Alzheimer: Info Seputar Gangguan Neurologi

416
Alzheimer

Diedit:

Alzheimer – Pernahkah Anda melihat kondisi semacam ini? Bagi beberapa orang yang mengalami hal tersebut, ini merupakan sesuatu yang tak mereka inginkan. Namun mau tak mau, mereka perlu bertahan menghadapi kondisi kesehatan ini. Terkadang rasa tidak percaya diri bisa timbul, bukan hanya sesekali. Lalu, apa sebenarnya penyakit ini? Bagaimana Anda bisa mengatasinya?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beragam informasi menarik mengenai Alzheimer. Misalnya, apa itu Alzheimer? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh Alzheimer? Apa saja penyebab terjadinya Alzheimer? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan Alzheimer? Pengobatan apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani Alzheimer? Untuk mendapatkan manfaat yang tepat, mari kita cermati informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Alzheimer

Tahukah Anda bahwa penyakit ini pertama kali diidentifikasi oleh Alois Alzheimer pada tahun 1906 di Jerman! Penyakit ini merupakan jenis demensia yang paling umum terjadi dan lebih dikenali dengan istilah gangguan fungsi otak.

Meskipun kebanyakan orang menganggap ini sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua. Namun sebenarnya ada dua jenis penyakit ini, yaitu: late onset Alzheimer (tipikal) yang menyerang orang dengan usia di atas 60 tahun. Serta early onset Alzheimer yang mulai terjadi sebelum usia 60 tahun.

Menurut keterangan verywell.com – Alzheimer merupakan penyakit neurologis progresif yang seiring dengan bertambahnya waktu dapat mengakibatkan ketidakmampuan otak dalam menjalankan fungsi secara normal. Penyakit ini menyebabkan perubahan ingatan, komunikasi, penilaian, kepribadian dan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Anda mungkin sering mendengar kata demensia yang digunakan bersamaan dengan penyakit ini. Demensia dan Alzheimer bukanlah penyakit yang sama, meski istilahnya sering digunakan secara bergantian. Demensia merupakan istilah umum untuk gangguan kognitif, seperti; kehilangan memori dan kesulitan komunikasi.

Sedangkan penyakit ini secara umum terjadi karena demensia. Dengan kata lain, demensia merupakan kategori luas yang menampung banyak kondisi, salah satunya adalah penyakit Alzheimer. Beberapa jenis demensia ialah vascular dementia, Lewy body dementia, Parkinson’s disease dementia, frontotemporal dementia, Huntington’s disease dan Creutzfeldt-Jakob disease.

Obat Alzheimer Alami

Memang obat Alzheimer masih terus diteliti oleh para pakar kesehatan. Sampai saat ini obat yang benar-benar dapat menuntaskan penyakit ini masih diteliti. Namun, beberapa obat herbal tampaknya membantu mereka untuk memperbaiki fungsi tubuh.

Pada saat Anda mengidap penyakit ini, otak terlibat dalam memengaruhi motivasi diri dan tindakan baik sadar atau tak sadar. Fungsi otak perlu dimaksimalkan terutama dalam meningkatkan konsentrasi dan kestabilan mental sebagai dampak dari penyakit tersebut. Salah satu obat yang membantu fungsi otak dalam mengatasi hal tersebut ialah Noni Juice.

Noni Juice – herbal yang satu ini dipercaya dapat membantu fungsi otak dalam menguatkan konsentrasi dan menstabilkan mental. Dalam obat alami ini terdapat zat alami scopoletin yang dapat mengikat serotonin.

Baca juga:  Deteksi Alzheimer Yang Baru Ditemukan

Menurut pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA), scopoletin memiliki fungsi dalam meningkatkan fungsi kelenjar peneal yang ada di otak, yakni lokasi manakala serotonin dihasilkan oleh tubuh. Kemudian serotonin membantu produksi hormon melatonin.

Serotonin beserta melatonin mengatur beberapa fungsi tubuh dalam menghilangkan stress, suasana hati (mood), lemah konsentrasi, menstabilkan mental dan meningkatkan perasaan sehat. Salah satu penelitian tentang Noni Juice yang dibuat oleh Dr. Neil Solomon melibatkan 25.314 pengguna sari buah Noni dari 80 negara, serta melibatkan 1.227 ahli kesehatan.

Menurut survei ada sekitar 5.543 pasien yang mencoba herbal ini untuk kestabilan mental dan 82% orang merasakan hasilnya. Selain itu ada sekitar 7.879 pasien yang mencoba herbal ini untuk meningkatkan perasaan sehat dan 80% orang merasakan hal ini.

Juga, ada sekitar 301 pasien yang mencoba herbal ini untuk meningkatkan konsentrasi dan 89% orang merasakan manfaatnya. Namun, ingatlah bahwa herbal ini hanya membantu meringankan gejala yang ditimbulkan oleh Alzheimer. Mengingat obat yang benar-benar mampu mengatasi penyakit ini secara tuntas masih langka.

Ciri-Ciri Alzheimer

Ciri-ciri Alzheimer mencakup gangguan yang terjadi pada ingatan, kemampuan berkomunikasi, pemahaman, dan penilaian. Perubahan kepribadian mungkin mulai terjadi. Seiring berkembangnya penyakit, kemampuan fungsi mental, sosial dan fisik akan menurun secara terus menerus.

Sementara perkembangan penyakit ini dapat bervariasi berdasarkan kondisi orang tersebut. Biasanya mengikuti pola serupa yang dapat dikategorikan menjadi tiga tahap: tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir.

