls syaraf otak merenggang dan kadang akhirnya terputus. Terputusnya jaringan impuls otak ini bisa menyebabkan kerusakan dalam otak dan kadang menyebabkan kerusakan memori atau kesulitan untuk mengkoneksi memori. Meski pada awalnya kerusakan bersifat lokal, kerusakan bisa merembet ke bagian impuls lain dan akhirnya merusak seluruh bagian jaringan secara bertahap.

Perbedaan pemicu Alzheimer dengan jenis demensia lain menyebabkan kondisi Alzheimer sendiri berkembang menjadi lebih berat dari sekedar demensia atau kepikunan biasa yang kerap identik karena faktor usia.

Pada pengidap Alzheimer, penyakit bisa berkembang menjadi lebih kronis. Pasien yang awalnya hanya mulai melupakan hal-hal dari ingatan jangka pendek, bisa beranjak melupakan ingatan-ingatan yang bersifat jangka panjang sampai akhirnya hal-hal penting dalam hidup mereka, termasuk identitas mereka sendiri.

Kemudian efek kerusakan impuls syaraf membuat mereka kerap berhalusinasi, hidup dalam khayalan dan kerap tak bisa membedakan mana dunia nyata dan dunia halusinasi mereka. Dan pada akhirnya mereka kesulitan dalam mengendalikan sistem motoric dan sensorik mereka, termasuk kehilangan kemampuan untuk sekedar menulis, menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri dan berjalan.

Pemicu Alzheimer menjadi faktor pembeda penyakit Alzheimer dari demensia lain sekaligus menjadi pemicu mengapa Alzheimer bisa berkembang menjadi penyakit yang berat dan kadang berbahaya. Demikianlah info seputar pemicu Alzheimer, nantikan informasi menarik lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dan herbal – hanya di deherba.

Advertisement
Alinesia