Share:

Terakhir Diedit:

Menemukan alternatif untuk melawan kanker dan mencegah kanker tampaknya sedang menjadi fokus tersendiri di dunia medis. Tak sedikit pakar kanker yang mencoba mendalami kemungkinan penggunaan herbal anti kanker sebagai alternatif terapi dan pencegahan kanker. Dan salah satunya adalah penggunaan manfaat vanili untuk herbal pencegah kanker.

Kita mengenal vanili sebagai salah satu bahan penambah aroma pada makanan. Lazim dimanfaatkan pada makanan manis seperti minuman hingga aneka kue dan makanan menutup. Vanili sendiri dikenal pada dunia kuliner internasional juga di masakan khas tradisional.

Rupanya selain menambah aroma yang menggugah selera, vanili juga menyimpan manfaat lain. Dalam ekstrak vanili tersimpan kemampuan sebagai herbal pencegah kanker, juga membantu proses pengobatan kanker.

Bagaimana peran vanili sebagai herbal pencegah kanker dan menjadi alternatif terapi bagi penderita kanker? Apa yang terkandung dalam ekstrak vanili untuk dapat berperan melawan kanker?

Kita akan mencoba menguak bagaimana manfaat vanili dan cara kerja herbal pencegah kanker ini. Juga melihat bagaimana cara terbaik mendapatkan manfaat vanili dengan optimal dan sehat.

Manfaat Vanili dan Ekstrak Vanili

Vanili, bagi kebanyakan dari kita hanya akan mengingatkan pada bubuk wangi dalam kemasan yang lazim kita gunakan sebagai penambah rasa dan aroma pada makanan. Aroma harumnya yang khas memang menambah nikmat aroma dan tentu saja menggugah selera.

Tak banyak yang tahu bahwa bubuk wangi tersebut sebenarnya hanya hasil olahan dan turunan dari tanaman vanili. Ini semacam tanaman dari keluarga anggrek-anggrekan dengan buah yang mengandung biji kehitaman yang beraroma sangat segar.

Vanili asli berupa serbuk dan sebenarnya justru berwarna hitam. Serbuk diperoleh dengan mengerok bagian dalam biji vanili yang sudah kering. Bubuk hitam ini yang kemudian dicampurkan dalam makanan atau di ekstraksi menjadi cairan.

manfaat vanili - ekstrak vanili - herbal pencegah kanker

Sumber: pixelrz.com

Sedang jenis bubuk vanili yang kemudian banyak Anda jumpai di pasar tak lebih dari produk turunan yang sudah tercampur dan terproses kimiawi. Harga murah justru menandakan bahwa sebagian besar kandungan bubuk adalah bahan tambahan. Apalagi mengingat sebenarnya vanili termasuk rempah dengan harga tinggi.

Dan saat ini kita akan fokus pada produk vanili asli yang alami. Di balik aroma khasnya yang menggugah selera, vanili atau secara internasional lebih dikenal dengan sebutan vanila ini memiliki sederet manfaat.

Menurut sumber stylecraze, setidaknya terdapat 17 macam manfaat vanili untuk kesehatan. Mulai sebagai anti inflamasi, sebagai perawatan kulit, rambut, meredakan mual, membantu atasi infeksi hingga sebagai anti kanker dan herbal pencegah kanker.

Bagaimana Manfaat Vanili sebagai Herbal Pencegah Kanker?

Sejumlah temuan membuktikan bahwa vanili memiliki kemampuan untuk membantu mencegah pertumbuhan kanker dan membantu menghentikan persebaran dan pembentukan sel kanker baru.

Dalam pengungkapan Mutation Research/Fundamental and Molecular Mechanisms of Mutagenesis tahun 2007 dijelaskan bahwa dalam ekstrak vanili tersimpan kemampuan anti mutagenik yang agresif. Juga terdapat kemampuan untuk menghambat kemampuan angiogenesis dari sel kanker.

Untuk lebih jelasnya, kita akan mencoba menjabarkan manfaat vanili sebagai herbal pencegah kanker sebagai berikut.

