Melawan Kanker dan Hidup Sehat dengan Manfaat Seledri!

534
Shutterstock

Diedit:

Kalau Anda pikir manfaat seledri cuman untuk menurunkan darah tinggi, jangan salah! Jika Anda sudah sering memasukkan seledri ke dalam menu sehari-hari, Anda sebenarnya tanpa sadar juga menurunkan risiko kanker Anda.

Seledri mengandung senyawa-senyawa yang membantu mengusir sel-sel kanker. Ya, itu benar! Mengonsumsi seledri sebenarnya adalah cara alami untuk mencegah dan melawan kanker.

Manfaat seledri yang luar biasa bagi kesehatan ini mungkin mengejutkan bagi Anda. Bumbu masakan yang beraroma sedap ini telah dikenal khasiat pengobatannya sejak abad ke-9. Tanaman seledri adalah bagian dari keluarga Apiaceae (juga dikenal sebagai Umbelliferae) yang juga termasuk peterseli, wortel, adas, ketumbar, dan jinten.

Senyawa Seledri yang Membunuh Sel-Sel Kanker

Seledri mengandung apigenin dan luteolin. Kedua senyawa ini merupakan flavonoid bioaktif yang melawan sel-sel kanker. Flavonoid adalah pigmen tanaman alami yang bekerja sebagai antioksidan serta memiliki kemampuan untuk memerangi radikal bebas di dalam tubuh.

Senyawa apigenin pada seledri melawan kanker dengan cara merangsang proses apoptosis (kematian sel terprogram), yang menyebabkan sel-sel kanker bertindak menghancurkan dirinya sendiri.

Di samping kemampuan antioksidan dan anti-tumor dari apigenin, senyawa ini juga secara tradisional digunakan dalam pengobatan Tiongkok untuk mengatasi asam urat dan beberapa penyakit rematik lain. Apigenin adalah senyawa anti-inflamasi kuat yang kemampuannya menandingi obat-obatan anti-inflamasi.

Sedangkan luteolin mempunyai kemampuan untuk memendekkan atau mempersingkat sirkuit siklus replikasi sel kanker. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal BioMed Central Gastroenterology mengungkapkan bahwa luteolin mampu menghambat jalur sinyal (IGF dan PI3K) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel kanker, terutama pada kanker usus besar. Di negara-negara berkembang, kanker jenis ini adalah penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker.

Baca juga:  Kesehatan Mental Penderita Kanker: Mengatasi Dampak Psikologis

Pada penelitian laboratorium, tikus percobaan diberikan mutagen kuat untuk memicu fibrosarkoma (sejenis kanker tulang). Ketika tikus diberikan suplemen luteolin dalam makanan mereka, peneliti mencatat adanya pengurangan ukuran tumor hingga sebesar 60%.

Seperti apigenin, luteolin mempunyai kemampuan anti-inflamasi yang kuat. Jurnal Inflammatory Research melaporkan bahwa luteolin merupakan satu dari beberapa flavonoid yang memiliki aktivitas anti-inflamasi. Baik luteolin maupun quercetin (jenis flavonoid lain), “menghambat faktor pengaktifan trombosit dan menekan respons inflamasi yang dipicu oleh alergen”. Luteolin menghambat produksi berlebihan dari TNF-alfa—yang dikenal sebagai sumber inflamasi utama.

Manfaat Seledri yang Lain bagi Kesehatan

Walaupun bumbu dapur ini adalah makanan anti-kanker yang sangat baik untuk melawan kanker, tetapi ada juga beragam manfaat seledri lain yang membuatnya pilihan tepat untuk dikonsumsi sehari-hari.

Tanaman seledri secara alami kaya akan vitamin dan mineral seperti: A, C, K, folat, molibdenum, kalium, dan kandungan-kandungan sehat lainnya. Berikut adalah sejumlah manfaat kesehatan yang dimilikinya:

  • Mengganti elektrolit yang hilang: Sayuran yang dipenuhi kandungan air ini bisa dijadikan minuman pengganti elektrolit yang manjur untuk diminum setelah olahraga. Seledri juga adalah sumber yang bagus untuk mendapat kalium dan sodium, yang membuatnya terasa sedikit asin. Satu cangkir jus seledri hanya mengandugn 65 kalori, tetapi kaya nutrisi.
  • Menyeimbangkan kadar pH: Seledri adalah satu dari beberapa makanan alami pembentuk alkalin. Memakan selederi akan menurunkan kadar asam tubuh Anda, membantu Anda untuk mempertahankan pH yang seimbang. Jika kadar pH terlalu asam, itu bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel kanker berkembang dalam lingkungan tubuh yang asam.
  • Menurunkan kolesterol dan tekanan darah: Seledri mengandung banyak serat. Serat membantu menurunkan kolesterol dengan cara “menyapu” kolesterol di aliran darah. Seledri juga mengandung phthalide, suatu zat yang merangsang pengeluaran cairan empedu yang mengurangi kolesterol LDL. Phthalide mengendurkan dinding arteri dan melebarkan pembuluh darah, memungkinkan darah mengalir lebih lancar.
  • Mencegah sembelit: Karena mengandung serat, maka ada manfaat seledri untuk mencegah sembelit. Masukkanlah seporsi seledri ke dalam menu makanan atau camilan Anda, ini akan memberikan sekitar 2 gram serat ditambah 97 gram kandungan air untuk melancarkan pencernaan.
  • Meningkatkan fungsi ginjal: Seledri mempunyai kemampuan diuretik dan membersihkan yang meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan. Buang air kecil yang teratur akan membantu menghilangkan toksin di dalam tubuh dan mencegah pembentukan batu ginjal.
  • Mengobati gangguan saraf: Seledri telah lama dimanfaatkan untuk mengobati gangguan saraf. Jika Anda menderita insomnia atau kecemasan, cobalah minum segelas jus seledri untuk mendapatkan efek menenangkan dan melegakan pada saraf-saraf Anda yang tegang.
Baca juga:  Panduan Deteksi Dini Kanker: 20 Tanda dan Gejala Kanker yang Patut Dicurigai

Mulai dari membersihkan pembuluh darah hingga meredam inflamasi untuk melindungi tubuh dari kanker—ada pada daftar manfaat seledri. Selain kandungan seratnya yang kaya, yang sangat baik untuk pencernaan, sayuran ini juga dikemas dengan senyawa elektrolit yang membantu hidrasi tubuh, serta enzim yang menjaga tubuh tetap bersih. Lalu, ada antioksidan, fitonutrien, dan senyawa nutrisi lain yang melindungi organ-organ vital.

Tak diragukan lagi, seledri sangat baik untuk kesehatan, dan bahkan sanggup melawan kanker. Bukan hanya itu, sayuran ini harganya murah, banyak tersedia, dan rendah kalori tapi padat nurisi, sehingga menjadikannya pelengkap ideal untuk gaya hidup sehat bebas kanker.

Advertisement
Alinesia