Alzheimer Tahap Awal

Pada tahap awal – Anda bisa merasa lebih sulit untuk mempelajari informasi baru, menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan sesuatu, mengingat apa yang baru saja terjadi (disebut juga gangguan memori jangka pendek) atau merencanakan dan mengatur suatu aktivitas yang memerlukan fungsi eksekutif (kemampuan dalam mengatur waktu atau memperhatikan sesuatu).

Alzheimer Tahap Menengah

Pada tahap menengah – Anda bisa merasa kesulitan untuk berpikir jernih. Memudarnya kenangan jangka panjang dan terjadinya penurunan kemampuan visual maupun spasial (sehingga seseorang bisa saja tersesat). Terjadinya perubahan emosional dan perilaku merupakan tantangan bagi pengidap demensia, serta orang yang mereka cintai.

Alzheimer Tahap Akhir

Pada tahap akhir – Anda bisa mengalami penurunan fungsi fisik secara signifikan, misalnya; kesulitan dalam berjalan kaki, berpakaian dan makan. Sehingga pada akhirnya, pengidap penyakit ini menjadi bergantung pada pengasuh untuk membantu kebutuhan dasar mereka.

Terkadang, penurunan kognitif bisa disebabkan oleh kondisi lainnya. Beberapa di antaranya berpotensi sebaliknya, misalnya; normal pressure hydrocephalus atau vitamin B12 deficiency. Maka mengidentifikasi dan merawat kondisi ini sesegera mungkin merupakan hal penting untuk meningkatkan peningkatan fungsi kognisi.

Baca juga:  Gejala Alzheimer Yang Perlu Dicermati

Kehilangan ingatan juga bisa disebabkan oleh masalah sehari-hari termasuk; stres, kelelahan, gangguan, depresi dan terlalu banyak melakukan aktivitas yang multi-tasking.

Penyebab Alzheimer

Penyakit ini bukanlah bagian dari dampak penuaan secara normal. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan berkembangnya penyakit ini juga semakin meningkat.

Menariknya ada 13% orang yang berusia antara 65 sampai dengan 85 tahun mengidap penyakit ini atau bentuk demensia lainnya. Sedangkan ada sekitar 50% orang berusia di atas 85 tahun yang baru menderita penyakit ini atau jenis demensia lainnya. Apa penyebab alzheimer lainnya?

Secara jenis kelamin, persentase serangan penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dengan ras Kaukasia. Kemungkinan ini dikaitkan dengan masa hidup mereka yang tergolong panjang, sehingga meningkatkan risiko serangan penyakit ini. Namun terlepas dari ras, wanita pada umumnya juga sangat berisiko mengalami penyakit ini. Selain itu, ada kemungkinan peningkatan potensinya jika anggota keluarga juga mengalami hal ini.

Pencegahan Alzheimer

Ketahuilah bahwa ada perbedaan antara mencegah dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit ini. Sayangnya, tidak ada cara yang terbukti ampuh untuk mencegah penyakit tersebut. Namun, ratusan penelitian memperkuat gagasan sehubungan dengan mengurangi potensi serangan penyakit ini dengan melakukan hal berikut!

Diet jantung sehat, gaya hidup yang aktif – banyak latihan fisik, interaksi sosial dan latihan mental merupakan cara yang efektif dalam mengurangi risiko penyakit tersebut.

Pemeriksaan Alzheimer

Pemeriksaan penyakit ini dilakukan dengan mengesampingkan penyakit atau penyebab lainnya. Hal ini dilakukan dengan meninjau riwayat keluarga dan melakukan pemeriksaan mental untuk melihat seberapa baik kerja otak pasien.

Beberapa dokter bisa jadi menyarankan pasien untuk melakukan tes pencitraan, seperti; MRI. Tes demikian dilakukan untuk melihat adanya perubahan ukuran dan struktur otak, sebelum menyimpulkan ini sebagai penyakit yang dimaksud.

Memang dokter praktik umum bisa melakukan pemeriksaan tersebut, namun Anda juga bisa melakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang psikolog, ahli gizi, atau ahli saraf. Penyakit ini tidak dapat didiagnosis dengan pasti selama pasien masih hidup.

Namun ketika pasien mengalami kematian dan tindakan otopsi dilakukan, maka akan terlihat perubahan otak yang spesifik, sehingga penyakit ini dapat diidentifikasi. Namun, sekarang ini pemeriksaan yang akurat dapat dilakukan dengan teknologi medis yang semakin berkembang, tanpa harus menunggu kematian.

Pengobatan Alzheimer

Saat ini pengobatan Alzheimer masih dalam penelitian. Perawatan yang dilakukan saat ini hanya berfokus pada pengurangan gejala penyakit termasuk masalah kognitif, perilaku, dan emosional – dengan menggunakan terapi obat dan pendekatan non-obat.

Ingatlah pengobatan harus dilakukan berdasarkan petunjuk dokter yang merawat Anda. Sekalipun Anda mungkin mengetahui obat yang diyakini dapat mengurangi reaksinya. Selalu pastikan ini sesuai dengan petunjuk dokter. Mengingat setiap jenis pengobatan tidak selalu cocok bagi semua orang, maka dokter yang berpengalaman akan membantu Anda memastikan hal tersebut.

Demikianlah beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan mulai dari penjelasan tentang apa itu Alzheimer? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh Alzheimer? Apa saja penyebab terjadinya Alzheimer? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan keberadaan Alzheimer? Hingga pilihan pengobatan apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani penyakit Alzheimer?

Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami – hanya di deherba.

Advertisement
Alinesia