Khasiat Ekstrak Vanili untuk Antioksidan


Radikal bebas adalah salah satu penyebab kanker yang utama. Tingginya kadar toksin dalam darah dan pengaruh komponen karsinogen yang masuk ke dalam tubuh adalah pemicu pembentukan sel kanker.

Selain juga kerap menjadi penyebab gangguan fungsi tubuh lain seperti penurunan fungsi imun, penurunan fungsi hati, gangguan pencernaan, gangguan pankreas dan gangguan pada sistem sirkulasi darah.

Setiap gangguan dan penurunan fungsi sebagaimana telah disebutkan di atas akan semakin mendekatkan diri seseorang pada kanker. Melemahnya  fungsi imun dan liver atau hati menjadi salah satu pintu pembuka terbentuknya sel kanker. Sedang gangguan pada pencernaan, sirkulasi darah dan pankreas akan mendukung sel kanker semakin mudah berkembang dan tumbuh.

Dan terdapat manfaat vanili sebagai herbal pencegah kanker dengan komponen anti oksidannya yang bekerja menurunkan level radikal bebas dalam tubuh.  Tidak sekedar sebagai anti oksidan, menurut BMC Complementary and Alternative Medicine tahun 2015, ekstrak vanili juga akan bekerja sebagai hepaprotektif yang akan membantu memperbaiki fungsi hati.

Mengonsumsi vanili akan membantu menurunkan level radikal bebas dalam tubuh dan membantu meningkatkan efisiensi kinerja hati dalam menetralkan unsur toksin dan residu dari dalam tubuh.

Manfaat Vanili sebagai Anti Mutagenik


Dijelaskan sebelumnya, bahwa ekstrak vanili memiliki kemampuan sebagai anti mutagenik. Ini adalah kemampuan untuk mencegah terbentuknya mutasi gen pada sel sehat.

Kanker dapat terbentuk dari banyak faktor. Tetapi salah satu faktor dominan dari munculnya kanker pada tubuh seseorang adalah perubahan gen dalam sel yang kemudian kita kenal dengan mutasi.

Mutasi ini membentuk karakter sel yang baru dan dapat berbeda sepenuhnya dari sel semula. Termasuk memiliki kemampuan, sistem pertahanan dan sistem perkembangan yang tidak sama dengan sel normal pada tubuh.

Apa Itu Mutasi Gen pada Sel?

Pada dasarnya, mutasi akan membentuk sel abnormal yang cenderung beresiko membahayakan sel sehat di sekitarnya. Dalam banyak kondisi, mutasi gen dari sel ini akan membahayakan fungsi tubuh.

Mutasi sebenarnya adalah sebuah mekanisme alami dari kemampuan adaptasi tubuh terhadap perubahan lingkungan. Ketika kondisi dalam tubuh dalam dominasi unsur karsinogen dan toksin, maka sejatinya sel-sel sehat sendiri tidak dapat bertahan hidup.

Unsur karsinogen dan toksin menjadi radikal bebas yang memicu oksidasi sel dan pada akhirnya merusak sel. Untuk itu, kemudian sel sehat beradaptasi dengan bermutasi menjadi sel-sel abnormal, termasuk sel kanker.

Sel-sel abnormal ini sudah bermutasi dan membentuk karakter yang berbeda dari sel sehat.  Justru mereka akan berkembang dan bekerja dengan cara berbeda dari sel sehat. Kondisi tidak sehat dengan kadar radikal bebas yang tinggi justru menjadi pemicu kanker untuk tumbuh dengan baik.

Dan ekstrak vanili memiliki komponen anti oksidan termasuk vanili acid dan vanillin yang terbukti menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry  tahun 2007. Kemampuan ini akan bekerja mencegah terbentuk sel-sel dalam tubuh bermutasi dan membentuk sel abnormal.

Ekstrak vanili akan bekerja memperbaiki kerusakan pada DNA, meningkatkan produksi glutathione dan menghambat nukleus sel membentuk karakter menyimpang yang mengarah pada pembentukan kanker.

Ekstrak Vanili sebagai Penghambat Angiogenesis


Angiogenesis adalah kemampuan sel kanker untuk bertahan hidup, dengan membentuk jaringan pembuluh darah mandiri yang akan mensuplai gula dan protein tertentu demi kelangsungan hidupnya.

Dan pada ekstrak vanili ditemukan komponen senyawa vanilin serta vanila acid yang akan bekerja menghambat pembentukan pembuluh darah pada sel kanker. Ini sangat efektif menghambat pertumbuhan sel kanker.  Karena akan menyebabkan sel kanker tidak mendapatkan cukup suplai energi dan nutrisi untuk berkembang, membelah diri dan bermetastasis.

Kemampuan anti angiogenetik dari vanili dijelaskan dalam buku bertajuk Healing Smoothies: 100 Research-Based. Bahkan dalam buku ini juga dijelaskan bahwa vanili memiliki kemampuan anti metastasis.

Hal senada juga disampaikan dalam ulasan Archives of Pharmacal Research tahun 2010 yang membuktikan kemampuan ekstrak vanili untuk anti inflamasi, anti angiogenetik dan antinociceptive.

Vanili untuk Menghambat Pertumbuhan Kanker


Dalam buku bertajuk Handbook of Herbs and Spices (Second edition) terbitan tahun 2012, dijelaskan mengenai kemampuan vanili untuk menghambat pertumbuhan kanker. Bahwa dalam vanili terkandung komponen fitokimia yang bekerja menghambat pembentukan enzim tertentu yang bekerja sebagai stimulan pertumbuhan sel kanker. Manfaat ini yang akan bekerja menghambat pertumbuhan sel kanker.

Vanillin akan menghambat produksi nitrit oksida pada sel kanker. nitrit oksida adalah bentuk turunan dari proses kimiawi oksigen dalam tubuh sel kanker. Nitrit oksida inilah yang menjadi salah satu materi penting proses proliferasi atau pembelahan diri agresif pada sel kanker.

Dan menurut Nephrology Dialysis Transplantation  tahun 2002, vanilin dalam ekstrak vanili juga dapat berperan melindungi organ ginjal, liver, pankreas dan paru-paru dari persebaran sel kanker baik berupa sel kanker primer ataupun sekunder.

Vanili Meningkatkan Produksi Hormon Serotonin


Menurut Neurological Research tahun 2017, vanillin, aspek utama yang membawa aroma khas dari vanili adalah sejenis anti oksidan unik yang dapat mempengaruhi produksi serotonin.

Vanili dalam dosis tertentu yang ditambahkan dalam makanan atau menghirup aroma vanili itu sendiri akan membantu meningkatkan produksi serotonin. Sedang serotonin adalah enzim penting yang berperan menurunkan intensitas depresi dan stress.

Menurut Beni-Suef University Journal of Basic and Applied Sciences tahun 2016, vanili memang dapat bekerja sebagai anti depresan dengan meningkatkan produksi serotonin dan menurunkan level kortisol.

Sedang hormon kortisol adalah salah satu aspek supresan yang dapat menjelma menjadi senyawa karsinogen ketika kadarnya berlebihan. Serotonin sendiri membantu memberi efek relaksasi pada tubuh, membantu melindungi DNA dan mencegah stress pada sel. Dengan kata lain ada kemampuan anti kanker pada serotonin.

Mengonsumsi Vanili sebagai Herbal Pencegah Kanker

Ada satu catatan penting yang perlu menjadi perhatian ketika Anda ingin menambahan manfaat vanili dalam menu harian Anda. Bahwa Anda perlu memastikan hanya menggunakan vanili asli dalam bentuk biji vanili asli ketimbang formula vanili sintetis bubuk atau bahan perisa vanili yang lebih banyak Anda temukan di pasaran.

Produk bubuk atau perisa vanili yang Anda kenal di pasaran dalam warna putih dan dikemas sachet sebenarnya tidak lebih dari produk turunan yang sudah kehilangan aspek kemurniannya. Produk hanya mengambil komponen kimia yang membawa aroma dari vanili tanpa mengandung unsur anti oksidan dari vanili.

manfaat vanili - ekstrak vanili - herbal pencegah kanker

Sumber: Shutterstock

Itu artinya, sebagian besar produk di pasaran yang menyatakan memiliki aroma dan rasa vanila termasuk es krim komersial, minuman, sirup hingga wafer dan biskuit tidak dijamin memiliki manfaat vanili asli. Karena sebagian besar hanya menggunakan perisa vanili yang sudah tidak memiliki komponen anti oksidan sama sekali.

Untuk mendapatkan manfaat vanili dengan optimal Anda bisa tambahkan seujung serbuk hitam asli dari biji vanili ke dalam minuman teh hangat atau kopi. Juga dapat ditambahkan pada aneka kue, puding dan beragam makanan lain.

Menambahkan vanili sebagai aromaterapi di dalam air rendaman mandi atau sebagai pengharum alami kamar tidur Anda juga akan membantu meningkatkan relaksasi dan meningkatkan pelepasan serotonin.

Mungkinkan Ekstrak Vanili Dapat Membahayakan?

Pada dasarnya vanili tidak berbahaya, bahkan kaya manfaat. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya setidaknya terdapat belasan manfaat vanili yang tentu sayang untuk dilewatkan.

Meski demikian, sebagai penambah rasa sejumlah pakar sepakat vanili berlebihan akan bekerja sebagai zat aditif atau memberi efek ketagihan. Bila ditambahkan pada makanan atau bahan tertentu yang memiliki efek samping kuat, maka efek ketagihan ini mendorong seseorang mengonsumsi lebih banyak dan beresiko mengalami efek samping lebih kuat.

Sedang dalam laman webMD, dijelaskan bahwa vanili pada dasarnya aman. Hanya saja sejumlah dugaan adanya kaitan konsumsi vanili berlebihan dengan efek kantuk berlebihan atau malah gangguan tidur sempat dilaporkan.

Beberapa pakar juga melihat akan adanya potensi ekstrak vanili ini dapat menurunkan tekanan darah dan berpengaruh pada metabolisme ketika dikonsumsi berlebihan.

Bagaimana dengan Vanili pada Rokok?

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas bagaimana tingginya manfaat vanili bagi tubuh. Bahwa ekstrak vanili memiliki kemampuan sebagai herbal pencegah kanker dengan kemampuan mencegah mutasi gen, anti oksidan dan anti angiogenesis.

Meski demikian rupanya, ketika ekstrak vanili ini dimanfaatkan sebagai bahan baku tambahan pembuatan rokok, manfaat herbal pencegah kanker ini justru hilang. Vanili yang dibakar dan terhisap oleh organ pernafasan tidak lagi bekerja sebagai herbal pencegah kanker, tetapi sebagai karsinogen.

Menurut German Cancer Research Center tahun 2012, ekstrak vanili atau vanillin yang ditambahkan dalam rokok akan menjadi substansi aditif yang berbahaya bagi tubuh dan mungkin menyebabkan kanker.

Karena vanillin yang dibakar akan berubah menjadi senyawa karsinogen bernama polycyclic aromatic hydrocarbons yang justru memiliki efek buruk terhadap fungsi paru-paru dan membahayakan kinerja produksi mucus atau lendir. Senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons ini juga terbukti sebagai agen pembentuk kanker.

Penambahan rasa vanili ke dalam rokok juga akan menambahkan citarasa yang akan meningkatkan rasa nikmat dari rokok. Semakin nyaman seseorang ketika merokok, semakin tinggi tingkat ketergantungan seseorang terhadap rokok. vanili adalah rasa yang disukai sehingga memungkinkan rasa rokok semakin disukai.

Manfaat vanili selama ini lebih kental dikenal sebagai salah satu penambah aroma yang disukai di dunia kuliner. Aroma khasnya yang menenangkan disukai semua kalangan. Dan rupanya vanili juga memiliki khasiat sebagai herbal pencegah kanker dan penghambat perkembangan kanker. hanya saja alih-alih menggunakan vanili pasaran yang rupanya tidak bermanfaat, pastikan memilih produk ekstrak vanili asli atau vanili dalam bentuk alami.

Nurul Kuntarti

Seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.